Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu

Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu
Almira


__ADS_3

Tinggal satu langkah lagi, misi Aku akan selesai. Aku akan membuat Hanum dan Rendra kehilangan segalanya. Setelah misi itu selesai, Aku akan segera bersama dengan Alex kekasihku.


Maafkan Aku Rendra, jika nanti kamu kecewa denganku. Karena Aku tidak benar-benar mencintaimu. Aku mendekatimu hanyalah melancarkan dendam kepada Ibumu yang sudah jahat terhadapku.


Gara-gara Hanum, Aku kehilangan kedua orang tuaku. Sejak kedua orang tuaku meninggal, hidupku menjadi luntang-lantung tidak karuan. Mungkin, Hanum tidak pernah merasakan rasanya hidup di jalanan, tinggal dibawah kolom jembatan, hingga pada akhirnya Aku menjadi seperti ini.


Maaf, bukannya Aku jahat. Tapi, Aku harus melakukan ini supaya kalian merasakan rasanya menjadi Aku. Jika hidupku pernah menjadi seorang gembel, kalian harus merasakan rasanya menjadi gembel juga.


Flashback


"Tolong Hanum, jangan usir kami.. ini satu-satunya rumah kami.. kami tidak punya tempat tinggal lagi.." Ujar seorang perempuan yang menjadi Ibu Almira.


"Hahaha.. bodoh amat! Memangnya saya pikirin? Kamu mau tinggal di kolom jembatan kek, mau tidur di jalanan kek, mau ga punya rumah kek.. saya ga peduli.. yang jelas, kalian harus pergi dari sini, paham!" Sungut Hanum.


"Kami tidak akan pernah pergi dari rumah kami sendiri! Ingat itu!" Kata seorang laki-laki yang bersi-keras dengan pendiriannya. Hanum pun menjadi kesal dengan jawaban sepasang suami istri itu.


"Oh.. kalian menantang saya? Sekali lagi, kalian pergi dari sini atau saya akan usir paksa kalian!" Ancam nya.


"Silahkan kalau kamu bisa! Tapi saya tetap pada pendirian saya. Saya tidak akan pergi dari sini , titik!" Ucapnya. Kesabaran Hanum telah habis. Hanum berteriak memanggil anak buahnya. Tak lama anak buah Hanum pun datang.


"Kalian, bereskan barang-barang mereka. Usir mereka dari sini! Kalau perlu seret mereka." Titah Hanum kepada para anak buahnya.


"Siap Bos!" Jawab mereka. Mereka pun menjalankan apa yang telah diperintahkan oleh Hanum.


Para anak buah Hanum masuk secara paksa dan mengobrak-abrik barang-barang mereka. Ayah Almira mengikuti mereka dari belakang dan menghentikan aksi mereka.


"Apa-apaan kalian? Hentikan semuanya! Atau saya akan melaporkan kalian karena telah berbuat kerusuhan di rumah saya!" Teriak ayah Hanum. Mereka tidak mendengarkan teriakan Ayah Almira. Ayah Almira pun akhirnya berusaha bertindak melawan mereka. Namun, mereka cukup kuat karena badannya yang besar. Sementara Ayah Almira hanya berbadan kecil. Salah satu dari mereka menarik tangan Ayah Almira dan menyeretnya.

__ADS_1


Iya pun mengangkat Ayah Almira sekuat tenaga lalu membantingnya. Apesnya, Ayah Almira terkena potongan kayu yang lancip dan tajam. Kayu itu menembus bagian dada Ayah Almira. Ayah Almira meraung kesakitan. Ibu Almira terkejut dan berteriak melihat apa yang terjadi di hadapannya.


"Bapak.." Teriak Ibu Almira sembari mendekati suaminya.


"Hahaha.. makanya, jangan pernah coba-coba melawan seorang Hanum!" Seru Hanum tertawa puas. Tangis Ibu Almira terhenti seketika. Iya menoleh ke arah Hanum dan bangkit. Ibu Almira pun meraih sebuah batu besar dan kemudian, iya berjalan mendekat ke arah Hanum. Batu itu hendak iya layangkan ke kapala Hanum. Tapi, Hanum dengan sigap nya malah menangkap batu itu dan mengambilnya dari tangan Ibu Almira. Hanum pun memukulkan balik ke kepala Ibu Almira.


Berkali-kali Hanum memukul kepala Ibu Almira hingga Ibu Almira tidak sadarkan diri!


"Mampus kamu!" Seru Hanum. Hanum memerintahkan anak buahnya untuk mengecek keadaan mereka. Apakah mereka masih hidup ataukah sudah mati.


"Mereka meninggal Bos!" Kata salah satu anak buah Hanum.


"Bagus!" Jawab Hanum.


Di balik itu ada seorang gadis kecil yang sedang bersembunyi. Iya menyaksikan sendiri kematian kedua orang tuanya. Gadis kecil itu menangis sembari menutup mulutnya. Agar mereka tidak mengetahuinya. Hanum dan anak buahnya pergi meninggalkan mereka.


Almira sang gadis kecil itu berlari menghampiri kedua orang tuanya yang sudah tergeletak di tanah dan tidak bernyawa lagi. Almira berteriak dan menangis sembari mengguncang kedua tubuh orang tuanya.


"Bapak... Bangun pak.. Ibu bangun.. hiks, hiks.." Tangis Almira pecah sembari mengguncang kedua tubuh orang tuanya secara bergantian.


Semenjak kepergian orang tuanya, Almira kehilangan arah. Iya tidak tau harus kemana. Gadis sekecil Almira harusnya masih bermain bersama dengan teman-temannya. Tapi, Iya dipaksa untuk menanggung beban hidup. Iya harus bekerja untuk bertahan hidup.


Semenjak rumah orang tuanya di rusak, Almira tidak memiliki tempat tinggal lagi. Hidupnya harus luntang-lantung di jalan. Iya pun tidur selalu berpindah tempat. Bahkan Almira pun harus tinggal di bawah kolom jembatan beratap dan beralaskan kardus.


20 tahun berlalu, penderitaan demi penderitaan telah dilalui oleh Almira. Almira memang melupakan kejadian yang mengerikan itu. Tapi, Almira tidak melupakan wajah orang yang telah membunuh kedua orang tuanya.


Nasib baik memang berpihak kepada Almira. Almira dapat bekerja di rumah Rendra, atas permintaan Hana. Almira sempat kepincut dengan Rendra, tapi setelah melihat siapa ibunya Rendra, Almira berubah menjadi benci. Karena iya teringat kembali dengan masa lalu yang mengerikan itu.

__ADS_1


Dan memang, di rumah itu jalan Almira untuk balas dendam dipermudah. Karena Rendra sendirilah yang mengantarkan Ibunya untuk masuk ke dalam jurang kematian.


Flashback selesai


****************


"Bapak, Ibu.. kalian yang tenang di sana ya? Aku janji, Aku akan membalaskan kematian kalian. Aku akan membuat Hanum membayar semua perlakuannya kepada kalian dulu.


Aku pun mulai bertindak melakukan sesuatu. Aku diam-diam pergi ke kantor Rendra dan menyelinap masuk ke dalam ruangannya. Di situ, Aku mulai mencari berkas-berkas penting di kantor Rendra. Dan Akhirnya, ini dia yang Aku cari. Aku dengan mudah menemukan berkas-berkas penting itu. Dengan cepat, Aku pun mengambilnya tanpa siapapun yang tau.


Setelah mendapatkan apa yang Aku cari di kantor Rendra, Aku segera keluar dari ruangan Rendra.


Akhirnya... berkas ini ada di tanganku. Tiba-tiba saja, Aku mendengar HP ku berbunyi. Aku merogoh ke dalam saku celanaku. Ternyata yang menghubungiku adalah Rendra. Laki-laki bodoh itu.


"Sayang kamu dimana? Aku ke rumahmu tapi kamu ga ada.." Tanya Rendra.


Waduh, gawat. Jangan sampai Rendra tau kalau Aku ada di sini. Aku memberi alasan kepada Rendra.


"Oh.. iya sayang... Maaf ya, Aku ga sempat mengabari.. Aku lagi keluar sebentar sayang.." Jawabku.


"Kamu keluar kemana? Sama siapa?" Tanya Rendra lagi.


"Aku cuma pergi ke mini market sebentar kok sayang.. Ga perlu dijemput, Aku bisa pulang sendiri.." Jawabku menolak dijemput Rendra.


"Ya, sudah.. tapi jangan lama-lama ya.." Ujarnya lagi. Aku pun mengakhiri teleponku dengan Rendra. Aku merasa ilfil dan risih dengan Rendra yang posesif.


Sabar Almira.. Sebentar lagi semua ini akan berakhir.

__ADS_1


__ADS_2