Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu

Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu
Rencana awal


__ADS_3

"Hana.. Apa disini ada lowongan pekerjaan? Kalau boleh Saya pengen bekerja disini.. jujur Hana, sekarang Saya sudah jatuh miskin.. saya benar-benar sudah tidak punya apa-apa lagi.. Saya butuh pekerjaan untuk biaya hidup Saya.. Saya minta tolong sama kamu.. tolong kasih Saya sebuah pekerjaan.. pekerjaan apa pun itu akan Saya lakukan.." Ucap Hanum. Mendengar Hanum membutuhkan pekerjaan, Hana pun mengernyitkan dahinya.


"Loh.. bukannya Rendra sudah bekerja ya bu? Kenapa ibu juga ikut kerja? Kan, sudah ada Rendra.." Tanya Hana heran.


"Hiks, hiks, hiks.." Tiba-tiba Hanum menangis tersedu-sedu membuat Hana semakin bingung.


"Kenapa Ibu menangis? Ada apa bu?" Tanya Hana.


"Saya.. sudah tidak tinggal bersama Rendra lagi.. Rendra sudah mengusir Saya dari kontrakannya.. sekarang Saya hanya tinggal sendiri di kontrakan Hana.. makanya saya butuh pekerjaan untuk Saya bertahan hidup.." Jawab Hanum meyakinkan Hana.


"Apa? Diusir? Ya, ampun.. ya, sudah.. kalau memang ibu Hanum mau kerja, Saya kasih kerjaan buat Ibu Hanum.. asalkan Ibu Hanum mau sungguh-sungguh dalam bekerja.." Ucap Hana. Hanum sangat senang mendengar ini.


"Terimakasih Hana.. terimakasih banyak.. kamu sudah memberikan pekerjaan bagi Saya.." Ucap Hanum.


"Sama-sama Ibu Hanum.." Ucap Hana sambil mengulas senyum.


"Kapan Saya bisa mulai kerja Hana?" Tanya Hanum.


"Sekarang pun.. kamu bisa memulai kerja.." Ucap Hana. Hanum tambah sumringah mendengar ini.


"Alhamdulillah... terimakasih banyak Hana.. terimakasih.." Ucap Hanum. Hana juga tersenyum melihat Hanum tersenyum. Kemudian, Hana pun pamit untuk masuk ke dalam ruangannya.


Hanum melihat Hana yang semakin menjauh. Hanum pun senang dengan ini. Hana sudah memberikan ijin untuk dia bekerja di kantor Hana. Setelah Hana tidak terlihat lagi, Hanum segera menghubungi Almira.


"Halo .. ada apa lagi Hanum? Kamu sudah berhasil untuk menemui Hana? Kalau seperti kemaren, mendingan ga usah hubungi Aku.." Tuduh Almira asal.


"Eits.. jangan su'udzon dulu dong Almira.. justru Saya kesini mau memberikan kabar gembira kepada kamu.. kamu tahu? Saya berhasil menemui Hana. Bukan cuma itu, Hana juga memberikan lowongan pekerjaan kepadaku.." Ucap Hanum.

__ADS_1


Mendengar ini, Almira merasa senang dan gembira. Karena Hanum telah berhasil masuk ke dalam kantor Hana.


...****************...


Almira mengakhiri telponnya dengan Hanum. Sekarang rencana pertama telah selesai. Alex yang ada di sampingnya heran melihat Almira senyum-senyum sendiri.


"Kayaknya ada yang lagi senang nih.. ada apa sayang?" Tanya Alex.


"Kamu tau enggak, Hanum sudah berhasil membuat Hana percaya pada Hanum. Dan yang lebih menenangkan lagi, Hana menerima Hanum untuk bekerja di kantornya. Kabar yang baik bukan?" Almira mengulas senyum licik. Alex yang mendengar itu menjadi senang. Seraya berkata.


"Bagus dong.. kalau begitu.. kita bisa memanfaatkan Hanum. Dan dengan mudah menghancurkan dari dalam." Almira mengangguk paham apa yang dimaksud oleh Alex.


tidak hanya itu, Almira dan Alex mulai mencari tau tentang perusahaan-perusahaan yang menjadi saingan perusahaan Hana.


Dalam waktu yang dekat, Almira dan Alex menemukan 3 perusahaan yang merasa tersaingi oleh Hana. Almira dan Alex mengajak kerjasama dengan mereka untuk menjatuhkan Hana.


"Bagaimana pak? Apa bapak-bapak ini setuju dengan tawaran kami? Kalau kalian bisa menjatuhkan Hana dalam waktu yang cepat maka kami akan memberikan dua kali lipat keuntungannya.." Almira tersenyum licik dan mereka pun setuju dengan tawaran Almira dan juga Alex.


...****************...


"Kamu tunggu perintah dari saya.. untuk sementara waktu kamu harus membuat Hana percaya sama kamu.. kalau kamu memang bekerja di sana.. lalu setelah itu kamu perhatikan waktu luang." Hanum mengangguk paham dengan apa yang dikatakan oleh Almira.


.


.


Almira dan Alex serta sekutunya mulai menyusun sebuah rencana untuk menjatuhkan Hana.

__ADS_1


"Oh.. iya, seingat saya Hana group itu berteman baik dengan Sinta group. Bagaimana kalau kita mengadu domba mereka lebih awal? Dan setelah hubungan Hana dan Sinta retak, barulah kita serang Hana habis-habisan.." Mendengar saran dari mereka, Almira dan Alex menjadi tidak paham. Almira bertanya.


"Apa hubungannya dengan Sinta?"


"Jika terjadi sesuatu terhadap Hana, maka Sinta yang membantunya untuk menangani masalah Hana. Jadi, kalau hubungan mereka retak ... Sinta tidak akan pernah membantu Hana lagi." Almira dah Alex paham apa yang dimaksud oleh mereka. Almira pun tersenyum licik Dan setuju dengan saran itu.


...****************...


Sesuai dengan perintah Almira, Hanum bekerja dengan giat dan lebih fokus agar Hana yakin bahwa Hanum benar-benar bekerja. Dan ternyata benar, Hana mulai percaya dengan Hanum.


Hana tidak punya rasa curiga sedikitpun terhadap Hanum.


Dari balik giatnya Hanum melakukan pekerjaan, seorang sekertaris Hana menjadi curiga terhadap Hanum. Karena Hanum selalu memperhatikan ruangan Hana. Dan iya pun selalu membersihkan depan ruangan Hana tersebut.


Sekertaris Hana pun menghampiri Hanum yang sedang bersih-bersih sambil melirik ke dalam ruangan Hana. Sekertaris itu sedikitpun menepuk pundak Hanum sehingga Hanum kaget.


"Heh, kamu ngapain cuma bersih-bersih di daerah sini? Liat itu, daerah yang lain juga kotor.. bersihkan juga dong, kamu niat kerja atau bagaimana sih?" Hanum jadi terkejut dengan ucapan wanita yang ada di depannya. Hanum jadi bingung apa yang mau iya jawab. Wanita yang ada di depan Hanum ini membuat Hanum jengkel. Ingin sekali rasanya Hanum mengelap mulut sekertaris Hana dengan alat pel.


"Dasar mak lampir, kenapa pakai acara kesini segala sih? Kan bisa gagal rencana Aku.. Awas aja dia.. akan Aku beri perhitungan padanya.." Gumamnya.


"Ngapain bengong? Ayo sana!" Sungutnya. Hanum pun langsung pergi dari hadapannya. Sekertaris Hana hanya menggelengkan kepala dengan gelagat Hanum. Kemudian, iya pun masuk ke dalam ruangan Hana dan menyampaikan tentang kecurigaannya kepada Hana.


"Permisi bu.." Ucap Sekertaris sembari mengetuk pintu.


"Iya masuk.." Sekertaris Hana itu pun langsung masuk dan memberitahu tentang Hanum.


"Hahaha.. mana ada siska? Hanum itu sudah berubah.. lagian rencana apa sih, yang dia bikin? Ga mungkinlah.." Hana tidak percaya dengan apa yang disampaikan oleh sekertaris Hana.

__ADS_1


"Tapi bu.. dia gerakannya mencurigakan... Aku khawatir, ada yang dia incar di sini.." Ucapnya tetap bersi keras.


"Sudahlah siska.. iya dia memang jahat, tapi itu kan dulu.. ya, siapa tau aja dia benar-benar berubah.. mungkin dengan keadaan dia yang sekarang.. membuat dia sadar dan tobat.. sudah ah.. jangan bahas yang ga penting.. lagian suudzon sama orang itu ga baik.." Siska pun mengangguk paham. Kemudian iya keluar dari ruangan Hana dan kembali ke tempat kerjanya. Tapi, meskipun begitu iya tetap curiga kepada Hanum.


__ADS_2