
Pov Almira
Sudah 8 bulan Aku menjalin hubungan tanpa status dengan mas Rendra. Tapi, sampai saat ini belum ada kepastian dari mas Rendra. Sebenarnya mas Rendra ini menganggap Aku apa? Apa mas Rendra hanya menjadikan Aku budak **** baginya? Ataukah mas Rendra hanya menganggap Aku sebagai wanita pemuas nafsunya saja.
Aku harus bicarakan ini dengan mas Rendra. Iya, Aku harus meminta mas Rendra untuk nikahin Aku. Aku yakin mas Rendra pasti menuruti keinginan Aku.
Aku harus mendapatkan mas Rendra. Yah, Aku harus bisa memiliki mas Rendra seutuhnya. Dan Aku harus bisa menjadi ratu di kehidupan mas Rendra. Dan Aku harus bisa menyingkirkan istri sahnya dari kehidupan mas Rendra. Ini tentu sangat mudah bagi Aku. Karena kan, mas Rendra menikahi dia karena rasa penasaran saja. Dan kehamilan istrinya sekarang bukan karena kemauan mas Rendra, tapi kemauan papanya yang ingin memiliki cucu.
Lagian kalau dilihat-lihat mas Rendra seperti bucin Ke Aku. Dan mas Rendra pun pasti tidak akan menolak permintaanku.
Tiba-tiba saja HP berdering. Dan Aku pun melihat siapa yang telfon Aku. Sudah Aku duga sebelumnya, pasti mas Rendra menghubungi Aku. Aku pun mengangkat telfon dari mas Rendra.
Mas Rendra mengatakan kalau dia kangen denganku. Sudah Aku duga, dia pasti tidak akan bisa tahan lama-lama jika tidak bermain denganku. Setelah bermain denganku, mas Rendra pasti menawarkan permintaan kepadaku. Aku merasa kali ini adalah kesempatan bagi Aku untuk mengungkapkan semuanya.
Dipikir-pikir, mas Rendra itu tajir juga. Tapi, masak iya sih Aku menjadi budak seksnya dia terus.. Sementara istrinya di rumah, enak dong jadi ratu. Mbak Hana lebih disayang sama mertuanya. Itu artinya dia lebih di jadikan ratu oleh keluarga mas Rendra dan mas Rendra. Sementara Aku, mau bermesraan aja harus ke sini dulu.
Aku ga boleh kalah dengan istri sah nya. Aku harus bisa menguasai mas Rendra. Oh iya sebelum mas Rendra datang, Aku harus tampil yang maksimal. Aku harus tampil dengan tampilan yang membuat mas Rendra tergoda.
__ADS_1
Aku pun merias diri Aku secantik dan seseksi mungkin. Agar kalau mas Rendra datang iya semakin tergoda denganku. Aku pun telah siap menunggu kedatangan mas Rendra.
.
.
Akhirnya tang ditunggu-tunggu telah datang. Aku segera membuka pintu untuk mas Rendra. Ya, iyalah itu mas Rendra.. siapa lagi kalau bukan dia yang datang ke sini, karena yang tau rumah ini kan cuma Aku dan mas Rendra.
Sudah Aku duga ternyata mas Rendra yang datang. Mas Rendra tersenyum kepadaku dan Aku pun membalas senyum dari mas Rendra. Mas Rendra tercengang melihat penampilanku. Dan Aku mempersilahkan mas Rendra untuk masuk dulu. Tapi, tiba-tiba mas Rendra langsung memelukku dari belakang. Terdengar ******* nafas dari mas Rendra yang sudah tidak sabar.
Aku pun melepas pelukan mas Rendra, Dan Aku meminta untuk bermain di kamar saja dengan mas Rendra. Namun, mas Rendra menolak itu. Iya tidak sabar ingin segera bermain dan melepaskan seluruh hasratnya.
Aku sedikit terkejut ketika mas Rendra ingin bermain di sofa itu. Dan Aku khawatir kalau sofa itu akan basah. Tapi, mas Rendra malah membuang ketakutan dalam hatiku itu. Mas Rendra menyadarkan Aku kalau rumah ini adalah rumah rahasia. Oh iya, Aku lupa kalau rumah itu adalah rumah rahasia Aku dengan mas Rendra. Sekarang Aku menjadi lebih tenang. Dan tidak takut lagi mau bermain dimana saja di rumah ini.
Mas Rendra meminta untuk bermain dengan keras hari ini. Dan Aku pun menyanggupinya. mau bermain dengan gaya apa pun, toh Aku sudah terbiasa dengan permainan ini. Tanpa basa-basi lagi, Aku pun langsung menarik dasi mas Rendra. Aku mulai menggoda mas Rendra secara lembut. Tapi, mas Rendra semakin tidak sabar. Sangat terlihat jelas kalau adik junior mas Rendra sudah mulai mengeras.
Tanpa aba-aba dari Aku, mas Rendra pun mulai menyerang Aku. Dan kita pun bermain dengan sangat puas. Kali ini, Aku membuat mas Rendra tidak akan bisa berkata-kata lagi dengan permainan ini.
__ADS_1
Setelah dua jam, kami pun selesai bermain. Mas Rendra mengatakan tentang kepuasannya kepadaku. Mas Rendra memujiku dengan cara bermain ku yang sangat berbeda. Tapi, bukan perkataan itu yang Aku harapkan dari mas Rendra.
Dan akhirnya hal yang telah ditunggu-tunggu disampaikan juga. Mas Rendra menawarkan permintaan kepadaku. Dan saatnya Aku mengatakan hal sebenarnya. kepada mas Rendra.
Aku mengatakan kepada mas Rendra kalau Aku ingin dijadikan ratu olehnya. Aku mengungkapkan apa yang Aku rasakan selama ini kepada mas Rendra. Aku tidak ingin kalau Aku hanya dijadikan budak **** oleh mas Rendra. Bahkan Aku pun meminta agar mas Rendra menikahi Aku.
Tapi, Aku sempat dibuat kecewa dengan jawaban mas Rendra. Mas Rendra menolak permintaan Aku. Iya mengatakan bahwa iya tidak bisa menikahi Aku. Dengan tegas Aku bertanya kepada mas Rendra. Bahwa selama ini dia menganggap Aku apa, apakah dia hanya menganggap Aku sebagai budak seksnya dia saja.
Dan mas Rendra pun menjawab bahwa iya tidak tau. Aku benar-benar merasa kecewa dengan mas Rendra kali ini. Dan Aku juga tidak menyangka kalau mas Rendra akan berkata seperti itu.
Bahkan mas Rendra tidak segan-segan meminta untuk mengakhiri hubungan ini. Mendengar perkataan mas Rendra, Aku sangat terkejut. Tapi, Aku harus berusaha untuk tetap tenang untuk menghadapi ini. Aku pun menarik nafas pelan-pelan lalu menghembuskan. Dan Aku berkata kepada mas Rendra.
"Yakin? kita mau menyudahi hubungan ini? Kamu yakin, mau begituan sepuas ini dengan istri kamu yang sudah ga berbentuk! Kalau kamu yakin sih, ga masalah.. Aku ga apa-apa kok.. kamu mau ninggalin Aku.." Jawabku kepada mas Rendra. Mendengar jawaban dariku, mas Rendra tertunduk diam. Dan tidak berani menjawab ucapan Aku.
Entah, apa yang sedang dipikirkan oleh mas Rendra saat ini. Terlihat dari raut wajahnya sepertinya mas Rendra sedang memikirkan sesuatu. Dan akhirnya jawaban mas Rendra membuat Aku sedikit terkejut. Mas Rendra menyetujui permintaan Aku. Aku sempat tidak percaya dengan perkataan mas Rendra.
Mas Rendra pun meyakinkan perkataannya. Dan dia akan benar-benar menikahi ku. Sudah Aku duga, bahwa mas Rendra tidak bisa jauh dari Aku.
__ADS_1
Yes.. Akhirnya keinginanku untuk menjadi nyonya Rendra akan segera tercapai. Ya, meskipun cuma sebagai istri sirih ga apa-apa sih.. yang penting Aku dan mas Rendra punya status yang jelas. Dan lambat laun Aku akan menjadi istri sahnya yang diakui oleh negara suatu saat nanti. Jangan sebut Aku Almira kalau tidak bisa mencapai semuanya.