
Mereka telah sampai di rumah Hanum. Dina memapah Hana yang menggendong bayinya. Dina mengantar Hana sampai ke dalam rumah.
"Terimakasih ya ma.. mama mau nganterin Hana.." Ucap Hana. Dina tersenyum mendengar ucapan Hana.
"Ga perlu terimakasih sayang.. mama ini kan mama kamu.." Jawab Dina. Hana tersenyum. Dina pun melihat sekeliling rumah terlihat sepi.
"Hana.. rumah kamu kelihatan sepi.. pada kemana orang rumah?" Tanya Dina.
"Kan Hana sudah bilang.. Mereka sibuk ma.." Ujar Hana.
"Ya, sudah.. kalau begitu, Kamu istirahat.. dan ingat! Kamu jangan terlalu capek ya.. mama sama minta maaf.. ga bisa menemani kamu sayang.." Ujar Dina.
"Iya ma.. ga apa-apa kok.. Hana mengerti kesibukan mama sama papa.. sekali lagi terimakasih ma, pa.." Ucap Hana.
"Hana.. kalau kamu ada perlu apa-apa, kamu bisa menghubungi mama atau papa ya nak.." Ujar Sandi. Hana mengangguk menandakan mengiyakan perkataan papanya.
"Iya pa.." Ucap Hana.
"Kalau begitu, kami pulang dulu ya.." Ujar Sandi. Hana mengangguk lagi.
Kedua orang tua Hana pun akhirnya pulang ke rumah mereka. Hana sangat bersyukur karena masih memiliki orang tua yang lengkap. Kemudian, Hana membawa anaknya ke kamar. Iya menidurkan bayinya sembari menatap wajah putranya itu.
"Sayang.. kamu lucu banget si nak.. Mudah-mudahan kelak kamu dewasa, kamu menjadi anak yang soleh ya.." Ucap Hana sembari mencium kening bayinya.
Hana melihat sekelilingnya. Terasa sepi bagi Hana. Suami pun ga ada menemani dia sama sekali. Hana mulai merasakan kegundahan dalam hatinya. Iya merasa bahwa Rendra telah berubah. Iya tidak seperti dulu lagi. Tapi, Hana tidak ingin memikirkan itu. Iya ingin beristirahat dengan tenang. Agar iya dapat mengumpulkan tenaga.
Ketika Hana sedang tiduran, tiba-tiba saja Hanum datang. Hanum melihat Hana yang sedang enak-enak tidur. Hanum menggelengkan kepala dan langsung menghampiri Hana.
"Heh, Hana! Enak banget kamu tidur.. Ayo bangun!" Hentak Hanum. Hana pun jadi terkejut dan terbangun. Iya memicingkan matanya dan mengucek matanya.
__ADS_1
"Mama.. ada apa ma?" Tanya Hana.
"Ada apa, ada apa.. dasar perempuan pemalas.. bisa-bisanya jam segini kamu malah enak-enak tidur.. rumah belum diberesin.. makanan belum ada di meja makan." Sungut Hanum. Hana hanya menggelengkan kepala. Kemudian menjawab perkataan ibu mertuanya itu.
"Ma.. Hana ini baru pulang dari rumah sakit ma.. Hana juga belum pulih betul.. Hana hanya ingin mengumpulkan energi dan memulihkan kembali kesehatan Hana. Lagian kan ada Almira ma.. kenapa mama ga nyuruh Almira saja.. dia kan kerja disini juga dibayar.." Protes Hana. Hanum pun tidak mau kalah dengan perlawanan Hana. Iya pun menjawab perkataan Hana.
"Hana.. kamu itu menantu di rumah ini.. tanggung jawab seorang menantu itu ya memang seperti itu.. lalu, apa gunanya kamu disini.. ini bukan tanggung jawab Almira.." Ujar Hanum.
"Tapi ma.." Protes Hana lagi.
"Ga ada tapi-tapian.. dulu waktu Rendra masih bayi, mama juga melakukan pekerjaan rumah.. tapi ga manja kayak kamu." Ucap Hanum. Hana hanya mengangguk saja. Iya tidak ingin berdebat lagi dengan mertuanya. Hana pun langsung menjalankan apa yang diperintahkan oleh mertuanya.
...****************...
Belum selesai melakukan pekerjaan rumah, terdengar bayi Hana sedang menangis. Hanum yang mendengar tangisan bayi, langsung saja berteriak. Iya menutup telinganya dan langsung memarahi Hana.
"Hana! Kamu itu ga dengar apa bagaimana? Anak kamu nangis kayak gitu.. cepat kasih ASI. awas aja ya, kalau sampai cucu saya telat ASI nya." Ancam Hanum.
"Dasar menantu ga guna! Sudah penampilannya kayak babu.. manja lagi.." Gerutu Hanum.
.
.
Di kamar, Hana langsung mengambil bayinya. Hana langsung memeriksa popok bayi. Ternyata bayi Hana sedang ngompol.
"Ya, ampun.. Rehan basah ya sayang.. bentar ya.. mama ganti popok dulu.. sabar ya sayang.." Ujar Hana kepada bayinya yang diberi nama Rehan itu. Kemudian, Hana pun menggendong bayinya dan memberinya ASI.
Tak lama, Suami Hana datang. Rendra membuka pintu kamar. Iya melihat sang istri sudah acak-acakan. Dan ga enak dilihat oleh mata. Baru hari ini Rendra pulang ke rumah. Karena selama 3 hari, Rendra sudah tidak pulang.
__ADS_1
"Hana! Kamu kenapa berantakan begini sih? Baru punya anak satu saja sudah tidak bisa merawat diri." Maki Rendra.
"Iya mas.. soalnya tadi Aku masih beres-beres rumah, masak juga.. terus tiba-tiba Rehan kebangun.. jadi Aku belum sempat membersihkan diri. Dan Aku juga baru pulang dari rumah sakit mas.." Jawab Hana.
"Hana! Benar ya.. kata mama, kamu itu selalu saja menjawab saat dikasih nasehat. Kalau di kasih nasehat itu dengarkan.. ga usah menjawab.." Sungut Rendra.
"Ya, sudah mas.. mas Rendra bisa gantikan gendong Rehan sebentar tidak? Aku mau bersihkan diri dulu sebentar.." Ucap Hana.
"Apa kamu bilang? Gantiin kamu gendong bayi? Kamu ga liat? Aku itu capek, baru pulang kerja. Masak iya suruh gantiin gendong bayi.. istri macam apa sih kamu.." Ucap Rendra.
"Lalu, Aku harus bagaimana mas? Kamu suruh Aku membersihkan diri.. tapi, disuruh gantiin gendong anak sebentar ga mau. Lagian kamu dari mana sih mas? Kenapa hari ini baru pulang? Kamu kemana aja?" Tanya Hana tiba-tiba.
"Kenapa kamu tanya seperti itu? Oh.. atau jangan-jangan, kamu berpikiran yang tidak tidak tentang Aku? Kamu nuduh Aku macam-macam? Aku ini kerja.. dan kerjaan Aku baru kelar hari ini.. 3 hari, 3 malam Aku rela tidur di kantor.. Dan itu semua demi siapa? demi kamu Hana." Ujar Rendra.
"Aku kan cuma tanya aja sama kamu mas.. soalnya kamu ga ada waktu buat liat Aku di rumah sakit.. sampai Aku pulang pun kamu ga ada jemput Aku.." Ucap Hana.
"Dasar perempuan ga tau diri. Sudah Aku capek.. mau tidur.. Kalau kamu ga mau membersihkan diri ga apa-apa.. tapi, jangan dekat-dekat Aku." Ujar Rendra.
"Ya, sudah.. mas.. Aku minta maaf." Ucap Hana. Rehan pun sudah tertidur kembali di gendongan Hana. Hana pun langsung menaruh Rehan. Iya segera membersihkan dirinya.
...****************...
Keesokan harinya, Hana merasa badannya segar bugar. Iya melihat Rehan masih pulas tidur. Dan Hana mengambil kesempatan untuk beres-beres. Pertama, iya ingin mencuci pakaian suaminya yang kotor. Dan Hana pun mulai meraih baju-baju suami yang kotor.
Tak sengaja, sesuatu jatuh dari saku jas suaminya. Hana pun melihat sesuatu itu. Ternyata sebuah kotak hitam.
"Eits, apa ini? " Ucap Hana sembari mengambil kotak hitam itu. Hana mulai membuka kotak itu. Setelah membuka kotak itu, Hana terkejut dengan isi kotak itu. Ternyata sebuah kalung berlian yang harganya terbilang cukup fantastik.
"Kalung? Kalung siapa ini?" Tanya Hana kepada dirinya sendiri. Dan Hana juga memeriksa kembali saku jas suaminya. Hana juga menemukan sebuah surat. Hana pun membaca isi surat itu dengan seksama.
__ADS_1
Hana terkejut setelah membaca isi surat itu. Ternyata kalung itu buat perempuan lain. Iya menoleh ke belakang dan melihat suaminya yang masih pulas.
"Apa yang sudah kamu lakukan selama ini dibelakang Aku mas? Apa ini yang membuat kamu berubah.. Apa kamu selingkuh?" Ujar Hana. Hana mulai curiga suaminya ada main dengan perempuan lain di belakang.