
Tidak terasa buliran air bening mengalir dari pipinya. Hana segera mengusap air bening itu di pipinya. Dan Hana juga segera menaruh kembali kotak yang berisi berlian itu serta melipat kembali isi surat itu dengan rapi. Hana sengaja menaruh kembali karena untuk sementara ini, iya ingin berpura-pura tidak tau apa-apa.
Hana pun melanjutkan untuk mencuci pakaian suaminya yang lain. Masalah ini, akan Hana pikirkan kembali nanti setelah semuanya selesai.
...****************...
Selesai melakukan semuanya, Hana sudah mendapati suaminya tidak ada di kamarnya. Padahal masih sangat Pagi. Kecurigaan Hana semakin memuncak. Dan Hana pun berniat untuk menyelidiki suaminya itu.
Hana mulai meminta bantuan seseorang untuk menyelidiki suaminya. Orang tersebut adalah Cantika adik Hana sendiri. Kebetulan Cantika sedang berada di Indonesia. Selama ini, Cantika berada di luar negeri untuk kuliah di sana.
"Iya, ada apa kak?" Tanya Cantika.
"Cantika, kakak boleh minta bantuan kamu?" Ujar Hana.
"Bantuan apa kak?" Tanya Cantika.
"Kakak minta kamu selidiki suami kakak.. Dan tolong, kamu beritahu kakak kemanapun dia pergi dan bersama siapa dia pergi.." Ujar Hana. Cantika mengernyitkan dahinya. Terasa aneh bagi Cantika.
"Kenapa kakak ingin menyelidiki suami kakak? Ada apa sebenarnya kak?" Tanya Cantika.
"Ga ada apa-apa Cantika.. kakak tidak bisa menceritakannya di telfon.. entar kamu juga tau.." Ucap Hana.
"Baik kak.. Aku siapa bantu kakak.." Jawab Cantika.
"Ok.. terimakasih ya.." Ujar Hana.
__ADS_1
...****************...
Di luar sana, Cantika menjalankan apa yang diperintahkan oleh kakaknya. Cantika mulai mengawasi gerak gerik Rendra. Cantika melihat Rendra sedang keluar dari kantor. Dan dari jauh Cantika mengikuti kemana Rendra pergi.
.
.
Mobil Rendra yang Cantika ikuti berhenti di sebuah rumah. Cantika melihat rumah itu terkesan sangat elegan. Cantika bertanya-tanya rumah siapa gerangan.
"Rumah siapa ini? Kenapa mas Rendra ke rumah ini?" Tanya Cantika kepada dirinya sendiri. Dan Cantika tiba-tiba terkejut ketika melihat seorang wanita yang membukakan pintu untuk Rendra. Untuk melihat lebih jelas, Cantika membuka kaca mobilnya. Wanita itu terkesan sangat bahagia dengan kedatangan Rendra. Iya langsung memeluk Rendra.
"What? siapa wanita itu?" Tanyanya lagi. Dengan cepat, Cantika segera memfoto mereka berdua. Setelah itu, Cantika menutup kembali kaca mobilnya. Kemudian, membuka pintu mobil untuk mengikuti mereka. Cantika ingin tau apa yang telah mereka lakukan di rumah itu.
Cantika melihat perbuatan mereka secara sembunyi-sembunyi di balik kelambu. Kebetulan kelambu tersebut berwarna putih transparan. Jadi dengan mudah Cantika melihat yang mereka lakukan.
Dalam mobil, Cantika merenung mengingat kata-kata kakaknya. Ternyata ini alasan kakaknya menyuruh dirinya untuk menyelidiki suaminya. Ternyata kakaknya sudah curiga dengan perbuatan suaminya.
"Ya, ampun.. ternyata ini alasan kak Hana menyuruh Aku menyelidiki suaminya. Ternyata kak Hana curiga dengan mas Rendra. Kenapa mas Rendra malah tega mengkhianati kakak Aku? Aku jadi ga tega memberitahu ini kepada kak Hana. Tapi, bagaimanapun kak Hana harus tau tentang ini." Ucap Cantika. Cantika pun mengirim semua foto-foto Rendra bersama Almira. Dan juga mengirim alamat itu.
...****************...
Sementara Hana, Hana menunggu kabar dari adiknya Cantika. Tak lama kemudian, HP Hana berbunyi. Ada beberapa pesan penting dari Cantika. Dan Hana membuka pesan tersebut. Hana sangat terkejut ketika melihat pesan masuk dari Cantika. Iya tidak menyangka kalau ternyata suaminya memang benar-benar selingkuh di belakangnya. Ternyata kecurigaannya selama ini benar.
Yang lebih parah lagi, ternyata selama ini Rendra dan Almira telah berkhianat dibelakangnya. Entah hubungan itu dimulai sejak kapan.
__ADS_1
"Pantesan selama ini, Almira selalu keluar rumah. Iya mengabaikan kewajibannya sebagai pekerja di rumah ini. Pantas saja selama ini, penampilan dia selalu terlihat modis. Jadi ini alasannya." Gerutu Hana. Untuk sementara ini, Hana memilih pura-pura tidak tau. Karena Hana ingin tau, sampai mana hubungan mereka berlanjut.
"Oh.. enak banget kamu nyantai disini.. emangnya pekerjaan kamu sudah selesai, hah?" Celoteh ibu mertuanya. Hana hanya menggelengkan kepala. Lalu Hana menjawab perkataan ibu mertuanya itu.
"Memangnya Almira kemana ma? Ini kan tugasnya dia.. Dia disini orang lain. Dan dia disini dibayar." Jawab Hana tegas.
"Enak banget kamu bicara seperti itu ya? Kamu itu menantu di rumah ini.. jangan pernah mengandalkan pembantu. " Sungut Hanum. Hana juga tidak mau kalah dengan ucapan ibu mertuanya.
"Lalu gunanya Almira disini apa? Keluyuran begitu? Yang namanya pembantu, ya harusnya membantu majikannya dong.. bukan malah keluyuran ga jelas seperti ini!" Jawab Hana.
"Berani kamu ya, melawan mertua kamu sendiri?" Ujar Hanum.
"Maaf ma.. kalau saya lancang. Sepertinya mama selama ini, selalu membela Almira daripada Aku. Mama sudah tau kan, kalau Almira itu keluyuran terus tiap hari.. Kenapa mama selalu mencari-cari kesalahan Aku.. seolah-olah mama melindungi Almira.. Kok kayak kebalik begini ya... ini yang pembantu itu Aku, atau Almira sih ma?" Jawab Hana tidak mau kalah. Dan tatapan Hana pun terlihat sangat tajam. Sehingga cukup membuat Hanum tidak dapat berkutik lagi.
"Ada apa ini sih ribut-ribut? Kalian itu kapan akurnya? Kenapa harus berantem terus?" Ujar Adi yang tiba-tiba datang. Hana pun menjawab perkataan Adi dan menasehati Adi.
"Kebetulan papa disini. Maaf sebelumnya pa.. tolong, papa ajari istri papa ini.. cara bagaimana menghargai menantu di rumah. Selama ini, Aku selalu salah di depan mama. Tapi, Aku diam saja. Aku disini sebagai menantu.. bukan pembantu. Sementara Almira.. itu orang lain disini.. dia pembantu yang sebenarnya.. kenapa Almira keluyuran mama mendukung.. bahkan mama memuji kecantikan Almira.. Sedangkan Aku, selama ini dijadikan budak di rumah ini.. seolah-olah Aku yang jadi pembantu.. Bahkan mama menjelekkan Aku di depan teman-temannya." Ujar Hana kepada Adi. Adi terkejut dengan pengaduan Hana.
"Apa? Jadi itu benar ma? Kenapa sih ma?" Tanya Adi. Hanum pun tidak dapat menjawab perkataan suaminya.
"Kenapa semuanya menyalahkan Aku sih? Hana.. ya, sudah kalau kamu ga mau melakukan pekerjaan rumah ga apa-apa.. tapi jangan memojokkan mama seperti ini dong.." Ujar Hanum. Dan Hanum pun langsung pergi.
"Hana.. maafkan sikap istri saya ya.. jujur Hana saya malu sekali dengan perbuatan istri saya kepada kamu.." Ucap Adi.
"Iya Pa.. ga apa-apa kok.. maaf, kalau saya melawan ibu mertua." Ujar Hana.
__ADS_1
"Ga apa-apa Hana.. kamu itu ga salah. Kadang orang itu harus ditegasin dikit.. biar ga ngelunjak.." Ucap Adi mengerti tentang perasaan Hana.