Istri Pilihan Aki

Istri Pilihan Aki
Kaisar hilang part 2


__ADS_3

Guntur langsung pergi ke ruang CCTV, sedangkan Zee berlari menuju pintu keluar, karena dia yakin anaknya masih berada di dalam mall sambil membawa sepatu Kaisar yang tertinggal di play zone. Mata indahnya terus berkeliaran mencari keberadaan anak tampannya, dia berusaha untuk tetap berpikiran positif di saat seperti ini. 


Di lain tempat, kepala keamanan mall dibuat terkejut saat tiba-tiba sang pemilik gedung masuk ke ruangannya. Untung dia terciduk sedang berleha-leha saat bertugas seperti biasa dia lakukan sehari-harinya. 


"Anak saya hilang di play zone lantai lima, cepat cari!" Perintah tegas dari Guntur membuat semua staf yang bekerja segera mencari keberadaan si tampan lewat kamera pengintai. 


Sang kepala keamanan langsung memerintahkan petugas lapangan untuk mencari anak laki-laki bintang iklan susu formula yang cukup terkenal di negeri ini. 


Tak butuh waktu lama, kurang dari sepuluh menit sang pewaris mall itu terlihat di salah satu layar sedang mengikuti balita cantik yang bermain bersama anaknya tadi. Tapi sepertinya sang ibu balita tersebut tidak mengetahui keberadaan anaknya yang sedang mengikuti mereka. Dia terlihat masih mengenakan kaos kaki yang diberikan petugas play zone tadi. 


"Yang, Kai di lantai 4. Dia ngikutin anak perempuan yang tadi." Pria yang menggulung kemejanya hingga siku itu memberitahu istrinya yang terlihat sedang berdiri khawatir di depan pintu masuk mall di layar monitor.


Zee seperti mendapatkan kembali udaranya yang dicuri beberapa menit yang lalu itu. Pikiran negatif tentang penculikan bayi yang sering ia tonton di berita TV lenyap sudah dari pikirannya. Zee segera berlari mencari keberadaan anaknya di tempat buah dan sayur. 


*****


"Mama lihat dia ikutin kita aja." Seorang balita cantik menarik-narik lengan ibunya agar melihat ke arah balita tampan yang terus mengikutinya. 


Ibu muda itu sangat terkejut melihat balita tampan yang bermain dengan anaknya tadi di play zone, dia langsung curiga jika anak itu mengikuti mereka. 


"Kamu kesini sama siapa?"


"Mommy and Daddy."


"Maksudnya kamu ngikutin kita sendirian? Mommynya mana? " Sang wanita mulai menginterogasi. 


"Pipis."


"Terus ayahnya dimana?" Sang wanita masih belum mendapatkan informasi yang dia butuhkan. 


"Aku ga punya ayah. Yang punya ayah itu, Kak Queen (anak Fabian), Alisa, Zio, Rere sama Lulu (nama teman-temannya di sekolah)."


Pusing dengan jawaban balita tampan yang wajahnya sangat familiar, wanita itu akhirnya membawa Kaisar ke pusat informasi. 


Kembali, Kaisar membuat pusing para petugas di lantai dasar mall itu, saat dia menanyakan informasi tentangnya. 


"Namanya siapa?"

__ADS_1


"Kaisar Abinaya Basupati Perkasa, Mommy call me Kai. Kalo Daddy call me Kaisar." Jawab nya memperkenalkan diri dengan tanggap


"Ayahnya tadi namanya siapa?"


"I don't have Ayah. Yang punya ayah itu, Kak Queen, Alisa, Zio, Rere sama Lulu." Mengulang perkataannya yang tadi. 


"Maafin Om ya, tadi nama Daddynya siapa?"


"Utung Alvalo pelkaca." 


"Nama Daddynya Utung?" Dia kembali memastikan perkataan balita cerdas di hadapannya, karena untuk pertama kali dia melihat seorang balita yang tidak menangis saat berpisah dengan orang tuanya, dan menjawab semua pertanyaan dengan baik. 


"Bukan Utung Om, tapi Uuuutung!" Kaisar kali ini berbicara dengan penuh penekanan, walaupun pada akhirnya yang diucapkannya tetap sama Utung Utung juga.


"Yaelah apa bedanya? Kalo mommynya siapa namanya?"


"Zivanna cilomita, panggilannya Zee, dia mommy aku yang paling cantik, masakannya enak, punya toko kue, kalo nyanyi suaranya merdu, aku sayaaang sama mommy, Daddy juga sayang, makanya Daddy bobonya sama Momy, kalo aku bobo sendiri, soalnya aku anak pinter, kata Bunda di sekolah anak pinter itu bobo sendiri." Ucapan Kaisar panjang lebar dengan rasa bangga, tapi membuat petugas itu jadi lupa siapa nama ibunya yang disebutkan tadi. 


"Pinter. Maaf Dek..."


"Aku bukan Dede Om, Daddy bilang kalo aku udah besar nanti aku bakal punya Dede. Jadi nanti aku jadi Kakak." Kaisar langsung memotong ucapan petugas jaga. 


"Oh." Kaisar menarik nafas panjang sebelum menjawab pertanyaannya. "Nama aku Zivanna celomita, panggilannya Zee, dia momy aku yang paling cantik, masakannya enak, punya toko…" 


"Stop!" Petugas itu menjeda ucapan Kaisar, karena dia tahu bocah itu akan mengulang ucapannya lagi. Karena di saat itu ada panggilan dari atasannya yang memberitahukan bahwa balita yang ada bersamanya adalah anak pemilik mall. 


"Orang tuanya udah ditemukan bu, dia sedang menuju kesini." Ucap petugas jaga itu kepada wanita yang mengantarkan Kaisar kemudian mereka pun pamit. 


"Dadah teweeek!" Kaisar dengan genitnya berdadah-dadah kepada sang balita cantik yang dia ikuti. 


"Kamu tadi ikutin dia?"


Kaisar mengangguk. "Om ini buat apa?" Kaisar menujuk mikrofon di meja itu. 


"Buat pengumuman. Kamu tunggu sini ya. Nanti orang tua kamu lagi kesini." Petugas mengelus sayang puncak kepala balita cerdas itu. 


"Aku boleh pinjem ga?" Tapi tangannya sudah meraih mikrofon tersebut. 

__ADS_1


"Let me introduce myself. My Name is Kaisar Abinaya Basupati Perkasa, bla,,, bla,,, bla,,, "


"Kai mending nyanyi." Usul sang petugas yang pusing dengan ocehan bintang iklan cilik itu, dia tidak tahu jika dia akan menyesali ucapannya itu nanti karena berinisiatif menyuruh balita tampan itu bernyanyi. 


Lagu Potong Bebek Angsa yang telah diaransemen ulang liriknya oleh Kaisar menggema di seluruh penjuru mall. 


Zee langsung ambruk di tempatnya saat mendengar suara nyanyian anak kesayangannya terdengar dengan lantang dari tempat pusat informasi. Lagu yang selalu ia hindari selama ini untuk dinyanyikan buah hatinya kini terdengar oleh ratusan makhluk pengunjung mall yang sedang melancong kesana, bahkan bisa dipastikan para penghuni tak kasat mata pun ikut terkejut mendengar lagu absurd yang Kaisar kumandangkan dengan penuh percaya diri. Semua pengunjung dibuat terbahak-bahak mendengar lagu fenomenal tersebut yang bisa dipastikan akan menjadi trending topik untuk beberapa hari kedepan. 


Bahkan Miss Kunti pun jadi minder kala mendengar suara cekikikan para pengunjung mall yang lebih merdu dari dirinya. Zee seperti diazab oleh Sang Maha Pencipta.


🐣 Satu jam kemudian🐣


"Kamu jangan lagi-lagi ya keluar dari play zone sendirian! Kaisar ga sayang sama Mommy?" Guntur sedang menasehati anaknya di dalam perjalanan pulang. 


"Aku sayang Mommy." Balita tampan itu mencebik, dia tidak terima dituduh tidak menyayangi Mommynya. 


"Aku cari Daddy, tapi Daddynya ga ada." Kaisar memberi alasan. 


Guntur ingat, dia keluar sebentar saat menerima panggilan dari Dimas tadi, karena di tempat itu terlalu riuh oleh para anak-anak yang bermain. 


"Tadi Daddy nerima telpon dari Om Dimas. Dan kalo pun itu alasan kamu, kamu tetep ga boleh keluar dari situ?"


"Untung Kai ga diculik sama penjahat bertopeng, emang kamu ngapain ngikutin anak perempuan tadi? Genit!" Kali ini Zee ikut nimbrung obrolan kedua prianya yang duduk di bangku depan. 


Kaisar tersenyum malu. "Abis anak kuntilanaknya cantik." Jawabnya tersipu. 


Ternyata definisi tentang kuntilanak di otak cerdas anak itu masih berkutat di perempuan, berambut panjang dan bergaun putih seperti yang anak itu pakai tadi. 


"ALLAHUAKBAR!!" Zee dan Guntur mengucap takbir bersamaan mendengar jawaban pria tampan calon penerus perusahaan keluarga. 


Jangan lupa ritualnya!


Like!


Komen!


Vote!

__ADS_1


Makaseeeeeeeehhh... 😉😉😉


__ADS_2