Istri Pilihan Aki

Istri Pilihan Aki
Welcome to the world Junior


__ADS_3

Guntur segera menghubungi Fabian agar mempersiapkan tempat persalinan Zee, karena Guntur sudah memesan kamar sejak jauh-jauh hari.


"HUAAAAA." Teriak Fery dan Baim kompak setiap Zee merasakan kontraksi. 


"Pak cepetan Pak!" Fery mulai tak kuasa menahan perihnya cengkraman Zee.


Guntur dengan cepat memarkirkan mobilnya di depan pelataran rumah sakit.


Disana sudah ada Fabian dan beberapa orang suster yang menunggu mereka.


"Tarik nafas Dek! Ayo ikutin Kakak!" Fabian mencontohkan cara mengatur nafas pada adiknya.


Perlahan Zee mengikuti arahan Kakaknya juga ketiga Cunguk yang sepertinya terhipnotis oleh Fabian.


"Kalian ngapain ikut-ikutan? Mau lahiran juga?" Bentak Fabian.


👶


Zee kembali berulah ketika sudah berada di ruang pemeriksaan.


"Aku malu!"


"Terus gimana mau diperiksa kalo kamu ga mau buka celana?"


Guntur mulai kesal dengan tingkah istrinya yang tidak mau membuka celana dalamnya. Membuat dokter dan para suster tersenyum.


"Baru pembukaan dua. Sambil menunggu pembukaan alangkah baiknya ibu jalan-jalan dulu agar mempercepat proses pembukaannya." Ucap sang dokter yang terus tersenyum. Karena dia sudah bisa memprediksi kerepotan yang akan terjadi selama proses persalinan Zee.


Bagaimana tidak, setiap pemeriksaan kehamilan ada saja tingkah Zee yang membuat dokter cantik itu geleng-geleng kepala.


👶👶


Karena proses melahirkan diperkirakan masih lima jam kedepan Zee dan yang lainnya menunggu di ruangan yang telah Guntur pesan sebelumnya. 


Setiap kali merasakan kontraksi, dia akan mencengkram ataupun menjambak rambut siapa saja yang ada di dekatnya. 


"Tek jangan nangis Tek! Kasian Junior takut ga pede dia denger emaknya mewek kayak gitu!" Ucap Egy yang kini tengah dijambak rambutnya.


"Elu sadar ga sih rambut gua jadi rontok gara-gara elu!"


"Istighfar Tek!" Fery mengingatkan Zee.


"Ikutin gue, LAA ILAAHA ILLALLAH!" Ucap Egy dengan nyaring karena Zee kembali menjambak rambutnya. 


"Itu bukan istighfar b*go, itu syahadat!" Ucap fery mendengar Egy membacakan syahadat dengan suara lantang. 


"Pala gue nyut-nyutan jadi susah mikir sini lu gantian!" Bentak Egy. 


Sedangkan Guntur sedang dipeluk erat tubuhnya oleh Zee dengan kuku yang menancap di punggungnya hingga membuatnya sulit berkata-kata menahan sakit.


"SAAAAY!" Teriak Zee yang sedang merasakan kontraksi yang makin sering dan makin dahsyat. 


"LAA ILAAHA ILLALLAH!" Teriak Baim sambil memegangi kepala Zee seolah sedang meruqyah ibu hamil tersebut. 

__ADS_1


Dan diikuti oleh yang lainnya termasuk Guntur, dan hal itu membuat Zee semakin kesal. 


"Kalian pikir gue kesurupan apa? Pergi lu! " Bentak sang Nyonya yang tidak terima di ruqyah Baim. 


👶👶👶


"Mamaaaa sakit." Zee terisak ketika melakukan panggilan video dengan Mamanya.


"Sabar Sayang, kamu jangan ngeluh kasian Junior nanti ikut stres." Mama Zee berusaha menenangkan anaknya.


Para orang tua mereka saat ini sedang melakukan ibadah umrah karena mereka pikir Zee masih cukup lama untuk melahirkan. 


"Nonton EXO Tek, siapa tahu sakitnya berkurang." Fery memberi saran tapi malah dipelototi oleh Guntur.


"Say sakit banget. Aku ga mau punya anak lagi abis ini. Satu aja cukup." Ucap Zee yang tak henti-hentinya menangis.


"Iya, nanti aja nungguin Junior gede aja!" Jawab sang suami, tak mengiyakan permintaan sang istri.


Makin lama waktu kontraksi Zee sudah semakin sering dan itu membuat Zee sudah sulit untuk mengatur nafasnya.


👶👶👶


"Siapa diantara kalian suaminya Ibu Zivanna?" Tanya seorang suster cantik pada keempat pria yang sedang berdiri di ruang tunggu. Karena Zee sudah memasuki ruang persalinan. 


"Saya!" Jawab keempatnya kompak membuat sang suster mengerutkan keningnya melihat keempat orang pria dengan rambut berantakan dan penuh cakaran. 


"Mang elu pernah naro saham?" Tanya Baim menunjuk Fery padahal sendirinya juga mengangkat tangannya.


"Lah elu juga angkat tangan." Sahut Egy yang masih mengangkat sebelah tangannya.


"Mari ikut saya masuk!"


Lagi-lagi ketiga sahabatnya yang juga merangkap suami Zee ikut masuk membuat Guntur membelalakkan matanya kearah mereka.


"Asal Mbak susternya jangan ikut masuk!" Ucap Baim kepada sang suster, dan diangguki oleh yang lainnya.


👶👶👶


Guntur sudah memasuki ruangan persalinan, dia akan menemani istrinya melalui proses persalinan putra pertama mereka, dilihatnya Zee sudah berada diatas ranjang sedang di bantu seorang Bidan mengatur nafasnya.


Zee kembali menangis melihat suaminya masuk ke ruang bersalin.


Untuk pertama kalinya Guntur melihat istri manjanya begitu tidak berdaya hingga membuatnya ikut menitikkan air mata.


"Ikutin petunjuk ya. Di hitungan ke tiga nanti ibunya mulai mengejan."


Zee dan Guntur mengangguk kompak, entah apa maksud dari anggukan Guntur tak seorangpun tahu. 


"Satuuu,,,duaaa,,,tigaaa"


"Mmmmhh…" Zee dan Guntur mulai mengejan, membuat dokter para suster tersenyum melihat tingkah Guntur.


"Sekali lagi! Satuuu,,,duaaa,,,tigaaa!" 

__ADS_1


"Mmmmhh." Mereka kembali kompak.


"Ayo lebih semangat lagi Bu, tuh rambut dedenya mulai kelihatan."


Mereka pun kembali memandu Zee menarik nafas, tapi lagi-lagi masih belum berhasil.


"Yaaaa,,, gagal lagi! Ayo semangat Yang!" Guntur  seperti sedang menonton pemain bola yang gagal mencetak gol hingga membuatnya kecewa. 


"Ayo semangat Sayang! Liat aku tarik nafas dalam-dalam terus kamu keluarin dengan sekuat tenaga kamu! Anggap kamu lagi berebut tiket nonton EXO!" Guntur begitu semangat mendengar Junior sudah mulai terlihat.


Zee mengangguk dengan semangat.


"Kita mulai lagi! Satuuu,,,duaaa,,,tigaaa!"


"Mmmmmmmmmhhh.." Zee kembali mengejan mengeluarkan seluruh tenaganya dengan kuku yang menancap di lengan suaminya.


"Ayo bu, sedikit lagi!"


"Anggap Kai EXO lagi nungguin kamu di luar Saya! Ayo semangat!" Guntur kembali memberi dukungannya kepada Zee.


Motivasi dari Guntur membuat dokter dan para suster tersenyum menahan tawa mereka. 


Suara tangis bayi mengisi ruang persalinan Zee, seorang bayi laki-laki telah hadir mengisi hari-hari mereka nanti.


Guntur yang begitu senang memberikan ciuman bertubi-tubi pada sang istri. Tangis mereka pun pecah bersamaan dengan tangis Sang Junior.


👶👶👶


Seorang bayi laki-laki tampan sedang tertidur pulas di box bayi di ruangan rumah sakit. Wajah Junior perpaduan antara Zee dan Guntur, dia terlihat sangat lucu dan menggemaskan, pipinya yang chubby membuat semua orang ingin menciumnya.


Egy sedang melantunkan azan di samping box bayi tersebut, sebelumnya Baim dan Fery yang terlebih dahulu mengazani Junior.


"Kalian ngapain sih azan mulu?" Bentak Zee. 


"Kita takut Junior kayak elu Tek, sapa tau kalo sering diazanin dia jadi anak soleh." Jawab Egy. 


"Akhirnya derita kita berakhir gaes." Baim berkaca-kaca sambil memperhatikan bayi tampan di hadapannya.


"Kakak kenapa?" Tanya Flower melihat Guntur yang terlihat sangat berantakan.


Lengannya penuh dengan cakaran dan bekas gigitan, rambutnya pun acak-acakan karena harus direlakan untuk dijambak istrinya.


Bagaimana tidak, cakaran tak henti-hentinya dia dapatkan selama proses persalinan Junior, pun ketika Zee dokter harus menjahit bagian yang sobek akibat proses persalinan, hingga Guntur harus merelakan tangannya digigit oleh sang istri yang menahan sakit. Mantap sudah penderitaan Guntur hari ini.


Ini adalah hari keberuntungan Fabian, karena dia tidak harus merasakan apa yang mereka rasakan.


"Ini perlengkapan Junior yang ada di rumah kan Say? Kok ada disini semua? " Tanya Zee melihat stroller bayi, bouncer, dan mainan-mainan Junior ada di ruangan itu.


"Tau tuh si Egy, aku nyuruh bawa perlengkapan Junior, malah semua yang ada di kamar dia bawa kesini." Jawab Guntur yang sedang memperhatikan anak lelakinya.


"Namanya juga panik Tek!"


"Say, aku kan tiap hari dari mulai hamil ampe mau lahiran kan nontonin video Mas Kai aja, kok anak kita jadinya lebih mirip kamu daripada Mas Kai?"

__ADS_1


Towewewewewwew....


Cunguks : Makasih atas doa semua netizen semuanya. Sekarang tugas klean-klean do'ain Junior supaya ga nyusahin kaya Emaknya... 🙏🙏


__ADS_2