Istri Pilihan Aki

Istri Pilihan Aki
Ini bukan hanya sekedar cuma


__ADS_3

Guntur dan Zee sedang mempersiapkan semua perlengkapan Baby Kai yang akan mereka bawa ke rumah orang tua Zee. Mulai dari baju ganti, selimut, popok bayi, bouncer dan kereta bayi pun tak lupa Guntur bawa hingga membuat kecurigaan di hati istrinya. 


Niat tersembunyi apa yang sedang suaminya persiapkan disana nanti? Pikirnya


"Yang, stok ASI udah kamu masukin ke mobil kan?" Tanya Guntur sambil memasukkan kereta dorong Baby Kai ke dalam mobil. 


"Udah. Emang kamu punya rencana apa sih ampe aku harus bawa-bawa stok ASI di kulkas segala? Ampe sepuluh botol lagi." Ocehan Zee yang masih penasaran dengan kelakuan suaminya. 


Guntur hanya tersenyum seraya mengedipkan sebelah matanya saat membatu Zee masuk ke dalam mobil agar kepala istrinya aman ketika masuk ke dalam mobil, karena kini dia sedikit kerepotan membawa beban bayinya yang begitu montok. 


"Awas kamu aneh-aneh disana!" Ancam Zee.


🐣🐣🐣


Zee tak mengira ternyata banyak orang yang menyambut Zee dan bayinya, selain keluarganya dan keluarga kecil Fabian juga tak lupa Cunguks yang sekarang sudah naik jabatan menjadi Om, ternyata ada orang tua Cunguks juga yang sudah menantikan kedatangan Baby Kai.


Baby Kai yang sedang tertidur pulas itu lalu diletakan di ruang tengah dengan alas kasur bayi yang Guntur bawa dari rumah. Seperti semut di beri gula, mereka semua berkerumun untuk melihat Baby Kai yang begitu mengemaskan.


"Masya Allah, mani montok." Komentar Mama Fery. 


"Cucu Eni makin kasep aja." Mama Zee terlihat gemas melihat cucunya yang seperti sedang bermimpi menyusu, karena terlihat dari gerak bibirnya yang seperti sedang menyusu Mommynya.


"Kasep sih kasep Mah, ga usah pipi aku juga yang Mama cubit." Fabian mengelus-elus pipinya yang menjadi sasaran kegemasan Mamanya. 


"Ieu mani montok kieu berapa kilo beratnya?" Tanya Mama Fery yang terlihat takjub melihat ukuran Baby Kai yang terlihat sangat besar dibandingkan bayi seusianya. 


"Ampir delapan kilo Mah." Jawab Zee sambil tersenyum bangga. 


Dan obrolan para-para emak-emak pun dimulai, sedangkan para pria entah pergi kemana.


🍃🍃


Sementara itu Guntur, Cunguks, dan Fabian sedang berkumpul di gazebo yang berada di belakang rumah keluarga Zee tepat di pinggir kolam ikan. 


"Mang kalian mau kemana sih? Ampe lu harus nitipin si Kai ke kita?" Tanya Fabian sambil menikmati kopi hitam panas buatan istrinya. 


"Udah gue bilang panggil dia Kaisar aja, ga usah disingkat-singkat segala gitu. Ga ikhlas gue dengernya." Protes Guntur.


"Biasa aja sih bos, elu marah-marah aja kayak emak-emak lagi datang bulan. Sensi aja bawaannya." Ejek Fabian. 


"Sekarang intinya Bapak nyuruh kita kumpul disini tuh buat apa? Cuma mau pamer bayi Bapak yang lucu ke kita?" Ujar Fery. 


Guntur menarik nafas panjang sebelum menjelaskan maksud dan tujuannya mengumpulkan mereka kesini. 


Akhirnya dia menceritakan niatnya kepada Fabian dan Trio Cunguks. Dan itu membuat mereka tak henti-hentinya tertawa mendengar penjelasan Guntur. 

__ADS_1


"Semua perlengkapan Kaisar udah gue bawa di mobil."


"Susunya gimana? Bukannya dia ga mau sufor ya Pak? " Tanya Fery. 


"ASI udah ada di dalam kulkas."


"Hah? Maksudnya tok*tnya si Ketek di taro di dalam kulkas?" Baim membayangkan hal yang menjijikkan itu sambil bergidik. 


Bletak… 


Sebuah jitakan dari Guntur mendarat di kening guru bahasa Inggris itu hingga membuatnya meringis menahan sakit. 


"ASInya udah di dalam botol Nyet. Elu guru tapi pikiran lu kotor gitu! Dih, amit-amit gue." Ucap Egy sambil menoyor kepala Baim. 


"Guru mesum lu!" Sambung Fery. 


"Lah gimana kagak mesum gue, otak gue udah dicuci dengan obrolan-obrolan mesum si Ketek ma lakinya mulu selama ini." Baim membela diri. 


"Tapi ngomong-ngomong kok bisa ASI masuk botol?"


"Ya diperah lah B*go!"


Baim nyengir. "T*ket si Ketek diperahin kayak sapi yang ada di peternakan gitu maksud lu?"


"Astaghfirullah, istighfar Im, lu benar-benar butuh siraman qalbu biar otak lu kagak kotor gitu! Ckck lu tuh pendidik generasi penerus bangsa Im, kalo otak lu kayak gini ga kebayang ma gue gimana murid lu nanti." Egy tak habis pikir.


"Udah ikut aja!" Pinta Guntur pada istrinya. "Nanti juga kamu tau."


"Terus Kai gimana? Ditinggal aja gitu?" Zee terlihat panik melihat bayi mereka ditinggalkan.


"Udah Tek ikutin aja laki lu, gue pastiin lu kagak bakal nyesel bahkan mengucap banyak terima kasih ke kita semua nanti abis pulang dari sana." Ucap Egy yang sengaja menggoda Guntur. 


"Kalo mau n*nen gimana?"


"Tenang Tek, kan t*ket lu udah disimpen di kulkas." Celetuk Baim dengan wajah polosnya yang kemudian kembali mendapat jitakan dan toyoran dari Fery dan Egy. 


"Itu yang di kulkas itu ASI b*go!" Ralat Egy. 


"Harga diri guru men. Kalo murid gue liat gimana coba? Maen toyor-toyor pala gue aja lu!" Baim sewot.


"Udah hayu Yang!" Guntur merangkul bahu kecil istrinya dan sedikit memaksanya masuk ke dalam mobil.  


Walaupun Zee masih berat hati harus meninggalkan buah hatinya dengan keluarganya dan para Cunguks.


Sepanjang perjalanan hati Guntur sangat berbunga-bunga hingga senyuman tak pernah luntur dari wajahnya.

__ADS_1


Berkali-kali Zee bertanya kemana mereka akan pergi, tapi tak ada jawaban dari Guntur. Dia hanya menjawab dengan senyum ataupun dengan kedipan mata yang menggoda. 


Mobil Guntur pun akhirnya berhenti di sebuah hotel berbintang yang sangat mewah di kotanya. Zee semakin bingung. Apakah suaminya mengajak undangan? Tapi tak mungkin karena keduanya hanya mengenakan baju yang biasa. Ataukah dia sedang membuat janji dengan kliennya? Jika memang benar pasti Zee tidak diajak, karena otaknya tidak cukup pintar untuk membahas saham, nilai kurs atau apapun itu. 


Kamar 1902, Zee melihat nomor yang tertera di depan pintu kamar hotel tersebut sebelum Guntur membuka pintu kamar itu dengan sebuah kunci pass. 


Dia menarik tangan istrinya yang masih bengong di depan pintu kamar hotel tersebut. 


"Kita kesini?" Tanya Zee dengan wajah polosnya. 


Zee terperangah melihat penampakan kamar mewah yang Guntur pesan. Sebuah suit room hotel menjadi pilihan Guntur untuk mereka nikmati berdua. 


"Kita ngapain?"


Ternyata karena kelamaan puasa Zee masih belum connect pemirsah. 


"Emang biasanya apa yang ada dipikiran kamu kalo liat laki-laki sama perempuan di kamar hotel?" 


"Selingkuh." Jawab Zee polos, karena otaknya kan cuma diisi dengan drakor, jadi ya seperti itulah jawabannya. 


Guntur menggelengkan kepalanya, tak percaya dengan jawaban yang diberikan istrinya. 


"Aku mau nerusin misi yang tertunda semalem Sayang!"


Guntur mulai menyerang Zee yang masih mencerna apa yang terjadi dengan dia dan suaminya. Masa iya mereka jadi pasangan selingkuh? Kan udah halal. Tapi kalo udah halal kenapa juga dibawa ke hotel? Kayak pasangan yang lagi selingkuh. Pergulatan batin Zee harus terhenti oleh serangan dari suaminya yang lebih dahsyat. 


Guntur menciumnya dengan rakus seolah ingin memakan bibir mungil istrinya, membawa tubuh kecil itu ke ranjang mewah seperti yang ada di drakor-drakor yang Zee lihat selama ini. Di bawah kukungan Guntur, Zee mulai mengerti apa yang sedang mereka lakukan sekarang ini. 


"Jadi kita kesini cuma buat gini doang?" Zee cekikikan. 


Cuma? Dia bilang cuma? Gara-gara cuma yang dia maksud tiga bulan Guntur tersiksa menahan hasrat untuk meniduri istrinya. Gara-gara cuma yang dia maksud juga Guntur harus berkali-kali mandi air dingin di malam hari untuk mendinginkan birahi si Otong yang terus menegangkan akibat hasrat yang tidak tersalurkan karena terganggu oleh tangis bayi mereka yang seperti selalu tahu jika Daddynya ingin menyerang Mommynya. Dan gara-gara cuma yang Zee maksud tubuh Guntur semakin kekar dan seksi karena seringnya dia menyalurkan hasratnya di ruang fitnes. 


Itu bukan hanya sekedar cuma tapi karena cuma itu begitu penting bagi Guntur hingga dia rela membuang uangnya untuk menyalurkan segala hasrat dan kerinduannya terhadap istrinya untuk menyewa kamar hotel. 


Ingat ini bukan hanya sekedar cuma. 


Guntur : Makasih Author yang makin hari makin syantik. Sering-sering ya nulis cerita yang enak-enak!😍😍😍


Author : Bentar lagi puasa dosa ntar gue bikin netizen ngeces. 😂😂


Guntur : Ya elah Thor, secelup dua celup lah.


Author : Mentang-mentang bentar lagi puasa, lu lagi iklan teh celup. 😜


Guntur : Serah deh lu Thor, diamuk netizen baru nyaho luh.. 😡😡

__ADS_1


jangan lupa like n vote-nya Cinta....❤❤❤


__ADS_2