
"Kenapa Hana? Apa kamu tidak tahan dengan sikap ibu mertua kamu?" Tanya Adi.
"Tidak hanya itu pa.. banyak hal yang membuat Hana ingin pindah dari rumah ini.." Ujar Hana.
"Apa Hana? apa alasan kamu? Cerita sama papa.. mungkin papa bisa bantu.." Ucap Adi menawarkan.
"Suatu saat.. papa pasti akan tau.. maaf pa, Aku tidak bisa tinggal di sini lama-lama.." Ujar Hana tidak ingin memberitahu yang sebenarnya.
Hanum yang melihat Hana dengan kopernya pun hanya tersenyum sinis.
"Halah.. kalau mau pergi, pergi aja.. miskin kok belagu!" Ejek Hanum.
"Permisi!" Pamit Hana. Hana pun langsung pergi dengan membawa rehan anaknya. Adi, papa mertua Hana hanya memandangi Hana dengan penuh rasa iba.
Dari dalam taksi, Hana hanya bisa memandangi mertuanya yang berdiri terpaku. Dalam hati Hana, Adi adalah sosok ayah yang baik. Dia baik seperti ayahnya sendiri. Hana sudah menganggap Adi seperti ayah sendiri.
"Maafkan Aku pa.. untuk kali ini Aku tidak bisa berkata yang sebenarnya ke papa.. Aku takut, jika mengatakan yang sebenarnya.. kesehatan papa akan menurun.. Aku bukan karena tidak betah dengan sikap ibu mertua pa.. tapi, karena anak dan istri papa yang telah mengkhianati Aku.. kelak, papa akan tau sendiri kelakuan mereka." Ucap hana dalam kesendiriannya. Kemudian, Hana pun langsung meminta taksi untuk segera melaju.
...****************...
Sesampainya di rumah yang baru, Hana pun menara kembali barang-barang yang telah iya bawa. Kebetulan Rehan sedang tertidur. Jadi Hana dengan mudah menata barang-barang. Setelah selesai Hana menata barang-barangnya, Hana duduk di samping putra kecilnya itu. Hana memandangi wajahnya dengan perasaan penuh kasih sayang serta rasa iba.
"Kasihan kamu nak.. anak sekecil kamu harus menanggung beban seperti ini.. harusnya anak yang lagi lucu-lucunya seperti kamu, mendapatkan perhatian lebih dari ayah dan nenek kamu sayang.. Tapi, ini malah kebalikannya. Mereka seolah-olah tidak peduli dengan kamu nak.. Mereka boleh khianati Ibu, tapi Ibu ga rela jika mereka memperlakukanmu seperti ini nak.. Tapi, kamu jangan khawatir sayang.. Ibu janji, Ibu akan membahagiakan hidup kamu, Ibu pastikan kamu tidak akan kekurangan satu apapun.. Biarlah mereka tidak menganggap kamu.. masih ada Ibu yang akan merawat kamu nak.. Ibu akan selalu menjaga kamu dengan baik.." Bisik Hana kepada Rehan yang sedang terlelap tidur. Hana pun mencium kening Rehan.
Dari ruangan depan, Hana melihat mobil Rendra sedang berjalan menuju parkiran rumah rahasia selingkuhannya. Dari balik rumahnya, Hana melihat Almira menyambut Rendra dengan antusias. Tanpa ada rasa malu, Almira memeluk Rendra dengan pelukan mesra. Bahkan Hana juga melihat Rendra membalas pelukan itu. Yang lebih parahnya lagi, Rendra malah mencium Almira dengan penuh nafsu. Kemudian, mereka pun masuk ke rumah itu.
Hana yang melihat itu, hatinya merasa seperti disayat-sayat. Hati Hana merasa perih melihat suaminya sendiri bermesraan dengan wanita lain. Tidak terasa air mata Hana terjatuh. Tapi Hana langsung mengusap kembali air matanya itu.
"Sampai kapan kamu akan menyembunyikan pengkhianatan kamu mas?" Ujar Hana dalam kesendiriannya.
__ADS_1
...****************...
Sementara di rumah rahasia Rendra dan Almira, mereka sedang asyik dengan dunia haram mereka. Malah Rendra selalu bernafsu ketika bersama Almira. Selesai mereka berhubungan, Almira tidur di atas dada bidang Rendra sambil berkata.
"Mas.. sampai kapan kita begini terus? Masak iya sih kita harus ngumpet-ngumpet begini ketika kita mau melakukan ini.." Ujar Almira sedikit cemberut.
"Memangnya kenapa sayang..? Kamu maunya dimana?" Tanya Rendra sambil mengelus rambut Almira.
"Ya.. Aku maunya bebas.. tanpa ngumpet-ngumpet begini.. Aku maunya kita itu terbuka tentang hubungan ini.. Sampai kapan kita mau menyembunyikan hubungan ini mas..?" Kata Almira.
"Kamu sabar aja ya sayang.. kasih Aku waktu dulu.." Ujar Rendra.
"Bukannya mama kamu sudah tau ya.. tentang hubungan kita? Dan bukannya mama kamu sudah mendukung hubungan ini? Jadi tunggu apa lagi?" Tanya Almira.
"Mama memang merestui hubungan kita sayang.. tapi, papa Aku belum tau tentang hubungan ini.. Aku ga mau papa Aku syok gara-gara hubungan kita.. karena Aku sudah memiliki istri dan anak. Dan papa juga sangat menyayangi Hana dan cucunya.. Kalau papa sampai tau hubungan ini secara mendadak.. Aku takut kesehatan papa akan terganggu sayang.. semua ini butuh waktu.." Penjelasan Rendra.
"Iya mas.. tapi sampai kapan?" Tanya Almira tidak sabar.
"Ok.. tapi jangan pernah kamu PHP in Aku ya mas.." Ucap Almira.
"Iya sayang.. kamu sabar ya.." Ujar Rendra sembari mencubit hidung Almira.
"Oh iya sayang.. Aku masih kuat nih.." Rayu Rendra.
"Maksudnya?" Tanya Almira tidak mengerti.
"Masak ga ngerti sih?" Ujar Rendra.
Almira pun langsung paham apa yang dimaksud oleh Rendra. Dan Almira mengangguk. Iya menuruti keinginan Rendra untuk melakukan sekali lagi.
__ADS_1
Rendra pun mulai melakukan aksinya kembali. Mereka mulai melakukan adegan panas itu sekali lagi. Sementara Almira, tentu sangat menikmati itu semua.
.
.
.
Setelah 2 jam berlalu, mereka berdua sangat puas dengan yang mereka lakukan. Rendra sekali lagi mengecup kening Almira.
"Sayang.. terimakasih ya.. atas hari ini.. kamu benar-benar buat Aku sangat puas hari ini.." Ujar Rendra.
"Sama-sama sayang.." Ucap Almira.
Kemudian, Rendra pun membuka HP nya. Iya pun langsung mentransfer uang dengan nominal yang lebih fantastis dari sebelumnya. Dan Rendra pun berkata.
"Sayang.. coba kamu cek rekening kamu. sudah Aku transfer ya.." Ucap Rendra. Almira pun mengecek M-banking di HP nya. melihat nominal dengan jumlah besar, Almira langsung terbelalak. Iya tidak menyangka bahwa Rendra akan mentransfer uang sebanyak itu.
"15 M? Kamu ga salah nominal mas?" Tanya Almira tidak yakin.
"Ya, enggaklah sayang.. ngapain Aku salah ketik.. emang segitu yang mau Aku kasih ke kamu.. lagian, kamu itu pantas dapatkan semua ini.. daripada istri Aku sendiri." Ujar Rendra. Almira mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Rendra.
"Kenapa begitu? Dia kan istri sah kamu.." Tanya Almira.
"Ya, iyalah.. dia itu sudah tidak bergairah lagi bagi Aku.. dia itu sudah melahirkan.. pastinya longgar lah.. dan Aku ga mau itu.." Ucap Rendra. Almira pun hanya menganggukkan kepala.
"Oh gitu ya mas.." Ucap Almira.
"Iya dong sayang.." Jawab Rendra. Dalam hati Almira berkata.
__ADS_1
"Tajir sih mas Rendra.. tapi, istrinya sendiri aja diperlakukan seperti itu, apalagi Aku.. Dan kalau misalnya, Aku beneran nikah sama mas Rendra, bukan ga mungkin dia juga memperlakukan Aku seperti itu juga.. ih jangan sampai.." Kata batin Almira