
"Kamu apakan mama Aku? Kamu menjadikan dia sebagai babu kamu?" Sungut Rendra lagi.
"Enak banget kamu nuduh Aku.. denger ya.. yang meminta untuk jadi baby di rumahku itu adalah ibu kamu sendiri. Bukan Aku, kalau kamu tidak percaya, kamu bisa datang kesini dan Tanyakan langsung sama orangnya. seharusnya kamu berterimakasih Kerala saya karena saya telah memberitahu kamu, Dimana ibumu. Dasar laki-laki tidak tau terimakasih." Ucap Almira dan langsung mematikan hpnya.
Rendra pun menjadi kesal dan lesu dengan sikap ibunya. Iya tidak menyangka kalau Hanum akan merendahkan dirinya kepada perempuan seperti Almira.
"Cek. Mama, mama. pikiran mama itu sebenarnya taruh dimana sih? Kenapa bisa mama merendahkan diri mama sendiri kepada perempuan macam Almira..? Heran dengan sikap mama.." Ujarnya sambil berdecak kesal. Karena tidak ingin ibunya terus-terusan menjatuhkan harga dirinya kepada Almira, Rendra pun bergegas pergi ke sana ingin menjemput ibunya.
.
.
.
Sesampainya di sana, Rendra langsung berteriak memanggil ibunya di depan rumah Almira. Almira pun langsung Keller ketika mendengar teriakan Rendra.
"Mama.. ma.. mama.." Teriakan Rendra memanggil ibunya.
"Heh, heh. Apa-apaan ini, teriak-teriak di depan rumah orang? Kamu itu punya etika atau Enggak sih?" Sungut Almira.
"Mana ibu saya? Kamu sembunyikan dimana dia?" Tanya Rendra langsung tanpa basa-basi.
"Aku, sembunyikan ibu kamu? Jaga omongan kamu, jangan asal bicara!" Ucap Almira.
"Saya mau ketemu sama Ibu saya, sekarang dimana dia?" Tanya Rendra sekali lagi dengan nada yang lebih keras.
"Ibu kamu ada!" Jawabnya singkat. Tanpa basa-basi lagi, Rendra langsung menerobos masuk ke dalam rumah Almira. Iya tidak peduli dengan Almira yang ada di hadapannya. Almira menoleh kepada Rendra yang berjalan masuk ke dalam rumahnya. Almira pun memanggilnya dan mengejarnya.
"Hei, mau kemana kamu? Teriak Almira sembari berjalan cepat mengejar Rendra.
Rendra mendapati ibunya yang tidur di kamar bekas yang sudah usang tidak terpakai. Melihat itu, Rendra semakin emosi dan tidak terima melihat ini semua. Iya pun membalikkan badannya dan protes terhadap Almira.
"Apa-apaan kamu Almira? Kenapa ibuku kamu berikan kamar yang tidak layak untuk di pakai? Kenapa kamar ibu seperti gudang begini?" Protes Rendra. Almira tersenyum sinis dan berkata.
__ADS_1
"Itu ibumu sendiri yang mau kok.." Jawabnya ringan.
"Keterlaluan kamu Almira!" Ucap Rendra kesal.
"Rumah ini sekarang sudah menjadi milikku. Bukan milikmu lagi. Ya, terserah Aku dong.. mau memberikan ibumu kamar yang mana.. ini kenapa kamu yang ngatur ya? Ingat ya, sekarang kamu tidak berhak atas rumah ini lagi. Paham kan, bapak Rendra yang terhormat.." Ujar Almira. Rendra hanya menggelengkan Kepala dan iya segera menghampiri ibunya yang sedang tidur.
Kemudian, Rendra membangunkan ibunya. Hanum pun membuka mata dan melihat Rendra.
"Ma.. bangun ma, kita pulang ma.." Ujar Rendra.
"Rendra? Ngapain kamu kesini?" Tanya Hanum kaget.
"Rendra mau jemput mama pulang.. sekarang kita pulang ya ma.." Ucap Rendra sembari menarik tangan Hanum.
"Darimana kamu tau, kalau mama ada di sini?" Tanya Hanum.
"Almira yang memberitahu Aku ma.. sekarang, ayo pulang ma.." Ajak Rendra.
"Ga bisa Rendra.. mama ga bisa pulang, kamu tau kan, kalau ini rumah mama? Mama masih mau tinggal disini.." Ucap Hanum.
"Ga, pokoknya mama ga mau pulang titik. Mama mau tinggal disini, rumah mewah. dingin ga panas kayak kontrakan kamu.. makannya juga enak disini.." Ujar Hanum.
"Tapi disini, mama tidur di tempat yang ga layak ma.. apa mama tidak malu?" Tanya Rendra.
"Ngapain mama harus malu? Mama pengen tinggal di rumah gede. Ga masalah bagi mama mau tidur dimana.. yang penting makanannya enak.." Ucap Hanum.
"Ma.. Kenapa mama malah menjatuhkan harga diri mama sama perempuan seperti Almira? Sadar dong ma.." Ucap Rendra.
"Kamu yang harusnya sadar Rendra.. kerja cuma jadi OB. Gajinya ga seberapa.. sudah gitu, makanannya makanan orang miskin lagi, kontrakan juga kayak gitu. Gimana mama mau betah tinggal di rumah kontrakan buluk kayak gitu.." Sungut Hanum.
"Iya.. ma, Rendra janji akan memberikan yang terbaik buat mama.. apa yang mama suka Rendra akan penuhi.. tapi itu nanti ma.. setelah Rendra sukses.. pulang ya ma.." Ajaknya lagi.
"Ga mau, pokoknya ga mau ya ga mau. Ngeyel banget jadi anak! Mau jadi anak Durhaka kamu? Mending kamu sendiri yang pulang.." Usir Hanum. Karena merasa gedeg dengan drama yang ada di hadapannya, Almira menghentikan perdebatan Rendra dan Hanum. Kemudian, Almira juga mengusir Rendra.
__ADS_1
"Aduh.. sudah deh ya, stop ga usah bikini drama. Pusing dengernya. Rendra, mending kamu pulang aja sana! Kalau ibu kamu ga mau, ya sudah.. jangan dipaksa.." Ucap Almira.
"Diam kamu Almira!" Hentak Rendra. Almira kaget dan langsung memberikan pilihan.
"Kamu pergi dari sini, atau Aku usir kamu secara paksa. Pergi!" Bentaknya. Rendra pun langsung pergi meninggalkan mereka. Dan berkata sebelum pergi.
"Ga perlu! Saya bisa pergi sendiri." Ucapnya dan langsung pergi.
"Bagus deh kalau begitu.. jadi ga perlu repot-repot panggil Satpam." Ucap Almira. sembari mengangkat bibirnya sebelah.
Setelah Rendra pergi, Almira menoleh kepada Hanum yang sedang menatap kepergian Rendra. Dan Almira mengagetkan Hanum.
"Heh, Hanum!" Sapa Almira membuat Hanum kaget dan langsung menoleh ke arah Almira.
"Iya ada apa Almira?" Tanya Hanum.
"Kamu yakin mau tinggal disini?" Tanya Almira sekali lagi. Hanum pun mengangguk dan berkata.
"Iya, Saya yakin Almira.." Jawab Hanum. Mendengar itu, Almira pun tersenyum sembari mengangkat ujung bibirnya yang sebelah. Kemudian Almira berkata.
"Kamu tidak lupa kan, dengan persyaratan yang saya kasih? Bahwa tinggal disini tidak ada yang gratis. Kamu tau kan, jadi apa di rumah ini?" Ucap Almira sekali lagi.
"Iya.. saya tau Almira.." Jawab Hanum.
"Bagus kalau begitu." Ucap Almira.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Malam sudah semakin larut. Biasanya Rendra cepat tidur supaya iya bisa bangun lebih pagi untuk berangkat kerja. Tapi, malam ini Rendra tidak dapat tidur setelah iya pulang dari rumah Almira. Rendra masih memikirkan ibunya yang tinggal di rumah Almira.
"Aku tidak habis pikir dengan mama.. kenapa bisa ya, mama seperti itu? Demi hidup nyaman dan tinggal di rumah yang besar, mama rela menjatuhkan harga dirinya. Mama, mama. Kenapa mama ga bisa sabar sedikit sih ma.." Pikir Rendra sembari berdecak kesal.
Rendra mengkhawatirkan keadaan ibunya di rumah Almira. Rendra takut kalau nantinya Almira memperlakukan ibunya tidak baik. Yang Rendra takutkan, Almira akan berlaku semena-mena terhdap Hanum.
__ADS_1
Yang lebih Rendra takutkan lagi adalah Almira akan memerintah Hanum yang bukan-bukan. Sementara Hanum mudah tergiur demi sesuatu yang dia inginkan, pasti Hanum jalani.