Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu

Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu
rela jadi babu


__ADS_3

"Baiklah Almira.. saya bersedia.." Ujarnya.


Almira pun meminta Hanum untuk berdiri dan mengikutinya ke kamar pembantu. Hanum pun berdiri dan mengikuti langkah Almira.


"Sekarang Name berdiri. Cukup sandiwaranya! karena kesedihan kamu itu ga mempan bagi saya! Aku Akan menunjukkan kamar kamu!" Ucapnya sembari menunduk melihat Hanum.


"Baik!" Jawabnya sambil bangun dari berlututnya.


Setelah sampai, Hanum terbelalak. Iya terkejut dengan kamar yang diberikan oleh Almira. Hanum melihat sekitar dan tidak menyangka bahwa Almira akan memberinya sebuah kamar yang begitu jelek dan kotor.


Apa yang iya dapatkan tidak sesuai dengan apa yang iya berikan kepada Almira dulu. Hanum pun melakukan protes dengan Almira. Dan Almira malah menertawakan Hanum.


"Almira.. apa-apaan ini? Kenapa kamu memberiku kamar yang tidak layak untuk dipakai?" Tanya Hanum sembari melihat sekeliling.


"Terus, kamu mintanya kamar yang kayak gimana? Kamu bayanginya, kamar yang gede, luas dan mewah gitu? Hei, ngaca dulu dong.. kamu itu babu disini. Jadi, jangan pernah berharap jadi nyonya.. paham?" Sungut Almira.


"Ini ga adil Almira.. dulu waktu kamu jadi pembantu, saya memberikan fasilitas yang bagus untuk kamu. Bahkan, kamar kamu pun juga bagus.. Dulu, kamu itu kerjanya hanya kelayapan, tapi saya tetap gaji kamu.. dulu kamu saya jadikan ratu di rumah ini.. kenapa perlakuan kamu seperti ini?" Ujar Hanum heran.


"Oh iya? Hahaha.. itukan mau kamu sendiri yang memperlakukan saya seperti ratu.. Dan saya juga tidak meminta untuk dijadikan ratu.." Ucap Almira.


"Keterlaluan sekali kamu Almira.. dasar perempuan tidak tau terimakasih." Ujar Hanum kesal.


"Bukan saya yang tidak tau diri dan tidak tau terimakasih.. tapi kamu saja yang bodoh Hanum.. hahaha.. menantu sendiri kamu jadikan babu, lalu orang lain kamu jadikan ratu? Hahaha.. dasar bodoh! Suami sendiri kamu jadikan korban, malah percaya sama orang lain.. hahahaha.." Ejek Almira.


"Bagaimana? Kamu mau atau tidak? Kalau ga mau, ya sudah keluar saja sana!" Ucap Almira.


"Ya, sudah.. saya terima Almira.. Jangan usir saya.." Ucap Hanum. Almira tersenyum sinis dengan ucapan Hanum.


****************


Sementara Rendra, ketika iya pulang kerja, iya bingung ketika mendapati ibunya tidak ada di rumah. Rendra memanggil dan mencari ibunya ke sana kemari tapi, tidak menemukannya juga.

__ADS_1


"Ma.. mama.." Teriak Rendra. Kebingungan.


"Mama dimana sih? Kenapa mau pergi ga bilang-bilang dulu sama Aku? Kan, Aku jadi bingung.. apa mama pergi ke pasar untuk berbelanja ya?" pikir Rendra.


"Tapi, ini kan sudah sore.. masak iya sih mama pergi ke pasar? Biasanya kan, kalau ke pasar pagi-pagi sudah berangkat.. aneh.." Pikirnya lagi.


matahari sudah mulai terbenam. Rendra dengan sabar menunggu mamanya pulang. Rendra semakin panik dan khawatir karena sampai jam segini, mamanya belum pulang.


"Mama dimana sih? Ini udah hampir magrib, kenapa mama belum balik juga? Sebenarnya mama kemana sih?" Pikir Rendra bingung.


Rendra jadi teringat dengan kejadian tadi pagi. Rendra ingat ketika iya mau berangkat kerja, iya mendapati mamanya yang sempat kesal terhadapnya. Rendra semakin khawatir takut mamanya pergi dari rumahnya.


"Oh iya.. saya baru ingat, apa mama beneran pergi dari sini ya? Terus, mama pergi kemana?" Pikir Rendra.


"Kalau mama beneran pergi, dia mau hingga dimana? Sedangkan iya sudah tidak punya tempat tinggal lagi... Aduh mama.. pergi kemana sih? Kenapa mama tidak bisa sabar?" pikir Rendra sembari menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


Rendra mencoba menghubungi mamanya. Namun, tidak ada jawaban dari Hanum. Hanum dengan sengaja tidak mengangkat telfon dari anaknya.


Berkali-kali Rendra mencoba menghubungi Hanum. Namun, Hanum dengan sengaja mengabaikannya. Karena tidak putus asa, Hanum pun merasa terganggu dan kesal. Akhirnya Hanum mengangkat telfon nya juga.


Setelah telfonnya diangkat oleh Hanum, Rendra pun sangat lega. Dan Rendra menanyakan dimana dirinya.


"Akhirnya, mama angkat juga telfon Aku.. mama ada dimana sih ma? Jangan bikin Aku khawatir dong ma.." Tanya Rendra sedikit panik.


"Jangan cari mama lagi. Mama sudah menemukan tempat tinggal yang nyaman untuk mama.. Tempatnya juga enak, ruangannya ada AC, ga panas juga.." Ujar Hanum.


"Mama tinggal dimana ma? Kasih tau Rendra ya ma.." Tanya Rendra memaksa.


"Kamu mau apa tanya-tanya mama?" Tanya Hanum dengan sombongnya.


"Ma... Rendra perlu tau, mama itu dimana? Apa mama ada uang untuk makan besok? Terus, apa mama ada uang untuk bayar kontrakan?" Tanya Rendra khawatir.

__ADS_1


"Halah, sok sokan tanya mama dimana.. anak ga guna seperti kamu saja, sok sokan tanya mama.. memangnya kamu bisa bantu apa? Mau bantu dengan gaji kamu yang receh itu? Iya?" Sungut Hanum.


"Bukan begitu ma.. Aku cuma khawatir aja.. mama ga ada uang.. apalagi, mama ga ada keluarga.. keluarga mama cuma Aku.." Ucap Rendra.


"Kamu ga perlu khawatir sama mama.. mama sudah enak tinggal disini.. disini, bisa makan enak gratis, tinggalnya juga gratis.." Jawab Hanum.


"Mama ada di mana ma?" Tanya Rendra penasaran dengan jawaban mamanya.


"Ya, pokoknya kamu ga perlu tau mama ada dimana.. mama ogah tinggal di rumah kumuh sama kamu.." Ujar Hanum. Kemudian, mematikan HPnya begitu saja.


Pembicaraan Hanum di telfon, di dengar oleh Almira. Ini menjadi kesempatan emas untuk membuat Rendra malu. Dengan iseng, Almira menghubungi Rendra. Almira memberitahu dimana ibunya berada.


"Halo!" Jawab Rendra dalam di sebrang telfon.


"Halo.. Rendra sayang.." Jawab Almira.


"Mau apa lagi kamu telfon saya? Belum puas dengan apa yang sudah kamu lakukan untuk saya dan mama saya, hah?" Sungut Rendra kesal.


"Eits.. jangan marah-marah dulu dong.. tenang, santai aja.. ga perlu ngegas.." Ucap Almira.


"Ga perlu basa-basi. Apa mau kamu?" Tanya Rendra.


"Aku cuma mau ngasih tau, bahwa Ibu kamu ada di rumahku.." Ucap Almira.


"Hahaha.. memangnya saya percaya dengan omongan kamu? Jangan ngaco kamu! Mana mungkin, Ibu saya mau tinggal serumah lagi dengan kamu!" Sungut Rendra.


"Oh.. jadi kamu tidak percaya? Ok akan Aku memberitahumu." Jawab Almira sembari mengubah panggilannya ke panggilan video call. Almira memutar kamera telfonnya. Hingga terlihatlah Hanum untuk Rendra. Rendra sangat terkejut dengan apa yang sedang dilihatnya.


"Mama?" Ucapnya terkejut. Almira pun memutar kameranya lagi.


"Sekarang kamu percaya kan? Bahwa mama kamu ada disini?" Ujar Almira.

__ADS_1


"Kamu apakan mama Aku? Kamu menjadikan dia sebagai babu kamu?" Sungut Rendra lagi.


__ADS_2