Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu

Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu
kepedulian Veri


__ADS_3

"Hana.. Aku ngerti.. semua orang bisa berubah.. tapi, perubahan itu butuh waktu yang lama.. Dan Hanum baru kemarin saja dia berbuat jahat sama kamu.. kenapa sekarang tiba-tiba jadi berubah 180 derajat? Ingat Hana.. Hanum itu adalah orang yang sangat licik.. bisa-bisa iya memanfaatkan kebaikan kamu demi mendapatkan apa yang iya mau.. ingat jangan mudah percaya.. dia itu ga bisa di percaya Hana.." Ujar Veri mengingatkan.


Hana hanya bisa menunduk diam. Iya tidak menjawab perkataan Veri. Memang apa yang dikatakan oleh Veri adalah benar. Tapi, Hana tidak ingin menuduh orang tanpa bukti. Sementara Hanum sudah meminta maaf atas perbuatannya selama ini. Bahkan iya sampai rela berlutut di hadapan Hana. Hana berkata.


"Tapi Ver? Dia sudah minta maaf, bahkan iya rela berlutut di depan Saya.. apa Saya salah jika memaafkan seseorang yang sudah menyakiti Saya? Apa Saya salah jika saya ingin memberikan kesempatan pada seseorang yang ingin berbuat baik?" Veri hanya menggelengkan kepala. Memang susah berbicara dengan orang keras kepala seperti Hana. Akhirnya Veri memberi saran.


"Hana.. kamu terlalu baik pada orang lain.. tapi ingat, jangan sampai kebaikan kamu dimanfaatkan oleh orang lain. Kamu mengerti kan?" Ucap Veri. Hana mengangguk dan mengucapkan terimakasih kepada Rendra.


"Iya Veri.. terimakasih atas sarannya.." Veri mengangguk tersenyum.


****************


"Kamu awasi gerak-gerik wanita ini. Ingat, laporkan pada Saya jika ada sesuatu yang penting tentang wanita ini.." Perintah seorang laki-laki pada salah satu OB di kantor Hana. OB tersebut melihat wajah orang yang ada di foto itu.


"Loh.. ini kan Ibu Hanum si pemalas itu. . OB baru di sini.." Veri mengernyitkan dahi ketika mengatakan Hanum seorang pemalas.


"Pemalas? Dia kerja malas-malasan?" OB itu pun mengangguk. Iya menceritakan keburukan Hanum selama bekerja. Dan kecurigaan Veri semakin yakin. Veri pun berkata.


"Kalau begitu, kamu awasi dia terus.. ingat, jangan sampai ketahuan.. Ada sesuatu yang penting lagi, kamu segera kabari Saya.." Perintahnya. OB itu pun memberikan hormat kepada Veri.


"Siap pak.." Ucapnya. Veri pun kembali masuk ke dalam mobilnya.


"Hana.. Aku janji.. Aku akan selalu melindungi kamu.. Aku tidak akan membiarkan kamu disakiti apalagi dihancurkan oleh siapa pun.. I Love you Hana.." Ucap Veri. Semenjak bertemu dengan Hana, Veri merasakan adanya getaran di dalam hatinya. Awalnya iya hanya cuek saja. Tapi, lama kelamaan perasaan itu tumbuh begitu pesat. Sampai pada akhirnya Veri menyadari bahwa iya telah jatuh cinta pada seorang janda anak satu.

__ADS_1


.


.


Di kantor Hana, Veri memasang mata-mata. Iya selalu mendapatkan laporan mencurigakan terhadap Hanum. Veri tetap menyuruh OB suruhannya itu untuk tetap hati-hati dan waspada.


"Saya semakin curiga dengan perempuan satu ini... sebenarnya apa yang sedang iya cari dari Hana? Ada maksud apa dia di balik semua ini.. Saya khawatir dia akan berbuat yang macam-macam terhadap Hana.."


"Oh iya.. di ruangan Hana kan, ada CCTV. Aku harus mengeceknya.. apa yang sebenarnya iya lakukan!" Ujar Rendra semakin curiga dengan Hanum.


****************


Malam hari yang larut, kantor Hana terlihat gelap dan sepi. Semua karyawan dan yang bekerja di kantor pun sudah pulang ke rumah masing-masing.


Veri mencaritahu lewat ruangan tersebut. Iya melihat aktivitas di ruangan Hana. Veri memperhatikan dengan seksama ruangan itu. Tak lama, Veri melotot memandang tayangan CCTV tersebut. Iya melihat Hanum masuk secara diam-diam ke dalam ruangan Hana. Veri juga melihat Hanum yang dengan lancangnya membuka laptop Hana. Veri menggelengkan kepala. Ternyata apa yang iya curigai selama ini benar. Tujuan Hanum masuk ke dalam kantor Hana bukanlah untuk bekerja. Melainkan ada niat lain.


Veri juga menuduh Rendra, bahwa Rendra ada sangkut pautnya terhadap ini. Veri merasa geram dengan Hanum dan juga Rendra. Veri akan memberikan Rendra sebuah pelajaran. Bisa-bisanya iya memanfaatkan kebaikan Hana.


"Dasar laki-laki tidak punya perasaan. Belum puas iya membuat Hana hancur.. Aku akan memberi perhitungan sama laki-laki bajingan itu. Awas kamu.." Gerutunya. Setelah tujuannya selesai, Veri pun segera meninggalkan ruangan CCTV.


sekarang Veri tau semua rencana Hanum selama dia bekerja di kantor Hana.


"Jadi, selama ini hanya modus dia saja? Aku pastikan kalian tidak akan bisa menghancurkan Hana.." Sumpah Veri.

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Veri mendatangi tempat kerja Rendra. Iya sengaja menunggu Rendra datang. Setelah Rendra datang, buru-buru iya menghampiri Rendra. Tanpa aba-aba, Veri pun tiba-tiba saja menarik kerah baju Rendra.


Jelas saja Rendra menjadi kaget dan bertanya. Mengapa Veri tiba-tiba menyerangnya secara brutal.


"Apa-apaan kamu? Kenapa kamu tiba-tiba menyerang Saya? Ada masalah apa Saya sama kamu?" Tanya Rendra.


"Dasar laki-laki brengsek kamu. Belum puas dengan apa yang pernah kamu lakukan terhadap Hana, hah?" Amarahnya. Rendra semakin tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Veri.


"Maksud kamu apa? Apa yang sudah Saya lakukan sama Hana? Kamu jangan asal tuduh! Sekarang lepaskan cengkraman kamu. Dan bicara baik-baik." Veri pun menjelaskan semuanya. Iya memberitahu tentang Ibunya yang pura-pura bekerja di tempat Hana dengan tujuan tertentu.


"Apa? Jadi mama bekerja di kantor Hana dengan tujuan tertentu?" Veri mengangguk dan memberitahu semua gerak-gerik Hanum selama bekerja di kantor Hana. Rendra menggelengkan kepala . Iya malu sendiri dengan tingkah ibunya itu.


"Saya benar-benar tidak tau tentang ini.. Ibu Saya tidak tinggal dengan Saya lagi. Ibu Saya sekarang tinggal bersama Almira.. perempuan licik itu.." Veri terkejut dengan Jawaban Rendra. Iya kembali bertanya untuk memastikan omongan Rendra.


"Apa benar apa yang kamu ucapkan itu?" Rendra mengangguk sekali lagi dengan pertanyaan Veri. Veri menundukkan kepala dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Iya malu karena sudah salah sasaran.


"Kamu jangan khawatir.. Aku akan membantu kamu untuk mengatasi masalah ini.. Iya Aku tau, Aku banyak salah sama Hana. Bahkan, Aku sudah menyakitinya. Sekarang Aku sudah kena karmanya. Dan, Aku akan memperbaiki diri Aku. Aku akan menebus semua kesalahan Aku sama Hana. Hanya ini yang bisa Aku lakukan untuk menebus semua kesalahan Aku.. Aku juga tidak akan membiarkan orang jahat seperti Almira dan mamaku menghancurkan Hana." Veri tertunduk malu. Iya pun minta maaf kepada Rendra.


"Maaf, Aku sudah salah sangka sama kamu Rendra.. sekali lagi Aku minta maaf.." Rendra mengangguk dan berkata.


"Iya.. Aku memang pantas dituduh seperti itu. Karena Aku memang jahat." Ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2