
Mendengar ini, Adi pun langsung mengangguk paham. Dan Adi berharap Rendra tidak pernah menduakan Hana. Karena Adi sangat yakin, bahwa tidak ada perempuan lain yang seperti Hana.
"Iya Hana.. kalau masalah penghianatan itu terserah kamu.. kamu mau bertahan, atau tidak papa ga akan melarang kamu.. tapi, sebelum kamu meninggalkan Rendra, alangkah baiknya kalau kamu membicarakan hal ini dengan baik." Saran Adi.
"Iya pa.. saya paham!" Ucap Hana.
...****************...
9 bulan berlalu
Usia kandungan Hana sudah memasuki usia 9 bulan. Hana sudah mulai merasakan sebuah kontraksi palsu. Hana berjuang sendiri ketika masa hamil. Tak ada suami yang mendengar keluh kesahnya. disaat posisi tidak nyaman seperti ini, Hana mulai merasa ada yang aneh pada suaminya itu. Hana mulai merasakan perubahan terhadap suaminya.
Akhir-akhir ini Rendra sering pulang larut malam. Kadang Hana merasa lelah menunggu kepulangan sang suami. Hana mencoba untuk menghubungi suaminya. Namun, Rendra tidak mengabaikan panggilan Hana.
"Mas Rendra kemana sih? jam segini belum pulang juga.." Ujar Hana bertanya kepada dirinya sendiri. Hana mulai mencoba sekali lagi untuk menghubungi suaminya. Namun, tetap tidak ada jawaban dari suaminya.
Tak lama, terdengar suara mobil. Hana cepat-cepat melihat keluar. Ternyata benar, itu adalah suaminya. Hana merasa lega karena suaminya sudah pulang.
"Mas, kamu baru pulang?" Tanya Hana baik-baik.
"Kamu masih nanya? Ya, iyalah.. Aku ini lembur.. banyak kerjaan di kantor, Aku ini kerja.. demi kamu!" Ujar Rendra marah-marah.
"Ya, Aku kan cuma sekedar tanya aja mas.." Ucap Hana. Rendra pun menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Tanya? Kamu curiga, kalau Aku selingkuh? Iya? Pikiran kamu itu benar-benar negatif ya sekarang.." Tuduh Rendra.
"Ya, ampun mas.. Aku cuma tanya baik-baik loh.. siapa juga yang nuduh kamu selingkuh.. Aku ga ada pikiran kayak gitu loh mas.." Jawab Hana. Tiba-tiba Hanum pun datang dan melihat keributan mereka. Hanum pun bertanya.
"Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut? Kalian ini sudah dewasa.. sebentar lagi kalian akan punya anak.." Tegur Hanum.
"Bagaimana Aku ga marah-marah ma.. kalau Hana selalu menuduh Aku selingkuh.. Setiap pulang malam, Hana selalu curiga kepadaku. Padahal, Aku ini kerja ma.. Aku kerja buat keluarga Aku, buat Hana dengan calon anakku." Ucap Rendra mengadu yang bukan-bukan terhadap mamanya. Mendengar pengaduan Rendra, Hanum pun melotot ke arah Hana. Hanum langsung berjalan mendekati Hana. Dan Hanum langsung melayangkan sebuah tamparan di pipi Hana. Hana langsung meraba pipinya karena tamparan dari Hanum.
"Kurang ajar kamu ya, Hana! Tega sekali kamu menuduh anakku selingkuh. Rendra bukan laki-laki seperti itu Hana.. Makanya kalau kamu ingin tau bagaimana orang kerja, kamu juga harus kerja dong.. bukan malah enak-enakan tinggal diam di rumah.. kehamilan kamu itu, jangan kamu jadikan alasan. Dasar keturunan orang miskin.." Maki Hanum. Hana hanya menggelengkan kepala dengan ucapan mama mertuanya.
"Ma.. bukan begitu ma.. Aku cuma tanya aja sama mas Rendra, Aku ga pernah menuduh mas Rendra selingkuh.." Ujar Hana melakukan pembelaan.
"Halah! Ga usah ngeles kamu." Ucap Hanum.
"Sudah-sudah! Ga perlu ribut lagi, Aku itu capek pengen istirahat.. Aku capek baru pulang kerja.." Ujar Rendra emosi. Hanum pun langsung menghentikan ocehannya. Iya kemudian menoleh ke arah putranya.. Hanum merasa iba terhadap putranya yang pasti kelelahan. Hanum pun berkata.
"Mau kemana kamu?" Tanya Hanum ketus.
"Aku mau ke kamar juga ma.." Jawab Hana.
"Mau ngapain? Mau memarahi anak saya lagi? Kamu ini, ga ada harga dirinya jadi perempuan.. sudah tau anak saya capek kerja tapi mau kamu tuduh lagi. Sudah biarkan anakku istirahat. Lebih baik kamu tidur di sofa.. jangan ganggu anakku.." Sungut Hanum. Adi pun mendengar semua perkataan istrinya terhadap menantunya.
"Apa? Mama ini apa-apaan sih ma.. Hana itu lagi hamil, masak mama suruh Hana tidur di sofa? Jangan keterlaluan lah ma.." Tegur Adi.
__ADS_1
"Ya, biarkan saja.. Biar tau rasa, suruh siapa menuduh Rendra selingkuh.. Rendra pulang kerja malah dituduh selingkuh.." Ucap Hanum.
"Enggak pa.. Aku ga pernah menuduh mas Rendra selingkuh.. ini salah paham.." Ucap Hana melakukan pembelaan.
"Ga usah ngeles kamu ya, di depan suami saya.." Ujar Hanum lagi.
"Sudah ma cukup! Mama yang terlalu su'udzon dengan Hana.." Ujar Adi. Hanum merasa semakin jengkel karena suaminya malah membela Hana. Hanum pun langsung pergi tanpa berkata apa-apa.
"Hana, maafkan sikap istri saya ya.. kalau terlalu kasar sama kamu.. maaf kalau selama ini, rumah ini membuat kamu tidak nyaman.." Ujar Adi. Hana pun mengangguk.
"Iya pa.. ga apa-apa kok pa.. Aku mengerti.." Jawab Hana.
"Hana.. kenapa bisa istri saya berbicara seperti itu sama kamu? Apa betul Rendra selingkuh?" Tanya Adi khawatir.
"Bukan begitu pa... mas Rendra dan mama hanya salah paham aja.. Aku ga pernah menuduh mas Rendra itu selingkuh.. Aku hanya bertanya kepada mas Rendra, kenapa baru pulang.. gitu aja kok pa.. eh, mas Rendra malah su'udzon sama Aku, padahal Aku ga ada niatan menuduh dia selingkuh pa.. Dan tiba-tiba saja mama datang, dan mas Rendra mengadu yang bukan-bukan sama Aku.. Jadi, kayak gini deh jadinya.." Ungkap Hana.
"Jadi, ini semua salah paham? Hana, maafin suami dan ibu mertua kamu ya.. papa merasa bersalah sama kamu.." Ujar Adi.
"Iya pa.. tidak apa-apa.. namanya juga salah paham.. Papa tau sendiri kan, Aku pernah mengatakan apa? Kalau mas Rendra selingkuh, Aku akan pergi dari kehidupan mas Rendra. Dan Aku ga akan bertanya lagi.." Ujar Hana.
"Iya Hana.. papa paham.. dan papa percaya sama kamu.. kalau kamu adalah perempuan yang bukan banyak bicara.. tapi, kamu akan melakukan dengan tindakan.. Hana.. sekali lagi maafkan mama mertua kamu.." Ujar Adi merasa tidak enak hati.
"Iya pa.. ga apa-apa kok.. oh iya.. Hana ke kamar dulu ya pa.." Pamit Hana. Adi pun mengangguk dan mempersilahkan Hana. Hana pun mulai pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Hana melihat suaminya sudah terlelap tidur tanpa melepas sepatunya. Hana berjalan mendekati suaminya. Iya memandang wajah suaminya.
"Mas.. maafin Aku kalau Aku membuat kamu marah dan salah paham.. tapi, Aku tidak pernah menuduh kamu selingkuh mas.. kamu hanya salah paham.. Mas.. kamu capek ya.. Aku bisa melihat dari raut wajah kamu.. maafin Aku ya.. kalau perkataan Aku membuat kamu tersinggung? Asal kamu tau, Aku bertanya itu, karena Aku khawatir sama kamu mas.. Karena kamu pulang larut malam.. Aku takut terjadi apa-apa sama kamu.. itu yang Aku takutkan.. Semoga Allah selalu melindungi kamu ya mas.." Ucap Hana sembari mengelus kepala suaminya. Kemudian, Hana pun mencium kening suaminya. Dan setelah itu, Hana pun melepas sepatu Rendra secara perlahan. Agar Rendra tidak terbangun. Dan Hana pun menarik selimut untuk Rendra. Hana pun juga tidur di samping Rendra sembari memandang wajah Rendra. Kemudian, perlahan Hana menutup matanya.