
"Ya, lapar lah Rendra.." Jawab Hanum.
"Ya, sudah kalau begitu Aku pergi beli makan dulu ya ma.. mama tunggu sini sebentar." Ucap Rendra.
"Cepetan jangan Lama-lama." Ucapnya.
"Iya ma.." Jawab Rendra. Seketika Rendra pun langsung pergi membeli makan untuk dirinya dan untuk mamanya.
Sementara Hanum, Iya hanya menggerutu ga jelas. Hanum merasa risih dengan rumah kontrakannya yang iya tempati sekarang. Ingin duduk pun Hanum sepertinya risih, takut kalau kursinya bikin kulit Hanum gatal.
Tak lama, Rendra pun datang dengan membawa dua bungkus makanan dan dua botol air mineral. Hanum sangat senang ketika Rendra datang dengan membawa makanan. Karena iya berpikir bahwa Rendra akan membawa makanan yang enak untuk dirinya. Tapi, setelah Hanum membuka bungkus makanan itu, iya merasa kecewa dengan lauk pauk yang sederhana. Hanum pun langsung meletakkan makanan itu begitu saja. Hanum seperti malas untuk makan dan tidak berselera.
"Kenapa makanannya di taruh ma?" Tanya Rendra heran.
"Kamu yang benar aja Rendra.. beli makanan gembel seperti ini. masa iya makanannya cuma sama telur ceplok dan tahu, tempe sih? Mana selera mama makannya." Sungut Hanum.
"Mama ga suka sama makanannya?" Tanya Rendra lagi.
"Makanan yang elit sedikit kenapa si Rendra? Rendang kek, nasi padang kek, kalau makanan kayak ginian.. makanan apaan namanya. Sudah pilih rumah kontrakan kayak gini, makanannya juga kayak gini." Protes Hanum sembari menggelengkan kepala.
"Iya ma.. maaf ya, kalau makanannya begini.. tapi memang begini keadaan kita sekarang ma.. uang tabungan Aku ga banyak.. kita harus benar-benar ngirit sekarang.. Apalagi kita kan baru pindah ma... Nanti kalau Aku sudah dapat kerja kita makan yang enak lagi ya ma.." Ujar Rendra.
.
.
Rendra mulai berangkat untuk mencari kerja. Iya rela jalan kaki sambil panas-panasan di jalan demi mencari sebuah pekerjaan. di rasa lelah, Rendra pun beristirahat di sebuah kursi panjang yang terletak di bawah pohon rindang.
"Susah juga ternyata mencari pekerjaan. Mana uang tabunganku semakin menipis lagi. Tapi ga apa-apa.. Aku harus tetap semangat. Seorang Rendra tidak boleh menyerah.." Ujar Rendra memberi semangat kepada dirinya sendiri.
Setelah dirasa cukup untuk istirahat, Rendra kembali lagi mencari pekerjaan. Iya berjalan menyusuri keramaian kota.
Tit.. tit.. Terdengar suara klakson mobil dari arah samping. Rendra seketika berhenti dan menoleh ke arah mobil itu. Mobil itu pun berhenti juga tepat di depan Rendra. Pengemudi mobil tersebut membuka kacanya. Ternyata dia adalah Almira. Almira kerap menertawakan Rendra.
"Waduh... ada pak bos disini rupanya.. mau kemana pak? Kok jalan kaki? Ga takut kepanasan? Entar item loh.. mobil mewahnya kemana? Oh iya lupa, mantan bos ya.. sekarang udah jadi orang miskin ya? Emangnya enak.. hahaha... aduh.. jahat sih jadi orang.. udah dulu ya.. Aku mau pergi dulu. Takut ketularan miskinnya." Ejek Almira. Sembari menutup kaca mobilnya dan melaju pergi. Rendra hanya diam saja dengan hinaan Almira.
__ADS_1
"Dasar manusia tidak tau diri. Awas aja kamu Almira.. akan Aku balas kamu. Aku pastikan, kamu akan bertekuk lutut dihadapan Aku." Sumpahnya.
.
.
Akhirnya, Rendra menemukan lowongan pekerjaan. Rendra melihat tulisan yang tertempel di sebuah kaca kantor seseorang. Rendra sangat senang dan bersyukur karena iya telah menemukan lowongan kerja. Rendra berharap, iya dapat diterima di kantor tersebut. Rendra pun mulai bertanya kepada satpam yang ada di hadapannya.
"Permisi pak.. apakah lowongan kerja disini masih berlaku?" Tanya Rendra.
"Masih pak.. bapak mau melamar kerja?" Tanya satpam itu.
"Iya Pak.. saya mau melamar kerja." Ucap Rendra.
"Bapak silahkan langsung masuk saja ke dalam." Ujar satpamnya. Rendra pun langsung masuk ke dalam dan menemui bos kantor tersebut.
.
.
"Mulai hari ini kamu bisa langsung kerja." Ujar orang tersebut.
Rendra pun langsung diantarkan ke bagian kerjanya. Setelah melihat bagian kerjanya, Rendra sangat terkejut dengan pekerjaan yang di dapatkan.
"Saya jadi OB pak?" Tanya Rendra tidak percaya.
"Iya Pak.." Jawabnya.
"Tapi kan, ijazah saya S2 pak.. saya juga mantan bos.. Apa tidak ada pekerjaan lain yang lebih layak pak?" Tanya Rendra.
"Hanya ini lowongan yang ada disini pak.. yang lain penuh semua." Ucap orang itu.
Rendra tiba-tiba saja menjadi tidak semangat. Tapi mau bagaimana lagi, hampir setengah hari Rendra mencari pekerjaan. Dan ini adalah kesempatan iya mendapatkan pekerjaan. Jika iya tolak pekerjaan itu, otomatis Rendra harus mencari lagi pekerjaan. Sementara keadaan ekonomi semakin menipis. Mau tidak mau Rendra harus mengesampingkan gengsinya. Iya pun menerima pekerjaan itu.
"Biar deh.. Aku menjadi OB.. daripada ga dapat pekerjaan. Tapi, Ngomong-ngomong gede juga ini kantor.. fasilitasnya pun juga elit. Bahkan, kantor papa aja kalah dengan kantor ini. Penasaran sama bos di kantor ini." Gumam Rendra. Rendra pun fokus dengan pekerjaannya.
__ADS_1
...****************...
Terlihat sebuah mobil melaju menuju parkiran. Pengemudi mobil tersebut memarkirkan mobilnya dengan sangat elegan. Sebuah pintu mobil mulai terbuka dengan cara di up. Seorang gadis cantik jelita keluar dari mobil itu.
Semua orang memberi hormat kepada gadis itu. Rendra mengira bahwa gadis cantik itu adalah bos dari kantor itu.
"Gila, itu cewek cantik banget.. mana masih muda lagi. Andai aja Aku masih jadi bos.. sudah Aku dekati itu cewek." Ucap Rendra dalam hati.
.
.
"Selamat pagi ibu Cantika.." Sapa salah satu karyawan.
"Pagi.." Jawab Cantika.
"Selamat pagi bu.." Sapa Rendra. Cantika menghentikan langkahnya. Cantika baru melihat OB itu.
"Baru ya.." Tanya Cantika. Rendra mengangguk. Cantika memperhatikan wajah orang tersebut. Cantika merasa pernah melihat lelaki itu.
"Kayaknya saya pernah liat ini orang.. tapi dimana ya?" Gumam Cantika. Dan Cantika pun baru teringat dengan mantan kakak iparnya.
"Oh.. iya.. laki-laki itu kan mantan suami kak Hana.. kenapa penampilannya beda gini sekarang? Bukannya iya orang yang sangat kaya?" Gumam Cantika lagi. Tapi, Cantika pun masa bodoh dengan keadaan Rendra. Cantika pun pergi dari hadapan Rendra. Iya segera menuju ke ruangan papanya.
...****************...
Sepulang dari kerja, Rendra langsung menuju rumah kontrakannya. Rendra membawakan sebungkus makanan untuk ibunya.
"Bagaimana Rendra.. apa kamu sudah mendapatkan pekerjaan?" Tanya Hanum.
"Sudah ma.. dan Rendra sudah bisa bekerja.." Jawab Rendra.
"Apa mama bilang.. kamu pasti langsung dapat pekerjaan. Secara kan, kamu adalah seorang bos.. Pasti mereka dengan senang hati menerima kamu.. Pasti kamu langsung diangkat menjadi seorang CEO kan? Atau seorang manager? Iya kan sayang.. pastilah.. karena anak mama ini kan paling top.." Ujar Hanum dengan pedenya.
"Bukan ma.. Rendra bukan di bagian CEO ataupun manager." Ujar Rendra. Hanum pun berhenti senyum. Iya pun bertanya lagi.
__ADS_1
"Lalu, kamu di bagian apa Rendra? Oh.. atau kamu sudah diangkat jadi bos ya? Pasti kan..?" Tebaknya lagi.
"Aku jadi OB ma.." Ungkap Rendra.