Istri Pilihan Aki

Istri Pilihan Aki
Wellcome Junior...


__ADS_3

Sudah dua hari sejak tragedi penganiayaan yang Zee lakukan, kondisi Guntur malah jadi semakin parah, tiap pagi dia mengalami mual dan muntah. Yang akhirnya memaksanya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, agar mendapat pemeriksaan yang lebih spesifik tentang kondisi tubuhnya.


Sesampainya di rumah sakit, dia segera melakukan semua pemeriksaan medis ke seluruh tubuhnya.


Pasalnya ketika dokter melakukan pemeriksaan biasa  mereka tidak mendapatkan hasil negatif yang membahayakan tubuh Guntur.


"Kak gimana hasilnya?" Tanya Zee ketika melihat Guntur yang baru kembali bersama Fabian setelah melakukan CT scan di kepalanya.


Guntur hanya terdiam, seolah bingung harus menjawab pertanyaan istrinya.


"Yang, kamu janji ya kamu akan selalu ada buat aku apapun kondisi aku?" Ucap Guntur lirih.


Mendengar pertanyaan suaminya, tanpa bisa dikontrol air mata Zee mengalir begitu saja membanjiri pipinya.


Tenggorokannya terasa sakit, seperti ada sesuatu yang menghalangi udara untuk memasuki diafragma, hingga sulit sekali untuk oksigen masuk ke paru-parunya. Zee hanya bisa mengangguk, tanpa ada kata-kata yang keluar dari mulutnya.


"Kamu janji ya, jangan berpaling ke laki-laki lain?"


Zee kembali menggangguk dengan cepat. Kini tangannya digenggam erat Guntur.


"Aku harap kamu akan terus ada di sampingku." Lanjutnya. 


"Bahkan walaupun si Kiai itu ngajak kamu ke Korea aku harap kamu tetap milih bersama aku."


"Kai EXO maksud kamu?" Tanya Zee sesegukan. "Emang EXO mau konser lagi ke Indonesia? Kapan?" Tanya Zee antusias.


"Tuh, kamu mah baru denger nama dia disebut aja udah mau berpindah ke lain hati." Keluh Guntur.


"Enggak Say, aku ga akan datang lagi ke konser EXO, aku lebih milih nemenin kamu Sayang." Jawab Zee masih berderai air mata. 


"Kan aku masih bisa nonton streaming." Lanjutnya setengah berbisik, tapi masih terdengar jelas oleh Suaminya.


Kalah gue kalo harus lawan si Kiai itu.


Fabian yang mendengar drama yang Guntur membuat dia jijik melihatnya.


"Emang kamu sakit apa Say?" Tanya Zee penuh khawatir.


Guntur kembali terdiam membuat Zee semakin panik. Kemudian memeluk tubuh suaminya dengan erat.


"Udah! Udah! Kayak lagi nonton sinetron yang beribu-ribu episode gue liatnya." Fabian akhirnya buka suara sambil menarik tubuh Zee dari pelukan suaminya.

__ADS_1


"Maksud lu Kak?" Tanya Zee sambil mengusap air mata dan ingusnya.


"Laki lu baik-baik aja. Ga kenapa-napa." 


"Hah?" Zee mulai mencerna perkataan Kakaknya.


"Ya iya, dia baik-baik aja. Malah kayaknya elu yang harus ikut gue pemeriksaan!"


"Maksud Kakak gue penyebab laki gue sakit? Gue punya penyakit berbahaya gitu maksud lu?"


"Kayaknya sih gitu." Jawab Fabian santai.


"Say?" Zee seolah meminta pertolongan kepada suaminya.


"Kalo sampe itu terjadi, aku akan selalu ada buat kamu Sayang!" Jawab Guntur sambil mengelus rambut panjang istrinya yang kembali menangis di pelukannya.


"Yuk aku temenin kamu periksa!" Ajaknya.


Zee dan Guntur di giring Fabian di lorong rumah sakit yang menuju ruang dokternya spesialis Obstetri & Ginekologi.


Seorang dokter wanita yang terlihat ramah tersenyum kepada mereka ketika memasuki ruangannya.


Dokter apaan tuh yang seneng liat pasiennya sakit? Batin Zee.


"Mari silahkan duduk!"


Zee dan Guntur duduk diseberang mejanya.


"Kalo boleh saya tahu siapa namanya?" Tanya dokter cantik itu sopan.


"Zivanna, panggil aku Zee!" Jawab Zee sambil terus menggenggam erat tangan suaminya.


"Saya boleh tau kapan terakhir datang bulan?"


"Mmmm,,, kapan ya? Aku lupa." Jawab Zee sambil berusaha berfikir.


Ngapain dia nanya-nanya tamu bulanan yang paling laki gue benci?


"Sebelum kita bulan madu Yang!" Guntur mengingatkan istrinya.


"Oh iya bener. Kurang lebih satu setengah bulan yang lalu."

__ADS_1


"Mari ikut saya ke ruang pemeriksaan!" Ajak dokter cantik itu sambil terus tersenyum.


"Say, aku takut." Kali ini dia semakin erat mencengkram lengan baju suaminya.


"Aku temenin."


Ruangan pemeriksaan itu masih menyatu dengan ruang dokter itu. Zee dipersilahkan berbaring di ranjang besi itu, kemudian seorang suster menyelimuti kakinya hingga perut dan menyingkap kemeja Zee yang dia pakai hingga menampakan perut datarnya yang mulus.


"Aku mau diapain sih Sus?"


"Diperiksa Bu." Sambil mengoleskan gel bening ke permukaan perutnya.


"Tenang Yang, aku disini." Ucap Guntur sambil membelai puncak kepala istrinya, membuat sang suster iri melihat kemesraan yang Guntur tunjukan untuk Zee.


"Mari kita mulai pemeriksaannya ya!" Dokter cantik itu menghampiri Zee dan menempelkan sebuah alat pada permukaan perutnya yang sudah diolesi gel.


"Semoga hasilnya positif ya bu!" Lanjut dokter cantik itu sambil tersenyum.


Seneng banget sih dia berarti kalo gue penyakitan.


"Seperti yang kita duga sejak tadi, sela…"


Belum juga dokter itu melanjutkan perkataannya Zee sudah memotong Kata-katanya.


"Jangan diterusin! Aku ga akan sanggup dengernya." Ucap Zee setengah berteriak. "Say, bilang sama aku kalo semua ini bohong kan? Aku ga punya penyakit berbahaya kayak di film-film kan!" Zee kembali menagis.


"Siapa yang bilang ibu penyakitan?" Tanya dokter itu.


"Terus tadi itu maksudnya?" Tanya Zee bingung.


"Selamat Bu, kalian akan segera punya baby. Sekarang usia kehamilan ibu memasuki enam minggu, ibu sedang mengandung buah cinta kalian." Tegas dokter kandungan yang terus tersenyum melihat tingkah Zee.


"Junior udah ada di perut kamu Sayang!"


Guntur memberikan ciuman bertubi-tubi kepada istrinya yang masih bengong di atas ranjang rumah sakit tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarnya.


Akhirnya...


Setelah penantian panjang, berhasil juga tuh cebong si Guntur...😝😝


Kok gue ikut seneng ya??

__ADS_1


Baperan amat sih gue..😭😭😭


__ADS_2