
Tidak terasa usia kandungan Hana sudah memasuki usia 4 bulan. Rasa mual dan pusing sudah mulai berkurang. Nafsu makan Hana juga mulai bertambah. Perut Hana sudah mulai terlihat buncit. Rendra yang melihat Hana sedikit buncit perutnya merasa sedikit risih. Rendra pun bertanya kepada istrinya itu.
"Sayang.. kamu sekarang kenapa agak kelihatan gemuk?" Tanya Rendra. Hana pun tersenyum mendengar pertanyaan suaminya.
"Suamiku.. kamu lupa ingatan ya? Iya lah Aku lebih gemuk.. karena Aku kan lagi hamil.." Jawab Hana.
"Emangnya harus ya.. orang hamil itu perutnya buncit?" Tanya Rendra.
"Ya orang hamil itu kan memang begitu sayang.. karena di dalam itu ada bayinya.. Dan semakin besar usia janin.. semakin besar pula perutnya.." Ujar Hana.
"Tapi, Aku ga mau kamu jadi gendut dan perutmu buncit.." Ungkap Rendra.
"Kamu itu kenapa sih? Dari tadi aneh terus pertanyaannya. Yang namanya orang hamil itu memang buncit perutnya.. Dan memang gemuk.." Ucap Hana.
"Bisa ga sayang.. kamu usaha agar perut kamu tidak buncit meskipun kamu hamil.. minum obat pelangsing kek.. tapi, itu tidak membahayakan janin.." Ujar Rendra.
"Kamu itu aneh-aneh ya.. yang namanya orang hamil itu tetap buncit.. lagian kalau minum obat pelangsing malah akan beresiko bagi janin.. Aku ga mau, jika anak kita kenapa-kenapa.." Tolak Hana. Hana pun langsung pergi dan meninggalkan Rendra. Hana tidak habis pikir dengan jalan pikiran Rendra.
Hanum yang melihat Rendra sedang ribut dengan Hana, akhirnya menghampiri Rendra. Dan Hanum pun bertanya kepada Rendra.
"Ada apa Ren?" Tanya Hanum.
"Ga ada apa-apa kok ma.. Rendra ke kamar dulu ya.." Ujar Rendra langsung pergi begitu saja.
Rendra menyusul Hana di kamarnya. Terlihat Hana sedang mengelus perutnya dan berbicara dengan calon bayinya.
"Sayang.. anak mama.. baik-baik di dalam ya.. sehat-sehat.. mama ingin kamu selalu sehat, dan sempurna.. Mama akan selalu melindungi kamu sayang.. mama akan selalu menjaga kamu nak.." Ucapnya sembari mengingat ucapan suaminya. Rendra yang melihat itu pun merasa bersalah dengan Hana. Bagaimana pun ucapan Hana ada benarnya. Dan yang ada di dalam perut Hana adalah darah dagingnya sendiri. Kemudian, Rendra pun menghampiri istrinya itu dan meminta maaf.
__ADS_1
"Sayang.. Aku minta maaf ya.. kalau perkataan Aku sudah tidak enak?" ujar Rendra. Hana pun melihat wajah suaminya itu. Iya pun tersenyum.
"Iya.. sayang.. ga apa-apa.. tapi lain kali ga boleh gitu ya.. Aku kan lagi hamil.. lagian, yang ingin Aku hamil itu siapa? Kan orang tua kamu juga kamu.. jadi Aku harap, kamu harus bisa menerima keadaannya.." Ujar Hana. Rendra tidak dapat menjawab perkataan dari Hana. Iya kena skakmat oleh Hana.
Dan Rendra pun kemudian mengungkapkan keinginannya kepada Hana.
"Sayang.. Kamu tau kan kenapa Aku berkata seperti tadi?" Ujar Rendra.
"Memangnya kenapa?" Tanya Hana bingung.
"Aku takut kalau badan kamu berubah.. Dan Aku takut kalau kamu ga seksi kayak dulu lagi.." Ujar Rendra.
"Sayang.. cantik dan seksinya Aku, itu tergantung dari kamu.. kalau kamu ingin Aku seperti apa yang kamu mau.. maka rawatlah Aku seperti yang kamu mau.." Ujar Hana.
"Sayang.. boleh Aku minta itu malam ini? Kita kan sudah lama tidak melakukan itu.. Apalagi kan usia kehamilan kamu sudah 4 bulan.. jadinya aman dong.." Ucap Rendra.
"Iya boleh sayang.. tapi, jangan terlalu cepat ya.. kasian yang di dalam.." Ujar Hana. Rendra pun mengangguk paham. Iya juga tidak ingin terjadi apa-apa dengan calon anaknya. Dan Rendra akan melakukannya dengan Hati-hati.
Rendra pun mulai meminta jatah ranjang kepada Hana saat Hana sedang hami. Dan Rendra pun mulai melakukan dengan sangat Hati-hati.
Sebenarnya, Rendra kurang puas dengan permainan ranjang kali ini. Karena terkendala dengan kehamilan Hana. Jadi Hana tidak dapat melakukan dengan maksimal. Selesai melakukan itu, Rendra pun pergi keluar kamar Dan Hana pun bertanya kepada suaminya itu.
"Mau kemana mas?" Tanya Hana.
"Aku mau ke dapur sebentar sayang.. soalnya Aku haus.." Jawabnya. Rendra pun pergi ke luar kamar.
Rendra membohongi istrinya. Iya tidak sedang ke dapur. melainkan iya ke kamar Almira. Ketika Rendra tiba-tiba membuka pintu kamar Almira, Almira sangat kaget. Iya pun memegang dadanya.
__ADS_1
"Mas Rendra.. Aku kira siapa.. ngagetin aja.." Ujar Almira. Rendra pun langsung memeluk Almira karena ingin melepaskan hasratnya. Almira sangat panik dan takut karena pintu kamar tidak dikunci.
"Mas.. mau ngapain sih?" Tanya Almira.
"Almira.. Aku ingin melakukan pelepasan hasrat.. Tolong Almira.. kamu ngerti.." Ujar Rendra.
"Ok, ok.. tapi itu pintunya ga ditutup.." Kata Almira. Rendra pun segera menutup pintu kamar dan menguncinya.
"Sekarang.. sudah tidak ada yang melihat kita Almira.. Dan Aku ingin sekarang.." Ujar Rendra sudah tidak sabar. Almira pun hanya pasrah apa yang dilakukan oleh Rendra. Iya tidak khawatir hamil lagi. Karena iya sudah ikut KB. Sesuai permintaan Rendra.
Rendra dengan nafsunya yang tidak dapat dikendalikan, langsung memeluk Almira. Iya ******* bibir Almira dan leher Almira. Dengan segala nafsu yang membabi buta, Rendra pun melepas pakaian Almira juga pakaiannya sendiri. Mereka berjalan menuju ke kasur sembari saling ******* bibir.
Rendra pun melakukan aksinya. Dan Almira juga tidak kalah hot dengan Rendra. Almira juga dapat bermain pintar di atas ranjang. Sehingga Rendra dapat dengan puas menikmati surga dunia itu. Setelah mencapai puncak kenikmatan tersebut, Rendra mulai melakukan pelepasan. Dan air putih yang kental itu iya lepaskan dengan bebas ke dalam aset berharga milik Almira.
Dan Rendra pun mulai ngos-ngosan. Begitu juga dengan Almira. Rendra berbaring terlentang sebentar setelah melakukan pelepasan hasrat. Dan Rendra pun mengucapkan terimakasih kepada Almira. Almira pun berkata.
"Mas Rendra.. kalau kamu ingin puas melakukan aktivitas ranjang, seharusnya jangan di rumah ini.. karena di sini sangatlah tidak aman.." Ujar Almira.
"Kamu maunya dimana?" Tanya Rendra.
"Aku mau.. kamu membelikan Aku rumah yang baru.. yang lebih besar.. Jadi kalau kita melakukan itu orang lain ga akan ada yang tau.. dan tentunya kita aman di sana.. Dan kamu bisa melakukan pelepasan sesuka kamu.. berapa kali aja yang kamu mau." Ujar Almira. Rendra pun mengangguk. Dan menyetujui perkataan Almira.
Kemudian, Rendra pun mengeluarkan HPnya dan langsung transfer ke Rekening Almira dengan jumlah yang besar.
"Ok sayang.. Aku sudah transfer ke kamu sebesar 5 M cukup?" Ujar Rendra.
Almira pun terbelalak ketika melihat nominal transferan itu. Dan Almira pun mengatakan sangat cukup.
__ADS_1
"Ini sangat cukup mas.." Ujar Almira.
"Ok.. kamu bisa pilih sendiri rumah seperti apa yang kamu mau.. dan lokasi yang kamu inginkan.." Ujar Rendra. Almira pun mengangguk senang.