
Merasa dicurigai, Hanum pun tidak terima dengan sekertaris Hana. Hanum merasa ada yang menghalangi rencananya. Dan Hanum pun tidak bisa membiarkan siska itu terus-terusan menjadi penghalang rencananya. Hanum berfikir bahwa Siska harus disingkirkan terlebih dahulu.
"Ini Hana.. kenapa banyak yang melindungi sih? Ga di kantor, ga di luar.. semuanya melindungi Hana.. memangnya Hana itu sebaik apa sih? Ini lagi, sekertaris satu.. sok jadi pahlawan kesiangan. Ini ga bisa dibiarkan.. Aku harus segera menyingkirkan sekertaris sialan itu! Awas aja kamu.." Pikirnya dengan sangat emosi.
...****************...
Tiba-tiba terdengar bunyi telfon dari dalam saku celana Hanum. Hanum pun merogoh saku celana itu. Iya melihat ternyata Almira yang menelfon.
"Halo.. iya Almira?" Hanum menelfon sambil melihat sekeliling takut ada yang dengar.
"Hanum! Saya perintahkan kamu masuk ke ruangan Hana, Dan ambil data klien penting dalam laptopnya.. juga kamu ambil data rahasianya.." Perintah Almira memberatkan bagi Hanum. Hanum mengatakan bahwa gerak-geriknya diawasi oleh sekertaris Hana.
"Maaf Almira.. gerak-gerik saya selalu diawasi oleh sekertaris Hana.. jadi saya ga bisa berbuat apa-apa di sini.." Mendengar ini, Almira pun marah terhadap Hanum. Kerap Almira memaki Hanum.
"Kerjaan kamu disitu apa Hanum? Kamu cuma pura-pura kerja di sana.. mikir dong Hanum.. mikir.. kalau bisa, singkirkan dia.."
"Iya.. iya Almira.."
"Telfon sama siapa kamu? Hanum terkejut karena tiba-tiba ada suara dari belakang. Hanum segera mematikan telfonnya. Dan Hanum pun berbalik. Ternyata orang itu adalah Siska. Hanum terlihat gugup saat ada Siska. Siska menatap tajam ke arah Hanum. Laku Siska pun berjalan mendekat ke arah Hanum. Dan memberi Hanum peringatan.
"Dengar ya, kalau sampai macam-macam sama Ibu Hana.. awas kamu! Saya tidak akan membiarkan kamu punya niat jahat sama ibu Hana." Hanum tidak terima jika dirinya diancam seperti itu. Hanum pun menjadi gelap mata dan iya pun mendorong siska hingga siska terjatuh berguling dari tangga.
Setelah itu, Siska tidak sadarkan diri. Hanum bingung dan panik. Iya takut, iya tidak ingin dipenjara karena kesalahannya. Hanum melihat kanan dan kirinya tidak ada apa-apa. Hanum segera pergi dari tempat itu. Iya berharap tidak ada orang yang tau.
"Aduh.. gawat, ini benar-benar gawat.. jangan sampai ada orang yang tau tentang ini.."
__ADS_1
...****************...
Tidak ada lagi penghalang untuk melancarkan rencana Hanum. Karena sekertaris Hana sudah terbaring di rumah sakit. Hanum menyumpahi sekertaris Hana supaya tidak selamat. Agar dirinya bisa terbebas dari tuduhan.
"Syukurin tuh si Siska.. emangnya enak? Lagian suruh siapa ikut campur dengan urusanku? Kena batunya kan sekarang? Rasain lo.." Ucapnya
Hanum segera menjalankan aksinya. Iya diam-diam membuka pintu ruangan Hana. Dan iya menutup kembali pintu itu rapat-rapat. Kebetulan Hana sedang tidak di ruangannya. Hanum mulai membuka laptop Hana. Iya mulai mencari sebuah data rahasia perusahaan Hana dan data para klien penting.
Hanum berhasil mencuri data penting perusahaan. Hanum merasa sangat senang karena telah berhasil melakukan aksinya.
"Mampus.. kamu Hana.. sebentar lagi.. nasib kita akan tertukar.. Aku jadi orang kaya, sedangkan kamu jadi orang miskin.. rasain.." Hanum sangat puas dengan keberhasilannya. Sebelum ada orang yang mengetahui Hanum, Hanum segera pergi dari ruangan Hana. Sebelum melangkah keluar, Hanum terlebih dahulu melihat keadaan di luar. Setelah dirasa aman, Hanum pun segera keluar dari ruangan Hana.
Hanum tergesa-gesa pergi dari tempat itu. Mumpung belum ada yang tau. Hingga Hanum tidak sengaja menabrak seseorang. Orang itu adalah Veri.
Buk!
"Loh.. ibu ini kan?" Veri memastikan bahwa perempuan yang ada di hadapannya adalah Hanum.
"Iya.. tidak apa-apa.." Hanum segera pergi dari tempat itu. Veri masih tertegun memandangi Hanum yang semakin menjauh.
Veri merasa ada yang aneh pada diri Hanum. Gelagatnya sangat mencurigakan. Iya terlihat ketakutan saat bertemu dengan Veri.
"Aneh.. mau apa dia kemari? Apa dia kerja di sini?" Pikir Veri. Veri segera pergi ke ruangan Hana. Ternyata Hana tidak ada di dalam ruangannya. Veri bingung mencari Hana.
"Hana kemana ya?" Tanya pada dirinya sendiri. Veri mencoba menghubungi Hana. Dan Hana mengangkat telfon dari Veri.
__ADS_1
"Hana, kamu dimana sih? Kenapa kamu tidak ada di ruangan?" Tanya Veri lewat telfon.
"Aku sedang berada di rumah sakit Veri.." Jawab Hana di seberang telfon. Veri terkejut mendengar Hana berada di rumah sakit.
"Hah, di rumah sakit? Emangnya siapa yang sakit? Kamu sakit?" Tanya Veri.
"Enggak.. bukan Aku.. tapi sekertaris Aku.. Veri.. dia jatuh dari tangga kemarin.. Dan dia mengalami koma.." Jawab Hana.
"Oh.. syukurlah kalau begitu.." Ujar Veri sembari mengusap dada.
"Loh.. kenapa syukur?" Hana terkejut.
"Maksud Aku.. syukur.. bukan kamu yang sakit.." Ucapnya. Tanpa basa-basi lagi, Veri mengajak Hana untuk bertemu di sebuah restoran biasa.
...****************...
Veri menceritakan tentang iya tidak sengaja bertemu dengan Hanum. Veri memastikan apa Hanum bekerja di tempat Hana atau tidak.
"Iya Veri.. ibu Hanum bekerja di kantor saya.." Veri heran kenapa Hanum ingin bekerja di kantor Hana.
"Hana.. Bukannya Hanum itu sangat membenci kamu ya? Tapi, kenapa sekarang bekerja di kantor kamu?" Tanya Veri.
"Ya, dia emang jahat.. tapi itu dulu.. sekarang Hanum sudah berubah kok.. dia berubah menjadi lebih baik sekarang.." Ucap Hana. Veri mengangguk dengan ucapan Hana. Tapi Veri tidak yakin kalau Hanum itu benar-benar berubah.
"Hana.. apa kamu yakin, kalau Hanum itu benar-benar berubah menjadi baik? Secepat itu? Atau dia hanya pura-pura baik.. untuk tujuan tertentu?" Hana menggelengkan kepala dengan ucapan Veri. Dan Hana tidak percaya itu.
__ADS_1
"Tujuan tertentu? Veri.. nih ya, dia memang jahat.. dia memang sangat membenciku.. tapi itu hanya masa lalu.. sekarang dia ingin berubah.. lagian, apa salahnya sih, kita kasih kesempatan pada orang yang benar-benar ingin berubah.. jangan gitu dong Veri.. ga baik ah berprasangka buruk terhadap orang lain.." Ucap Hana.
"Hana.. Aku ngerti.. semua orang bisa berubah.. tapi, perubahan itu butuh waktu yang lama.. Dan Hanum baru kemarin saja dia berbuat jahat sama kamu.. kenapa sekarang tiba-tiba jadi berubah 180 derajat? Ingat Hana.. Hanum itu adalah orang yang sangat licik.. bisa-bisa iya memanfaatkan kebaikan kamu demi mendapatkan apa yang iya mau.. ingat jangan mudah percaya.. dia itu ga bisa di percaya Hana.." Ujar Veri mengingatkan.