
Almira memanfaatkan Hanum untuk menghancurkan segala usaha Hana. Almira menyuruh Hanum untuk bisa masuk ke dalam perusahaan Hana. Dan Hanum pun mengikuti apa kata Almira.
Hanum mulai berangkat ke kantor Hana. Hanum berpura-pura ingin bekerja di kantor Hana. Hanum memaksa untuk bertemu dengan Hana karena ingin meminta maaf padanya.
"Maaf, Ibu ada perlu apa dengan ibu Hana? Biar nanti saya sampaikan.." Tanya seorang perempuan yang menjabat sebagai sekertaris Hana.
"Saya kesini untuk meminta pekerjaan kepada Hana!" Jawab Hanum.
"Maaf bu.. sepertinya disini tidak Ada lowongan.." Ucap Sekertaris Hana.
"Ada atau tidak.. Saya mau ketemu sama Hana.." Ujar Hanum.
"Ibu Hana sedang tidak bisa diganggu bu.. Ibu Hana lagi sibuk.." Ujar Sekertaris Hana.
"Siapa kamu berani melarang saya? Kamu juga kerja disini kan? Ada hak apa kamu melarang Saya bertemu dengan Hana?" Sungut Hanum.
"Saya hanya menjalankan tugas.. bahwa Ibu Hana tidak dapat di ganggu.. sebaiknya, kalau ibu memang ada perlu.. Ibu bisa datang lagi kesini.." Ujar sekertaris Hana.
"Oh tidak bisa.. kamu tidak ada hak untuk melarang Saya.. Saya mau Hana titik." Paksa Hanum. Sekertaris Hana hanya menggelengkan kepala. Memang susah berbicara dengan orang seperti Hanum. Tanpa basa-basi lagi, sekertaris Hana memanggil satpam untuk mengusir Hanum.
Tak lama kemudian, dua orang satpam datang. Mereka dengan paksa mengusir Hanum. Mereka pun langsung menarik tangan Hanum dan membawa Hanum keluar. Hanum melakukan pemberontakan. Iya tetap bersi keras untuk bertemu dengan Hana. Hanum pun berteriak memanggil Hana.
"Hana.. Hana.. ini saya Hanum. Hana, keluar kamu.. saya ingin berbicara dengan kamu.." Teriak Hanum. Sekertaris menyuruh satpam untuk segera membawanya keluar. Karena terlalu mengganggu.
.
.
"Dasar sombong! Baru jadi orang kaya saja belagu! Saya sumpahin semoga usahamu bangkrut.." Teriak Hanum.
"Ah sial! Kenapa gagal sih? Kenapa untuk bertemu dengan Hana saja sulit? Ini Hana manusia atau dedemit sih? Sehingga dipersulit untuk dipertemukan dengan Hana.
...****************...
Dengan perasaan kecewa dan disertai takut Almira marah, Hanum pun jadi bingung harus berbicara apa atas kegagalannya.
__ADS_1
Terlihat, Almira dan Alex sudah menunggu kedatangan Hanum. Hanum berjalan menunduk tidak berani menatap mereka. Almira pun bertanya tentang keberhasilannya.
"Bagaimana Hanum? Apa kamu berhasil meluluhkan hati Hana?" Tanya Almira.
"Jangan bilang kalau kamu gagal." Ujar Alex.
"Halo.. kenapa ga jawab?" Tanya Almira sembari menaikkan alisnya yang sebelah.
"Maaf Almira.. Saya gagal untuk bertemu dengan Hana. Karena Hana sulit sekali untuk ditemui." Jawab Hanum. Almira dan Alex melotot kepada Hanum. Hanum tidak berani menatap mereka.
"Apa kamu bilang? Coba bilang sekali lagi?" Ujar Almira sembari membuka kupingnya.
"Saya gagal bertemu dengan Hana. Hana sangat sulit untuk ditemui.." Kata Hanum sekali lagi.
"Go*lo*.. Kamu memang tidak berguna Hanum! tidak bisa diandalkan. Lalu, bisanya kamu itu apa Hanum?" Sungut Almira jengkel.
"Bagaimana kalau kita ganti saja sayang.. kita gantikan Hanum dengan orang lain saja.. lagian juga ga Ada gunanya!" Ucap Alex sembari melirik ke arah Hanum.
"Betul juga ya, kamu.." Ucap Almira sembari melirik Hanum juga. Hanum menjadi panik dan memohon kepada Almira dan juga Alex agar memberikan kesempatan sekali lagi.
"Baiklah.. Aku akan memberikan kamu kesempatan sampai besok.. ingat, hanya sampai besok.. kalau kamu gagal, Saya tidak segan-segan untuk pecat kamu dan mengusir kamu dari sini.." Ucap Almira.
"Ba-baik Almira.." Ujarnya dengan gugup.
...****************...
"Argh.. sial! Kenapa harus gagal sih? Memangnya apa sih yang dilakukan oleh Hanum? Kenapa untuk menemui Hana aja sulit? Memangnya sepenting apa sih, Hana itu? Heran deh." Gerutu Almira dengan sangat emosi.
"Sabar dong sayang.. banyak cara kok.. untuk menghancurkan Hana.." Ucap Alex menenangkan.
"Sabar? Bagaimana Saya bisa sabar, kalau hanya untuk bertemu Hana saja tidak bisa.. Apa iya, rencana ini akan berhasil?" Ucap Almira kesal.
"Sayang.. kamu sabar dong.. cara itu banyak.. ga hanya satu.." Ucap Alex.
"Apa kamu punya cara lain?" Tanya Almira.
__ADS_1
"Ya, pastinya punya lah.. seorang Alex punya seribu cara untuk mendapatkan apa yang Aku mau.." Ucap Alex.
"Caranya bagaimana?" Tanya Almira.
"Sayang.. gini deh.. siapa sih yang ga tau dengan Hana? Semua orang pasti mengenal Hana. Dan siapa sih orang yang ga iri dengan keberhasilan Hana? Pasti semuanya iri padanya. Aku yakin, dibalik perusahaan Hana yang maju pesat, ada perusahaan lain yang merasa tersaingi oleh Hana." Ujar Alex.
"Lalu?" Tanya Almira untuk rencana Alex.
"Kita cari tau perusahaan yang membenci perusahaan Hana. Lalu kita ajak kerjasama mereka untuk menghancurkan Hana.." Ucap Alex. Almira tersenyum licik dan menyetujui ide Alex.
"Benar juga apa kata kamu.. duh.. suamiku memang pintar ya.. ga salah pilih suami ternyata Aku.." Ucap Almira. Almira pun bersandar di pundak Alex.
...****************...
Keesokan harinya, Hanum kembali lagi ke kantor Hana. Hanum berangkat lebih awal agar dapat bertemu dengan Hana. Tak lama, Hanum melihat Hana datang. Tampak mobil Hana sedang diparkirkan di tempat parkir.
Hanum segera berlari menghampiri Hana.
Hana mulai membuka pintu mobil. Dan mulai turun dari mobil. Hana melihat Hanum yang sedang berdiri di dekat pintu mobilnya Hana.
"Ibu Hanum? Ngapain disini?" Tanya Hana. Hanum hanya diam menunduk. Kemudian, Hanum berlutut tiba-tiba di depan Hana. Hana terkejut melihat tingkah Hanum.
"Loh.. ibu Hanum, ngapain begini bu?" Tanya Hana heran sembari membungkukkan badannya karena tidak enak dengan sikap Hanum.
"Maafkan Saya Hana.. Saya sudah jahat sama kamu.. Saya menyesal telah menyakiti kamu.." Ucap Hanum.
"Ibu Hanum berdiri dulu ya.. jangan begini.." Ucap Hana sembari ingin membantu Hanum berdiri.
"Tidak Hana.. Saya tidak akan berdiri sebelum kamu memaafkan Saya.." Ujar Hanum. Hana menggelengkan kepala dan berkata.
"Iya, sudah Ibu Hanum.. Saya sudah memaafkan Ibu Hanum berdiri ya?" Ujar Hana. Hanum pun berdiri, dan menundukkan kepala.
"Terimakasih Hana.. sudah memaafkan Saya.." Ucapnya.
"Iya Ibu.. sama-sama.." Ucapnya.
__ADS_1
"Hana.. Apa disini ada lowongan pekerjaan? Kalau boleh Saya pengen bekerja disini.. jujur Hana, sekarang Saya sudah jatuh miskin.. saya benar-benar sudah tidak punya apa-apa lagi.. Saya butuh pekerjaan untuk biaya hidup Saya.. Saya minta tolong sama kamu.. tolong kasih Saya sebuah pekerjaan.. pekerjaan apa pun itu akan Saya lakukan.." Ucap Hanum. Mendengar Hanum membutuhkan pekerjaan, Hana pun mengernyitkan dahinya.