
"Karena dia istriku, aku datang kesini, hanya ingin menyelesaikan sebuah masalah yang sudah kamu ciptakan," sahut Reno tegas.
Vira terdiam, masalah apa? Apa jangan Reno sudah tahu semuanya?
"Emm, masalah apa Ren?" tanya Vira, tampak gugup dan perasaannya tidak enak. "Kalau masalah putus, aku tidak menerima keputusanmu, karena aku tidak ingin kita putus," lanjutnya tubuhnya gemetaran karena rasa gugupnya saat ini.
"Aku tidak peduli, aku sudah menganggap kita sudah putus dan sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi di antara kita," ujar Reno dengan tegas. Bahkan tangan Reno dari tadi terus menggenggam tangan Dinda dengan erat, Dinda berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Reno namun Reno malah mempererat genggamannya, sehingga Dinda hanya bisa pasrah.
"Ren,"
"Vira, sudahlah aku sudah tahu semuanya. Kamu menjalin hubungan gelap dengan papaku yang jelas-jelas aku lihat dengan kedua bola mataku, dan kamu tahu karena perbuatanmu yang menjijikkan itu kedua orang tuaku bercerai, terus kamu membuat masalah lagi, kamu masukan obat perangsang di minuman, lalu memberikan minuman itu pada Leo bosnya Dinda, kamu menyuruh agar laki-laki brengsek itu memberikan minuman itu pada Dinda, kamu sengaja melakukan semua itu di saat aku tidak ada di samping Dinda, dan kamu tahu karena ulahmu itu Dinda hampir saja di nodai oleh laki-laki brengsek itu, Vira kamu itu sungguh wanita yang menjijikkan," cecar Reno panjang lebar. Ia sudah tidak memikirkan perasaan Vira lagi, apalagi kesalahan Vira sudah cukup banyak dan itu tidak mudah untuk Reno maafkan. Pernikahan kedua orang tuanya yang telah di hancurkan oleh Vira, lalu malam itu itu hampir saja istrinya juga di hancurkan oleh ulah jahat Vira. Sungguh, ini semua tidak akan Reno terima begitu saja. Aku harus membuat perhitungan pada Vira.
"Ren, aku minta maaf," dengan tatapan sendu Vira langsung memasang wajah memelas, berharap Reno akan ibah.
"Tapi untuk minuman bukan aku yang melakukannya," lanjut Vira dengan nada semakin sendu. Seolah-olah dirinya merasa di fitnah saat ini.
"Vir, aku bukan orang bodoh, aku sudah menyelidiki semuanya," pungkas Reno dengan tegas.
__ADS_1
Reno menunjukkan semua bukti-bukti yang ada di ponselnya pada Vira. Saat melihat semua bukti-bukti yang ada di ponselnya Reno, Vira hanya terdiam, ia tidak tahu harus mengelak bagaimana lagi? Sedangkan semuanya sudah jelas terlihat nyata di ponselnya Reno.
"Ren, aku minta maaf, aku salah," dengan aktingnya yang cukup bagus Vira bersimpuh di kedua kaki Reno.
Dinda hanya diam saja, karena menurut Dinda ini bukanlah urusannya jadi Dinda tidak mau ikut campur dalam masalah Reno dan Vira.
"Maaf, sudahlah Vira! Semuanya sudah hancur, pernikahan kedua orang tuaku juga sudah hancur, jika kamu ingin menikah dengan papaku silahkan saja!" kata Reno dengan begitu entengnya, dan ia tidak perduli dengan maaf Vira.
"Tapi aku mencintaimu, Ren," katanya dengan harapan Reno akan ibah dan kembali menerima cintanya.
"Cinta, cinta seperti apa yang kamu maksud? Cinta hanya untuk membalas dendam kesalahan kedua orang tuaku di masa lalu? Vir, aku tidak pernah tahu kesalahan apa yang kedua orang tuaku buat di masa lalu pada ibumu, aku selama ini mencintaimu tulus, tapi apa kamu jadikan aku hanya sebagai alat untuk membalaskan dendam ibumu saja. Kamu tahu Vira, karena cintaku padamu, aku tega membuat istriku terluka, bahkan aku menyakiti hatinya, tapi sekarang aku sudah tahu semuanya. Aku hanya minta kamu untuk tidak mengangguku lagi ataupun rumah tanggaku, kamu juga tidak boleh menganggu Dinda lagi, ingat kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi," cecar Reno dengan tegas pada Vira.
"Ren, berikan aku kesempatan satu kali lagi," pintanya dengan nada sendu, tangannya hendak meraih tangan Reno tapi Reno menepisnya agak kasar. "Jangan menyentuhku lagi!" titahnya dengan tegas, Vira masih belum percaya. Reno, apa kamu sungguh sudah tidak mau denganku?
"Maaf Vir, aku tidak bisa. Aku hanya ingin membuka lembaran baru bersama dengan istriku, Adinda Putri," tolak Reno dengan suara lirih tapi begitu tegas.
Dinda masih tidak percaya, ia ternganga dan tiba-tiba Reno mengalihkan tatapan kedua matanya ke kedua mata Dinda.
__ADS_1
Kini kedua netra dua sejoli itu saling bertatapan dalam-dalam, terlihat kalau dari sorot mata Reno sudah mulai tumbuh benih-benih cinta, tapi di mata Dinda masih ada keraguan.
"Dinda, mulai sekarang aku sudah tidak ada hubungan dengan Vira, aku juga tidak ada rahasia lagi yang aku sembunyikan, semuanya sudah jelas." Kata Reno dengan tatapan semakin dalam, membuat hati Dinda agak bergetar.
"Ren,"
"Aku akan berusaha mendapatkan hatimu, aku tidak akan menyakiti hatimu untuk kedua kalinya," potong Reno dengan begitu yakin.
Vira terlihat sedih, hatinya bergumuruh hebat dan ia dengan kasar meninggalkan Reno dan Dinda yang sedang saling bertatapan mesra. "Kamu tega Reno," batinnya dalam hati.
Vira berlari keluar dari dalam cafe itu, entah apa yang akan Vira lakukan untuk selanjutnya?
"Maka buktikan itu!" pinta Dinda dengan tegas dan di anggukin oleh Reno dengan mantap.
Entah bagaimana cara Reno mendapatkan hati Dinda?
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia