
"Dasar mata keranjang.. gara-gara duda sialan ini.. Aku jadi malu di depan Hana.. pokoknya sebelum Aku mendapatkan apa yang Aku mau, Rendra tidak boleh jatuh hati pada siapapun." Gumam Almira.
Akhirnya mereka pun segera pergi meninggalkan rumah Hana. Almira dan Rendra pergi dengan perasaan malu.
.
.
Setelah dari rumah Hana, Almira dan Rendra mengunjungi tempat Wedding Organizer. Mereka juga memilih dekorasi. Almira ingin acara pernikahannya mewah. Dan Rendra pun menuruti keinginan Almira.
"Sayang.. Aku mau.. acara resepsi pernikahan kita diadakan dengan sangat mewah.. Aku ingin seperti princess yang turun dari kereta kencana bak Cinderella sayang.. kamu mau kan mengabulkan permintaan Aku?" Rengek Almira dengan manjanya.
"Iya sayang.. silahkan kamu pilih dekorasi yang kamu suka.. pokoknya apa pun mau kamu akan Aku turuti.. Dan nanti.. silahkan kamu boleh pilih gaun yang kamu mau.. apa si yang enggak buat kamu.." Ujar Rendra memanjakan Almira.
"Makasih sayang.." Jawabnya sembari memeluk dan mengecup pipi Rendra.
...****************...
Waktu satu minggu berjalan begitu cepat. Hari kebahagiaan untuk menempuh kehidupan baru Rendra dan Almira tiba. Rendra merasa sangat bahagia dihari pernikahannya. Rendra mulai menggunakan kemeja dan jas pengantin. Dan berdiri tepat di depan cermin.
Hanum menghampiri putranya. Terlihat putranya sedang senyum-senyum sendiri. Hanum juga ikut tersenyum melihat putranya tersenyum bahagia. Hanum ikut merasakan kebahagiaan yang putranya rasakan di hari ini. Hanum pun berjalan lebih mendekat kepada Rendra.
"Duh.. gantengnya anak mama.. kamu pasti ga sabar menunggu waktu dalam beberapa menit lagi ya sayang?" Ucap Hanum.
"Iya ma.. Aku ga sabar.. Aku ga sabar Almira segera menjadi istriku." Ucap Rendra.
"Iya sayang.. kamu pasti bahagia ya nak?" Tanya Hanum.
"Jangan ditanya ma.. yang jelas.. Aku bahagia banget.." Jawab Rendra.
"Ya, sudah.. ayo sayang.. kita berangkat.." Ucap Hanum. Rendra dan Hanum pun berangkat.
.
.
Rendra telah tiba di acara. Sebentar lagi acara ijab kabul akan segera dilaksanakan. Rendra mulai duduk di depan pak penghulu. Mereka pun menunggu Almira turun. Rendra mulai gelisah dan tidak sabar menunggu Almira turun. Sesekali iya melihat angka pada jam yang melingkar di tangannya.
__ADS_1
"Rendra.. kenapa Almira lama sekali?" Tanya Hanum yang mulai kesal.
"Sabar ma.. sebentar lagi menantu mama akan turun.." Jawab Rendra.
"Ya, suruh cepetan dong Rendra.. malu sama pak penghulu kalau terlalu lama.." Ucap Hanum mulai gelisah.
"Iya ma.. sabar dong ma.." Ucap Rendra.
Tap
Tap
Tap
Terdengar langkah sepatu yang sedang menuruni tangga. Semua tamu undangan yang hadir pada melongo melihat dia orang yang menuruni tangga. Begitu juga dengan Rendra dan Hanum. Mereka dibuat tertegun dengan apa yang dilihatnya. Yaitu Almira dan seorang pria. Terlihat, Almira sedang melingkarkan tangannya ke tangan pria itu.
Hanum dan Rendra pun bangun dari tempat duduknya. Kemudian, Hanum dan Rendra berjalan mendekat ke arah mereka. Lalu berkata.
"Almira sayang.. siapa pria ini?" Tanya Rendra sembari menunjuk pada pria itu. Almira hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Rendra.
"Almira.. benar, dia kakak kamu? Bukankah kamu selama ini selalu bilang.. bahwa kamu sebatang kara, tidak punya orang tua ataupun saudara? Tapi kenapa tiba-tiba ada Saudara?" Tanya Rendra. Almira tetap tidak menjawab.
"Almira.. kenapa kamu diam saja?" Tanya Rendra sekali lagi.
"Apa yang kalian pikirkan itu salah. Pria yang ada di sampingku ini bukanlah saudaraku.." Ucap Almira.
"Lalu?" Tanya Rendra mulai merasa aneh.
"Kenalkan.. pria yang di samping ku ini adalah calon suamiku.. Namanya Alex." Ungkap Almira akhirnya.
"Apa? Apa maksud kamu Almira? Ini bukan waktunya untuk bercanda.." Ujar Rendra.
"Bercanda kamu bilang? Hahaha.. saya ga bercanda sayang.. tapi memang inilah kenyataannya. Alex ini memang calon suamiku. Dan yang seharusnya duduk di depan penghulu itu adalah Alex bukan kamu." Ujar Almira.
"Ga.. ga mungkin.. kamu pasti berbohong kan?" Ujar Rendra tidak percaya.
"Bohong? inilah kenyataannya Rendra.. Alex ini kekasih Aku.. dan calon suami Aku.." Ujar Almira sekali lagi.
__ADS_1
"Apa-apaan kamu Almira? Kenapa kamu mengkhianati ku? Apa kamu tidak cinta sama Aku?" Tanya Rendra.
"Hahaha.. cinta? Sejak kapan saya cinta sama kamu? Saya cuma mau duit dan harta kamu saja!" Ungkap Almira.
"Kurang ajar kamu Almira! Jadi selama ini kamu hanya menguras hartaku saja? Benar-benar tidak menyangka!" Ujar Rendra dengan marah dan kecewa.
"Kenapa? Kaget ya?" Ledek Almira.
"Sekarang juga pergi dari rumahku? Saya ambil alih semua fasilitas dan uang yang pernah saya kasih ke kamu.. Sekarang juga!" Pintanya.
"Hahaha.. kamu ngusir Aku? Kamu lupa, bahwa rumah ini sudah menjadi milikku? Sayang.. coba dong berikan berkas itu padaku.." Ujarnya kemudian kepada Alex.
Alex pun memberikan berkas itu. Dan Almira meraihnya di tangan Alex. Kemudian Iya memberikan berkas itu kepada Rendra. Dan meminta Rendra untuk membacanya secara teliti. Rendra pun meraih berkas itu dari tangan Almira. Iya membaca dengan seksama.
Rendra benar-benar dibuat terkejut dengan isi berkas itu. Ternyata, rumah dan semua aset perusahaan atas nama Almira. Dan disitu juga tertera tanda tangan Rendra juga Hanum.
"Kamu licik Almira! Kamu jahat!" Maki Rendra. Almira hanya tertawa puas.
"Dasar perempuan ga tau diuntung!" Ujar Hanum sembari ingin melayangkan sebuah pukulan ke wajah Almira. Namun, dengan sigap Almira malah menangkis nya.
"Diam kamu pembunuh! Jaga omongan kamu! Berani kamu sentuh saya, saya patahkan tangan kamu!" Ucapnya mengancam.
"Apa maksudmu bilang saya pembunuh?" Tanya Hanum.
"Apa kamu lupa dengan kejadian 20 tahun yang lalu? Dimana ayah dan Ibuku meninggal karena ulah mu wanita iblis!" Ungkap Almira dengan penuh emosi. Tiba-tiba Hanum mengingat peristiwa 20 tahun yang lalu. Dimana Hanum dan anak buahnya mengusir orang tua Almira. Hingga pada akhirnya terjadi suatu peristiwa yang mengenaskan.
"Siapa kamu sebenarnya?" Tanya Hanum kemudian.
"Kamu masih ingat dengan kedua orang ini?" Tanya Almira sembari memperlihatkan foto kedua orang tuanya. Mata Hanum menjadi terbelalak saat Almira memperlihatkan foto mereka.
"Jadi kamu?" Tunjuk Hanum ke Almira.
"Saya adalah anak kandung mereka. orang yang telah kamu bunuh! Dan kini, saatnya kamu menerima hukuman kamu!" Ujar Almira.
"Jadi kamu mendekati saya karena ingin balas dendam?" Ujar Rendra.
"Oh tidak hanya itu.. saya juga ingin harta kamu! Lagian siapa juga yang mau sama laki-laki mata keranjang seperti dirimu? Perempuan yang sempurna seperti Hana saja bisa kamu tinggalin.. apa ga mungkin, kamu akan melakukan hal yang sama denganku? Tapi sayangnya.. Aku bukan perempuan bodoh.. Rendra.. hahahaha..." Almira tertawa puas di depan Hanum dan Rendra.
__ADS_1