Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu

Istri seperti babu selingkuhan seperti ratu
Kebaikan Hana


__ADS_3

"Apa? Kenapa bisa?" Ujar Hanum heran. Sekertaris pun diam.


Hanum segera menghubungi Rendra. Berkali-kali Hanum menghubungi putranya, namun Rendra tidak mengangkat telfonnya.


"Aduh.. ini anak kemana sih? Kenapa ga diangkat? Ga tau apa kalau mamanya sedang dalam masalah?" Gerutu Hanum.


.


.


Sementara Rendra, iya sedang asyik bersama Almira. Rendra tidak merasa kalau ibunya sedang menelfon.


"Sayang, Aku ke toilet bentar ya?" Ujar Rendra minta ijin ke Almira.


"Iya sayang.." Jawab Almira. Dan Rendra pun meninggalkan HPnya. HP Rendra berkali-kali berdering. Awalnya Almira cuek saja dengan bunyi HP Rendra. Tapi, Almira menjadi penasaran siapa yang berkali-kali menghubunginya. Dan Almira merasa terganggu dengan bunyi HP tersebut.


"Sebenarnya siapa sih, yang telfon mulu dari tadi?" Seru Almira. Setelah di lihat, ternyata dari Ibunya. Almira pun mengabaikan telfon dari Hanum, malah Almira langsung reject telfon yang dari Hanum di HP nya Rendra.


Kemudian, Hanum mengirim chat kepada Rendra. Hanum mengatakan kalau iya butuh bantuannya segera. Karena iya sedang dalam masalah perusahaannya.


"Waduh, gawat.. jangan sampai Aku ikut kebawa-bawa dalam masalah ini. Lebih baik Aku segera hapus chat ini!" Pikir Almira. Almira pun langsung menghapus chat dari Hanum di HP milik Rendra.


"Aman!" Ucapnya. Tak lama Rendra pun kembali dari toilet. Rendra langsung mengecek HP nya yang memang tidak ada apa-apa.


Dan HP Almira pun juga berbunyi. Almira ngecek HP miliknya dan ternyata dari Hanum. Almira sengaja mengabaikan panggilan telfon dari Hanum, sampai membuat Rendra bertanya penasaran.


"Sayang.. itu ada yang telfon, kenapa ga kamu angkat?" Tanya Rendra sembari menunjuk telfon Almira.


"Ga apa-apa bukan siapa-siapa kok.. cuma orang salah sambung aja.. udah abaikan saja.." Ucap Almira.


"Salah sambung kok telfon berkali-kali sih?" Ujar Rendra.


"Namanya juga ga nyambung sayang.. udahlah biarin aja.." Ucapnya lagi. Kemudian, Hanum pun mengirim chat WA kepadanya.

__ADS_1


"Almira, kesini sekarang juga!" Ucap Hanum. Almira membaca chat dari Hanum.


"Waduh gawat, Aku harus apa ini? Biar Aku pikirkan nanti, tapi jangan sampai Rendra tau tentang ini.. bisa berantakan semua rencana Aku." Gumamnya. Almira pun segera pamit ke Rendra untuk pergi sebentar. Iya ingin menemui Hanum di kantornya.


"Sayang.. Aku pamit dulu ya, maaf Aku ga bisa temani kamu seharian," Ujarnya.


"Loh, kamu mau kemana?" Tanya Rendra.


"Soalnya Aku ada urusan.. maaf ya sayang.. lain kali aja ya?" Ucap Almira sambil beranjak terburu-buru.


"Iya sayang.." Ujar Rendra. Tak lupa Almira mengecup pipi Rendra dan langsung pergi dari hadapan Rendra.


Pesanan taksi yang Almira pesan pun telah tiba. Almira langsung menaiki taksi tersebut.


"Mau kemana mbak?" Tanya sopir taksi itu.


"Ke kantor Adi group pak!" Perintahnya.


"Siap mbak.." Jawab sopir taksi itu.


"Jangan sampai rencana Aku bisa berantakan sebelum waktunya." Pikirnya. Sebuah ide muncul dari benak Almira. Almira bisa tersenyum setelah menemukan sebuah ide untuk memberi alasan.


.


.


Sesampainya di kantor Hanum, Almira segera menemui Hanum. Dari jauh, terlihat wajah Hanum yang sangat emosi. Almira sudah berfikir pasti Hanum sedang emosi kepada dirinya. Tapi, Almira tidak takut menghadapi Hanum.


"Hai tante.." Sapa Almira. Hanum pun langsung melihat ke arah Almira. Almira memasang wajah senyum kepada Hanum.


"Almira, apa Rendra sedang bersama kamu?" Tanya Hanum


"Enggak tante.. seharian ini, Aku ga bersama mas Rendra.." Ucap Almira.

__ADS_1


"Almira, tante mau tanya sama kamu! Kenapa produk-produk perusahaan penjualannya semakin merosot? Bahkan sekarang pun ga ada konsumen yang mau membeli produk tante.." Tanya Hanum kesal.


" Ya, wajarlah tante.. yang namanya penjualan kan, memang biasa naik turun.." Jawab Almira.


"Ini sangat ga masuk akal Almira.. produk-produk itu sedang numpuk di gudang sekarang, karena penjualannya tidak laku dari pasaran.. bahkan pelanggan pun banyak yang pindah.. sebenarnya bahan apa sih yang kamu gunakan itu?" Tanya Hanum yang sedikit emosi.


"Yang Aku gunakan ya bahan bagus dong tante.. berkualitas.. udah gitu, untungnya gede lagi bagi perusahaan.." Ucap Almira.


"Untung gede kata kamu? Rugi iya.. mana ada bahan berkualitas keuntungannya banyak Almira.. kamu ini bagaimana sih?" Ucap Hanum menyalahkan Almira.


"Gini ya tante.. produk ini kan, bahannya baru.. jadi, konsumen ga puas itu wajar.. karena mereka baru mencoba bahannya.. nanti lama-lama mereka juga balik lagi ke produk tante.." Ucap Almira tenang.


"Almira, pokoknya saya ga mau tau, itu barang-barang yang numpuk di gudang, harus kamu jual sampai habis.. tante ga mau tau.. terus, satu lagi.. itu uang perusahaan kamu buat apa aja?" Tanya Hanum lagi.


"Kok tante jadi nyalahin saya sih? Kenapa harus saya yang menjualnya? kan tante yang punya produk.. dan kalau uang perusahaan saya ga tau lah.. yang jadi bos kan tante.. bukan saya.." Jawab Almira tenang.


"Tapi ini semua gara-gara kamu Almira, sekarang saya ini sedang dalam masalah.. bisa ga sih, kamu tanggung jawab dengan perbuatan kamu? Sekarang saya benar-benar bangkrut Almira.." Protes Hanum.


"Ya, itukan resiko tante.. sudah ah, saya pulang dulu.." Ucap Almira sambil berlalu pergi dari hadapan Hanum.


.


.


Hanum benar-benar berada dalam titik terendah. Bahkan, Rendra pun juga tidak bisa membantu ibunya. Berita kebangkrutan Hanum, sampai kantor disita oleh bank sudah viral dimana-mana. Dan berita ini pun sampai di telinga Hana.


Hana membaca berita tentang perusahaan Adi group. Hana menjadi terkejut dengan berita itu. Hati Hana terenyuh mendengar Adi group telah bangkrut.


"Ya, ampun.. ini kan perusahaan papa Adi.. kenapa bisa seperti ini? Kenapa setelah papa Adi tidak ada, menjadi berantakan seperti ini?" Pikir Hana, miris dengan keadaan perusahaan Adi. Hana pun teringat kembali dengan pesan Adi. Bahwa Adi meminta untuk tidak meninggalkan Rendra dalam keadaan apa pun. Sekarang Hana mengerti tentang maksud dari pesan itu.


"Sekarang Aku tau, Aku paham.. apa maksud dari papa Adi berkata seperti itu padaku.. maafin Aku pa.. Aku tidak bisa menjaga amanah yang papa berikan.. tapi, Aku janji Aku tidak akan membiarkan perusahaan papa hancur.. Karena perusahaan itu papa rintis dengan susah payah.." Ucap Hana. Hana segera mengecek tabungan yang iya miliki. Hana merasa, tabungan yang iya punya masih belum cukup untuk menebus kantor Adi.


Akhirnya Hana mendatangi kantor papanya. Iya meminta bantuan kepada papanya untuk menebus kantor tersebut.

__ADS_1


"Baiklah Hana, karena kamu yang minta.. papa akan turuti.. tapi dengan catatan, kamu yang harus memegang kantor itu.." Ucap papanya.


__ADS_2