Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu

Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu
Dina dan Sandi mulai geram


__ADS_3

Hana mencoba sekuat tenaga untuk berjalan ke luar. Iya mencari pertolongan orang lain. Sembari memegangi perutnya dan menahan sakit. Hana jalan sambil tertatih. Hana pun kemudian bertemu dengan orang. Hana segera menghampiri orang itu. Iya meminta pertolongan orang tersebut.


"Pak.. tolong saya pak.." Ucap Hana lirih sembari memegang perutnya. Orang tersebut menoleh kepada Hana. Iya juga terkejut melihat Hana.


"Loh.. ibu Hana kan? Istrinya pak Rendra.. Ibu kenapa bu?" Tanya orang itu.


"Tolong saya pak.. saya sepertinya mau melahirkan.. tolong antar saya ke rumah sakit pak.." Ucap Hana meminta tolong. Orang tersebut segera membawa Hana ke rumah sakit.


...****************...


Sesampainya di rumah sakit, Hana segera di tolong oleh dokter. Dokter pun mengarahkan untuk mengejan. Selang beberapa jam kemudian, bayi Hana pun telah lahir. Hana merasa lemas seketika. Dokter memberikan bayinya kepada Hana. Hana tersenyum dan terharu melihat buah hatinya telah lahir.


"Selamat ya bu.. bayi ibu laki-laki.. anaknya ganteng sekali.." Ucap dokter itu. Hana tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepada dokter tersebut. Hana pun meminta ijin kepada dokter untuk meminjam HP nya sebentar.


"Maaf dok.. bolehkah saya meminjam HP dokter sebentar? Saya ingin menghubungi keluarga saya.." Ucap Hana. Dokter itu dengan senang hati memberikan HP nya. Hana pun mulai menghubungi orang tuanya. Iya mengabarkan kalau dirinya sedang berada di rumah sakit. Setelah Hana memberitahu orang tuanya, Hana pun memberikan HP itu kembali kepada dokter itu. Dan Hana mengucapkan terimakasih.


Tak lama, papa dan mama Hana datang menjenguk Hana. Papa dan mama Hana terharu melihat bayi Hana alias cucu mereka.


"Hana.. ini cucu mama sayang?" Tanya Dina tidak percaya. Hana mengangguk tersenyum.


"Iya.. ma, pa.. ini cucu kalian.. dia laki-laki.. papa boleh kok memberikan nama sama cucu papa.." Ujar Hana. Sandi merasa terharu dan tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Hana. Namun, Sandi berharap yang memberi nama cucunya itu adalah ayahnya sendiri Yaitu Rendra. Sandi dan Dina mulai menyadari bahwa di rumah sakit, tidak ada satu pun dari keluarga Rendra yang datang. Bahkan Iya juga tidak melihat Rendra. Begitu juga dengan Sandi. Iya juga menyadari apa yang di sadari oleh istrinya. Kemudian, Dina pun bertanya.


"Hana, suami dan mertua kamu dimana? Kenapa mama tidak melihat mereka disini?" Tanya Dina penasaran. Hana hanya terdiam dengan pertanyaan mamanya. Hana bingung mau jawab apa terhadap mereka. di suatu sisi, ingin sekali rasanya Hana mengadukan semuanya kepada orang tuanya. Tapi, disisi yang lain Hana tidak ingin membuka keburukan ibu mertuanya dan suaminya. Apalagi, sekarang Hana merasa bahwa Rendra telah berubah. Melihat putrinya hanya terdiam, Sandi pun bertanya sekali lagi.


"Hana, kenapa kamu terdiam? apa kamu sedang ada masalah dengan mereka nak?" Tanya Sandi. Hana pun mencoba untuk menutupi di depan mereka.

__ADS_1


"Oh.. enggak kok ma, pa.. tadi Hana sedang ingin membeli sesuatu di supermarket terdekat. Namun, Hana merasa ada kontraksi di perut Hana pa.. tapi untungnya ada orang yang menolong Hana." Ujar Hana berbohong.


"Kamu ke supermarket sendirian? Memangnya Rendra kemana Hana?" Tanya Dina heran.


"Mas Rendra sudah berangkat ke kantor tadi pagi ma.. Dan mas Rendra itu sedang ada meeting penting dengan kliennya ma.." Ucap Hana.


"Tapi Hana, kan ada pembantu.. kenapa kamu tidak menyuruh pembantu saja..?" Ujar Dina. Hana pun memberi alasan lagi.


"Pembantu di rumah sedang pulang kampung ma.. lagian Hana membeli untuk keperluan Hana sendiri.." Ujar Hana.


"Mertua kamu kemana? Apa kamu tidak minta tolong dia?" Tanya Sandi.


"Kalau mama Hanum, juga lagi sibuk ma.. dia ga tau kalau Aku sedang ke supermarket.." Ucap Hana menutupi kelakuan mama mertuanya.


Tak lama kemudian, Hanum ikut menyusul Hana ke rumah sakit. Hanum langsung menuju ke ruangan Hana. Dan Hanum langsung mengambil anak Hana dari gendongan Dina.


"Loh.. mbak Hanum kenapa bisa ga tau kalau Hana lahiran?" Tanya Dina curiga.


"Aduh.. dek Dina.. saya benar-benar ga tau.. soalnya saya lagi sibuk.." Ujar Hanum.


"Mbak Hanum, Hana hampir lahir di tengah jalan loh.." Ujar Sandi.


"Apa? Kok bisa sih? Hana, memangnya kamu mau kemana? Kenapa kamu bisa sampai segitunya? Kenapa kamu ga memberitahu mama?" Tanya Hanum.


"Hana mau ke supermarket ma.. tiba-tiba saja Hana merasa kontraksi.." Ujar Hana tetap menutupi.

__ADS_1


"Ya, ampun Hana.. kenapa kamu ga minta bantuan mama aja sih?" Ucap Hanum masih berpura-pura tidak tau. Hana hanya terdiam dan menatap ibu mertuanya itu. Hana tau kalau ibu mertuanya sedang berpura-pura baik di depan besannya.


"Iya maaf ma.." Jawab Hana singkat sembari iya menunduk.


Hanum memperhatikan wajah cucu yang sedang di gendongnya itu. Wajahnya sangat mirip dengan Rendra. Hanum tersenyum melihat cucunya itu. Akhirnya cucu yang iya dambakan sudah hadir.


"Cucu oma.. ganteng banget.. mirip sekali dengan ayahnya..." Ucapnya kepada cucunya itu.


Semua yang ada disitu juga tersenyum dan terharu melihat yang ditunggu-tunggu telah hadir di dunia.


...****************...


Beberapa hari di rumah sakit, Hana sudah membaik. Keadaanya pun juga membaik. Dan Hana sudah diperbolehkan pulang. Namun dokter menyarankan agar Hana tetap istirahat total. Agar dapat segera pulih.


Dina dan Sandi membantu untuk Hana untuk mengurus kepulangan Hana beserta bayinya. Dina dan Sandi juga heran. Sampai saat ini, Rendra belum datang untuk menjemput istrinya.


"Rendra itu kemana sih? Kenapa sampai sekarang belum juga datang. Padahal istrinya sedang lahiran. Hana, suami kamu itu sesibuk apa sih? Masak iya, Dia tidak bisa luangkan waktunya sebentar untuk kamu.. padahal kamu sedang kondisi seperti ini loh.." Ucap Sandi sedikit geram.


"Mas Rendra memang lagi sibuk pa.. sudahlah pa.. yang penting kan Hana sudah boleh pulang.." Ujar Hana.


"Iya Hana, mertua kamu juga.. mereka sebenarnya sesibuk apa sih? Mama dan papa aja, yang sudah sangat-sangat sibuk dengan pekerjaan.. masih menyempatkan diri untuk kamu.. kenapa yang sibuknya ga seberapa ga bisa menyempatkan diri sih.. padahal ini adalah cucu mereka loh.." Ujar Dina juga geram.


"Sudahlah ma.. mereka kan memang lagi sibuk.. Hana ga apa-apa kok.." Jawab Hana berusaha mendinginkan hati orang tuanya yang mulai geram.


"Ya, ga bisa gitu dong Hana.. mama merasa kamu itu seperti ga dipedulikan oleh mereka.." Ucap Dina langsung menebak.

__ADS_1


"hush.. mama ga boleh bicara seperti itu ma.. ucapan itu adalah doa loh.. ga baik bicara yang tidak-tidak.." Ujar Hana.


__ADS_2