
Hana dan Rendra akan berangkat bulan madu hari ini juga. Mereka berangkat pagi-pagi ke bandara. Hana dan Rendra sangat bahagia hari ini. Selama perjalanan menuju itali, Rendra pun bermanja-manja dengan Hana.
...****************...
Setelah sekian jam mereka pun sampai di bandara itali. Hana dan Rendra menunggu konfirmasi untuk turun dari pesawat.
Setelah turun dari pesawat, Rendra dan Hana pun langsung menuju ke hotel yang telah ditentukan. Sesampainya di sana, Rendra pun menyuruh Hana untuk beristirahat. Karena Rendra tidak ingin Hana kecapekan.
Malam harinya, seperti biasa mereka melakukan aktifitas sebagai suami istri. Sebelum melakukan itu, Rendra ingin berdansa dengan Hana. Rendra pun mulai menyalakan musik dansa. Hana mulai melingkarkan kedua tangannya di leher Rendra. Dan Rendra juga mulai melingkarkan tangannya di pinggang Hana.
"Sayang.. mulai sekarang, kamu ga usah kerja ya.. biar Aku yang kerja.." Ujar Rendra.
"Tapi sayang?" Kata Hana bimbang.
"Seorang istri itu harusnya di rumah.. dan seorang istri itu melayani suami, dandan yang cantik.. itu aja udah cukup tugas kamu.. ingat ya sayang.. Aku ga mau kamu terlalu capek.. apalagi kan kita ikut program hamil.." Kata Rendra. Hana pun hanya mengangguk, mengiyakan apa kata suaminya.
Rendra pun perlahan mulai membaringkan Hana. Hana hanya pasrah saja dengan perbuatan Rendra. Perlahan, Rendra pun mulai mengecup kening Hana dan berlanjut ke bibir. Setelah itu Rendra mulai mengecup bagian leher Hana. Hana mulai terangsang, iya mulai merasakan kenikmatan surga dunia itu. Rendra pun mulai membuka kancing baju Hana hingga ke pakaian bagian bawah dan dalam.
"Argh.. pelan-pelan dong sayang.." Ujar Hana dengan ******* yang menggoda di telinga Rendra.
"Sayang.. kamu masih saja sempit dan menggigit.. Bolehkah Aku menikmatinya lebih lama?" Kata Rendra. Hana menjawab dengan terbata-bata.
Hana kini tau bagaimana rasanya surga dunia itu. Rendra terus saja menikmati tubuh Hana. Sembari iya memainkan ****** payudara milik Hana. Setelah mereka berada di puncak kenikmatan itu, Rendra pun melakukan pelepasan yang kedua kalinya. Kali ini, Rendra lebih banyak mengeluarkan cairan kental ke dalam aset pribadi milik Hana.
Selesai mereka melakukan hubungan suami istri, Rendra pun mulai terlentang. Iya masih ngos-ngosan karena aktivitas yang nikmat itu.
Hana juga masih dengan posisi terlentang. Tidak terasa Hana pun terlelap tidur. Rendra yang berada di sampingnya, mencium kening Hana. Dan Rendra pun mulai memasangkan selimut putih ke tubuh mereka. Mereka terlelap hingga pagi.
Rendra bangun terlebih dahulu. Iya masih saja ketagihan dengan aktivitas semalam. Dan Rendra pun ingin sekali mengulanginya lagi. Mumpung mereka sedang berdua di hotel, Rendra pun membangunkan istrinya yang terlelap tidur. Hana pun membuka matanya perlahan.
"Ada apa sayang?" Tanya Hana.
__ADS_1
"Sayang.. Aku ingin mengulangi yang semalam.. sungguh kamu membuatku ketagihan.." Ujar Rendra.
"Em.. kamu ga capek? Semalam kita sudah 2 jam loh.." Kata Hana.
"Kalau masalah beginian, mana ada capeknya sayang.. boleh ya.. please.." Ucap Rendra memohon. Hana pun hanya mengangguk. Iya tidak bisa menolak permintaan suaminya itu. Dan Rendra pun mengulangi hal yang semalam.
Satu minggu sudah berlalu. Dan Mereka pun sudah sering melakukan surga dunia itu. Dan mereka juga menikmati hari terakhir di itali. Rendra pun mengajak Hana untuk jalan-jalan menikmati pemandangan itali.
Sungguh bulan madu yang sangat menyenangkan bagi mereka. Dan Rendra ternyata tidak sia-sia memperistri Hana. Karena tubuh Hana sangat menggoda dan buat Rendra selalu ketagihan.
...****************...
Keesokan harinya, mereka pun pulang ke Indonesia. Setelah sampai di Indonesia, Mereka pun langsung pulang ke rumahnya. Karena Hana merasa dirinya sangat lelah.
2 minggu berlalu. Entah kenapa Hana merasa begitu lelah akhir-akhir ini. Dan Hana pun juga merasa dirinya sangat lemas. Entah apa yang telah dialami oleh Hana. Hana pun juga mulai merasakan mual-mual.
Rendra yang melihat istrinya sangat lemas, akhirnya penuh pertanyaan dan sangat khawatir.
"Ga tau sayang.. tiba-tiba saja Aku merasa lemas.. Dan Aku juga mual.." Ujar Hana. Mendengar ini, Rendra malah tersenyum. Hana yang melihat suaminya tersenyum pun langsung heran.
"Kamu kenapa tersenyum sayang? Bukannya panik Aku sakit.." Gerutu Hana.
"Bukannya gitu sayang.. kita ke rumah sakit sekarang ya.. kita cek up.." Ujar Rendra.
Rendra pun langsung membawa Hana untuk ke rumah sakit untuk cek up. Arum melihat Rendra sedang memapah Hana. Arum pun bertanya kepada mereka.
"Kalian mau kemana?" Tanya Arum kepada mereka.
"Ini ma.. kami mau ke rumah sakit. Kami mau cek up.. karena Hana sedang tidak enak badan hari ini ma.." Ujar Rendra.
"Cuma tidak enak badan aja.. kenapa mau ke rumah sakit.. di kasih obat warung aja pasti sembuh.. Dan lagian, Hana ini kan cuma anak orang sederhana.. jadi dia ga kaget lagi kalau sakit.. Ga perlu buang-buang uang untuk ke rumah sakit.. Minum obat warung lalu istirahat pasti udah sembuh sendiri entar.." Tutur Hanum.
__ADS_1
"Rendra khawatir ma.. kalau Hana itu sedang tidak baik-baik saja.. Ya sudah kalau begitu, Rendra pamit dulu ya ma.." Ucap Rendra kepada mamanya.
Rendra pun langsung pergi membawa Hana. Iya tidak mempedulikan perkataan mamanya. Arum pun hanya menggelengkan kepala.
"Dasar.. anak jaman sekarang, manjanya minta ampun.. cuma orang kampung aja.." Gerutu Arum
...****************...
Sesampainya, di rumah sakit Hana dan Rendra menunggu giliran untuk di periksa oleh dokter. Tak lama, tiba giliran Hana. Hana dan Rendra pun masuk ke ruangan dokter. Hana pun mulai di periksa oleh sang dokter.
Dan setelah di periksa oleh dokter, Rendra pun mulai bertanya tentang hasilnya.
"Bagaimana hasilnya dok?" Tanya Rendra.
"Hal ini sudah biasa dialami oleh Ibu hamil pak.." Ujar dokter tersebut.
"Maksud dokter?" Tanya Hana tidak mengerti.
"Iya.. Ibu Hana sedang hamil. Dan usia kehamilannya sudah 5 minggu pak.." Ucap dokter itu.
Rendra dan Hana pun saling tatap. Mereka tidak menyangka kalau ternyata usaha mereka berhasil. Rendra pun bertanya sekali lagi untuk memastikan.
"Ini beneran kan dok? Dokter tidak sedang ngeprank kita kan?" Tanya Rendra sekali lagi. Dokter pun mengangguk.
"Iya.. Ibu Hana benar-benar hamil.." Ucap Dokter itu.
Rendra merasa bersyukur karena memang istrinya benar-benar hamil. Rendra pun memeluk istrinya di depan dokter.
"Terimakasih dok.. terimakasih.." Ucap Rendra.
"Tapi, Ibu Hana harus hati-hati ya.. karena usia kandungannya masih sangat muda. Dan harus banyak-banyak istirahat.. Dan ga boleh terlalu capek.." Ucap Dokter. Rendra pun mengangguk paham.
__ADS_1
"Baik dok.. saya akan menjaga istri saya.. Saya permisi dulu.." Ujar Rendra sambil berjabat tangan dengan dokter.