
Sekitar pukul empat pagi, mereka bertiga sudah tiba di rumah sakit tempat Guntur dirawat. Karena Guntur berada di ruang VVIP jadi tadi batasan jam besuk.ย
"Pasiennya ganti?" Tanya Egy ketika melihat Zee sedang tertidur pulas di ranjang pasien.
Mereka bertiga menahan tawanya melihat Zee yang terlihat nyenyak di bawah selimutnya.
Terlihat pula Fabian yang terdengar mendengkur di sofa ruang rawat inap yang cukup mewah itu.
"Nih Bos." Fery menyerahkan topi yang bertuliskan 'Jefe' kepada atasannya.
"Kamu baik-baik aja kan?" Tanya Egy melihat Guntur sudah tidak memakai selang infus di tangannya.
"Saya baik-baik aja. Cuma masih sedikit sakit di bagian belakang." Seraya memegang belakang kepalanya yang sepertinya ada memar bekas pukulan balok kayu.
"Besok saya sama Zee harus balik lagi ke Jakarta, kalian silahkan terusin liburannya sampe batas waktu yang udah ditentukan."
"Kalian balik kita juga balik lah, ntar ongkos baliknya gimana kalo kita masih disini?" Jawab Baim polos, jiwa miskinnya langsung meronta-ronta mendengar ucapan Guntur.
Kedua sahabatnya merutuki kebodohan Baim.
Sedangkan Guntur hanya tersenyum mendengar jawaban polos dari sahabat istrinya itu.
"Berisik banget sih Say, ada apa sih?"
"Ada Trio Leak Yang, udah kamu tidur lagi aja!"
"Ngapain mereka kesini? Mau nonton bok*p live?" Tanya Zee yang masih memejamkan matanya.
"Udara subuh ini tercemar sama sampah yang bertebaran dari mulut lu!"
"Emang lu pada mau kuda-kudaan di rumah sakit hah?" Egy tak habis pikir dengan ucapan sahabatnya.
__ADS_1
Zee langsung membulatkan matanya, dan menyadari jika dia sedang tidur di rumah sakit.
"Yang kok mereka disini?" Tanya Zee yang kini tengah duduk dan melebarkan tangannya meminta pelukan suaminya.
"Mereka kesini nganterin ini Yang." Jawab Guntur yang kini sudah memeluk istrinya.
"Hadeuuuuhh,,, pasangan mesum mah mau dimana kek tempatnya, tetep aja mesum."
"Syirik aja lu pada. Kalian juga udah situ berpelukan biar kayak Teletubbies."
"Ogah amat. Itu mah namanya maen pedang-pedangan gue." Egy merinding membayangkan dipeluk mesra oleh kedua sahabatnya.
"Tek, tadi kita ngeliat Voldemort loh di pantai waktu ambil topi ke Villa lu. Dia ngeliatin ke arah Villa lu aja. Untung kalian disini, kalo kalian masih di Villa gue yakin jiwa lu udah dihisap abis sama dia." Kata Fery menceritakan kejadian yang mereka lihat.
"Ga bakal berani dia lawan Zee, pasti dibully dulu si Voldemort kalo ketemu si Ketek, diketawain abis-abisan dulu dia karena mukanya yang rata!" Timpal Baim.
"Yakin dia Voldemort? Bukan Valak ato Drakula? Kalian dapet fotonya ga?" Tanya Zee antusias.
"Boro-boro inget motoin dia Tek, gue liatnya aja merinding. Ampe bulu ketek gue gue ikut bangun."
Guntur dan Egy yang mendengar hanya memutar bola mata mereka melihat kelakuan lebay Zee.
"Ada yang mau aku omongin, bisa kita bicara di luar?" Bisik Egy pada Guntur, sedangkan ketiga sahabatnya masih khusyuk mendengarkan cerita Zee.
"Ada apa?"
"Kayaknya kalian di ikutin orang dari masih di Jakarta deh. Sebelumnya gue pernah liat juga orang yang pake jubah hitam itu waktu di bandara. Gue ga sengaja nabrak dia. Gue yakin masih dia orangnya, karena kostum yang dipakainya ga sama kayak kebanyakan orang yang mau berlibur."
"Saya juga curiganya begitu. Tapi saya masih belum tahu siapa dan apa motif penyerangan terhadap saya dan Zee."
"Kamu udah telpon nomor handphone yang ada di topi itu?"
__ADS_1
"Belum." Jawab Guntur sambil mengetikan nomor telepon yang tertera di topi tersebut.
Dan ketika dia menekan tombol hijau pada smartphonenya, dia sangat terkejut melihat nama Iren yang muncul di layar handphonenya, dan segera mematikan panggilannya.
"Kamu kenal nomornya?" Tanya Egy melihat keterkejutan dari wajah Guntur.
"Iren, dia mantan saya." Jawab Guntur masih dengan raut wajah tidak percaya.ย
"Sebaiknya Zee jangan dulu tau. Sebelum semuanya terbukti benar. Yuk kita masuk lagi, takut mereka curiga." Ajak Egy.
Zee dan teman-temannya ternyata belum beres membahas masalah penampakan di Villa itu.
"Bos emang bener, Nyi Roro kidul kalo ke Bali pake bikini doang ga pake kostum kerajaan gitu?" Tanya Fery ketika melihat Guntur masuk ke ruangannya
"Ya iya lah, ngapain dia kesini cuma mau bikin takut pengunjung pantai. Lagian mereka juga mana kenal siapa Nyi Roro Kidul. Takut kaga diketawain iya. Kan banyaknya pengunjung disini orang luar."
"Tau gitu coba kita lebih lama nungguin di Vila lu Tek, siapa tau emang bener si Voldemort sama Nyi Roro Kidul lagi janjian. Kan bisa viral video kita Im. Bisa masuk tivi kita, terus diundang sama stasiun-stasiun TV, bisa terkenal kita Im."ย Fery tersenyum membayangkan dirinya bisa masuk TV dan jadi orang terkenal.
Baim hanya mengangguk menyetujui pendapat Fery.
"Kalo kelamaan nungguin mereka, keburu ngompol kalian berdua, dari pas liat aja kalian udah gemetaran sambil megangin tongkat sakti kalian." Sanggah Egy.
"Tapi kayaknya Nyi Ratu ga bakalan mau deh sama dia, coz kan dia cantik, seksi, anggun masa iya dia naksir sama cowok yang mukanya rata gitu." Kali ini Zee mulai berspekulasi.
"Ya bisa aja Yang, sekarang kan banyak aplikasi di hape yang bikin orang jelek jadi guanteng tak terhingga." Guntur menimpali obrolan tak berfaedah istri dan para sahabatnya.
"Bisa jadi kalo gitu sih." Jawab Zee polos. "Kasian banget ya, si Nyai tertipu aplikasi hape."ย
Guntur dan Egy hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat Zee dengan mudah percaya mendengar perkataan suaminya.
Sebelumnya diriku yang somplak ini mau minta maaf๐, kemaren ga update karena ada rapat orang tua murid di sekolah, untuk ngebahas sistem pembelajaran di rumah, dan mungkin ga bisa update sering-sering..
__ADS_1
Karena selama 2 minggu sekolah diliburin diriku yang somplak ini mau jadi guru anakku dulu. Guru-guru cuma ngirim materi pelajaran lewat WA, seterusnya Emaknya yang jelasin...๐ต๐ต๐ต
Bahkan untuk ngegodain abang tukang sayur pun aku gada waktu...๐ญ๐ญ๐ญ