
Hanum pun langsung pergi karena merasa kesal. Iya menggerutu sepanjang jalan karena tidak ada yang membela dirinya.
Adi pun meminta maaf terhadap Hana karena iya merasa tidak enak. Hana pun dapat mengerti sikap mertuanya.
"Hana.. maafkan Ibu mertuamu ya.. Ibu mertuamu memang seperti itu.. Papa harap kamu tidak marah ya nak?" Tutur Adi. Hana pun tersenyum dengan perkataan mertuanya. Lalu Hana menjawab dengan jawaban yang lembut.
"Iya pa.. siapa juga yang marah.. Aku ngerti kok.." Ujar Hana dengan lembut.
"Terimakasih Hana.. kamu sudah mau mengerti Ibu mertua kamu.. Kamu jangan khawatir ya nak.. papa akan selalu membela kamu.." Ucap Adi. Hana lagi-lagi tersenyum.
"Iya pa.. terimakasih ya.." Ucap Hana.
...****************...
Seorang perempuan yang masih muda, dengan membawa tas pakaian sedang melihat bangunan rumah Rendra. Perempuan itu tampak takjub dengan bangunan rumah Rendra yang bak istana.
"Wah.. ternyata ini toh rumah majikan Aku yang baru.. waduh.. gede tenan.. Cara masuknya lewat mana ya?" Tanya perempuan itu kepada dirinya sendiri. Lalu perempuan itu melihat sebuah bel rumah di depan gerbang. Dan iya pun langsung memencet bel itu.
Tak lama, satpam rumah pun datang dan segera berlari ke gerbang. Satpam itu sudah mengerti kalau Rendra sedang mencari pembantu.
"Mbaknya yang di utus sama mas Rendra kan? Untuk kerja di sini?" Tanya satpam itu.
"Oh.. iya Pak.. saya yang pembantu baru itu.." Tutur perempuan itu. Kemudian, Satpam itu pun menyuruh masuk pembantu baru itu. Dan iya pun langsung masuk ke dalam rumah Rendra. Pembantu itu pun melihat sekeliling ruangan rumah.
Hanum pun memandang heran wanita itu. Kemudian, Hanum pun bertanya kepada perempuan itu.
"Siapa kamu?" Tanya Hanum. Perempuan itu terkejut mendengar suara Hanum.
"Saya pembantu baru di rumah ini bu.. saya di utus tuan Rendra disini.." Ujar pembantu itu.
"Oh.. jadi kamu pembantu baru itu?" Tanya Hanum. Perempuan itu pun mengangguk.
"Iya bu.." Jawabnya.
"Siapa nama kamu?" Tanya Hanum lagi.
"Nama saya Almira bu.." Jawabnya. Hanum pun mengangguk- angguk. Iya pun memandang Almira dari atas hingga bawah.
"Ini cewek cantik juga. . bodynya juga ok.. kulitnya bersih." Gumam Hanum.
__ADS_1
"Kamu tau kan apa yang harus kamu kerjakan di rumah ini?" Tanya Hanum. Almira pun mengangguk.
"Iya, saya tau bu..." Jawabnya.
"Bagus! Tapi, saya ga mau.. jika ada orang yang berpenampilan kampungan di rumah saya. Saya mau penampilan kamu lebih modis." Ujar Hanum. Almira pun mengangguk tanda mengiyakan perkataan Hanum
"Baik bu.." Jawab Almira.
"Oh iya satu lagi. Karena menantu saya sedang sakit, kamu harus bisa mengurus segala keperluan anak saya.. paham?" Ujar Hanum. Almira pun mengangguk lagi. Hanum pun mengantar Almira ke kamarnya. Yaitu kamar pembantu.
"Ingat ya Almira.. kamu harus merubah penampilan kamu besok." Ujar Hanum. Almira pun mengangguk lagi dengan perintah Hanum.
...****************...
Malam harinya, Almira pun mulai menyiapkan makan malam untuk keluarga Adi. Sesuai perintah, Almira pun sedikit merubah penampilannya. Iya merias wajahnya lebih natural. Hanum pun memperhatikan penampilan Almira yang sedang menyiapkan makan malam di meja. Hanum tersenyum dengan penampilan Almira.
"Gadis ini, sangat cantik.. padahal dia hanya merias wajahnya biasa saja. tapi, sudah kelihatan cantik dan rapi. Kalau Aku permak dikit penampilan dia, pasti lebih oke.. Aku akan bawa dia ke salon besok.." Gumam Hanum. Almira pun berbalik badan dan terkejut lagi melihat Hanum yang tiba-tiba berdiri di belakangnya.
"Eh.. ibu.. makan malamnya sudah siap bu.." Ujar Almira. Hanum pun mengangguk.
"Kita tunggu anak saya untuk makan malam.." Ujar Hanum. Tak lama, Rendra pun datang. Hanum pun menyuruh Almira untuk membukakan pintu untuk Rendra.
"Kamu siapa?" Tanya Rendra.
"Dia ini kan pembantu baru kita Rendra.. bukannya kamu sendiri ya.. yang mengutus dia?" Tanya Hanum. Dan Rendra pun lupa dengan pesannya.
"Oh iya.. Aku lupa.. nama kamu siapa?" Tanya Rendra.
"Nama saya Almira pak.." Jawab Almira. Rendra memandang Almira dari bawah sampai ke atas. Rendra tertegun dengan kecantikan Almira.
"Oh.. iya.. saya Rendra.." Jawab Rendra. Almira pun terkejut melihat Rendra.
" Oh.. jadi ini majikan saya hari ini.. Wah.. ternyata pak Rendra cakep banget.. Aku jadi tidak bisa berpaling dari ketampanan pak Rendra.. Udah ganteng, tajir lagi. Beruntung banget yang jadi istrinya pak Rendra.." Gumam Almira. Almira sempat terpesona dengan ketampanan Rendra.
Keluarga Adi pun mulai makan malam. Rendra pun menyuruh Almira untuk membawakan makan malam di kamar untuk istrinya.
"Almira.. kamu bawakan makan malam untuk istri saya ya?" Ujar Rendra. Almira pun mengangguk.
"Baik Pak.." Jawab Almira. Almira pun mulai membawakan makanan untuk Hana ke kamarnya. Hanum pun menghela nafas kesal. Kemudian Hanum pun berkata.
__ADS_1
"Kenapa sih, apa-apa harus diambilkan, diantarkan.. memangnya dia ga bisa mengambil sendiri makanannya?" Sungut Hanum.
"Hana itu lagi sakit ma.. jadi wajar kalau makanannya di antar ke kamar.." Ujar Rendra membela istrinya. Almira merasa sedikit iri terhadap Hana. Karena Hana dibela oleh suaminya.
"Ya, ampun.. mbak Hana beruntung banget sih.. punya suami kayak mas Rendra.. Aku juga pengen punya suami paket lengkap.." Gumam Almira.
Sementara Hanum hanya memainkan bola matanya ke atas. Dan Hanum pun tidak dapat menjawab perkataan Rendra. Almira pun mulai membawakan makanan untuk Hana.
Sesampainya di kamar Hana, Almira pun menaruh makanan itu di laci kamar. Dan mempersilahkan Hana untuk makan. Hana pun tersenyum kepada Almira.
"Kamu pembantu baru ya?" Tanya Hana.
Almira pun mengangguk.
"Iya mbak.. Mbak Hana makan ya.. biar cepat sehat.." Ujar Almira.
"Iya.. Terimakasih ya.. oh iya, nama kamu siapa?" Tanya Hana.
"Saya Almira bu.." Ucap Almira.
"Nama kamu cantik.. sesuai dengan orangnya juga cantik.." Puji Hana.
"Ah.. mbak Hana bisa saja.." Kata Almira. Tersipu malu saat Hana memujinya. Kemudian, Almira pun pamit untuk keluar. Almira pun pergi ke kamarnya. Almira ingin istirahat.
Tak lama, Rendra datang dan langsung masuk ke kamar Almira. Almira sangat terkejut. Karena tiba-tiba Rendra masuk ke kamarnya. Dan Rendra pun langsung mengunci pintu kamar Almira.
"A-ada apa mas?" Tanya Almira. Rendra menatap Almira lebih dalam.
"Almira.. kamu sangat cantik. Almira.. apakah kamu ingin Aku bayar lebih mahal?" Tanya Rendra.
"Iya, saya mau lah pak.. namanya rejeki tidak boleh ditolak.." Jawab Almira.
"Almira.. kalau kamu ingin dibayar mahal, kamu bukan hanya menjadi pembantu di rumah ini.." Ujar Rendra.
"Maksud bapak?" Tanya Almira.
"Almira.. maukah kamu menjadi wanita simpanan Aku? Almira.. Aku ingin kamu menjadi pemuas hasrat Aku..Karena Aku sangat menginginkan itu.. Berhubung istriku lagi hamil.. Aku ingin melakukan sebuah pelepasan hasrat." Ujar Rendra.
"Tapi mas, kalau Aku hamil bagaimana?" Tanya Almira khawatir.
__ADS_1
"Almira.. kamu ga akan hamil.. karena Aku akan menggunakan pengaman. Apa iya.. kamu tidak tertarik dengan ketampanan Aku?" Goda Rendra. Almira pun menelan ludah. Di satu sisi iya juga butuh uang banyak. Dan iya juga terpesona dengan ketampanan Rendra. Almira pun akhirnya mengangguk.