
Almira pun merasa senang karena Rendra menuruti keinginannya. Dan Almira pun mengucapkan terimakasih kepada Rendra.
"Terimakasih ya sayang.. kamu sudah mau menuruti apa yang Aku mau.." Ucap Almira.
"Oh.. jelas dong sayang.. yang penting kamu mau tetap menjadi simpanan Aku.. karena kamu itu sangat bergairah.." Ujar Rendra.
"Oh tentu dong sayang.." Ucap Almira. Dan mereka pun segera memasang pakaiannya. Rendra pun pamit untuk kembali ke kantor. Sebelum Rendra pergi, terlebih dahulu Rendra mengecup kening Almira.
Sebenarnya, Almira ingin tetap tinggal di rumah yang baru dibelinya itu. Namun, iya tidak bisa lama-lama tinggal disitu. Karena Almira harus ke rumah Rendra sebagai pembantu.
"Andai saja.. Aku bisa keluar dari rumah itu, Aku pasti akan bebas tinggal di sini dan menikmati rumah yang mewah ini.." Ucap Almira kepada dirinya sendiri. Dan iya pun akhirnya berkata lagi.
"Aku sudah ga betah tinggal di sana.. karena harus menjadi pembantu. Tapi, Aku harus mencari cara agar Aku bisa keluar dari rumah Rendra. Dan tinggal disini.. Ok.. nanti Aku akan berbicara dengan Rendra tentang hal ini.." Ucap Almira.
.
.
.
Sesampainya di rumah, Almira pun kepergok lagi dengan Hana. Hana tersenyum karena Almira sudah pulang.
"Almira.. kamu sudah pulang? Syukurlah kalau kamu sudah pulang.." Ucap Hana. Almira pun mengangguk.
"Iya mbak Hana.. maaf ya.. kalau saya telat.." Ucap Almira.
"Almira.. kamu pulang dengan selamat aja, Aku sudah senang.. yang Aku khawatirkan takut terjadi apa-apa sama kamu.. lagian, kamu ga telat kok.. Oh iya.. itu leher kamu kenapa? Kenapa merah begitu?" Tanya Hana yang tiba-tiba melihat tanda merah di leher Almira. Almira pun segera menutupi bagian lehernya yang merah dengan tangannya. Lalu Almira menepis semua kecurigaan Hana.
"Oh.. enggak apa-apa kok mbak.. ini cuma tergigit serangga tadi, soalnya kan Aku nunggu teman Aku dekat tong sampah.. jadinya ke gigit deh.." Jawab Almira. Hana pun mengangguk. Dan berpesan kepada Almira.
__ADS_1
"Makanya lain kali hati-hati ya.. serangga itu ada yang bahaya loh Almira.. jangan sampai tergigit dia kali ya.." Ucap Hana. Almira pun mengangguk dan mengucapkan terimakasih karena Hana sudah perhatian.
"Terimakasih ya mbak Hana.. mbak Hana jadi perhatian gini sama Aku.. kalau begitu, Aku pamit ke kamar dulu ya.. kalau ada apa-apa, mbak Hana tinggal panggil Aku aja.." Ujar Almira. Hana pun mengangguk dan mempersilahkan Almira.
Di kamar, Almira segera menutup pintu kamar. Iya pun langsung melihat dirinya ke sebuah kaca. Dan Almira terkejut. Ternyata, permainan bersama Rendra tadi menimbulkan bekas.
"Waduh.. sampai berbekas kayak gini.. kenapa Aku ga sadar ya.. untung aja mbak Hana tidak curiga.. tapi, masak iya sih mbak Hana sepolos itu? tapi, ga ada tampang curiga dari mbak Hana.. mbak Hana terlihat biasa-biasa saja.." pikir Almira.
...***************...
Rendra pun baru pulang kerja. Hana menyambut suaminya dengan penuh cinta. Dalam hati Rendra, Rendra merasa agak risih melihat keadaan Hana. Karena postur tubuh Hana sangatlah berubah. Hana tidak seperti dulu lagi. Meskipun Hana terlihat cantik, tapi tubuhnya mulai berubah. Namun, Rendra tetap berpura-pura mesra terhadap istrinya.
"Sayang.. baru pulang? Pasti kamu capek ya?" Ucap Hana.
"Iya sayang.. Aku capek banget hari ini.. pekerjaan di kantor sangat melelahkan.." Ucap Rendra.
"Oh iya.. sini Aku pijitin.. biar capek kamu hilang.." Ujar Hana penuh perhatian.
"Uh.. enak banget sayang.. terimakasih ya.. kamu mau pijitin Aku.." Ujar Rendra.
"Iya dong sayang.. Aku kan istri kamu.. gimana? Sudah mendingan capeknya?" Tanya Hana.
"Sudah dong sayang.. terimakasih ya.." Ujar Rendra.
"Ya, sudah.. sekarang kamu istirahat ya?" Ujar Hana. Rendra pun beristirahat. Hana pun membenarkan selimut untuk untuk suaminya.
...****************...
Pagi-pagi, Rendra terlihat sangat ga mood apalagi setiap hari melihat istrinya yang gendut. Hanya saja Rendra bisa tahan itu semua. Rendra pun akhirnya turun dan langsung ke meja makan. Melihat Almira yang sedang menyiapkan makanan, mood Rendra kembali bagus. Karena melihat body yang segar di depan matanya.
__ADS_1
Di tengah-tengah sarapan, Hanum pun melihat wajah anaknya yang tidak seperti biasanya. Rendra seperti itu karena yang segar tidak terlihat lagi. Dan yang terlihat adalah Hana ada di sampingnya.
"Rendra.. kamu kenapa sayang? Tidak seperti biasanya kamu seperti ini?" Tanya Hanum.
"Ga apa-apa kok ma.. cuma Renda lagi capek aja.." Ujar Rendra. Karena tidak percaya dengan ucapan Rendra.. akhirnya Hanum pun bertanya kepada Hana.
"Hana! Kamu apakan suami kamu?" Tanya Hanum sedikit ketus.
"Maksud mama?" Tanya Hana tidak mengerti.
"Kamu itu jadi istri tidak pengertian banget ya.. lihat itu wajah suami kamu terlihat lesu begitu! ini pasti karena kamu jadi istri kurang becus!" Ujar Hanum. Kemudian, Adi pun mencegah ocehan Hanum.
"Sudah ma.. cukup! Jangan salahkan Hana.. Hana itu ga tau apa-apa ma.. mama tanya saja sama Rendra.. Lagian Rendra bilang kalau dia sedang capek.." Ucap Adi.
"Iya.. mama tau kalau Rendra capek... tapi kan, sebagai istri harusnya mengerti. Bahwa Rendra itu capek, siapkan air hangat kek, atau apa kek.. bukannya malah enak-enak makan duduk manis disini.." Sungut Hanum.
"Ma.. Hana itu sedang hamil.." Ujar Adi.
"Halah.. bilang aja malas.. mama dulu hamil Rendra, ga gini-gini amat.. dikit-dikit alasan lagi hamil, dikit-dikit alasan lagi hamil..capek mama kalau begini terus.." Ujar Hanum. Hana pun hanya tertunduk. Iya bukannya tidak berani melawan ibu mertuanya. Hanya saja Hana tidak ingin berdebar dengan orang yang lebih tua darinya.
Adi pun menggelengkan kepala. Dan Rendra pun menyetop perdebatan mereka berdua. Rendra ingin, suasana makan kali ini sangatlah tenang. Dan mereka pun kembali makan dengan tenang.
Setelah selesai makan, Adi pun menghampiri menantunya itu. Dan Adi meminta maaf kepada Hana atas sikap mertuanya yang tidak enak.
"Hana.. atas nama ibu mertua kamu papa minta maaf ya.. Selama ini, Ibu mertua kamu tidak pernah bersikap baik sama kamu.." Ucap Adi. Hana pun tersenyum.
"Iya, pa.. Aku ngerti kok.. Aku ga pernah punya niatan dendam ataupun memasukkan sikap mertua ke dalam hati.. karena Aku tau, kalau sebenarnya mama itu orang baik.." Ucap Hana.
"Terimakasih Hana.. Hana.. papa minta.. kamu jaga Rendra ya.. apa pun nanti yang akan terjadi, jangan pernah tinggalin Rendra.. Karena papa yakin, kamu adalah istri yang baik untuk Rendra.." Ujar Adi.
__ADS_1
"Iya pa.. insha Allah.. apapun keadaannya.. saya akan tetap ada di samping mas Rendra.. asal mas Rendra tetap setia sama Aku.. tapi, satu yang ga bisa Aku maafkan pa.. kalau mas Rendra selingkuh dari Aku, terpaksa Aku akan tinggalkan mas Rendra.." Ucap Hana