Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu

Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu
Perlawanan Hana


__ADS_3

"Aku ada perlu sebentar bu.. di luar.." Jawab Almira.


"Oh.. ada perlu ya.. kayaknya kamu tiap hari deh keluar.. dengan penampilan kamu yang seperti ini.." Ucap Hana. Almira kelihatan gugup. Iya bingung mau menjawab apa. Sementara Hana, hanya tersenyum kecut melihat raut wajah Almira. Hana pun menggelengkan kepala kemudian pergi.


"Tunggu mbak Hana! Kalau mbak Hana pergi siapa yang mau beresin rumah?" Tanya Almira. Hana seketika menghentikan langkahnya dan berbalik badan lagi. Lalu, iya menjawab perkataan Almira.


"Lalu, gunanya kamu disini apa? Ini yang pembantu siapa sebenarnya? Aku atau kamu? Percuma dong selama ini Aku bayar kamu. Kalau kamu ga mau kerja, mendingan kamu pergi aja dari rumah ini. Dan cari pekerjaan di luar sana yang bisa kamu inginkan." Sungut Hana.


"Hana! Apa-apaan kamu? Kamu itu siapa di rumah ini? Berani-beraninya ngusir orang sembarangan. kamu itu cuma menantu di rumah ini paha.. Kamu mencaci Almira.. sedangkan kerjaan kamu sendiri apa di rumah ini? Dasar menantu ga guna." Cemooh Hanum kepada Hana.


"Oh, iya? Saya menantu ga guna? Terus menurut mama, menantu yang sempurna itu, menantu yang bagaimana? Apa menantu yang sempurna itu menantu yang seperti Almira? Yang tiap hari kelayapan.. ga tanggung jawab dengan pekerjaannya.. begitu? Terus, apa mama lupa.. setiap hari yang menyiapkan makanan keluarga, beresin rumah, nyuci, nyiram tanaman.. bahkan bersihkan mobil pun.. itu siapa ma? Aku atau Almira? Aku rasa mama tidak menutup mata untuk ini. Saya yakin, tanpa dikasih tau.. mama juga tau, dan satu lagi. Almira yang berpenampilan norak seperti ini aja.. mama selalu memujinya. Dan mama selalu menjelek-jelekkan Aku. Aku buluk lah, Aku gini lah, gitu lah.. Mama sadar ga sih.. Aku ga pernah punya waktu untuk merawat diri karena apa? Karena Aku dijadikan seperti pembantu disini.. belum lagi, ngurus anak.. sampai ga ada waktu untuk manjakan diri Aku sendiri.. Mama tau itu kan?" Tegas Hana.


Seketika Hanum tidak bisa berkata-kata lagi. Iya tidak bisa menjawab perkataan yang dilontarkan oleh Hana. Kemudian, Rendra pun keluar dari kamar dan berteriak.


"Ini ada apa sih ribut-ribut?" Teriak Rendra. Hanum pun mengadu tentang perbuatan


Hana kepada dirinya yang suka melawan.


"Rendra.. tolong ya, ajari istri kamu ini sopan santun.. berani-beraninya dia melawan mama.." Ucap Hanum.


"Apa benar itu Hana?" Tanya Rendra.


"Oh iya.. kenapa mas?" Ujar Hana.


"Hana.. harusnya kamu ga boleh melawan mertua kamu sendiri.." Tegur Rendra. Hana pun tersenyum dan bertepuk tangan dengan sandiwara mereka yang begitu sempurna.


Prok


prok


prok


"Waw.. hebat ya.. sangat-sangat sempurna.. kalian menghakimi saya.. sedangkan pembantu di rumah ini.. yang tidak pernah ada tanggung jawabnya, ga pernah kalian hakimi.. malah kalian puji-puji.. saya jadi curiga.. ini menantu yang sebenarnya itu yang mana?" Ujar Hana.

__ADS_1


Dengan ucapan Hana, mereka bertiga tidak bisa menjawab perkataan Hana. Dan Hana pun langsung pergi. Rendra yang menyadari penampilan Hana yang begitu rapi, kemudian memanggil Hana.


"Hana tunggu!" Panggil Rendra. Lagi-lagi Hana menghentikan langkahnya. Rendra pun segera menghampiri Hana.


" Hana! Mau kemana kamu? Kenapa kamu kelihatan rapi?" Tanya Rendra.


"Aku mau kemana itu bukan urusan kamu.. urus aja diri kamu sendiri. Selama ini, kamu bilang kan, kalau Aku ga boleh tanya-tanya tentang kamu.. jadi, mulai sekarang.. kamu juga ga perlu tanya-tanya Aku.." Jawab Hana. Hana pun langsung pergi. Rendra jadi terkejut dengan sikap Hana hari ini. Hari ini, Hana terlihat sangat berbeda. Tidak lembut seperti biasanya.


...****************...


Sesampainya di kantor Sinta, Hana disambut baik oleh para karyawan kantor. Ternyata semuanya masih sama tidak berubah.


"Selamat datang kembali di kantor ini Hana.." Sambut Sinta.


" Terimakasih bu.. saya juga senang, bisa kembali kerja disini.." Ucap Hana.


"Hana.. kalau kamu mau.. kamu bisa titipkan baby Rehan.. kebetulan di rumah saya.. ada pembantu.. dia sangat suka sama anak kecil.. kamu bisa titipkan ke dia.. pasti aman kok.." Ujar Sinta.


"Hana, pembantu saya itu sudah 30 tahun bekerja sama saya.. dia punya kepribadian yang baik.. lagian saya kasian sama kamu.. kamu harus bekerja sambil ngurus anak.." Ujar Sinta.


"Terimakasih atas perhatian ibu.." Ucap Hana.


"Oh iya Hana.. apa kamu tidak punya rencana untuk pindah dari rumah mertua kamu? Sudah jelas-jelas.. mertua kamu sangat jahat terhadap kamu.. apalagi suami kamu.. dia mengkhianati kamu.." Ujar Sinta iba.


"Kalau rencana mau pindah ada bu.. saya punya rencana lain bu.. besok saya akan pindah dekat rumah selingkuhan suami saya.." Ujar Hana.


"Ide yang sangat bagus Hana.." Ucap Sinta.


"Iya bu.. terimakasih.." Jawabnya lembut.


Hana pun mulai bekerja lagi di ruangan itu. Ternyata, ruangan itu masih sama seperti yang dulu.. Hana juga merindukan ruangan tersebut. Hana pun melihat wajah putranya.


"Sayang.. hari ini mama kerja dulu ya.. Rehan jangan rewel ya nak.." Ucap Hana. wajah polos Rehan menatap ibunya. Hana pun meletakkan Rehan. Dan Hana mulai melakukan pekerjaannya.

__ADS_1


.


.


Dengan cekatan, Hana dapat menyelesaikan pekerjaannya. Hana pun mulai melihat jam yang melingkar di tangannya. Ternyata sudah waktunya untuk makan siang. Sinta memasuki ruangan Hana.


"Hana.. kamu sudah selesai?" Tanya Sinta.


"Sudah bu.. saya sudah selesai.." Jawab Hana.


"Baguslah.. ini waktunya makan siang loh.. kita makan siang bareng yuk.." Ajak Sinta. Hana pun mengangguk.


"Oh iya Hana.. nanti sore, perusahaan kita ada meeting penting dengan klien.. Aku harap kamu menghadiri meeting itu ya.." Ujar Sinta.


"Baik bu.. akan saya laksanakan.." Ujar Hana.


...****************...


Di sore harinya, Hana menghadiri meeting penting itu. Hana pun mulai mempresentasikan di depan klien. Para klien mengagumi Hana. Hana ternyata cukup cerdik dan lihai dalam menjelaskan.


Semua orang yang ada di tempat itu pun bertepuk tangan dan mengagumi Hana. Banyak klien yang merasa puas dengan presentasi itu. Dan mereka merasa jika bekerja sama dengan perusahaan Sinta akan menguntungkan saling menguntungkan.


.


.


Acara meeting pun selesai. Sinta tambah kagum dengan kelincahan Hana. Tidak salah jika Sinta menerima Hana kembali.


"Hana.. kamu sangat cerdas.. saya bangga sama kamu.." Ujar Sinta.


"Terimakasih atas pujiannya bu.. ini semua karena ibu yang pernah mengajari saya.. jadi yang hebat itu Ibu Sinta.. bukan saya.." Ujar Hana.


"Ini yang Aku kagumi dari kamu Hana.. sikap kamu yang tegas, baik, dan selalu rendah hati.." Ujar Sinta. Hana pun tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2