
"Apa-apaan ini! Kenapa pemasukan bulan ini bisa menurun drastis?" Seru Hanum yang marah-marah kepada karyawan penting di kantornya. Mereka hanya menunduk diam tidak berani menjawab. Hanum menatap mereka satu persatu.
"Kenapa kalian diam saja? Jawab!" Seru Hanum lagi. Salah satu diantara mereka pun akhirnya menjawab pertanyaan amarah Hanum.
"Maaf Bu.. memang akhir-akhir ini produk perusahaan sedang mengalami penurunan drastis bu.. Karena menurut informasi yang kami dapat, pelanggan merasa kecewa dan dirugikan oleh perusahaan Bu.." Ucap salah satu dari mereka.
"Apa, merasa di rugikan? Kenapa bisa?" Tanya Hanum tidak yakin.
"Benar Bu.. pelanggan merasa dirugikan, tidak hanya beberapa.. tapi banyak pelanggan yang pindah dari produk kita Bu.. Menurut mereka, Adik group sudah tidak bisa lagi mengutamakan kualitas bahan. Sehingga mereka merasa sangat dirugikan." Ujarnya lagi.
"Ga mungkin perusahaan tidak mengutamakan bahan. Perusahaan selalu menggunakan bahan-bahan yang berkualitas, bahan pilihan. Kenapa bisa begini?" Ujar Hanum.
"Antar saya ke gudang sekarang!" Perintah Hanum lagi. Hanum pun pergi ke gudang untuk mengecek produk yang sudah di packing dus. Hanum terkejut melihat produknya sudah numpuk di gudang.
"Kenapa barang-barang ini belum dikeluarkan?" Ujar Hanum kesal.
"Maaf Bu.. banyak pelanggan yang mengembalikan barang-barang ini. Dan sekarang ini tidak ada peminat. Bahkan permintaan konsumen pun tidak ada Bu." Ujar karyawan. Hanum hanya menggelengkan kepala dan tetap menyalahkan mereka.
"Kalian memang tidak becus dalam bekerja. Harusnya kalian itu lebih giat lagi. Dan lebih kreatif lagi dalam memasarkan suatu produk.. Pokoknya saya ga mau tau, barang-barang ini harus habis terjual. Entah bagaimana pun caranya. Saya kasih waktu sampai besok, kalau sampai besok produk ini ga habis, Gaji kalian akan saya tahan. Paham kalian?" Ancam Hanum. Mereka hanya diam dan menunduk saja. Hanum pun pergi dari hadapan mereka. Mereka pun saling pandang satu sama lain.
"Wah, gawat.. kalau gaji bulan ini sampai ditahan.. Bisa ga makan keluargaku selama satu bulan.." Ujar salah satunya.
"Mana cicilan motor belum lunas lagi, belum lagi susu anak.." Kata karyawan yang satunya.
.
.
Hanum tidak main-main dengan ucapannya. Hanum benar-benar menahan gaji karyawan karena produknya belum laku di pasaran. Banyak karyawan yang mengeluh dengan sikap Hanum.
"Ibu Hanum jahat banget ya.. ga kaya pak Adhi dulu.." Ujar karyawannya.
"Iya nih.. dulu perusahaan ini juga pernah bermasalah.. tapi, Pak Adi tetap mengusahakan gaji karyawan. Tapi ini, Ibu Hanum malah menahannya. Padahal gaji itu adalah hak kami para karyawan." Ujar yang satunya lagi.
"Kita ga bisa diam terus seperti ini, kita harus tegas.. bagaimana pun gaji itu adalah hak kami.. sudah menjadi kewajiban bos untuk membayarnya.. lagian selama ini kita bekerja tidak cuma-cuma.." Ujar yang satu lagi.
__ADS_1
"Benar nih.. bagaimana kalau kita melakukan protes kepada Ibu Hanum? Biar ada efek jera.. lagian kita ga sendiri kan, ga mungkin juga Ibu Hanum memecat kita semua.." Ucap karyawan yang satu lagi memberikan solusi.
"Iya, itu benar.. lagian itu adalah kesalahan Ibu Hanum sendiri.. Udah jelas-jelas Almira itu belum berpengalaman di bidang bisnis.. masih aja dipercaya.." Ucap yang satu lagi.
Mereka pun sepakat melakukan demo kepada Hanum. Mereka menuntut gaji mereka yang ditahan oleh Hanum.
.
.
"Turunkan gaji kami! Turunkan gaji kami! Bagikan hak kami!" Seru para karyawan. Satpam yang mencoba menenangkan para karyawan pun menjadi kewalahan.
"Tenang, tenang.." Seru satpam kantor.
"Aduh.. gimana ini? Kita harus segera menghubungi Ibu Hanum." Ujar satpam itu. Dan satpam pun menghubungi Hanum.
"Ada apa sih? Ganggu orang sarapan saja!" Ujar Hanum kesal.
"Gawat Bu, gawat!" Kata satpam itu.
"Gawat kenapa? Kalau ngomong jangan setengah-setengah, yang jelas.." Kata Hanum kesal.
"Berdemo? Kenapa bisa? Jangan ngaco kamu.. Mana berani mereka berdemo?" Ucap Hanum.
"Aduh.. kalau ga percaya, mending Ibu cepetan kesini ya Bu.. saya sudah kewalahan menghadapi mereka.." Ujar satpam tersebut. Hanum pun segera pergi ke kantornya.
.
.
Sesampainya di kantor, ternyata benar apa yang dikatakan oleh satpamnya itu. semua karyawan kantor berdemo meminta gajinya untuk segera dicairkan. Hanum terkejut dengan kejadian itu. Dia pun segera menghampiri karyawannya.
"Apa-apaan ini? Kenapa kalian seperti ini? Kalian ga ada etika apa? Berani-beraninya demo di depan kantor saya.." Seru Hanum kesal.
"Bu.. memang kami ga ada etika, tapi maaf Ibu Hanum lebih tidak punya etika lagi dibanding kami." Ujar salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Iya benar Bu.. Ibu Hanum tidak memberikan hak kami. Gaji itu adalah hak kami Bu..." Seru yang satu lagi.
"Hahaha.. kalian mau minta gaji? Saya kan audah bilang, saya tidak akan memberikan kalian upah sepersen pun kepada kalian, selama produk itu belum laku.." Tegur Hanum lagi.
"Bu.. kami tau, omset kali ini sedang merosot parah. Dan konsumen pun tidak ada yang berminat untuk membeli. Tapi Bu, selama ini kami sudah bekerja sesuai peraturan, sesuai apa yang diperintahkan oleh Ibu Hanum. Meskipun produk perusahaan tidak ada yang membeli, tapi Ibu Hanum tetap punya kewajiban untuk membayar hak kami.." Ujar salah satu dari mereka.
"Enak aja kalian minta gaji. Pokoknya saya tidak mau memberi gaji itu. Paham kalian?" Ucap Hanum tidak mau kalah.
"Oh, jadi Ibu Hanum tidak ingin memberikan hak kami? Baiklah kalau begitu Bu.. kami semua akan berhenti bekerja dari perusahaan ini, sekarang juga!" Ujar salah satu karyawan mewakili karyawan yang lain.
Hanum terlihat melotot dengan ancaman balik dari karyawan. Sempat panik, namun Hanum pintar menyimpan kepanikan nya. Hanum berlagak tenang menghadapi para karyawannya.
"Hahaha.. jadi, kalian mau berhenti kerja disini? Silahkan kalian berhenti kerja dari sini. Toh saya tidak butuh kalian. Masih banyak yang butuh pekerjaan dan mau kerja disini.. Apa kalian lupa? Kalau perusahaan ini merupakan perusahaan terbesar nomor 3 di negara ini? Kalau kalian mau berhenti, silahkan saja berhenti." Ujar Hanum dengan sombongnya.
"Dasar bos sombong! Kawan-kawan ayo kita bubar dan berhenti dari pekerjaan ini!" Ucap salah satu dari mereka.
Akhirnya para karyawan kantor pun bubar. Dan mereka juga meletakkan surat pengunduran diri mereka satu persatu di depan Hanum. Hanum hanya tertegun dengan keberanian mereka. Hanum pikir, mereka akan berubah pikiran. Ternyata omongan mereka tidak main-main.
Hanum pun masuk ke dalam kantor dengan wajah yang muram. Satpam dan juga beberapa orang penting lainnya tidak berani menatap Hanum.
"Argh.. sial! Hancur semuanya, Kenapa bisa jadi begini sih?" Serunya sambil marah-marah sendiri.
"Aku harus bagaimana sekarang?" Ucap Hanum lagi.
"Maaf Bu.. ini tadi ada debkolektor yang datang ke sini juga untuk menagih cicilan bulanan Bu.." Ujar sekertaris Hanum. Hanum pun melihat isi surat tagihan itu. Hanum terkejut saat melihat isi tagihan bank yang sudah nunggak tiga bulan.
"Apa? Kenapa bisa nunggak selama tiga bulan? Padahal saya rutin membayarnya tiap bulan." Ujar Hanum heran. Sekertaris Hanum hanya bisa diam. Karena iya juga tidak tau menahu soal masalahnya.
"Loli, sekarang kamu hubungi bagian keuangan untuk membayar tunggakan selama tiga bulan!" Perintah Hanum.
"Baik Bu.." Jawab Loli. Dan Loli pun menjalankan apa yang diperintahkan oleh Hanum. Tak lama, Loli kembali lagi dan menyampaikan sesuatu yang tidak enak kepada Hanum.
"Maaf Bu.. saya dapat kabar, bahwa uang perusahaan zong Bu.." Ucap Loli.
"Zong bagaimana?" Tanya Hanum tidak mengerti.
__ADS_1
"Uang perusahaan sudah terkuras habis Bu.. ga ada sisa sama sekali.." Ungkap sekertaris itu.
"Apa? Kenapa bisa?" Ujar Hanum heran.