
Pagi harinya Almira pun bersiap-siap untuk pergi keluar hendak mencari rumah. Almira pun menggunakan pakaian yang modis layaknya bukan seorang pembantu.
Hana secara tidak sengaja memergoki Almira yang sudah sangat rapi siap keluar. Hana pun mencegat Almira yang berjalan santai ke pintu keluar.
"Almira.. kamu mau kemana? Rapi banget.." Tanya Hana. Almira pun terkejut dengan suara Hana.
"Oh.. em.. ini mbak.. Aku niatnya mau minta ijin sama mbak Hana.. cuma Aku takut mbak Hana terganggu.." Jawab Almira.
"Kamu mau keluar kemana Almira?" Tanya Hana lagi.
"Aku ada janji mbak.. sama temen.. tapi semua pekerjaan rumah sudah selesai semua kok mbak.." Jawab Almira. Hana pun mengangguk memahami.
"Oh.. kamu ada janji.. ya, sudah sana.. kamu boleh kok keluar.. tapi pulangnya jangan larut malam.. ga baik.. bagi anak gadis seperti kamu kalau pulang malam.." Ujar Hana mengingatkan. Almira pun mengangguk dan mengucapkan terimakasih.
"Terimakasih mbak.. terimakasih banyak.. saya janji, saya ga akan pulang malam.. Sekali lagi terimakasih mbak.." Ujar Almira sambil tersenyum.
Almira pun langsung buru-buru pergi. Dan ternyata sebuah taksi online sudah menunggunya di depan. Almira pun langsung menaiki taksi online tersebut. Almira merasa lega ketika karena Hana tidak curiga dengannya.
"Hah.. untung aja mbak Hana enggak curiga.. Jadi Aku bisa tenang sekarang.." Ucap Hana.
"Tujuannya mau kemana mbak?" Tanya sopir taksi tiba-tiba.
"Jalan aja terus pak.. nanti saya tunjukkan alamatnya.." Ucap Almira.
"Baik mbak.." Jawab supir taksi itu. Almira sudah menemukan lokasi pembelian rumah. Dan lokasi itu cukup jauh dari rumah Rendra. Jadi, tidak ada orang yang curiga tentang kemesraan mereka.
.
.
.
Almira pun sudah sampai di lokasi. Almira meminta supir taksi untuk menunggunya terlebih dahulu. Kemudian, Almira pun memfoto rumah tersebut. Iya pun mengirimnya kepada Rendra. Di seberang telfon, Rendra menerima pesan dari Almira. Dan iya melihat foto rumah itu. Dan setelah dilihat Rendra cukup merasa cocok dengan rumah pilihan Almira.
__ADS_1
"Bagaimana mas? Rumahnya bagus kan? Tempatnya juga strategis.. ini jauh dari rumah mas Rendra.. jadi ga ada yang curiga dengan hubungan kita.." Ujar Almira.
"Iya.. Almira.. Aku juga suka tempatnya.. oh iya, itu rumah buat kamu ya.. atas nama kamu.." Ucap Rendra di seberang telfon.
"Wah.. beneran mas? Ini buat Aku?" Tanya Almira sekali lagi.
"Ya, iyalah.. itu kan duitnya Aku kasih buat kamu.. kamu kan yang beli.. itu artinya rumah itu buat kamu.." Ujar Rendra. Almira pun merasa senang dengan ucapan Rendra.
"Terimakasih banyak mas.." Ujar Almira.
"Iya.. tapi, ingat ya.. kamu harus membuat Aku puas di ranjang.." Ujar Rendra.
"Oh.. kalau masalah ranjang.. ga perlu khawatir mas.. Aku pasti akan puaskan kamu di ranjang.. asal kamu tepati janji kamu.." Ucap Almira.
"Iya sayang.. kamu tenang saja.." Ujar Rendra.
Dan mereka pun mengakhiri telfonnya. Almira mulai menghubungi pemilik rumah. Ternyata pemilik rumah itu memang sudah ada di situ.
Almira pun langsung rebahan di sofa yang ada di rumah barunya. Almira sangat menikmati rumah barunya itu. Iya terlihat sangat bersantai duduk di sofa iyang sangat empuk itu.
"Hah.. enak juga ya.. jadi orang kaya.. Ternyata sangat mudah mendapatkan duit dengan jumlah yang sangat banyak.. Oh iya..ternyatq kalau rumah besar itu ga ada mobilnya sepertinya kurang..lebih baik, Aku tinggal minta aja sama mas Rendra.." Ujar Almira kepada dirinya sendiri.
Tiba-tiba, sebuah bunyi mobil terdengar di depan rumah Almira. Almira pun bertanya-tanya siapa yang klakson mobil itu. Kemudian Almira segera bergegas ke depan untuk melihat siapa yang datang. Dan ternyata yang datang adalah Rendra.
"Mas Rendra.. kamu cepat banget nyampe sini?" Tanya Almira. Rendra pun tersenyum kepada Almira.
"Ya, iyalah.. cepat.. kantor Aku kan dekat sini.. itu kamu lihat yang ada di ujung sana.. itu kantor Aku.." Ucap Rendra sembari menunjukkan sebuah gedung kantor. Almira pun mengangguk.
"Wah kalau begitu.. ga perlu jauh-jauh lagi dong mas.. ternyata Tuhan memang merestui hubungan ini ya?" Ujar Almira. Rendra pun hanya menyunggingkan bibir. Kemudian Almira bertanya lagi.
"Tapi, kamu ngapain jam segini kesini? Ini kan jam kerja.." Tanya Almira.
"Ya.. Aku tau kalau ini jam kerja.. tapi kan Aku seorang bos.. jadi bebas dong mau ngapain aja.. Lagian Aku kesini.. mau minta itu.." Ungkap Rendra.
__ADS_1
"Mau minta apa?" Tanya Almira pura-pura tidak mengerti.
"Ya, Aku mau minta main lah.. main ranjang.." Ujar Rendra. Almira terbelalak.
"Main ranjang lagi? tadi malam kan sudah.." Tutur Almira.
"Yang tadi malam itu kurang lama.. karena terkendala tempat.. kalau disini kan ga perlu khawatir ketahuan oleh siapapun.. jadi ya Aku pengennya lama mainnya.." Ucap Rendra.
"Emangnya mau main berapa lama mas?" Tanya Almira.
"Ya, sampai 3 jam.. gimana?" Ujar Rendra.
"Tapi, kalau keseringan dan terlalu lama takutnya punyaku longgar mas.. nanti malah dicampakkan Akunya.." Ucap Almira.
"Ya, kamu rawatlah dengan baik.. Aku kasih kamu uang banyak supaya kamu bisa merawat punya kamu dengan baik.. sehingga tidak terjadi kelonggaran." Ucap Rendra.
"Ok.. kalau begitu ayo.." Ucap Almira. Rendra pun langsung menutup rapat pintu depan. Dan Rendra langsung membawa Almira ke kamar. Permainan panas di ranjang pun dimulai. Kini Rendra melakukannya dengan penuh hawa nafsu. Sehingga Almira pun dengan bebas menjerit. Semakin Almira mendesah, semakin membuat Rendra semakin ganas di atas ranjang.
Waktu 3 jam telah berlalu. Rendra dan Almira pun mencapai puncak kenikmatan. Dan Rendra pun melakukan pelepasan. Mereka sangat ngos-ngosan. Kali ini Almira benar-benar dibuat terkapar. Begitu juga Rendra. Rendra merasa sangat puas dengan permainan panas kali ini. Dan tentunya Rendra sangat berterimakasih kepada Almira. Rendra pun menawarkan permintaan kepasa Almira.
"Almira.. kamu mau minta apa sekarang?" Tanya Rendra.
"Aku mau mobil mas.. mobil yang terbaru.." Ujar Almira. Rendra pun menyanggupi permintaan Almira.
"Ok.. sekarang juga Aku transfer ya.. silahkan kamu pilih sendiri mobil yang kamu suka.." Ujar Rendra. Almira pun mengecek jumlah transferan yang dikirim oleh Rendra. Almira pun terbelalak dengan jumlah tersebut.
"8 M? Ini yakin mas Rendra memberikan segini buat Aku?" Tanya Almira tidak percaya.
"Iya lah.. karena hari ini.. kamu sangat memuaskan.." Ujar Rendra.
"Ok.. terimakasih mas atas kebaikan kamu.." Ujar Almira.
"Ok.. tapi ingat kamu harus rawat dengan perawatan yang bagus daerah kewanitaan kamu itu.. pokoknya Aku maunya tetap sempit. Dan ingat, tubuh kamu juga harus di rawat." Ujar Rendra. Almira pun mengangguk.
__ADS_1