
Tak ada yang lebih menegangkan untuk seorang perempuan selain menanti kelahiran buah hatinya, mereka akan mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan sang buah hati agar hadir ke dunia ini. Oleh sebab itu banyak wanita yang terlihat stres di bulan-bulan terakhir kehamilan mereka, ruang gerak mereka semakin terbatas, bahkan untuk mendapatkan tidur yang nyaman pun sudah sulit mereka dapatkan.
Tak terkecuali Zee, dia terkadang terlihat murung dan banyak melamun di usia kehamilannya yang semakin membesar ini, sebab itu Guntur jadi semakin perhatian kepadanya, semua permintaan istrinya dia turuti, bukan berarti dia takut anaknya ileran, tapi semata-mata hanya untuk membuat istrinya senang dan bisa menikmati masa-masa kehamilan putra pertama mereka. Guntur orang yang berpendidikan, dia tidak percaya akan mitos-mitos seputar kehamilan yang beredar, tapi dia lebih memilih untuk membuat hati istrinya bahagia walaupun terkadang hatinya sendiri menjerit karena permintaan-permintaan aneh sang istri.
Kelima pria ibu hamil itu sudah berada di sebuah studio foto, untuk pengambilan foto maternity putra pertama Zee.
Konsep yang mereka ambil adalah Superhero, sebab itu saat itu sudah ada beberapa kostum superhero yang akan mereka pakai.
Zee sudah memilihkan kostum Superman untuk suaminya, Egy memakai kostum Kapten Amerika, Baim memilih menjadi Batman, Fery sudah sejak awal memang sudah ingin menjadi Iron man tapi lagi-lagi Fabian kesulitan untuk mendapatkan kostum untuk ukuran tubuhnya yang mulai membengkak.
"Ya Allah Dek, kagak ada kostum yang cocok sama gue. Liat semua kostumnya bikin gue kayak lontong. Gue gak ikutan aja ya?"
"Kakak mau foto bareng aku, apa mau difoto sendiri tapi buat dijadiin cover Yasin?" Ancaman Zee membuat sang Kakak tunduk.
"Ya udah Kak Bian jadi Hulk aja, kan cuma pake kolor doang kostumnya." Jawab Zee santai.
"Ogah! Malu gue ama anak gue!" Bantah Fabian yang saat itu membawa anak dan istrinya.
Zee memakai kostum tokoh Elsa, dia terlihat sangat cantik mengenakan gaun biru cerah seperti yang biasa dipakai Elsa, rambut panjangnya dikepang ke samping persis menyerupai tokoh kartun anak itu.
"Tek kok lu jadi si Elsa?"
"Elsa masih jomblo Tek, masih perawan dia. Lu ngejatuhin harga diri si Elsa tau." Egy menimpali ucapan Baim.
"Lagian Elsa kan bukan Superhero Tek!"
"Dia juga kan punya kekuatan bikin es batu dimana-mana. Atau jangan-jangan kalian ngarepin gue pake kostum Xenna?"
__ADS_1
Semua orang yang mendengar ucapan bumil koplak itu langsung tertawa membayangkan Zee mengenakan kostum seksi yang Xenna biasa kenakan.
"Kak Bian cepetan Napa! Lama amat sih, makeup aku ntar keburu luntur nih." Rengek Zee.
Perlahan Fabian keluar dari kamar ganti dengan mengenakan kostum putih-putih Wiro Sableng, plus dengan tanda 212 di dadanya dan tak lupa kapak 212 di tangannya. Karena hanya itu kostum yang pas di tubuh Fabian yang semakin montok.
Guntur tak bisa menahan tawanya melihat penderitaan Kakak Iparnya yang keluar dengan wajah lecek.
"Berenti lu ngakak Bangke, ini semua demi anak lu gue begini." Gerutu Fabian.
"Heran gue Junior mintanya aneh-aneh aja, gue curiga dia dibikinnya lewat hotspot, jadinya sering nyusahin orang."
"Enak aja lu, mau gue praktekin di depan mata lu cara gue bikin Junior?"
"Berisik lu Superman mesum!"
Semua orang tertawa melihat kostum yang Fabian pakai, terutama Cunguk yang selalu tertawa di atas penderitaan dokter muda itu.
Selanjutnya mereka berlima berpose duduk di lantai seolah takjub melihat kecantikan Zee.
Ada juga pose yang diambil Zee dan Guntur berpose mesra berdua sedangkan yang lainnya seolah mencibir mereka. Dan banyak pose-pose lucu yang mereka ambil.
"Pose selanjutnya adalah pose Superman seolah menculik Elsa!" Kata sang fotografer.
"Sok kecakapan amat tuh si Elsa KW." Cicit Egy tidak terima.
Guntur pun menggendong istrinya, dan berpose seolah sedang berlari dari kejaran para Superhero lainnya.
__ADS_1
"Terakhir ya! Bumil dibopong sama kelima superhero, dengan pose ceria." Sang fotografer memberikan pengarahan terakhir kepada mereka.
"Enaknya abis ini kita lempar nih bocah." Gerutu Fabian yang sedang menggendong bagian kepala Zee.
Pengambilan foto untuk Superhero pun berakhir, kini tinggal pengambilan foto untuk Zee dan Guntur.
"Hahaha, Princess Jasmine kena busung lapar." Oceh Egy melihat Zee mengenakan kostum princess Jasmine, diiringi gelak tawa yang lainnya.
Perut buncit Zee benar-benar diekspose dengan kostum Princess Jasmine yang dia pakai.
Guntur pun kini sudah berganti mengenakan kostum Aladin.
"Badan Aladdin keren banget sekarang, kagak kayak triplek lagi." Ucap Fery yang takjub melihat bentuk tubuh atasannya.
"Iya, si Aladin kecakepan, si Jasmine kependekan." Sahut Baim.
Guntur kini berpose seolah sedang pusing memikirkan biaya persalinan di samping istrinya yang tersenyum manis dengan dikelilingi barang-barang mewah.
"Natural banget lu! Udah jadi kerjaan lu tiap hari ya?"
Tapi Guntur tak menimpali perkataan sahabatnya. Dia ingin cepat menyelesaikan tugas ini.
Tapi hal yang paling menyebalkan adalah ketika Zee berpose sedang menatap poster besar yang bergambar Kai dengan pose wajah yang terlihat terpesona memandang saingan Guntur itu, sedangkan Guntur berpose dengan raut wajah sangat kesal sambil menghadap kamera.
Hari yang melelahkan sekaligus menyenangkan untuk mereka berenam terutama sang ibu hamil yang sangat puas dengan hasil foto yang mereka ambil.
EXO kw: Udah ya Thor ini yang terakhir, cape tau!🙏🙏🙏
__ADS_1
Author : Kok gue makin seneng ya liat klean menderita... 🤣🤣
EXO kw: Dasar kau Otor durjana..😡😡