Istri Pilihan Aki

Istri Pilihan Aki
Ektra Part. Baim dan Flower 3


__ADS_3

Baim semakin tegang saat Flower memberitahu status hubungan mereka kepada orang tuanya. Begitu pun Flower yang tak kalah pucat dengan Baim. Mereka berdiri berdampingan seperti seorang siswa yang tertangkap basah bolos dari sekolah. Keduanya menunduk, walau sesekali keduanya tertangkap saling bertatapan. 


"Kamu ngomong apa sih Flo?" Mama Vivi masih tak percaya dengan apa yang diucapkan anak gadisnya. 


"Ini gak lucu Dek!" Sambung Papa. "Kalo kamu mau bikin ngeprank kita kayak yang di tivi-tivi ini beneran gak lucu, malah konyol."


Mendengar ucapan mertua sahabatnya itu Baim nyali Baim semakin menciut. 


Baim tanpa sadar menarik-narik gaun yang Flower kenakan siang itu. "Gimana ini?" Bisiknya. 


Sedangkan si Tampan Kaisar terus mengabadikan momen berharga itu lewat video. 


Guntur, huh. Dia sudah pusing, ingin sekali dia membantu menjelaskan, tapi istrinya telah memberi aba-aba untuk tutup mulut. 


"Kak, bantuin aku!" Akhirnya Flower meminta bantuan Kakaknya yang hanya menonton ketegangan kedua makhluk di hadapannya.


Disaat bersama Nyonya Guntur ikut bergabung bersama mereka. Dan drama pun dimulai. 


"Mah, tanya deh sama Kak Zee. Aku sama Kak Baim emang beneran pacaran."


Mama Vivi langsung mengalihkan pandangannya kepada menantu semata wayangnya yang sengklek, yang saat itu sedang menyuguhkan minuman dan puding yang ia buat di atas meja.


"Apa? Kalian pacaran? Kok bisa?" Zee pura-pura terkejut. Dia sedang memainkan drama yang telah ia persiapkan sejak semalam.


Mama Vivi dan Papa Gery jadi semakin bingung. 


"Tek, bantuin kita dong! Malah pura-pura Oon." Kali ini Baim yang merengek. 


"Say, kamu tau kalo mereka pacaran?" Zee duduk di samping suaminya. 


Sedangkan Kaisar terus mengabadikan momen langka tersebut. Benar-benar keluarga sengklek. 


Guntur mengangkat kedua bahunya yang saat itu sedang menyeruput jus alpukat favoritnya. "Aku juga baru tau kalo mereka pacaran."


"Ini bukan prank kan Flo? Atau kamu sengaja nyuruh Baim pura-pura jadi pacar kamu supaya kamu gak dijodohin sama anak temennya Papa?" Zee masih bertingkah polos. 


Papa Gery dan Mama Vivi mengangguk, menyetujui pendapat menantunya. "Ini gak lucu Flo. Kasian Kak Baim kamu libatkan dalam masalah kamu."

__ADS_1


"Elu juga Im, mau aja diajak sandiwara gitu sama si Flo!" Zee ikut menyalahkan Baim.


Guntur hanya manggut-manggut, karena sebenarnya dia terpaksa ikut dalam drama yang istrinya mainkan agar mendapatkan malam yang menggairahkan semalam. Sebagai syarat permintaan maaf dari Zee. 


"Tek, gue potek beneran nih leher lu. Sumpah!" Baim benar-benar sudah bingung. 


"Mah, aku hamil!" Ucap Flower. 


"Kok bisa?" Kali ini  Baim yang terkejut dengan pernyataan kekasihnya. "Kan belum diapa-apain. Ya Allah, masa pegangan tangan doang bisa hamil? Kamu jangan dengerin nasehat si Ketek Flo!" Baim pucat pasi. 


"Kok ga bilang mau pake alesan itu Flo?" Protes Zee. 


"Iya Mah, Flo hamil aku saksi matanya."


"Elu mau bantuin gue apa mau bunuh gue sih Tek?" Tak tahan dengan tingkah sahabatnya, akhirnya sebuah toyoran pun mendarat di kening istri CEO tersebut. 


"Berani-beraninya elu noyor pala bini CEO!" Zee pun membalasnya. Dan pergulatan Zee dan Baim pun tak terelakkan. 


"Baru jadi bini CEO kurang dari sebulan aja udah belagu lu!"


"Udah, udah!" Guntur melerai keduanya. "STOP!" 


"Om, Tante, aku sama Flower emang pacaran. Udah dua bulan." Baim mulai berbicara setelah mengumpulkan semua kekuatannya. 


"Tapi aku berani sumpah Om, aku gak ngehamilin Flo. Itu cuma alesan Flower yang idenya dari menantu sengklek Tante." Baim memandang sinis kepada Zee yang sedang merapikan rambutnya. 


"Kok kamu mau sama dia?"


Hati Baim langsung hancur berkeping-keping, mungkin jika tidak malu dia akan menangis tersedu-sedu saat itu juga mendengar pertanyaan menyudutkan untuknya.


"Aku cinta Kak Baim Mah, Pah aku gak mandang status dia apa, aku gak peduli. Aku mau kalian restui hubungan aku sama Kak Baim." Flower pun menangis. 


Sedangkan tak ada kata-kata lagi yang bisa Baim ucapkan, tenggorokannya terasa sakit seperti ada sesuatu yang menghalangi tenggorokannya. Hanya usapan lembut di punggung Flower yang bisa dia berikan untuk menguatkan kekasihnya yang kini menangis sambil menutup wajahnya. 


Ini patah hati paling menyakitkan untuk Baim, sebuah penolakan yang benar-benar membuat Baim tak bisa berkata-kata. 


"Mama bukan nanya ke kamu Flo! Mama nanya ke Baim. Kok bisa kamu naksir perempuan model dia? Kamu kan pria baik, ganteng lagi kok mau pacaran sama dia?"

__ADS_1


Kepingan hati Baim yang tadi berceceran kemana-mana kini mulai bersatu kembali, seperti di recycle, tampaknya baru kembali. 


"Emang aku salah apa? Emang aku perempuan macam apaan?" Flower masih sesegukan.


"Lah, kagak nyadar diri. Kamu kan perempuan paling males di muka bumi ini, kamar berantakan melulu, bangun kesiangan melulu, males mandi, kagak pernah bantuin Mamanya, manjanya kagak ketulungan, ampun dah Mama mah kalo ngadepin kamu." Mama Vivi tanpa sadar mengumbar aib anak gadisnya di depan calon suaminya.


Lah kok kayak bini gue banget yah? Guntur melirik istrinya.


"Duduk lu monyet! Kagak pegel lu diri mulu?" Zee mempersilahkan calon iparnya duduk dengan bahasa paling sopan di Planet Kera.


"Minum dulu Im, lemes kamu pastinya." Guntur menyodorkan gelas berisi jus jambu buatan istrinya. 


"Ya kan? Udah aku bilang kagak bakal Papa ngasih duit sekoper ke si Baim!" Guntur mematahkan semua hayalan istrinya semalam. 


"Emang Papa gak sekaya di novel-novel ya Say?" 


Guntur tak menjawab, hanya bisa membuang nafas dengan kasar. 


"Mom, Dad, udah nih ambil videonya?" Sang Kameramen dadakan mulai memprotes. 


"Udah Sayang, sini!" Zee menyodorkan segelas jus alpukat kepada putranya. 


Restu sudah Baim dan Flower kantongi, sekarang adalah proses menuju akad yang mendebarkan dan juga akan menguras emosi. 


"Im, elu beneran belum pernah ciuman sama Flo? Adek kandung elu Oke kan?" Guntur masih tak percaya dengan pernyataan Baim yang belum pernah mencium adik tercintanya itu. 


"Say, kan aku udah bilang kalo sahabat aku itu bukan titisan soang kayak kamu. Kok kamu masih gak percaya aja sih?"


"Aku aneh aja Yang, kok bisa gitu?"


"Kai, nanti kamu kalo udah gede jangan jadi soang kayak Daddy ya!" Ucap Zee, menasehati putra tampannya. 


Akankah Kaisar menjadi seorang ulama saat dewasa nanti?


Atau menjadi titisan soang seperti Daddynya.


Yang udah baca You Aer My Destiny pasti tau jawabannya...

__ADS_1


Jangan lupa ritualnya gengs..


Like, komen and vote yang banyak, jangan kayak orang susah... 🤗🤗


__ADS_2