
Ternyata ketakutan Rendra menjadi kenyataan. Almira memperlakukan Hanum dengan seenaknya. Almira memperlakukan Hanum layaknya pembantu. Hanum dilarang makan sebelum menyelesaikan pekerjaan rumah. Sementara Almira dan suaminya Alex malah enak-enak makan dan membuat Hanum menelan ludah.
Melihat itu, Alex menjadi risih. Alex tidak suka dengan ketika iya dilihatin seperti itu. Alex pun memberikan kode kepada Almira. Bahwa Hanum sedang melihat mereka makan. Almira menoleh kepada Hanum dan langsung menggertak Hanum. hingga Hanum menjadi kaget.
"Heh, Babu! Ngapain kamu disitu? Suami Aku ga suka diliatin begitu! Sana pergi! Ganggu orang lagi makan aja!" Sungut Almira. Hanum yang sedari tadi belum mengisi perutnya, iya pun menyampaikan bahwa ita sedang lapar.
"Saya lapar Almira.. apa boleh saya makan?" Ucap Hanum.
"Makan? Kerjaan kamu sudah selesai belum?" Tanya Almira. Hanum menggelengkan kepala. Almira membuang nafas kesal dan berkata.
"Hedeh.. kerjaan belum beres Udah minta makan! Lalu gunanya kamu disini apa? Kamu pikir, semua makanan disini didapatkan secara gratis gitu? Sudah numpang tinggal, numpang makan.. seenaknya lagi, minta-minta makan.. Sudah sana kerjain dulu pekerjaan kamu!" Sungut Almira.
"Iya Saya kerjakan Almira.. tapi ijinkan saya makan dulu.. biar ada tenaga.. saya sangat lapar sekali.." Rengek Hanum.
"Kamu ikuti perintah saya, atau kamu pergi dari sini!" Gertak Almira lagi. Hanum sangat terkejut mendengar ancaman Almira. Iya pun mengikuti apa yang Almira katakan.
"Ba-baik Almira.." Jawabnya. Hanum pun langsung melanjutkan bersih-bersih. Almira tersenyum sembari mengangkat ujung bibirnya yang sebelah.
"Sayang.. btw, kasian juga lo.. si Hanum.. dari tadi dia belum makan.. pasti lapar.." Ujar Alex.
"Ya, biarin saja.. kalau mau tinggal sama Aku ya, berati harus menerima konsekuensinya.. lagian Hanum itu juga ga berguna disini.." Ucap Almira.
"Siapa bilang, ga berguna sayang.. justru Hanum itu sangat berguna buat kita.." Ujar Alex.
"Maksudnya?" Tanya Almira tidak mengerti sembari melipat kening. Alex pun membisikkan sesuatu ke telinga Almira. Almira mengangguk paham apa yang dikatakan Alex suaminya. Mereka tersenyum licik.
"Oh.. ok cemerlang juga ide kamu.. ternyata orang matre itu bisa juga dimanfaatkan.. Aku setuju sama kamu sayang.." Jawab Almira.
...****************...
Mendengar berita kesuksesan Hana, Almira menjadi iri dengan Hana. Kini perusahaan yang di tangani oleh Hana menjadi semakin maju dan besar. Perusahaan yang bangun oleh Hana sudah bisa dikatakan dapat menyamai perusahaan Ayahnya.
__ADS_1
Terlebih lagi perusahaan yang dibangun oleh Adi. Yang sekarang sudah di tangani oleh Hana juga semakin maju.
"Sial! Kenapa sih, Hana yang selalu menang? Kenapa dia selalu beruntung? Sementara perusahaan Aku cuma gitu-gitu aja.." Gerutu Almira. Sembari berkacak pinggang.
"Kenapa sih, marah-marah terus sayang?" Tanya Alex.
"Bagaimana Aku ga kesal, coba kamu liat ini!" Ujar Almira sembari memperlihatkan berita tentang keberhasilan Hana. Alex pun melihat berita itu.
"Kenapa kamu harus iri sih sayang? Sudah lah.. ga perlu iri.. apa kamu lupa dengan saran Aku tadi?" Tanya Alex. Almira pun mengingat tentang apa yang disarankan oleg Alex suaminya. Almira kini tersenyum licik dan berkata.
"Oh, iya ya.. Bener juga kamu sayang.. terimakasih ya sayangku.. Aku hampir aja lupa.." Ucap Almira sembari mengelus dagu suaminya.
Karena tidak terima dengan keberhasilan Hana, Almira pun berniat ingin menghancurkan Hana dan usahanya. iya akan memanfaatkan Hanum untuk menghancurkannya. Dan tentu saja hal ini tanpa merepotkan Almira. Karena rencana ini Hanum sendiri yang akan melakukannya.
"Aku tidak perlu mengotori tangan Aku untuk menghancurkan Hana. Kalau nantinya ada apa-apa, Hanum lah yang akan terkena imbasnya. Dan Aku aman. Seperti kata pepatah.. Sekali berenang, dua, tiga pulau terlampaui. Sekalian aja, menghancurkan Hana, dan Hanum di penjara.. Ah.. senang sekali hidupku.." Ucap Almira kegirangan.
.
.
"Kasihan juga wanita jahat itu.. dulu cara makannya saja elegan. Sekarang saja sudah seperti orang gembel. Cara makannya seperti itu.
" Ini adalah kesempatan emas bagiku." Ucap Almira. Almira pun menghampiri Hanum dan berdiri di depannya. Hanum pun menghentikan makannya dan mendongak ke atas melihat Almira. Terlihat wajah Almira yang tersenyum sinis kepadanya.
"Ada apa Almira?" Tanya Hanum.
"Ternyata hidup kamu sekarang lebih miris ya? Dulu Hanum yang terkenal kaya raya, sombong dan Angkuh, malah berubah 180 derajat." Even Almira.
"Kamu mau apa Almira?" Tanya Hanum.
"Saya cuma kasihan aja sama kamu.. karena Saya kasihan, Saya mau menawarkan sesuatu sama kamu Hanum.." Ucapnya.
__ADS_1
"Mau menawarkan apa Almira?" Tanya Hanum.
"Gampang.. sini Saya bisikin.." Ucap Almira sembari membisikkan sesuatu kepada Hanum. Almira tersenyum licik setelah berbisik dengan Hanum.
"Bagaimana? Apa kamu mau? Kalau kamu mau, saya akan bayar kamu.. dan tidak hanya itu.. kamu tidak akan lagi tidur di kamar yang kotor seperti ini.. Kamu akan tidur di kamar tamu.. dan kamu akan makan satu meja dengan saya.. Bagaimana Hanum? Apa kamu mau?" Ujar Almira menawarkan. Hanum pun terbelalak. Apa benar apa yang dikatakan Almira. Iya pun bertanya lagi.
"Benar kah, Almira? Apa kamu tidak berbohong? Kamu sedang tidak menipu Saya kan?" Tanya Hanum.
"Saya bukan orang munafik seperti kamu Hanum.." Jawab Almira.
"Baiklah Almira, Saya mau.. Saya tidak akan menolak tawaran kamu.. Memang saya juga benci terhadap Hana." Ungkapnya. Dengan ucapan Hanum ini, bisa Almira jadikan Senjata suatu saat nanti.
...****************...
Ternyata Hanum hanya dijadikan alat untuk menghancurkan Hana. Dan Almira tidak perlu repot-repot mengotorkan tangannya sendiri.
"Aku pikir, orang yang berpendidikan seperti Hanum, bisa berfikir panjang.. Dan tidak dapat ditipu.. ternyata, Aku salah.. kepintaran Hanum telah tertutup oleh sifat serakahnya.. Tapi, lumayanlah.. ga perlu bayar mahal untuk sewa orang lain.." Ujar Almira.
"Bagaimana sayang? Apa Hanum setuju dengan tawaran kamu?" Tanya Alex suami Almira.
"Ya, tentu mau dong sayang.. kamu kan, tau sendiri kalau Hanum itu mata duitan dan juga gengsian.. siapa sih, yang ga bisa baca pikiran orang seperti dia? Ga usah ditebak sayang.. sudah jelas-jelas jawabannya.. hahaha..." Ujar Almira tertawa lepas.
"Iya sayang.. Dan kita, ga perlu mengotori tangan kita sendiri.. jadi nantinya Hanum yang terkena imbasnya.." Ucap Alex.
.
.
Sementara Hanum, Hanum gembira riang menerima tawaran Almira. Hanum berfikir bahwa sebentar lagi Hanum akan hidup enak dan kaya lagi seperti dulu.
"Akhirnya.. memang ya, nasib orang kaya akan selalu kaya.. dan ga akan pernah miskin.." Ucap Hanum.
__ADS_1