Istri Pilihan Aki

Istri Pilihan Aki
Ektra part. Baim dan Flower 2


__ADS_3

Hampir semalaman Baim dibuat tak bisa tidur karena memikirkan apa yang akan dia katakan besok kepada kedua orang tua Flower semua doa telah dia panjatkan, segala puji telah ia lantunkan tapi tetap saja tak mengurangi rasa kegelisahannya, walaupun pada kenyataannya ia lebih sering memikirkan wajah kekasihnya dan membuat adik kandungnya terus tegak berdiri menantang langit. Amazing.


Begitu pun dengan Flower, dia juga menjadi sulit tidur. Flower benar-benar takut Papa dan Mamanya akan menolak Baim, ditambah lagi ucapan Zee tentang Papanya yang akan menawarkan sekoper uang kepada kekasihnya, dan membayangkan Baim akan lebih memilih uang daripada dirinya, membuat Flower benar-benar gelisah, galau, merana. Eaaaaa...


Berkali-kali Flower menelpon Guntur dan Zee untuk meminta dukungan atau sekedar menenangkan hatinya, tapi sepertinya Guntur masih belum mendapatkan maaf dari Sang Nyonya Besar dan pastinya dia sedang merayu Sang Istri untuk mendapatkan malam hangatnya. 


🌻Pagi menjelang🌻


Nyanyian para burung dari halaman belakang kediaman orang tua Flower membuat suasana damai untuk kedua orang tua yang sedang menikmati teh hangatnya di teras samping. 


Flower yang biasanya ikut gabung bersama keduanya memilih menikmati pemandangan romantis itu dari balkon kamarnya. 


"Mah, ada cowok yang mau aku kenalin sama Mama." Flower berbicara dengan terbata-bata, saat sarapan bersama. 


"Siapa?" Mama antusias. 


"Nanti juga Mama tau, aku ngundang dia makan siang hari ini."


"Wah Mama harus masak masakan spesial dong buat nyambut dia."


"Masak rendang aja Mah kalo bisa, dia doyan banget sama rendang, apalagi rendang buatan Mama."


"Oke kalo gitu, kayak Pak Guru mesum aja doyan rendang." Mama Vivi pun berlalu sambil memeriksa persediaan daging di freezer.


Mendengar jawaban sang Mama, nyali Flower semakin menciut. Apakah ini adalah hal yang tepat untuk mereka lakukan sekarang ini? 


Sementara itu. 


Zee sedang memilah-milih pakaian yang akan ia kenakan untuk berkunjung ke rumah mertuanya.


"Say, cepet mandi sonoh! Ntar kamu pake baju ini ya! Samaan sama Kai." Zee menunjukkan tshirt berkerah berwarna putih dengan warna kerah hitam.


"Hmmmm."


"Kok kamu males-malesan gitu sih Say?" Zee menarik selimut dari tubuh suaminya. "Allahuakbar, kamu masih telanjang juga Say? Mau lagi?"


"Nggak Yang, aku udah kekenyangan, kamu bener-bener manfaatin aku semalem." Guntur kembali menarik selimutnya.


Kali ini Guntur dibuat kerja rodi semalaman oleh Zee, syarat sebagai permintaan maaf dari Zee. 


"Kamu heboh banget sih Yang, kayak kamu aja yang mau didatengin cowok."

__ADS_1


"Biarin ngapa! Aku kan mau menyambut kedatangan calon ipar aku. Hahaha." Zee tertawa renyah. 


"Kok ketawa gitu?"


"Aku gak kebayang muka tegang si Baim ngadepin Mama sama Papa." Jawabnya yang sudah berhasil menemukan baju yang akan dia pakai ke rumah mertuanya. 


"Tapi kalo Papa nawarin si Baim uang sekoper dia bakal ambil ga ya?"


"Ya Allah Yang, daripada Papa ngasih uang cuma-cuma buat Si Flo, mending kawinin mereka berdua!"


"Hiss, kamu mah, makanya sekali-kali nonton drama, jadi kamu tau kelakuan orang kaya pada umumnya. Kalian mah jadi orang kaya aneh. Biasa-biasa aja kelakuannya, kagak ada gereget-geregetnya." Zee malah sewot. 


Orang kaya pada umumnya itu emang kayak gimana? Ya Allah ini bini, apaan sih yang ada di otaknya. 


Ting,,,


Sebuah notifikasi pesan masuk ke handphone ibu negara yang sedang merias wajahnya di cermin. 


"Say, bacain chat aku!" Ucapnya yang kini tengah khusyuk memakai eyeliner. 


Dengan malas Guntur meraih handphone bercasing pink di nakas. 


"Tek gue harus persiapan apa buat kesana? Apa ya yang pantes gue bawa ke rumah mertua lu?" Ucap Guntur yang sedang membacakan pesan dari Baim. 


"Seperti biasanya aja Im, siapin mental lu buat penolakan. And ga usah bawa apa-apa lah. Emang apa sih yang bisa rakyat jelata kasih buat kita?"


"Dasar Biang Iblis lu!" Jawab Baim yang pastinya bertambah tegang dengan jawaban sahabatnya. 


🌻Siang menjelang🌻


Guntur dan keluarga kecilnya sudah datang dengan berbagai cerita yang keluar dari mulut Zee. Tapi Flower masih belum keluar dari kamarnya setelah berbicara dengan Mamanya. 


"Kak, siang ini Adek kamu mau ngenalin cowoknya ke Mama sama Papa." Ucap Mama sama antusiasnya dengan tadi pagi saat Flower menceritakannya. 


Guntur hanya tersenyum sekaligus sedikit tegang saat melihat Baim yang terlihat gagah datang bersama Kaisar. 


"Assalamu'alaikum, siang Tante." Baim menyalami tangan calon mertuanya. 


"Eh, ada Baim juga. Zee lagi di dapur, tunggu sebentar ya! Lagi nyiapin puding yang dia bawa. Ayo duduk, sekalian kita juga lagi nunggu tamunya Si Flo." Sambut Mama Vivi yang belum menyadari bahwa pria dihadapannya lah yang sedang mereka tunggu. 


Baim pun duduk dengan detak jantung yang bergemuruh seperti ada sekelompok paskibraka yang sedang melakukan baris-berbaris. 

__ADS_1


"Aku panggil Flo dulu Mah!" Guntur pun segera naik ke kamar adiknya.


Sedangkan Baim berusaha mengurangi kegugupannya dengan mengobrol dengan Kaisar. 


"Papa penasaran cowok kayak gimana yang akan dibawa tuh anak? Dulu aja pas deket sama manager hotel dia gak pernah bawa kesini."


"Sama Mama juga penasaran sama calon mantu kita, Kira-kira kerjanya apa ya Pah? Atau jangan-jangan dia pengusaha muda juga."


"Bisa jadi."


Obrolan kedua orang tua itu semakin membuat nyali Baim ciut. Kedua orang tua itu tak sadar jika pria tampan di hadapan mereka adalah pria yang akan anak gadis mereka kenalkan. 


Sambil berpegangan dan sedikit bersembunyi dibalik tubuh tinggi kakaknya, Flower menuruni tangga dan menghampiri mereka. 


"Flo, jam makan siang bentar lagi ini. Kok pacar kamu belum nongol juga?" Mama Vivi celingukan ke arah depan. 


"Mah, Pah Kak Baim…" Flower menggigit bibirnya sebelum melanjutkan ucapannya. 


"Eh, iya. Panggilin Kak Zee sono di dapur, bilangin ada Baim nungguin!"


"Biar aku aja yang panggil Oma, sekalian ambil minum." Ucap Kaisar. Bocah tampan yang sebentar lagi berulang tahun ke delapan itu pun berlalu. 


"Pacar kamu kerja dimana? Atau dia udah punya perusahaan sendiri?" Sang Papa masih belum mengerti ketegangan dua makhluk di depan matanya. 


"Pah! Pacar aku yang mau aku kenalin ke kalian itu,,,,," Flower menarik nafas sebelum memulainya. "Pacar aku itu,,,, Kak BAIM!" Ucap Flower sambil mendekat ke Baim. 


Keringat langsung mengucur deras di tubuh Baim, wajahnya yang putih langsung memerah mendengar pernyataan Flower, antara senang dan was-was berkolaborasi dalam hati keduanya. 


"Om, Onty diem dulu. Mommy nyuruh aku ngambil foto kalian."


Cekrek, cekrek, cekrek… 


Kaisar mengabadikan momen langka dalam kamera handphone mommynya. 


Sedangkan kedua orang tua Flower masih mencerna ucapan putri mereka beberapa detik lalu. 


Masih mau lanjutannya??? 


Absen dulu gengs!!!!! 


Mana suaranya????

__ADS_1


#jangan lupa mampir yuk ke ceritaku yang berjudul YOU ARE MY DESTINY...🤗🤗


__ADS_2