Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu

Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu
Rencana perceraian


__ADS_3

"Anak kamu? Kamu mau menyebut kita aja sulit. Padahal itu adalah darah daging kamu juga mas.. kamu jangan khawatir tentang status. Karena anakku ga butuh sosok ayah sepertimu." Ucap Hana.


"Jangan belagu kamu Hana! Entar kamu menyesal karena sudah bertindak bodoh seperti ini. Kalau mas Rendra sih banyak peminatnya ya.. karena memang berduit. Tapi kalau kamu? siapa juga yang mau sama kamu? Udah longgar juga, siapa juga sih sama perempuan yang sudah beranak." Ucap Almira.


"Diam kamu pelakor! Aku ga ada urusan sama kamu. Dan kamu mas, jangan kamu kira selama ini Aku bertahan karena duit kamu.. Emang selama ini kamu kasih Aku berapa? Aku ga pernah tuh merasa kamu tanggung jawab sedikitpun sama Aku dan juga rehan. Perlu kamu ingat satu hal. Aku bertahan bukan karena Aku BUCIN sama kamu mas. Aku sudah ga ada rasa apa pun sama kamu. Dan Aku bertahan itu karena Aku menghargai papa kamu. Papa kamu meminta Aku, untuk tidak meninggalkan kamu. Karena kebaikan papa kamu, Aku menghargai permintaannya. Dan sekarang, papa kamu sudah ga ada. Jadi, tugas Aku untuk mempertahankan kamu sudah selesai. Silahkan jika kamu ingin bersama perempuan yang menurut kamu lebih dari Aku. Aku tunggu kamu di meja hijau." Ucapnya seraya meninggalkan Rendra dan Almira dari pemakaman. Sebelum Hana pergi, Hana terlebih dahulu melihat batu nisan papa mertuanya.


"Maafkan Aku pa.. Aku tidak bisa menjalankan amanah papa.. tapi, Aku berharap papa mengerti. Maaf pa.. kalau Aku tidak sekuat yang papa kira. Jujur, Aku selama ini tertekan. Dan Aku hanya ingin kebahagiaan. Aku minta maaf.." Ucapnya dalam hati. Setelah itu Hana pergi dari hadapan mereka.


Almira dan Rendra hanya memandangi Almira yang semakin menjauh. Rendra membuka kembali isi surat itu. Lalu, dengan emosi Rendra *******-***** kertas itu. Dengan jengkelnya Rendra malah membuang kertas itu.


"Argh.. sial!" Serunya dengan nada keras.


"Kenapa dibuang si sayang? Bukannya itu malah bagus ya.. berati kan kita sudah tidak ada halangan lagi." Ujar Almira menyemangati Rendra.


"Tapi Aku ga bisa terima kalau Hana melakukan ini padaku. Harusnya Aku yang lebih dulu melakukan ini padanya. Kenapa malah dia?" Ujar Rendra tidak rela.


"Mau siapa dulu kan sama aja mas.. Sudahlah, yang penting kamu itu lepas dari Hana, bereskan?" Ucap Almira.


"Aku ini seorang Rendra, pemilik perusahaan besar. Harusnya orang lain itu dibawah taklukan Aku. Ini malah Dia yang duluan bertindak. Mau taruh dimana wajahku? Apalagi di depan teman-teman ku.. Harusnya Aku yang ninggalin wanita, bukan wanita yang ninggalin Aku. Harusnya Hana itu menangis." Ujar Rendra.


"Tapi, nyatanya kan Hana ga nangis.." Ucap Almira.

__ADS_1


"Sial!" Serunya kesal.


"Atau jangan-jangan, Hana itu memang memiliki cadangan selain kamu?" Ucap Almira berusaha memfitnah.


"Maksud kamu? Hana juga selingkuhi Aku gitu?" Tanya Rendra tentang maksud Almira.


"Iya.. betul sekali.." Jawab Almira.


"Ga mungkin. Ga mungkin Hana melakukan itu." Ucap Rendra tidak percaya.


"Ya terserah.. kalau kamu ga percaya.. lagian jaman sekarang, mana ada orang yang setia? Ga ada sayang.. semuanya perlu duit. Apalagi, Hana itu kan ga pernah kamu kasih nafkah.. jadi bukan ga mungkin dong kalau dia cari pria lain yang berduit di luar.. namanya perempuan itu matre sayang.. coba tebak, sekarang Hana dalam waktu cepat dapat rumah, darimana coba duitnya? Dan kalau cuma mengandalkan gaji Hana, ya ga mungkin cukup lah.. palingan cukup buat kontrakan. Iya kan? Pikir mas.. paling dia cuma cari om om.." Ujarnya merasa paling tau.


"Ga nyangka.. ternyata Hana adalah perempuan yang rendahan." Ujarnya.


"Ga apa sayang.. justru ini menjadi senjata kamu untuk menuntut Hana di pengadilan nanti. Jadi kamu aman deh.." Ujar Almira.


"Iya juga ya sayang.. mampus kamu Hana!" Ujarnya.


...****************...


Sementara Hana, menemui kedua orang tuanya. Hana ingin membicarakan akan hal ini kepada kedua orang tuanya. Yaitu tentang perceraiannya dengan Rendra.

__ADS_1


"Sebenarnya ada apa Hana? Kenapa kamu ingin bercerai dengan Rendra? Apa yang sudah terjadi nak?" Tanya Ayahnya.


"Iya Hana.. kenapa kamu terlalu buru-buru mengambil sebuah keputusan? Apa kamu tidak memikirkan bagaimana nanti kedepannya? Bagaimana dengan anak kamu yang butuh sosok ayah? Apa kamu tidak memikirkan itu Hana?" Ujar Ibunya memberi nasehat. Sebelum Hana menjawab pertanyaan mereka, terlebih dahulu Hana mengambil nafas dalam-dalam. Hana ingin menjelaskan semuanya kepada mereka.


"Ma, pa.. mungkin sudah saatnya Hana menjelaskan semuanya." Ucapnya.


"Maksud kamu?" Tanya papa Hana penasaran.


"Pa, ma.. Selama ini, Hana tidak bahagia dengan pernikahan ini.." Ujarnya menyampaikan sepenggal kata.


"Loh.. kenapa? Bukannya Rendra itu pilihan kamu sendiri?" Tanya Ibunya heran.


"Iya.. memang Rendra adalah pilihan Hana.. Tapi, Rendra hanya mencintai saya dari awal saja. Setelah saya hamil, tubuh saya pun mulai berubah. Dan ini membuat Rendra risih dan tidak nyaman dengan pemandangan tubuh Hana. Bahkan Rendra pun mencari kepuasan nafsunya dengan perempuan lain. Dan perempuan itu adalah pembantu rumah sendiri, yaitu Almira. Tak hanya itu, Hanum Ibu mertuaku.. juga memperlakukan Aku dengan buruk. Aku diperlakukan seperti pembantu olehnya. Rendra dan Ibunya tidak peduli dikala Aku sedang mengandung. Bahkan sampai Aku melahirkan pun mereka tidak peduli. Apa yang Aku lakukan selalu salah dimata Hanum. Malah Almira yang selalu dipuji oleh Hanum. Seolah-olah, Almira itu adalah perempuan yang sempurna. Padahal dia hanya pembantu di rumah mertuaku. Tapi malah dijadikan seperti ratu. Sementara Aku yang menantu di rumahnya malah diperlakukan layaknya pembantu. Dan yang lebih parahnya lagi, Hanum mengetahui perselingkuhan anaknya dengan Almira. Dan Hanum juga mendukung perselingkuhan itu. Sebenarnya Aku ingin sekali pergi dari dulu.. Tapi, Ada hati yang harus Aku hargai. Yaitu papa Adi. Papa Adi, selalu berbuat baik kepadaku.. Beliau seperti papa sifatnya. Beliau selalu meminta maaf atas perlakuan mertuaku dan Rendra. Papa Adi juga meminta kepadaku agar Aku tetap bertahan dengan Rendra dan tidak pergi meninggalkannya. Sekarang papa Adi sudah ga ada.. Jadi, sekarang sudah tidak ada lagi hati yang harus Aku jaga. Alasan Aku untuk berpisah dengan Rendra sudah bulat ma, pa.." Ucapnya.


"Lalu, bagaimana dengan anakmu nak?" Tanya mamanya.


"Anakku tidak diakui olehnya. Jadi anakku ga butuh sosok ayah seperti dia." Ucapnya tegas.


"Kurang ajar! Jadi selama ini kamu diperlakukan buruk oleh mereka?" Ucap Papa Hana kesal.


"Sabar pa.. jangan keburu emosi.. kita bisa bicarakan ini baik-baik." Ujar mama Hana.

__ADS_1


__ADS_2