Istri Yang Tidak Di Inginkan

Istri Yang Tidak Di Inginkan
Haruskah Dinda tahu?


__ADS_3

Di perjalanan Devan terus fokus menyetir, sedangkan Reno dan Mamanya duduk di jok belakang.


Suasana di dalam mobil cukup hening dan hanya terdengar suara isak tangis Ria, membuat hati Devan dan Reno sama-sama hancur. Biarpun mereka bukan saudara kandung dan hanya saudara sepupu tapi Devan begitu menyayangi Ria, apalagi Ria juga sangat menyayanginya selama ini. Iya bisa di bilang Devan itu sudah seperti anak sendiri bagi Ria.


Melihat mamanya yang sekarang pastinya sedang tidak baik-baik saja, Reno terus memeluk mamanya yang begitu rapuh, tubuhnya yang mungil, membuat Reno sadar ternyata mamanya begitu kecil.


"Reno, tega papa melakukan ini pada mama," lirihnya yang diiringi buliran air mata dan isak tangis. Cinta suci yang selama ini terjalin, kini hilang begitu saja karena orang ketiga dan orang ketiga itu mantan kekasihnya anaknya sendiri, hanya mantan karena Reno sudah memutuskan Vira di saat itu juga. Sungguh tidak habis pikir. Ria cukup heran, namun Ria juga tidak memungkiri kalau ini semua nyata.


"Biarkan saja ma, laki-laki seperti papa tidak patut mama pertahankan, mama harus bahagia!" tutur Reno dengan erat Reno terus memeluk mamanya, ia begitu menyayangi wanita yang saat ini berada di pelukannya.


"Dev, kita ke rumahku saja!" titah Reno pada Devan, Devan mengangguk.


Sesampainya di rumah Reno, Reno dan Ria turun dari dalam mobil begitu juga dengan Devan.


"Mama, menginaplah di sini," ujar Reno. Hatinya sangat kawatir jika mamanya harus sendirian di rumah. Apalagi saat ini mamanya sedang kalut berat.


"Iya Tante Ria menginap saja," timpal Devan setuju. Sebagai ponakan Devan juga tidak kalah kawatir, ia takut tiba-tiba Restu pulang dan melakukan hal yang tidak di sangka.


Ria mengangguk, Reno membawa mamanya masuk ke dalam rumahnya sedangkan Devan kembali menaiki mobilnya dan langsung melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.


Dinda yang berjalan dari dapur ia cukup kaget melihat Reno dan mertuanya tiba-tiba ada di meja makan.


"Tu,"


"Dinda," potong Reno dengan cepat ia mengedipkan satu matanya memberikan isyarat pada Dinda, dan Dinda mengangguk ia paham pasti laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya ini menyuruhnya untuk melakukan sandiwara lagi.


"Mas, kok mama di sini?" Tanya Dinda dengan nada lembut, ia menatap mama mertuanya dengan nada lembut. Yang membuatnya kaget karena mama mertuanya datang di saat waktu sudah cukup larut, tidak biasanya kan, pikir Dinda.


Dinda menyalami punggung tangan Ria dengan sopan.


"Din, mama mau menginap di rumah kalian, bolehkan nak?" tanya Ria pada Dinda.


Dinda tersenyum kecil."Mama, tentu saja boleh," jawab Dinda terlihat sorot matanya berbinar senang.


"Ayo sayang, antarkan mama istirahat ke kamarnya," titah Reno dan di anggukin oleh Dinda.

__ADS_1


"Di sini hanya satu kamar nak, tapi di perpustakaan ada tempat tidur, mama tidur di perpustakaan saja," ujar Ria, ia sangat tahu akan rumah Reno, apalagi adanya satu kamar adalah idenya sendiri. Jadi Ria tidak lupa.


Reno menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kenapa ia bisa lupa kalau di rumahnya ini hanya ada satu kamar, iya ini semua adalah ulah mamanya.


"Haah tempat tidur, sejak kapan ma?" tanya Reno terkejut.


"Sudah lama, itu kamar rahasia, tapi sudah terbongkar," tukas Ria dengan senyum miring. Reno mengeryitkan dahinya kesal. "Ternyata mama cukup licik demi aku tidur satu kamar dengan Dinda," batin Reno dalam hatinya.


Kini mereka bertiga berjalan ke ruang perpustakaan, sesampainya di sana, mereka sama-sama masuk dan kamar rahasia yang ada di dalam ruangan perpustakaan akhirnya di ketahui oleh Reno dan Dinda. "Ternyata mama cerdas juga," batinnya dalam hati.


Ria menekan sebuah tombol yang ada di tembok dan terbukalah sebuah ruangan khusus, di ruangan itu ada satu tempat tidur ukuran yang lumayan lebar dan itu bisa buat tidur untuk dua orang.


"Mama, ini semua,"


"Ini semua mama yang membuatnya, hebatkan mama," dengan nada lembut Ria memotong kata-kata Reno.


Reno mengangguk, sekilas melihat sang mama tersenyum hati Reno agak tenang. "Buatlah mamaku bahagia," harapan Reno dalam hatinya.


"Sudah kalian istirahat sana, mama juga sudah mengantuk," pinta Ria. Dinda, Reno sama-sama mengangguk karena mereka juga sudah sama-sama mengantuk.


Setelah Dinda dan Reno berlalu pergi.


Dalam hatinya, aku harus membuat perhitungan sama Mas Restu, memangnya dia siapa? Aku yang punya segalanya tapi dia malah bermain-main, oke aku pastikan kamu akan menjadi gembel mas, harta dan uangku akan aku ambil alih semuanya.


Ria begitu geram, air mata yang dari tadi ingin keluar itupun tidak jadi, rasa sakitnya kini menjadi sebuah rasa yang sulit ia artikan.


Ria merebahkan tubuhnya, ia memejamkan matanya dan memikirkan apa yang akan di lakukannya besok?


****


Malam semakin larut, Reno masih terjaga, Dinda tidur dengan posisi membelakangi Reno tapi Dinda juga masih terjaga.


"Din," lirihnya.


"Iya tuan?" sahutnya pelan, karena tidak ada mama mertuanya jadi tidak perlu melakukan sandiwara yang sok manis itu.

__ADS_1


"Besok kamu libur kerja ya, aku minta tolong kamu temanin mama," ujarnya dengan nada lembut.


Dinda membalikkan tubuhnya dan kini menatap Reno bingung.


"Apakah harus, tuan?" tanyanya dengan hati-hati.


Reno mengangguk. "Mama saat ini sedang tidak baik-baik saja, dia butuh kita."


"Apa ada sesuatu yang terjadi?" Dinda penasaran, ia terus menatap Reno dengan lekat.


Reno mengangguk, ia membalas tatapan Dinda sambil berpikir, haruskah aku menceritakan apa yang terjadi malam ini pada Dinda?


Jika ia tahu akan malam ini tentang mama pasti dia akan merasa ibah, tapi jika dia tahu tentang aku, aku yakin pasti dia akan menertawaiku. Itu tidak boleh terjadi, aku dulu selalu membanggakan Vira tapi jika Dinda tahu akan kejadian malam ini, aku tidak tahu mau menaruh wajah tampanku dimana? Haruskah aku taruh dalam saku celana? Aku rasa itu tidak mungkin.


"Kenapa diam saja?" Dinda menggoyang-goyangkan tubuh Reno, membuat Reno kaget karena lamunannya.


Karena menurut Reno, Dinda harus tahu kejadian malam ini, akhirnya Reno menceritakan semuanya pada Dinda.


Mendengar cerita Reno, Dinda tercengang tidak percaya.


"Haruskah dengan papa?" tanyanya tidak percaya.


"Lalu dengan siapa maunya? Nyatanya Vira dan papa punya hubungan gelap," terangnya dengan nada kesal. Lagian Dinda tidak percayaan, padahal aku sudah menceritakan semuanya dari A sampai Z.


"Kan banyak laki-laki diluar sana, tapi kenapa harus papa?" Dinda menatap Reno bingung.


"Aku juga tidak tahu," dengan lemas Reno menggelengkan kepalanya malas.


Dinda terdiam, karena Reno juga terdiam.


"Apa mungkin Vira mempunyai dendam tersembunyi sama keluargaku?" tanya Reno pada Dinda.


"Kenapa kamu tidak menyelidiki semuanya saja," saran Dinda.


Reno terdiam, benar apa kata Dinda, kenapa aku tidak melakukan itu? Baiklah aku akan selidiki semuanya.

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2