Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu

Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu
Kecemburuan Rendra


__ADS_3

"Aduh.. jadi kamu toh yang kecipratan air? Kasian banget ya kamu.. tapi kamu pantas si.. kecipratan air itu.. pantas dengan keadaan kamu yang miskin. Eh.. btw, kamu ngapain disini? Oh.. sedang nunggu bus ya.. aduh.. kasian banget nasib kamu sekarang ya Hana.. ya, memang si.. kalau awalnya gembel akan kembali jadi gembel.." Ejek Hanum.


Hana hanya tersenyum mendengar ejekan Hanum. Bagi Hana, ejekan Hanum hanyalah angin lewat saja yang tak perlu iya hiraukan. Karena bagi Hana, langit tidak perlu menunjukkan bahwa dirinya tinggi. Tak lama, bus yang Hana pesan sudah tiba. Hana merasa senang sekali karena dengan cepat iya bisa terhindar dari ejekan tak bermutu itu.


Bus itu pun langsung berhenti pas depan Hana. Hana pun segera menaiki bus itu tanpa mempedulikan Hanum. Melihat Hana yang cuek, Hanum merasa kesal.


"Hana semakin hari semakin kurang ajar. Mentang-mentang dia Dia sudah bukan menantuku lagi dia sudah berlagak terhadapku. Miskin, belagu!" Gerutunya.


...****************...


Di sebuah hotel ternama, Hana mendatangi hotel tersebut untuk menghadiri meeting dengan klien-klien besar. Rendra pun juga menghadiri acara meeting tersebut. Rendra dan Hana bertemu kembali setelah mereka genap 2 bulan berpisah. Semenjak mereka berpisah, Hana dan Rendra tidak lagi bertemu.


Hana sudah menganggap semuanya biasa saja. Hana menganggap seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa. Dan Hana menganggap bahwa Rendra itu adalah saingan kerja saja.


Sedangkan Rendra yang melihat mantan istrinya itu menjadi tertegun. Ada yang berubah pada diri Hana. Hana terlihat lebih cantik dari sebelumnya.


Di ruang meeting, Rendra tidak dapat fokus pada bisnis yang dibahasnya. Pandangannya hanya tertuju kepada Hana.


"Pak Rendra.." Ucap salah satu klien yang tiba-tiba mengagetkan Rendra.


"Iya?" Ucap Rendra tidak fokus.


"Bapak sakit?" Tanya klien tersebut.


"Oh.. tidak.. ya udah lanjutkan saja.." Ucapnya membuat semua yang menghadiri acara meeting menjadi bingung.


"Gila! Itu Hana kenapa terlihat lebih cantik ya? kenapa Hana terlihat lebih cantik dari sebelumnya? Aku melihatnya jauh lebih cantik dari pertama bertemu dulu.." Gumamnya.


.


.


Acara meeting pun selesai. Rendra masih saja fokus pandangan terhadap mantan istrinya itu. Tapi, Rendra masih saja gengsi untuk mengakui semuanya. Rendra masih saja menghina Hana.


"Apa kabar mantan istriku?" Ucap Rendra ketika tak sengaja berpapasan dengan Hana.


"Baik!" Jawab Hana biasa saja.

__ADS_1


"Ternyata, dari dulu kamu masih gini-gini aja ya? Ga ada perubahan." Ucapnya.


"Maksudnya?" Tanya Hana tidak mengerti.


"Ya, kamu kerja masih ikut orang.. Masih mau-mau aja jadi pesuruh orang. Dasar ga punya pendirian!" Ejek Rendra sembari tersenyum mengejek.


"Lalu, urusannya sama kamu apa?" Tanya Hana.


"Ya, Aku cuma mau ngingetin aja sih.. biar kamu ada kemajuan dikit. Buat usaha sendiri dong.. kayak Aku, sudah punya perusahaan sendiri.. biar hidup kamu ga gini-gini aja.. kerja kok mau jadi pesuruh orang. Dulu waktu kamu jadi istri Aku.. kamu kan enak ga kerja.. jadi ratu." Ucap Rendra tidak sadar dengan perkataannya. Hana hanya tertawa mendengar ucapan Rendra.


"Hahaha.. ratu kamu bilang? Selama ini kamu itu tidur atau bagaimana sih? Kamu ga sadar dengan apa yang sudah kamu dan Ibumu lakukan sama Aku..? Rendra, Rendra. Ternyata dari dulu kamu ga pernah sadar ya.. asal kamu tau aja.. lebih baik Aku begini aja, dari pada Aku harus bersama kamu! Yang ada kalau sama kamu, bikin stres dan tekanan batin. Lagian kalau kerja ikut orang itu kenapa? Masalah buat kamu?" Jawabnya. Dan Hana pun langsung pergi dari hadapan Rendra.


Rendra tertegun dengan jawaban Hana. Rendra pun juga pergi, dan langsung menuju parkiran mobil. Dari jauh, Rendra melihat Hana sedang berbicara dengan laki-laki.


"Siapa itu?" Tanya Rendra.


.


.


"Hai.. apa benar kamu Hana?" Tanya seorang pria tampan menghampirinya. Hana melihat pria itu dan bertanya-tanya siapa pria yang ada di hadapannya itu. Mengapa pria itu mengenali dirinya.


"Saya Veri.. Saya keponakan dari tante Sinta.. Tante Sinta menyuruh saya untuk menjemput kamu.." Ucapnya.


"Oh.. terimakasih atas perbuatan baiknya.. tapi, saya membawa mobil sendiri.." Jawab Hana menolak halus.


"Iya.. kalau begitu, Aku akan kawal kamu hingga kamu sampai rumah.. Kebetulan Aku bawa motor." Ujar Veri.


"Sekali lagi terimakasih.. tapi tidak perlu repot-repot mengawal saya.. saya tidak ingin merepotkan orang lain.." Ucap Hana.


"Tolong ijinkan saya untuk menjalankan amanah dari tante saya.. Saya hanya ditugaskan untuk memastikan bahwa kamu aman sampai rumah.." Ujar Veri. Hana pun akhirnya setuju dengan ajakan Veri.


"Baiklah kalau begitu.. Aku tidak akan melarang kamu untuk mengawal Aku.." Jawab Hana.


"Terimakasih Hana.." Ucapnya.


Hana pun melajukan mobilnya dan Veri mengikutinya dari belakang memastikan bahwa Hana aman sampai tujuan. Rendra yang melihatnya merasa jengkel dan menggerutu.

__ADS_1


"Ngapain sih laki-laki itu mengawal Hana segala. Mana Hana sok akrab lagi. Murahan banget sih Hana.. belum setahun cerai dari suaminya.. langsung akrab dengan laki-laki lain. Ga ada bedanya sama perempuan panggilan." Gerutunya.


...****************...


Hana sudah sampai di depan rumahnya. Dan ternyata benar, Bahwa Veri mengawal Hana sampai tujuan. Hana mengucapkan terimakasih kepada Veri karena telah mengantarnya sampai rumahnya.


"Terimakasih ya.. kamu sudah mengantar saya sampai rumah.. harusnya ga perlu repot-repot.. jadi ga enak.." Ucap Hana.


"Iya sama-sama.. ga perlu merasa ga enak seperti itu. Ini sudah tugas saya dari tante Sinta.. Kalau bukan tante yang suruh.. mana mungkin Aku mau mengantar kamu?" Ujarnya.


"Iya.. oh ya.. sampaikan ucapan terimakasih saya sama bu Sinta ya.." Ucap Hana lagi.


"Iya.. pasti saya sampaikan.. oh ya, Aku pulang dulu ya.." Ujarnya.


"Iya.." Jawab Hana singkat.


.


.


Siapa sangka kalau Rendra akan mengikuti mereka. Rendra melihat mereka dari kejauhan. Melihat mereka yang akrab, Rendra tambah kesal.


Veri pun langsung balik pulang ke rumahnya. Tak di sangka, dalam perjalanan pulang, Rendra mencegahnya. Veri pun langsung berhenti.


"Stop! Turun kamu!" Serunya menyetop Veri. Veri pun langsung berhenti dan membuka helmnya.


"Ada apa? Kenapa kamu mencegat saya? Siapa kamu?" Tanya Veri.


"Saya mantan suami Hana!" Jawab Rendra.


"Ada perlu apa dengan saya?" Tanya Veri.


"Ada hubungan apa kamu dengan Hana?" Tanya Rendra.


"Oh.. saya cuma mau mengantar dia pulang.. ga ada yang lain." Jawabnya.


"Ini untuk pertama dan terakhir. Jangan coba-coba untuk anterin Hana lagi. Apa lagi mencoba dekati dia.. Jangan harap! Camkan itu!" Peringatan Rendra.

__ADS_1


"Oh.. Aku ga ada niat apa-apa.. Lagian kamu siapa? Cuma mantan suami doang kan?" Ujar Veri.


__ADS_2