Istri Yang Tidak Di Inginkan

Istri Yang Tidak Di Inginkan
Dua hari telah berlalu


__ADS_3

Dua hari telah berlalu, Reno dan Dinda akhirnya pulang ke rumah mereka setelah menginap di rumah kedua orang tuanya Reno beberapa hari ini.


Saat sarapan pagi di meja makan, Dinda melihat Reno terus melamun, bahkan Reno juga hanya memainkan makanan dengan sendok.


"Mas, eh maaf tuan," lirih Dinda sambil menyentuh pergelangan tangan Reno. "Din, jangan sampai salah sebut, inikan sudah bukan di rumah kedua mertuamu, jadi panggil dia tuan!" titahnya dalam hatinya.


Reno bergelidik kaget, ia pun menoleh ke Dinda.


"Ada apa?" tanya Reno sinis.


"Itu makanannya nanti tumpah," kata Dinda karena melihat makanan Reno sudah berantakan dan hampir saja berjatuhan dari piring.


Reno menoleh ke makanannya, ia menghela nafas berat.


"Aku tidak lapar, aku berangkat ke kantor dulu ya," pamit Reno dan berlalu pergi begitu saja dari hadapan Dinda.


Dinda menggelengkan kepalanya, ia membereskan makanan Reno yang sudah berantakan.


"Manusia bodoh itu kenapa?"


"Dari beberapa hari ini dia itu aneh sekali."


Dinda bergegas membersihkan meja makan, lalu mencuci piring kotor bekas makan mereka berdua.


Karena di rumah Reno memang tidak ada Art yang menginap, jika sudah selesai langsung pulang, ya terkadang Dinda sering kali mencuci piring sendiri, untung saja Dinda biarpun dulunya anak orang kaya tapi tidak pernah di didik manja oleh kedua orang tuanya.


Pagi ini Reno berangkat ke kantor di antar oleh supir, bukan apa-apa semenjak melihat kenyataan kemarin, Reno sering kali melamun dan sering kali tidak fokus.


***


Devan sudah berada di ruangan Reno, ia sibuk dengan laptopnya karena pagi ini ada meeting penting bersama klien.


"Ren, kamu lesu sekali," tanya Devan, melihat Reno duduk di kursi kerjanya dengan keadaan lesu, itu cukup membuat Devan simpati.


"Aku harus bersikap bagaimana, Dev? Kekasihku yang selama ini aku sayang, dia menjalin hubungan gelap bersama papaku sendiri," curhatnya masih belum percaya dengan kenyataan yang ada.


"Dan kamu tahu, dulu waktu aku meminta izin untuk menikahi Vira, papa aku lah orang yang sangat menentang hubungan aku dengannya, apa karena ini semua?" lanjutnya dengan nada menggebu-gebu.


Flashback


Sebelum akhirnya menikah dengan Dinda, Reno memang sudah membawa Vira untuk bertemu dengan kedua orang tuanya.


Reno meminta izin untuk menikah dengan Vira, namun dengan tegas papanya langsung menentangnya dan tidak mengizinkan Reno menikah dengan Vira, saat itu papanya juga tidak memberikan alasan apa-apa padanya.


Setiap kali Reno bertanya pada papanya, kenapa aku tidak boleh menikah dengan Vira, pa?

__ADS_1


Papanya hanya menjawab Vira itu tidak baik untukmu.


Hanya jawaban itu yang selalu di jawab oleh sang papa.


Hingga satu minggu sebelum menikah, Reno mencoba bicara dengan papanya lagi.


Saat itu Restu sedang menikmati teh paginya sambil membaca koran, Reno mendekati papanya dengan hati-hati, ia takut papanya akan marah lagi saat membahas masalah Vira, namun Reno tetap kekeh dan berusaha bicara dengan papanya baik-baik.


"Papa," lirihnya seraya mendaratkan pantatnya di kursi dekat papanya.


"Ada apa?" sahut Restu sambil terus fokus membaca koran.


"Papa, aku ingin menikahi Vira, aku kan pacaran dengan Vira sudah lama," ujar Reno dengan hati-hati.


Restu melempar koran yang sedang di baca dengan kasar ke lantai, kedua sorot matanya menoleh ke arah Reno dengan tatapan seperti singa yang sedang kelaparan dan ingin memakan mangsanya.


"Berapa kali papa bilang, kamu tidak boleh menikah dengan Vira!" bentaknya dengan suara menggema.


"Apa telinga itu budek? Vira, itu wanita tidak baik, dia tidak pantas untuk dirimu," lanjutnya masih dengan suara yang menggema.


"Pa, tapi aku sangat mencintai Vira," lawan Reno dengan kuat.


"Papa tidak perduli, sekali papa bilang tidak setuju, maka jangan harap kamu akan bisa menikah dengan Vira," pungkas Restu yang tetap kekeh pada dirinya sendiri saat itu.


"Kenapa pa? Aku mencintainya sudah sejak lama, aku pacaran dengannya juga sudah beberapa tahun, apanya yang tidak baik pa?" Reno masih terus menyakinkan papanya, namun Restu menggelengkan kepalanya.


"Putuskan Vira!!" titah Restu dengan tegas.


"Kenapa pa?" Reno terkejut, ia menatap papanya dengan sorot mata tajam.


"Papa tidak mau tahu, kalian harus putus!" Restu tetap kekeh.


"Aku tidak akan,"


"Papa tidak perduli, papa dan mama sudah menyiapkan calon istri untukmu, kamu harus menikahinya! Lupakan Vira!" Restu memotong kata-kata Reno.


Saat itu hati Reno bagaikan tersambar petir di saat hujan, tanpa tahu apapun tiba-tiba dia di jodohkan entah dengan siapa Reno saja tidak tahu.


"Aku tidak mau pa!" tolak Reno dengan tegas.


"Ingat, jika kamu menolak, maka siap papa mengeluarkamu dari KK, papa juga pastikan kamu tidak akan mewarisi sedikit kekayaan dari keluarga Bagaskoro," terang Restu pada Reno.


Reno terdiam, aku adalah anak laki-laki, jika aku tidak mendapatkan warisan itu? Lalu siapa yang akan mendapatkannya?


"Papa tidak menerima penolakanmu, papa sudah mengatur semuanya," lanjut Restu dan berlalu pergi meninggalkan Reno yang masih duduk.

__ADS_1


Setelah kejadian itu Reno hanya bisa pasrah dan menerima semua keputusan papanya.


Of Flashback


"Aku sudah tahu semuanya Ren, sebaiknya kita pergi meeting dulu, klien sudah menunggu kita soalnya," ujar Devan dan mereka berdua langsung bergegas pergi ke ruang meeting.


Kini saat meeting Devan mempresentasikan semuanya dengan baik, Reno juga fokus dengan meeting pagi ini.


****


Dinda di sibukkan dengan pekerjaannya, ia tampak lelah karena dari tadi banyak sekali pelanggan cafe yang datang hari ini.


"Din, makan siang bareng yuk!" suara Leo mengagetkan Dinda.


"Leo, aku kira kamu pergi tadi," ujar Dinda selesai mengelap meja.


"Iya aku pergi membeli ini." Leo menunjukkan tetengan yang ada di tangannya.


"Ini apa?" tanya Dinda penasaran, tatapannya cukup lembut pada Leo.


Kedua mata mereka saling menatap satu sama lain, lalu keduanya sama-sama melempar senyum kecil.


"Ini ayam saos BBQ kesukaanmu, tadi aku pergi membeli ini untuk makan siang bersama denganmu," ujar Leo dengan penuh perhatian dan kasih sayang.


Leo itu memang sangat perhatian, tapi sayangnya Leo ini dari dulu tidak mau mengakui perasaannya pada Dinda. Mungkin jika dulu mengakuinya pasti Dinda akan menerimanya dengan senang hati. Namun sekarang Dinda sudah punya pawang.


"Le, kamu repot-repot segala," ujar Dinda tidak enak.


"Aku tidak repot, ayo makan!" ajaknya, mereka makan berdua di ruangan kerjanya Leo.


Bagi karyawan yang lain, pasti mengira Dinda dan Leo itu punya hubungan khusus, apalagi kedekatan mereka itu banyak yang membuat para karyawan cewek lainnya iri.


***


Di saat jam makan siang, Reno dan Devan hendak pergi makan siang bersama, namun tiba-tiba Vira datang.


"Sayang," sapanya dengan lembut.


"Vira, ada apa datang ke kantor?" tanya Reno kaget, padahal biasanya senang kalau Vira datang, tapi kali ini Reno malah malas.


Tanpa menjawab pertanyaan Reno, Vira langsung mengajak Reno masuk ke dalam ruangan kerjanya Reno dan mengunci pintu ruangan kerjanya Reno.


Entah apa yang akan terjadi di dalam nanti?


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2