Istri Yang Tidak Di Inginkan

Istri Yang Tidak Di Inginkan
Devan jadi obat nyamuk


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu Reno dan Dinda mengadakan acara di rumahnya, acara kecil-kecilan yang di undang juga hanya para sahabatnya saja.


Devan, Handi dan Farhan. Devan datang sendirian, kalau Handi dan Farhan membawa pasangan mereka masing-masing.


Handi mengajak art pujaan hatinya, Farhan juga datang bersama dengan suster Lista gadis incarannya biarpun mereka belum jadian tapi sudah ada tanda-tanda untuk melangkah ke depan, mudah-mudahan tidak jalan di tempat, entahlah lihat saja ke depannya nanti akan seperti apa hubungan para jantan dan betina itu untuk ke depannya?


Handi dan Farhan dengan senang hati memperkenalkan gadis cantik pujaan hati mereka pada semuanya.


Lista suster cantik yang berambut panjang dan berkulit putih, bibirnya tipis senyuman juga sangat manis, pantas saja Farhan klepek-klepek padanya.


Sedangkan Art Handi, namanya Nissa, ia gadis cantik yang berwajah adem, kulitnya putih bersih, bibirnya juga cukup manis tapi orangnya cukup polos, kelolosannya lah yang membuat Handi klepek-klepek padanya.


"Asik bawa pasangan nih, kalian sudah tidak jomblo lagi? Syukurlah kalau seperti itu," ujar Reno dengan lirikan jail pada Devan. "Dev, kamu kok sendirian?" cibirnya dengan jail.


"Ren, apa salahnya jika aku sendirian?" Devan malah balik bertanya.


"Mau sampai kapan kamu menjomblo seperti ini? Apa kamu tidak takut benda di bawa sana semakin tumpul," lagi-lagi Reno meledek Devan.


Semua yang ada di situ tertawa lepas seperti tidak punya dosa, kasian Devan karena hanya dia yang tidak membawa pasangan dan akhirnya menjadi bahan olok-olokan Reno, sudah tahu Reno kalau jail kebangetan.


"Nanti di asah saja sama punya kamu, biar semakin tajam Ren," cibir balik Devan membuat Reno kesal.


"Siapa juga yang mau pedang makan pedang, sedangkan rumah siput istriku lebih enak," sungguh Reno tidak mau mengalah.

__ADS_1


Handi tertawa. "Dev, segeralah mencari kekasih! Daripada di olok-olok Reno terus," titah Handi sok bijak.


"Bang Dev, di rumah sakit milik papanya kamu kan suster dan dokter di sana cantik-cantik, apa tidak ada yang membuatmu tertarik sama sekali?" ujar Farhan pada Devan.


"Sudahlah, kita lihat saja nanti siapa yang duluan menikah!" pungkas Devan dengan santai.


"Ren, Din, acara malam ini apa?" tanya Devan pada pasangan suami istri yang ada di hadapannya itu.


"Bakar-bakaran, makan malam bersama, aku sudah siapkan semuanya," jawab Reno dan di anggukin oleh Dinda.


Pertama-tama mereka menuju ke meja makan untuk makan malam bersama lebih dulu, setelah selesai makan malam kini mereka berkumpul di halaman belakang rumah Reno. Dan di sana sudah ada bermacam-macam aneka sate-satean, alat bakarnya dan perlengkapan lainnya, Reno juga menyiapkan api unggun karena malam ini cuacanya agak dingin. .


Kini mereka semua sudah duduk bersama-sama.


"Handi, Farhan, ayo kita mulai bakar-bakar! Biarkan para wanita itu ghibah," ajak Reno pada kedua sahabatnya.


"Nissa, kenapa kamu diam saja?" tanya Dinda, padahal Lista dan Dinda dari tadi ngobrol tapi Nissa lebih banyak diam.


"Aku hanya seorang Art, rasanya tidak pantas aku bergabung dengan kalian," jawab Nissa dengan sopan dan canggung. Baru pertama kalinya aku bergabung dengan orang-orang kaya seperti ini. Biasanya, aku fokus dengan pekerjaan rumah saja di rumah Tuan Handi.


Lista tersenyum kecil, ia mengusap punggung Nissa dengan lembut.


"Nis, jangan pernah bilang seperti itu, aku juga hanya seorang suster di rumah sakit, aku kerja di rumah sakit bapaknya Kak Devan," ujar Lista pada Nissa.

__ADS_1


"Jangan pernah bilang tidak pantas, di mata yang di atas kita itu sama saja," sambung Dinda dengan nada lembut.


Nissa mengangguk, tadinya sebelum berangkat Nissa agak gerogi apalagi sebelumnya belum pernah berkumpul dengan orang-orang kaya, tapi Handi dengan penuh perhatian sebelum datang ke rumah Reno dan Dinda, ia lebih dulu mengajak Nissa membeli pakaian untuk ia pakai, Nissa hanya menurut saja pada Handi.


"Ayo kita lanjutkan obrolan kita, Nissa jangan merasa canggung lagi!" titah Dinda dengan nada lembut dan di anggukin oleh Nissa.


Kini mereka kembali asik bercerita, tawa canda di antara mereka begitu lepas, Nissa juga tidak secanggung awal-awal tadi.


Setelah beberapa lama akhirnya bakar-bakaran matang juga, Devan, Reno dan Handi, membawa hasil bakar-bakaran mereka ke-tiga wanita cantik yang sudah menunggunya itu.


Kini mereka menikmati hasil dari bakar-bakaran para laki-laki tampan itu, tidak lupa Reno mengambil foto mereka bersama untuk kenang-kenangan.


Malam ini hanya ada tawa, canda dan tidak ada perbedaan di antara mereka. Handi juga sangat baik memperlakukan Nissa, ia sangat perhatian pada Nissa.


Farhan juga sangat hangat memperlakukan Lista, mereka bahkan makan suap-suapan dengan mesra.


Nasib Devan yang paling kasian, ia hanya di temani gitar yang saat ini sedang ia mainkan.


Reno dan Dinda juga asik suap-suapan, kini di saat para sahabatnya asik dengan pasangan mereka masing-masing, Devan hanya jadi obat nyamuk di antara mereka.


Tapi pada akhirnya siapa yang akan menikah duluan, setelah Reno dan Dinda, entahlah siapa nanti?


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


Cerita yang Asti buat hanya untuk menghibur kakak-kakak semuanya, mudah-mudahan suka dengan cerita buatan Asti.


__ADS_2