
Sesampainya di rumah, Rendra pun menyarankan istrinya agar menjaga kandungannya dengan baik.
"Ingat ya sayang.. kamu ga boleh terlalu capek, dan istirahat yang cukup." Ujar Rendra sembari memapah istrinya.
"Iya sayang.." Jawab Hana.
Hanum dan Adi pun sudah menunggu mereka di ruang tamu. Melihat mereka datang, Hanum pun langsung bertanya kepada mereka.
"Bagaimana hasil cek up hari ini?" Tanya Hanum. Rendra dan Hana pun saling pandang. Meskipun merasa lemas, tapi Hana masih bisa tersenyum. Hanum pun bertanya lagi.
"Hah, sudah mama tebak.. kalau Hana itu cuma sakit biasa aja kan? Apa mama bilang, ga usah buang-buang duit kalau hanya untuk sakit biasa.." Sungut Hanum. Rendra dan Hana pun tersenyum kemudian menjawab perkataan Hanum.
"Hana sedang hamil ma.." Jawab Rendra. Mendengar ini, Adi pun langsung berdiri. Iya tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Rendra.
"Apa? Hamil? Kalian ga sedang berbohong kan?" Ujar Adi. Rendra dan Hana pun langsung mengangguk dan menjawab pertanyaan papanya.
"Iya benar pa.. Kami tidak sedang berbohong.. ini dokter sendiri yang menyatakan.." Jawab Rendra.
"Alhamdulillah... akhirnya, papa punya cucu.." Ujar Adi.
"Jadi kamu sedang hamil Hana?" Tanya Hanum sekali lagi.
" Iya ma.. Aku sedang hamil.." Ujar Hana.
"Tapi, tetap aja ya Hana.. meskipun kamu sedang hamil, kamu ga boleh malas-malasan." Sungut Hanum.
"Ya, ampun ma.. Hana itu lagi hamil, liat itu wajahnya.. dia kelihatan pucat dan lemas.. mama kan juga mengalami hal yang sama dulu waktu hamil Rendra.." Ujar Adi. Kemudian, Rendra pun pamit kepada kedua orang tuanya untuk ke kamar.
"Oh iya.. ma, pa.. kami ke kamar dulu ya.." Ujar Rendra sembari memapah Hana.
Sesampainya di kamar, Rendra pun membantu Hana untuk berbaring. Rendra sangat bahagia karena sebentar lagi mereka akan memiliki seorang bayi.
"Pokoknya, kamu ga boleh capek ya? Urusan rumah, Aku akan bayar pembantu.. yang penting kamu tetap istirahat.." Ujar Rendra.
__ADS_1
"Iya sayang.. terimakasih ya.. kamu sudah pengertian.." Ucap Hana.
.
.
"Apa? Mau bayar pembantu? Hei, kalau bisa dilakukan sendiri kenapa harus pakai pembantu?" Ujar Hanum tidak setuju.
"Ma.. kalau ga sewa pembantu siapa yang mau beres-beres rumah dan masak untuk kita?" Tanya Adi suami Hanum.
"Kan ada Hana.. memangnya dia mau ngapain kalau ga bersih-bersih rumah? Mau enak-enakan gitu?" Tutur Hanum.
"Hana itu lagi ga sakit ma.. apalagi dia sedang hamil.. jadi ga boleh terlalu capek.." Ucap Rendra.
"Iya ma.. mama kayak ga pernah hamil aja.." Ujar Adi suaminya.
"Aku lebih dulu merasakan hamil daripada Hana.. Aku dulu oke-oke aja.. kok.. gak manja begini.." Ujar Hanum membandingkan dengan dirinya.
"Ma.. orang hami itu beda-beda.. ga semua orang hamil itu sama.. keadaan Hana sekarang ini sedang lemah ma.. apalagi kandungannya masih muda.. itu saran dokter, Hana ga boleh terlalu capek.." Ucap Rendra. Hanum pun membuang nafas kasar mendengar alasan itu.
"Rendra.. ga usah dengerin ucapan mama kamu. Mama kamu memang begitu orangnya. Kamu kan tau sendiri.." Ujar Adi papanya.
"Iya pa.. Rendra maklum kok.. mama memang seperti itu." Ujar Rendra.
"Syukurlah.. kalau kamu mau mengerti.. yang penting, kamu jaga istri kamu.. jangan sampai dia kelelahan.. Karena ini kan adalah cucu yang ditunggu-tunggu.. papa ga sabar.. menunggu cucu papa lahir.." Ujar Adi papanya.
"Pa.. maunya papa pengen punya cucu laki-laki atau perempuan?" Tanya Rendra. Adi pun menjawab.
"Rendra.. cucu laki-laki atau pun perempuan sama saja.. sama-sama darah daging kamu.. keturunan papa juga.." Ucap Adi.
"Kalau seandainya cucu yang lahir adalah perempuan.. terus mama ga setuju bagaimana pa?" Tanya Rendra.
"Rendra.. cucu itu adalah keturunan.. dan anugerah dari tuhan.. jadi harus tetap disyukuri.. kalau masalah mama kamu.. ya mama kamu memang seperti itu.." Ujar Adi.
__ADS_1
"Iya pa.. terimakasih sudah mau mengerti Aku dan Hana.." Ucap Rendra.
"Iya Rendra.. sebagai orang tua tugas papa hanya mengingatkan kamu.." Ucap Rendra.
"Iya pa.. terimakasih papa sudah mau mengerti.." Ucap Rendra.
...****************...
Hanum langsung pergi ke kamar Hana. Hanum melihat Hana sedang beristirahat di kamarnya. Karena Hana memang merasa dirinya lemas. Kemudian, Hanum pun langsung menarik selimut Hana. Tentunya Hana merasa kaget.
"Heh Hana! Enak banget kamu ya.. jam segini masih tidur!" Sungut Hanum. Hana pun terkejut dengan perbuatan Hanum.
"Hana lagi lemes ma.. Hana pusing.." Ujar Hana lirih.
"Halah.. alasan aja kamu.. emang kamu pikir semua orang disini itu ga pusing mikirin kamu? Hah? Mending kamu bangun, masak, beres-beres rumah.. Ingat ya Hana, disini itu ga ada yang gratis, ga ada yang boleh malas-malasan. semua orang itu kerja disini.." Kata Hanum ketus.
"Tapi Aku lagi pusing ma.." Ujar Hana dengan suara lemas. Lalu, Adi mendengar suara ribut-ribut di kamar Hana. Adi pun segera pergi ke kamar Hana. Dan Adi terkejut ketika melihat istrinya sedang memarahi Hana.
"Sudah ma.. Hana lagi sakit.. Kenapa mama marahi Hana seperti ini ma?" Tanya Adi.
"Mama ga suka kalau orang yang manja di rumah ini. Mama itu lagi mendidik Hana supaya ga malas.. salah?" Sungut Hanum.
"Ma.. ngertiin kondisi Hana kenapa sih ma? Hana itu lagi sakit, liat itu, Hana lemes begitu. Mending mama keluar dari sini, dan jangan pernah ganggu Hana." Kata Adi sembari menarik tangan Hanum. Adi merasa dongkol dengan kelakuan istrinya. Hanum pun memberontak meminta untuk dilepas. Sampai-sampai Hanum melepas genggaman Adi dengan sekuat tenaga.
"Lepaskan!" Ujar Hanum sembari mengibaskan tangannya karena masih sakit dengan genggaman Adi. Dan Hanum pun berkata lagi.
"Kamu itu apa-apaan si mas? Kenapa si kamu larang Aku untuk memarahi anak itu?" Tanya Hanum jengkel.
"Ma.. punya perasaan ga sih? Mama itu juga perempuan, dan mama juga pernah melewati masa-masa seperti Hana. Harusnya mama mengerti keadaan Hana. Hana itu lagi lemah, iya juga lagi mengandung cucu kita.. Dan Han itu ga boleh capek, apa mama ga takut terjadi apa-apa sama Hana, dan calon cucu kita?" Ujar Adi.
"Pa.. dulu waktu mama hamil Rendra, ga manja kayak gitu kok.. Aku aja yang keturunan konglomerat, ga manja.. lah ini, cuma keturunan orang biasa aja manjanya minta ampun.." Ucap Hanum.
"Kondisi setiap orang itu ga sama ma.. jangan samakan kondisi mama dengan Hana.." Tutur Adi.
__ADS_1
"Halah.. bilang aja kalau manja.." Ujar Hanum.