Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu

Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu
Mengemis


__ADS_3

Hanum tidak tahan dengan keadaannya yang seperti ini. Dia tidak dapat move on deri keadaannya yang dulu. Jika dulu Hanum serba ada, dan beli ini beli itu tinggal comot, berbeda dengan sekarang. Sekarang iya harus benar-benar irit. Jika dulu makanannya mewah bak restoran setiap hari di rumah, sekarang harus makan tahu tempe.


Saat ini, Hanum merasa sedih dan menangis dengan keadaannya yang dirasakan sekarang. Iya ingin sekali kembali ke rumahnya yang dulu. Jika dulu Hanum tidur di kasur yang empuk, sekarang iya harus tidur di kasur spon yang kecil.


"Ya, Tuhan.. gini amat ya, hidupku sekarang.. Aku pengen kembali ke rumahku yang dulu, yang ada AC, kamar yang luas, kasur yang empuk dan lebar, juga pengen makan enak bak restoran... sekarang malah jadi berubah 180 derajat.. Sekarang Rendra sudah tidak berguna.. kerjaannya cuma OB, gajinya ga seberapa.." Ucapnya lirih.


"Ma.. Rendra berangkat dulu ya?" Pamit Rendra sembari mencium tangannya. Rendra melihat mamanya sedang kesal. Hanum tidak melihat wajah Rendra ketika iya sedang mencium tangan ibunya itu.


"Ma.. mama kenapa? kok kayak sedih dan kesal gitu? Mama marah ya, sama Rendra?" Tanya Rendra.


"Menurut kamu bagaimana? Apa mama saat ini terlihat happy aja melihat kamu?" Tanya Hanum.


"Salah Rendra apa ma?" Tanya Rendra bingung.


"Kamu itu, sudah ga berguna.. kalau berguna, ga mungkin kamu hanya bekerja sebagai OB.. Dan yang lebih memalukan lagi, kamu malah bekerja di tempat mantan mertua kamu.. kamu mikir ga sih Rendra, dimana harga diri kamu? Kamu ga punya harga diri banget sih.. ingat, kamu itu laki-laki.. gunakan otak kamu.." Sungut Hanum.


"Ma.. awalnya Aku ga tau kalau yang punya kantor itu adalah pak Sandi.. lagian, apa sih yang harus dibuat malu? Niat Rendra disitu adalah bekerja.. lagian, pak Sandi orang yang baik kok.." Ucap Rendra.


"Ya, sudah terserah kamu.. tapi kamu jangan harap kalau mama mau menerima uang dari kamu ya? Mama jijik kalau harus menerima uang dari orang yang mama benci.." Ucap Hanum lagi.


"Iya ma.. ya, sudah.. Rendra berangkat dulu ya.. takut Rendra telat." Ucap Rendra. Sembari berlalu berangkat kerja.


"Dasar anak ga berguna. Ga ada harga diri. Ga ada malu." Ujarnya.


****************

__ADS_1


Di kantor, Rendra bekerja dengan giat. Tanpa disengaja, Rendra melihat teman sesamanya juga bekerja dengan giat. Iya bekerja dengan santainya. Rendra tersenyum melihat teman sesamanya itu.


.


.


Jam istirahat kerja telah tiba. Kini saatnya Rendra dan temannya makan siang. Rendra melihat temannya makan dengan lauk seadanya. Dan sangat sederhana. Rendra menghampiri temannya itu.


"Aku liat makananmu tiap hari gitu-gitu aja.. apa kamu ga bosan? Atau istrimu malas untuk masak yang enak buat kamu?" Tanya Rendra. Teman sesamanya pun tersenyum dengan pertanyaan Rendra. Dan kemudian iya menjawab.


"Kalau di bilang bosan dengan makanan yang tiap hari hanya itu-itu saja.. ya Aku bosan.. munafik namanya kalau bilang tidak.. karena Aku manusia normal.. Tapi, apapun itu makanannya kita harus tetap bersyukur.. Bersyukur karena hari ini kita masih bisa makan.. coba kamu liat di luaran sana, banyak orang-orang diluar sana yang masih susah untuk makan. Jangankan untuk besok, untuk hari ini saja mereka harus mencari. Bahkan, diantara mereka ada juga yang mencari sisa makanan di tempat sampah. Kita haRUS bersyukur dengan apa yang kita dapat hari ini..


Dan tentang istriku.. bukannya dia tidak ingin memasak makanan yang enak.. tapi Aku sadar dengan keadaanku dan pekerjaanku hanya sebagai OB.. Kalau kita ingin makan yang enak, kasih istri kita uang yang lebih.. sedang gaji sebagai OB berapa? Istriku memasak seperti ini, itu sesuai dengan keadaan.. bukan hanya Aku yang makan seperti ini.. tapi istriku juga makan seperti ini di rumah.. Bahkan, dia rela hanya makan nasi saja dengan kerupuk demi Aku.. supaya Aku makan ada lauknya.. Aku sangat bersyukur dengan istri ku.. walaupun tidak cantik, tapi dia adalah bidadari bagi Aku. dia rela menghabiskan waktunya demi merawat Aku dan anak-anak.. dia menerima Aku apa adanya.. dia rela menemani Aku dan juga mau ikut berfikir dengan kebutuhan sehari-hari.."


Mendengar kata-kata temannya itu, Rendra jadi teringat dengan mantan istrinya yaitu Hana. Dulu dia memperlakukan Hana dengan tidak layak. Iya ingat bagaimana dirinya berlaku tidak adil terhadap Hana. Iya malah memperlakukan wanita lain dengan baik dan abai terhadap istrinya.


"Kamu kenapa Ren?" Tanya temannya membuyarkan lamunan Rendra. Rendra terkejut dan sedikit menggelengkan kepala.


"Enggak.. Aku ga apa-apa.." Jawabnya.


****************


Sementara Hanum, Iya nekat ingin pergi ke rumahnya yang lama. Yang sekarang sudah diambil alih oleh Almira. Sesampainya di sana, iya menggedor pintunya.


"Almira.. keluar kamu! Kembalikan rumah saya! Kamu ga ada hak atas rumah ini.. ini milik saya.." Teriak Hanum. Tak lama, Almira pun keluar dan memarahi Hanum.

__ADS_1


"Ini ada pa sih? Teriak-teriak di rumah orang?" Ucap Almira. Sontak, Hanum pun menjambak dan menyeret Almira. Almira merintih kesakitan meminta untuk dilepaskan. Almira pun berhasil melepaskan dirinya dari cengkraman Hanum.


"Kamu itu apa-apaan sih nenek tua?" Sungut Almira.


"Kembalikan rumah saya! Dasar kamu perampas milik orang lain!" Ucapnya marah.


"Hahaha.. perampas milik orang? Lalu bagaimana dengan kamu Hanum?" Ejek Almira.


Terpaksa, Hanum pun akhirnya berlutut di hadapan Almira. Hanum memohon kepada Almira untuk mengembalikan apa yang iya punya. Almira tertawa sangat puas dengan aksi Hanum.


"Aku mohon Almira.. Apapun akan Aku lakukan demi kamu... Atau begini saja.. ijinkan Aku tinggal di rumah ini.. jadi apapun itu akan Aku lakukan.. asal Aku bisa tinggal disini.." Rengek Hanum. Tertawa Almira semakin lepas.


"Hahahaha.. Serendah itukah dirimu Hanum.. Ngatain orang lain rendahan.. tapi kamu sendiri jauh lebih rendahan Hanum.. hahaha.." Ucap Almira.


"Aku mohon Almira.." Rengek Hanum lagi.


"Em.. gimana ya?" Ucapnya sembari menyentuh bibir dengan telunjuknya.


"Ok! akan ijinkan kamu untuk tinggal disini.. tapi kamu harus jadi babu di rumah ini.. tanpa digaji sepeserpun.. apa kamu mau?" Persyaratan Almira.


"Baiklah Almira.. saya akan terima persyaratan dari kamu.. yang penting saya bisa tinggal disini.." Ujarnya.


"Ok.. mulai hari ini, kamu bisa tinggal disini.. tapi di kamar pembantu.." Ucap Almira.


"Di kamar pembantu?" Tanya Hanum.

__ADS_1


"Yah.. di kamar pembantu.. kamu sendiri kan, yang bilang?" Ucap Almira.


"Baiklah Almira.. saya bersedia.." Ujarnya.


__ADS_2