
Aku merasa malas untuk ke kantor hari ini. Entah kenapa, Aku sangat rindu terhadap Almira. Almira sangat membuat Aku merasa ketagihan. Lebih baik, Aku ke rumah Almira saja. Almira ada di rumah ga ya hari ini? Alangkah baiknya kalau Aku hubungi dia terlebih dahulu.
Aku pun mulai menghubungi Almira. Dan ternyata, Almira sigap mengangkat telfon dari Aku.
"Halo.. Almira.." Sapa ku di telfon.
"Iya mas.. ada apa?" Tanya Almira di seberang telfon.
"Kamu ada di rumah ga, hari ini?" Tanyaku.
"Iya mas.. kenapa emangnya? Kangen ya?" Tanya Almira genit.
"Oh.. jelas dong.. Aku kangen dengan permainan kamu.." Jawabku.
"Kalau kamu kangen dan ingin bermain.. sini mas.. Aku siap layani." Goda Almira.
Jawaban Almira membuatku semakin bergairah. Tanpa basa-basi lagi, Aku pun langsung mematikan telfon ku. Dan Aku segera bergegas menuju rumah Almira.
.
.
.
Sesampainya di rumah Almira, Aku pun mengetuk pintu rumah Almira. Dan Almira pun segera membukanya. Almira sudah siap dengan permainan ranjang yang akan dilakukan sebentar lagi. Aku melihat dari pakaian Almira yang sudah memakai baju dinas. Aku pun segera masuk dan segera mengunci pintu rapat-rapat. Penampilan Almira tidak pernah gagal membuatku bergairah. Melihat penampilannya, nafsu dan gairahku semakin bertambah. Aku merasa semakin tidak tahan dan ingin langsung menyerang Almira. Aku pun langsung memeluk Almira dari belakang.
"Mas.. Ayo kita ke kamar dulu.." Ajak Almira.
__ADS_1
"Enggak Almira.. Aku maunya kita melakukannya di kursi ini." Ucapku secara langsung.
"Hah.. disini? Kalau kursinya basah bagaimana?" Tanya Almira ragu.
"Memangnya kalau basah kenapa? lagian tidak ada orang yang tau juga. Rumah ini kan, khusus buat Aku dan kamu untuk bermain. Jadi, mau kita bermain dimana aja bebas dong.." Ucapku. Almira pun menepuk jidat.
"Oh.. iya ya.. Aku lupa mas.." Jawabnya.
"Namira.. kali ini, Aku bermainnya agak keras ya.. bagaimana?" Pintaku kepada Almira. Dan Almira pun setuju dengan permintaanku.
"Ok mas.. Aku siap! Mau bermain dengan cara apapun!" Ujar Almira. Almira pun menarik dasi Rendra hingga mereka terjatuh ke kursi.
Aku pun tidak berfikir panjang lagi. Aku langsung menyerang Almira. Dan kita pun bermain di kursi. Benar kata Almira, Aku merasa lebih bebas di sini ketimbang di rumahku sendiri.
Setelah 2 jam bermain dengan Almira, Aku merasa sangat puas. Menurutku Almira benar-benar wanita yang tangguh, elegan dan bisa memuaskan laki-laki. Almira sangat mahir dalam permainan panas ini. Dan Almira selalu membuatku ketagihan. Padahal Almira sudah sering bermain denganku. Dan sekarang hubungan kami sudah hampir 8 bulan. Tapi, milik Almira masih saja terasa menggigit. Aku pun bertanya kepada Almira tentang keinginannya.
"Aku ga minta apa-apa mas.. Aku cuma minta ingin dijadikan ratu sama kamu.. bukan pelayan **** kamu." Jawabnya. Aku tidak mengerti dengan ucapan Almira. Aku pun bertanya apa maksudnya dia meminta seperti itu.
"Maksud kamu apa Almira? Pemberian Aku selama ini kurang sama kamu? Kalau kurang kamu tinggal bilang aja sayang.." Ucapku.
"Mas.. hubungan kita ini sudah berjalan 8 bulan loh.. kita menjalin hubungan tanpa status.. mas, sekarang Aku tanya.. bagaimana perasaan kamu sama Aku sekarang?" Tanya Almira. Aku bingung mau jawab apa sama Almira. Aku sendiri juga tidak tahu tentang perasaan ku.
"Aku ga tau Almira.. Aku sendiri ga tau tentang perasaanku.." Jawabku. Aku melihat ada kekecewaan di raut wajah Almira mendengar jawaban dariku.
"Mas.. selama ini kamu anggap Aku apa? Jangan bilang kalau kamu cuma menganggap Aku pelayan **** kamu.. Aku ini juga wanita loh mas.. semua virgin Aku, sudah Aku kasihkan sama kamu.. Dan pemberian kamu selama ini, ga akan cukup untuk membeli virgin Aku.." Ucapnya.
"Lalu, sekarang apa mau kamu Almira?" Tanyaku kepadanya.
__ADS_1
"Mas.. Aku mau kamu nikahin Aku, Aku ga mau menjadi budak **** kamu terus." Jawabnya. Ucapan Almira membuat Aku terkejut.
"Apa? kamu sudah gila ya, Almira? Kamu sendiri kalau Aku sudah punya istri.." Jawabku.
"Iya Aku tau kamu punya istri. Lalu apa bedanya mas, meskipun kamu punya istri, kamu tetap selingkuh kan.. mendingan kamu nikahin Aku aja.. biar status kita itu jelas.. ga masalah kan kalau kita menikah sirih.. lagian apa bedanya, kamu ga nikahin Aku, kamu ngasih yang lebih banyak dari Aku ketimbang ke istri kamu. Lagian kalau kita nikah, kita bisa lebih bebas mau ngelakuin apa aja tanpa harus berbohong kan.." Ucapnya. Aku pun sempat menolak tawaran Almira.
"Aku ga bisa Almira.. kalau begini cara kamu.. lebih baik kita sudahi saja hubungan kita.." Ucapku kepada Almira. Almira malah tersenyum dengan jawabanku.
"Yakin? kita mau menyudahi hubungan ini? Kamu yakin, mau begituan sepuas ini dengan istri kamu yang sudah ga berbentuk! Kalau kamu yakin sih, ga masalah.. Aku ga apa-apa kok.. kamu mau ninggalin Aku.." Jawabnya. Mendengar ini, Aku pun tertunduk diam. Dan tidak berani menjawab ucapan Almira. Aku berfikir sejenak dengan ucapan Almira.
Setelah Aku pikir-pikir, ucapan Almira ada benarnya juga. kalau kita menikah kita lebih bebas melakukan apa saja, tanpa harus takut ketahuan. Lagian, meskipun Aku dan Almira menikah, Almira ga akan hamil. Apalagi, Aku merasa ada yang aneh pada diriku. Aku merasa tidak ingin kehilangan Almira. Entah, mungkin ini yang dinamakan cinta. Dan Aku pun menyetujui permintaan Almira.
"Almira.. iya.. Aku setuju dengan permintaan kamu.. Almira.. maafkan Aku, kalau selama ini Aku membuat kamu merasa tidak nyaman.. dan membuat kamu berfikir bahwa kamu menjadi budak **** Aku. Tapi Almira.. asal kamu tau, Aku selama ini sayang sama kamu.. Dan Aku menyadarinya. Aku ga mau kehilangan kamu." Ucapku sembari memeluk Almira.
"Kamu setuju dengan permintaanku? Apa kamu akan menikahi Aku?" Tanya Almira sekali lagi.
"Iya Almira.. Aku akan menikahi kamu secepatnya. Tapi Aku mohon.. jangan sampai pernikahan ini istri dan orang tuaku tau.." Ucapku kepadanya.
"Iya mas.. Aku janji, akan menyimpan rapat-rapat rahasia ini.." Ucapnya sembari memelukku. Tanpa sadar, kita pun melakukan permainan panas lagi. Kali ini, permainan Almira lebih hot. Dan Aku lebih merasa puas dengan permainan ini. Permainan ini sebagai tanda peresmian hubungan Aku dengan Almira.
Setelah permainan kedua selesai, Aku mengecup kening Almira. Dan mengucapkan terimakasih kepadanya.
"Terimakasih ya, sayang.. kamu sudah memberikan yang paling terbaik hari ini kepadaku.." Ucapku.
"Iya mas.. Aku janji, akan menjadi istri yang lebih baik dari istri kamu.." Jawabnya.
"Almira.. jangan sebut nama dia di saat kita lagi berdua ya.. kamu tau kan, Aku menikahi dia karena penasaran.. Dan Hana itu hamil karena desakan dari papa Aku.." Ucapku.
__ADS_1