Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu

Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu
Undangan untuk Hana


__ADS_3

Perusahaan Adi group kini kembali pulih seperti semula. Adi group kembali menjadi perusahaan terbesar nomor 3 setelah ditangani oleh Hana. Karyawan lama yang pernah resign secara paksa ditarik kembali oleh Hana. Mereka mengucapkan banyak terimakasih kepada Hana karena telah memberikan pekerjaan itu kembali kepada mereka.


"Terimakasih Ibu Hana.. Ibu Hana memberikan lagi pekerjaan ini kepada kami. Semenjak perusahaan ini bermasalah, kami semua mejadi pengangguran Bu.. benar ternyata.. mencari pekerjaan sekarang sangatlah sulit.. apalagi saya, saya bekerja sebagai kuli bangunan demi menyambung hidup selama ini.." Ujar salah satu karyawan.


"Betul Ibu Hana.. apalagi saya.. saya kerja serabutan.. demi menyambung hidup juga.." Ujar yang lain lagi.


"Ibu Hana.. kenapa namanya masih sama bu? Kenapa tidak Ibu rubah? Hana group atau Rehan group gitu?" Tanya salah satu karyawan. Hana pun tersenyum menanggapi pertanyaan mereka. Kemudian, Hana menjawab.


"Yang bangun perusahaan ini siapa? Yang membawa perusahaan ini sampai gede seperti ini siapa? Pak Adi bukan? Dan memberikan kalian pekerjaan awalnya siapa? Pak Adi bukan, kalau bukan karena pak Adi ga mungkin kalian bekerja disini dan berada di posisi yang sekarang.. saya hanya menjalankan saja.." Ucap Hana singkat.


"Wah Ibu Hana hebat ya.." puji mereka.


Mereka pun kembali bekerja seperti semula. Hana merasa bersyukur dengan hari ini. Karena iya dapat memulihkan kembali perusahaan Adi. Meskipun Hana bukan lagi menjadi istri Rendra, tapi Adi tetaplah kakek Rehan. Dan sampai kapanpun, Rehan tetaplah cucunya. ada darah Adi yang mengalir dalam tubuh Rehan.


...****************...


Hana berniat untuk mengunjungi makam Adi hari ini. Hana merasa sudah lama sekali tidak mengunjungi makam seorang yang menjadi kakek Rehan itu.


Sebelum sampai di makam Adi, terlebih dahulu Hana berhenti di sebuah toko bunga. Hana membeli satu buket bunga yang indah untuk mengunjungi makam itu.


.


.


Sesampainya di sana, Hana langsung masuk ke area makam dan berjalan menuju makam Adi. Hana pun duduk di samping malam Adi dan menaburkan bunga di atas tanah makamnya. Kemudian Hana pun meletakkan bunga itu. Sambil Hana berbicara dengan batu nisan Adi.


"Pa.. bolehkah Aku memanggil papa? Sedangkan Aku bukan lagi istri dari Rendra.. pa.. maafkan Aku ya pa.. Aku telah mengambil alih perusahaan papa.. tapi percayalah pa.. suatu saat, akan Aku kembalikan perusahaan papa pada orang yang berhak memegangnya.. Aku akan kembalikan semuanya pa.. Aku tidak akan mengambil sedikitpun apa yang telah papa bangun selama ini.." Janji Hana di depan baru nisan Adi.

__ADS_1


"Kalau begitu, Hana pamit dulu ya pa.." Ucapnya lagi sembari beranjak dari duduknya. Hana pun mulai beranjak pergi dari tempat itu. Hana merasa ada yang aneh. Hana merasa ada yang mencintai dirinya. Iya melihat-lihat sekitar tapi tidak ada apa-apa.


"Mungkin ini cuma firasat ku saja." Ujarnya. Hana pun segera pergi meninggalkan tempat itu. Iya segera pulang ke rumahnya.


...****************...


Ting


Tong


Terdengar bunyi bel rumah, pertanda sedang ada seseorang yang ingin bertamu dari luar. Hana segera melangkahkan kakinya menuju pintu. Lalu Hana membukanya. Setelah Hana membuka pintu, ternyata tetangga sebelah. Tamu yang tidak Hana inginkan. Iya adalah Almira dan Rendra.


Karena sudah menjadi tetangga, rasanya tidak baik bagi seorang Hana untuk menolak tamu yang datang ke rumahnya. Sebenarnya Hana malas sekali untuk bertemu dengan mereka. Pasti ujung-ujungnya adalah sebuah hinaan kepada dirinya.


Hana sedikit melirik ke arah tangan Almira. Terlihat Almira sedang memegang sesuatu. Almira memberikan sebuah senyuman manis kepada Hana. Hana juga membalas senyuman itu kepada Almira.


"Baik.. kamu sendiri apa kabar?" Tanya Hana.


"Baik juga.. terimakasih.. kami ga disuruh masuk nih? Kita mau bertamu loh kesini.." Ujar Almira.


"Oh.. kalian mau bertamu? Ya sudah.. silahkan masuk.." Ucap Hana mempersilahkan mereka masuk.


Almira dan Rendra pun masuk ke dalam rumah Hana. Rendra memandang Hana yang terlihat biasa saja. Rendra berpikir dan bertanya-tanya kenapa Hana terlihat biasa saja.


"Kenapa Hana terlihat biasa saja? Apa iya tidak cemburu sedikitpun tentang kedekatan Aku dengan Almira? Apa iya, Hana memang sudah mati rasa sama Aku?" Gumamnya dalam hati. Almira yang melihat Rendra terpaku memandang Hana, Menjadi jengkel.


"Dasar mata keranjang!" Ejek Almira dalam hati.

__ADS_1


"Kalian mau apa datang kesini?" Tanya Hana tanpa basa-basi.


"Oh.. ini Almira.. kita mau mengundang kamu di acara pernikahan kami minggu depan.. kamu datang ya?" Ucap Almira sembari menyuguhkan sebuah surat undangan kepada Hana. Hana pun mengambil surat undangan itu.


"Kalau Aku ga sibuk, Aku pasti datang." Ucap Hana.


Sekali lagi Almira melirik Rendra. Rendra masih terpaku dengan wajah Hana. Kemudian, Almira pun menegur Rendra dengan marah-marah.


"Mas! Apa sih yang kamu liat?" Sungut Almira. Rendra seketika terkejut dengan hentakan Almira di dekatnya. Terlihat Almira melotot ke arah dirinya.


"Enggak kok Aku ga liat apa-apa." Jawab Rendra.


"Jangan bilang, kalau kamu terpesona dengan mantan istri kamu ini. Kamu itu yang konsisten dong mas.. sebentar lagi kita mau menikah." Sungut Almira lagi.


"Dan kamu Hana, bisa ga? Kamu jangan tebar pesona sama calon suami orang? Dasar pelakor!" Bentak Almira kepada Hana juga.


Plak! Suara tamparan telah Hana layangkan ke wajah Almira. Rendra tercengang melihat perlawanan Hana kepada Almira.


"Hana.." Ucapnya seketika karena terkejut.


"Jaga ucapan kamu yang tidak bermutu itu. Yang memandang saya dari tadi itu calon suamimu. Calon suamimu saja yang mata keranjang. Pelakor teriak pelakor.. hahaha.. lucu ya? Kamu pikir, saya ini perempuan apaan? Saya bukan perempuan rendahan seperti kamu. Saya tidak akan merebut sesuatu yang bukan milik saya. Meskipun itu sudah pernah menjadi milik saya.. saya tidak akan merebutnya kalau itu sudah menjadi milik orang lain. Calon suamimu ini memang mata keranjang, playboy, sasimo, jadi sangat mudah bagi saya untuk merebutnya kembali. Tapi saya bukan perempuan rendahan.. selera saya bukan dia lagi.. jadi jangan khawatir ok!" Ucap Hana jelas. Membuat mereka berdua kena mental oleh jawaban Hana. Mereka pun terdiam dan tidak bisa menjawab ucapan Hana.


"Kalau ga ada perlu lagi.. mendingan kalian keluar dari rumah saya! Dan ingat, kalau kamu tidak ingin Laki-laki mu jelalatan, tutup saja matanya. Paham!" Ucap Hana kepada Almira.


Mereka berdua pun pergi dari rumah Hana. Mereka pulang dalam keadaan malu.


"Duh.. kenapa jadi begini sih? niat Aku kan, supaya Hana kena mental, tapi malah Aku balik yang kena mental.. jadi malu kan Aku.. Ini gara-gara Almira.." Gumam Rendra.

__ADS_1


"Dasar mata keranjang.. gara-gara duda sialan ini.. Aku jadi malu di depan Hana.. pokoknya sebelum Aku mendapatkan apa yang Aku mau, Rendra tidak boleh jatuh hati pada siapapun." Gumam Almira.


__ADS_2