Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu

Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu
Keluarga Hana sebenarnya


__ADS_3

"Baiklah Hana, karena kamu yang minta.. papa akan turuti.. tapi dengan catatan, kamu yang harus memegang kantor itu.." Ucap papanya.


"Pa.. sebelum kantor itu Aku yang kendalikan, apa boleh Aku memantau Hanum terlebih dahulu?" Tanya Hana.


"Maksud kamu?" Tanya balik Sandi papa Hana.


"Pa.. Aku ingin tau kelakuan Hanum dulu setelah perusahaannya kembali.. kalau dia masih tetap sifatnya, Aku akan segera mengambil alih perusahaan Adi group." Ujar Hana.


"Baiklah Hana.. apa pun rencana kamu, papa setuju.." Ujar Sandi lagi.


"Baik pa.. terimakasih.." Ucap Hana.


.


.


Sandi pun segera menebus kantor milik Adi. Sandi. merahasiakan terlebih dahulu bahwa dia yang telah membeli perusahaan milik Adi.


.


.


Sementara Hanum, sangat stres ketika dihadapi masalah besar. Iya memikirkan perusahaan suaminya yang bangkrut. Dan Hanum membayangkan dirinya, kalau iya akan jatuh miskin.


"Ah.. ga mau.. Aku ga mau jatuh miskin.. apa kata orang? Bahwa seorang Hanum sudah jatuh miskin.." Seru Hanum larut dalam bayangan buruknya.


Kemudian, Hanum pun mendapat telfon dari Loli, sekertaris Hanum. Hanum mengangkatnya. Dan yang tadinya murung, sekarang tiba-tiba senyum sumringah.


"Yang benar kamu Loly?" Tanya Hanum tidak percaya.


"Sekarang Ibu Hanum ke sini.." Ujar Loly. Tanpa basa-basi lagi, Hanum langsung mengakhiri telfonnya dengan Loli dan segera bergegas ke kantornya.


...****************...


Di kantor, Hanum menemui Loly. Loly menyerahkan sebuah surat-surat penting kepada Hanum yang isinya tentang penebusan kantornya.


"Loly, mana orang yang telah menyelamatkan perusahaan saya?" Tanya Hanum.


"Orangnya baru saja pergi bu.." Ucap Loly.


"Pasti orang itu sangat kaya raya.. saya ingin berterimakasih kepadanya.." Ujar Hanum.


"Mending Ibu tanda tangan saja dulu.. kalau masalah orang yang menolong, siapa tau nanti Ibu dapat bertemu dengan beliau.." Ucap Loly. Hanum mengikuti apa yang diucapkan oleh Loly. Hanum pun menandatangani surat itu.

__ADS_1


Hanum pun merasa lebih lega sekarang. Karena perusahaannya telah kembali, masalah perkembangannya lagi, Hanum akan pikirkan di rumah.


"Ya, sudah kalau begitu ayo kita pulang Loly.." Ajak Hanum.


"Baik Bu.." Ucap Loly.


Hanum dan Loly pun berjalan menuju parkiran. Mata Hanum menjadi terbelalak ketika melihat sebuah mobil bagus di parkiran itu. Hanum begitu takjub melihat sebuah mobil sport mewah dengan warna merah menyala. Hanum mengitari mobil tersebut. Seumur-umur Hanum belum pernah melihat mobil itu secara nyata.


"Wah.. mobil siapa ini?" Tanya Hanum takjub.


"Itu mobil yang menebus perusahaan Bu.." Jawab Loly.


"Pantas.. memang banyak yang memiliki mobil sport.. tapi, cuma ini yang paling keren.. ini adanya di luar negeri.. saya bisanya hanya melihat melalui dunia maya saja.. sekarang saya bisa melihat secara nyata.." Ujar Hanum.


"Iya Bu.." Jawab Loly sembari mengangguk.


"Oh iya Loly, kamu boleh fotokan saya sebentar enggak?" Ujar Hanum.


"Untuk apa Bu?" Tanya Loly.


"Saya mau balas dendam sama teman-teman arisan saya.. suruh siapa kemaren mengejek saya dan mengatakan saya bangkrut? Biar mereka semua iri.. Dan sekalian mau pamer sama Hana dan keluarganya.. pasti mereka menyesal dan tambah mengiri dengan saya.." Ucap Hanum dengan pedenya.


"Hana dan keluarganya Bu?" Tanya Loly heran.


.


.


Dari jauh, Hana dan papanya melihat Hanum sedang foto-foto di depan mobilnya. Sandi hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Hanum.


"Hanum, Hanum.." Ucap Sandi. Hana hanya tersenyum kecut dengan itu.


"Biarin saja lah pa.. Hana ga kaget dengan sikap Ibu Hanum yang seperti itu.. Dia memang suka begitu.. sok merasa paling kaya di depan orang yang dibawahnya. Tapi, kelihatan norak di depan orang yang berada di atasnya.." Ujar Hana.


"Ya, sudahlah.. kita ke sana yuk.." Ucap papanya meminta menuju ke parkiran. Hanum dan Sandi pun menuju parkiran.


.


.


Hanum melihat Hana dan Sandi datang menghampiri. Hanum tersenyum mengejek melihat kedatangan mereka. Hanum berpikir, mereka akan iri melihat Hanum foto di depan mobil itu. Mereka Hanya memandang Hanum begitu saja.


"Oh.. orang miskin rupanya yang datang.. kalian mau apa ke sini? Mau lihatin saya sedang berpose di depan mobil baru saya?" Sangka Hanum dengan pedenya.

__ADS_1


"Oh.. jadi ini mobil Ibu Hanum?" Ujar Sandi.


"Oh.. jelas dong, ini mobil saya.. apa kalian lupa.. kalau saya ini orang terkaya nomor 3? Justru saya yang harusnya tanya.. kenapa kalian liatin saya seperti itu? Ngiler ya.. pengen punya mobil sebagus ini? Atau kalian iri dengan saya? Kalian mau merampok saya, iya? Hahaha.. makanya jadi orang itu kerja, harus berusaha.. biar kaya seperti saya.." Ucap Hanum dengan angkuhnya.


"Oh.. iya terimakasih atas sarannya. tapi, apa Ibu yakin kalau mobil ini punya Ibu?" Pancing Hana.


"Kenapa? Kamu ga percaya dengan saya?" Ucap Hanum menantang.


"Mana saya percaya, kalau ga ada buktinya?" Ucap Hana.


"Kalau ini memang mobilnya Ibu.. coba dong buka pintunya.." Tantang Hana lagi.


Dengan pedenya Hanum langsung membuka pintu mobil itu. Namun sayang, pintu mobil itu tidak dapat dibuka. Cara Hanum membuka pintu mobil itu dengan cara manual. Iya membukanya ke samping. Berkali-kali, Hanum membuka, namun tidak bisa.


"Loly, kunci mobil mana?" Tanya Hanum pura-pura. Sementara Loly hanya plonga-plongo dengan ucapan Hanum.


"Ibu Hanum ini sedang mimpi atau amnesia ya?" Gumam Loly. Dan Loly merasa malu sendiri.


Hana dan Sandi hanya menggelengkan kepala dengan tingkah Hanum yang banyak drama. Tanpa basa-basi, Hana langsung memencet tombol remot mobilnya. Dengan otomatis, pintu mobil itu terbuka sendiri ke arah atas. Hanum yang melihat itu pun tertegun. Hana langsung menghampiri Hanum.


"Pinjam mobilnya sebentar ya Ibu Hanum.." Ujar Hana sembari masuk ke dalam mobilnya. Hanum masih tertegun dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Loly.. sini kamu!" Seru Hanum. Loly pun langsung mendekat kepada Hanum.


"Iya Bu.." Ujar Loly.


"Kamu bilang apa tadi?" Tanya Hanum yang tiba-tiba amnesia.


"Bilang apa ya Bu?" Tanya Loly juga lupa.


"Kamu bilang yang punya mobil itu orang yang menebus perusahaan saya?" Ucap Hanum.


"Iya.. Bu.. seperti yang Ibu lihat.." Ujar Loly.


"Jadi?"


"Iya Bu.. yang menebus perusahaan Adi group adalah bapak Sandi dan Ibu Hana." Ungkap Loly.


"Hahaha... ngaco kamu Loly.. mana mungkin orang miskin mampu membeli perusahaan sebesar ini? Mimpi ya?" Ucap Hanum menyangkal.


"Ya, emang itu kenyataannya Bu.." Ucap Loly.


"Memangnya dia mereka itu siapa? Setau saya mereka itu masih di bawah saya.." Ujar Hanum tidak percaya.

__ADS_1


"Ibu Hana adalah anak konglomerat Bu.. pak Sandi, Ayah Ibu Hana adalah pemilik perusahaan terbesar nomor satu.. bahkan cabangnya juga ada dimana-mana. Dan ada di luar negeri juga. Mungkin, tak banyak orang tau dan percaya bahwa mereka adalah bos kaya raya.. karena mereka sederhana dan tidak memamerkan kekayaan. Bahkan, sekarang pun Ibu Hana juga punya kekayaan sendiri. Bahkan kekayaannya menyamai tuan Rendra.. kalau Ibu tidak percaya Ibu bisa liat di internet.." Ucap Loly.


__ADS_2