Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu

Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu
ketahuan


__ADS_3

"Lebih baik, Aku jadi selingkuhan mas Rendra aja daripada jadi istrinya.. karena ini bisa menguntungkan bagiku.. Aku lebih baik bergerak cepat sebelum mas Rendra melamar Aku.." Batin Almira lagi.


"Oh iya sayang.. sekarang kita itu lebih bebas," Ujar Rendra.


"Maksud kamu mas?" Tanya Almira tidak mengerti.


Hana sudah tidak ada di rumah lagi.. Dia sudah pergi dari rumahku.." Ucap Rendra. Almira terbelalak mendengar jawaban Rendra.


"Pergi dari rumah? kok bisa?" Tanya Almira.


"Ya, Aku ga tau kenapa dia pergi dari rumah.. Dan sebenarnya Aku juga diajak pindah sama dia.. Untung Aku ga ikutan pindah.." Ucap Rendra.


"Loh.. kenapa kamu ga mau ikut? kamu ga takut dia curiga sama kamu?" Tanya Almira.


"Apa yang perlu Aku takutkan sih? Ya, enggaklah.. yang ada Aku yang menderita kalau ikut dia.. pasti rumahnya buluk.. yang ada Aku malah jamuran tinggal bersama Hana.. ih amit-amit.." Ucap Rendra.


...****************...


Keesokan harinya, Hana seperti biasa. iya pergi ke kantor. Untuk hari ini, Hana lebih mudah pergi ke kantor. Karena Rehan sudah ada babysitter yang akan mengurusnya.


"Mbak.. saya titip anak saya ya.. nanti pulang kerja.. biar saya yang menjaganya.." Ucap Hana kepada babysitter itu.


"Iya mbak.." Jawabnya.


"Sayang.. mama berangkat kerja dulu ya.. baik-baik sama mbaknya ya.. jangan rewel ya sayang.." Sapa Hana kepada Rehan. Kemudian, Hana pun berangkat kerja dengan menggunakan taksi.


.


.


.


Sesampainya di kantor, Hana disambut baik oleh pegawai kantor. Hana membalas sambutan mereka dengan lembut. Kali ini Hana memang tidak ingin memikirkan apa-apa lagi. Iya ingin fokus kerja dan kerja demi si buah hati.

__ADS_1


Iya tidak ingin tau lagi tentang suaminya. Mau bagaimanapun Rendra, yang ada dipikirannya sekarang bukan tentang Rendra lagi. Tapi iya berfikir tentang masa depan dirinya dan anaknya. Tiba-tiba saja Sinta membuyarkan lamunan Hana.


"Hana.. Kamu melamun?" Tanya Sinta.


"Enggak kok bu.. Aku ga melamun.." Ucap Hana.


"Jangan bohong.. Aku tau kok bagaimana kamu.." Ucap Sinta. Hana hanya tersenyum menunduk. Iya tidak menjawab perkataan Sinta.


"Kamu lagi mikirin apa sih Hana?" Tanya Sinta lagi.


"Enggak ada bu.." Ucap Hana.


"Ya, sudah kalau kamu tidak mau cerita ga apa-apa Hana.. Oh iya, bagaimana kalau kita makan di luar siang ini?" Ajak Sinta.


"Makan di luar bu?" Tanya Hana.


"Iya Hana.. kita sudah lama tidak makan di luar.. Apalagi semenjak kamu menikah.. dan memutuskan untuk resign dari perusahaan.." Ucap Sinta.


"Boleh deh bu.." Jawab Hana.


.


.


Tapi, sayangnya, rasa lapar itu lenyap seketika. Hana melihat suaminya sedang bergandengan tangan dengan wanita lain. Yang tak lain wanita itu adalah Almira.


Ternyata, rasa ingin tidak peduli itu ternyata sulit bagi Hana. Hatinya sakit melihat suaminya bersama dengan wanita lain. Padahal, selama menjadi istri Hana tidak pernah diajak makan di luar oleh suaminya sendiri.


Sinta yang melihat Hana tertegun ke suatu arah, akhirnya Sinta menoleh juga ke arah tersebut. Sinta menggelengkan kepala melihat itu.


"Hana, area you ok?" Tanya Sinta. Namun, Hana tidak menjawab perkataan Sinta. Hana tetap fokus pandangannya ke arah mereka berdua yang mesranya semakin menjadi.


Kali ini, Hana benar-benar merasa emosi yang sangat besar. Hana mengepalkan tangannya dengan perasaan marah.

__ADS_1


"Ini ga bisa dibiarkan.. kamu sudah keterlaluan mas.." Batin Hana. Hana pun langsung beranjak dari tempat duduknya. Kemudian Hana berjalan ke arah Rendra dan Almira.


Rendra tidak menyadari kehadiran Hana yang ada berdiri tepat di belakangnya. Almira yang sadar akan hadirnya istri sah, menjadi tertegun dan gelagapan. Almira tidak dapat berkata apa-apa.


"Sayang.. kamu kenapa?" Tanya Rendra pada Almira sembari melambaikan tangannya di depan wajah Almira. Almira memberikan kode kepada Rendra supaya melihat kebelakang.


Rendra pun akhirnya mengikuti arahan Almira. Alangkah terkejutnya Rendra setelah apa yang iya lihat. Rendra tidak menyangka kalau Hana juga berada di situ. Rendra pun berdiri dari tempat duduknya sembari menatap Hana.


"Hana.. kamu jangan salah paham dulu ya.. Aku sama Almira ga ada apa-apa kok.. kita tidak sengaja ketemu disini.." Ujar Rendra gelagapan. Hana hanya mengedipkan mata sebentar lalu membuang nafas.


"Meskipun ada apa-apa.. emangnya kenapa mas?" Kata Hana menahan kesal.


"Hana! Bisa ga sih kamu jangan nuduh Aku sembarangan terus?" Ujar Rendra mengelak.


"Nuduh? Aku gak nuduh mas.. tapi itu memang kenyataannya kan?" Ucap Hana.


"Oke-oke.. sekarang Aku ngaku, iya! Aku memang ada hubungan dengan Almira..tapi itu semua karena kamu Hana!" Ucap Rendra.


"Karena Aku? Aku kenapa mas?" Tanya Hana.


"Karena kamu tidak bisa menerima kondisi rumahku.. apa kamu lupa.. kamu pergi dari rumah dan ninggalin Aku? Laki-laki mana yang tahan kalau istrinya tidak bisa melayani suaminya dengan baik? Kamu beralasan karena ibu Aku galak sama kamu.. tapi, dia galak karena dia benar Hana.. jadi jangan salahkan Aku, jika Aku selingkuh.." Ucap Rendra membela dirinya. Mendengar ucapan Rendra, Hana hanya tersenyum sinis.


"Oh begitu ya.. pintar sekali ya, kamu membuat alasan yang tidak masuk akal?" Ucap Hana.


"Maksud kamu apa mbak?" Sanggah Almira.


"Diam kamu! Mas Rendra.. Bukankah Aku baru satu minggu ya yang pindah? Dan kamu di ajak juga ga mau kan? Alasan kamu ga mau ninggalin mama kamu! Tapi, sayangnya Aku ga sebodoh itu.. Aku udah tau semuanya.. dari dulu kamu memang ada main sama perempuan ini.. Aku udah tau.. kalian melakukan hubungan terlarang selama ini di rumah rahasia kalian. Aku tau berapa lama kalian menjalin hubungan haram ini.. Jadi, ga usah sok-sokan mencari alasan yang ga jelas. Dan kamu Almira, kamu sudah tau kan.. kalau laki-laki ini adalah pria beristri.. kenapa sih kamu mau jadi pelakor? Emang apa yang kamu incar? Duit? berapa sih duit yang kamu perlukan? Kalau kamu pengen duit banyak ya kerja.." Ujar Hana semakin emosi mendarah daging. Kemudian, Rendra menyetop perkataan Hana.


"Cukup Hana! Bisa tidak, kamu memaki Almira? Asal kamu tau, dari dulu Aku ga pernah mencintai kamu.. Aku hanya penasaran saja sama kamu.. Dan kita itu punya anak, karena paksaan dari papa.. Lagian, sekarang kamu sudah tidak bergairah lagi.. kamu tidak perawan lagi.. mana mau Aku sama kamu.." Ucap Rendra mengatakan yang sebenarnya. Hana terkejut mendengar ucapan suaminya itu. Tapi, Hana berusaha untuk menenangkan hatinya. Kemudian iya berucap.


"Oh, begitu ya mas.. alasan kamu? Baik, kalau itu alasan kamu.. Aku bersyukur, karena hari ini, Tuhan telah menunjukkan siapa kamu sebenarnya. Kalau itu pilihan kamu, silahkan saja.. Aku ga mau melarang kamu untuk berhubungan sama siapapun.." Ucap Hana sembari tersenyum. Kemudian, Sinta mendekati Hana. Sinta memegang pundak Hana.


"Saya ga apa-apa bu.. Ayo kita pergi dari sini.." Ajak Hana.

__ADS_1


"Ayo Hana.." Ucap Sinta. Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan tempat itu.


__ADS_2