Istri Yang Tidak Di Inginkan

Istri Yang Tidak Di Inginkan
Akhir yang bahagia (TAMAT)


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu, Dinda akhirnya melahirkan anak pertamanya yang berjenis kelamin laki-laki dan di beri nama Rey Pratama Bagaskoro.


Dinda bersyukur sekali karena perjuangannya sebagai seorang wanita dan sekaligus ibu ini akhirnya berhasil, gelar Dinda selain menjadi seorang istri, kini ia punya gelar baru yaitu ibu.


Reno sangat bahagia, ia mengendong putra pertamanya dengan penuh kasih sayang dan rasa syukur.


"Sayang, setelah penantian yang cukup lama akhirnya anak kita lahir ke dunia ini," kata Reno pada Dinda.


"Iya mas, aku bahagia sekali, ingat dulu awal pernikahan kita sama-sama tak ada rasa cinta tapi seiring berjalannya waktu cinta kita tumbuh dan Rey adalah bukti cinta kita," lanjut Dinda dengan tatapan penuh kebahagiaan.


"Terimakasih istriku," kata Reno, ia mencium kening Dinda penuh kasih sayang.


Pernikahan yang tak di inginkan, kini menjadi pernikahan yang di inginkan dan semuanya menjadi begitu hangat karena ada hanya cinta di antara Dinda dan Reno.


Kelahiran putra pertamanya di antara mereka menambah kebahagiaan pernikahan mereka.


*


*


Hari demi hari berlalu, bulan demi bulan juga telah berlalu.


Kini tidak terasa 5 tahun telah berlalu, banyak hari-hari yang indah yang Reno, Dinda dan para sahabatnya lalui bersama.


Reno dan Dinda hidup bahagia dengan kedua anaknya yaitu Rey dan Renita, jarak usia Rey dan Renita hanya dua tahun. Saat ini Rey berusia 5 tahun dan Renita 3 tahun.


Di balik kesibukannya Reno selalu menyempatkan waktu untuk berlibur bersama keluarga kecilnya dan Reno menjadi seorang papa yang begitu sayang kepada kedua anaknya dan selalu bersikap adil dalam hal apapun.


Dinda bersyukur sekali karena suaminya selalu memberikan kasih sayangnya setiap hari dan tidak pernah lelah membantu mengurus kedua anaknya.


"Papa....!!" seru Renita saat melihat papanya baru saja pulang dari kantor. Ia memeluk sang papa dengan erat, Renita memang sangat manja sekali pada Reno.


"Reni sayang, Mama sama Kak Rey mana?" tanya Reno di sela-sela pelukannya.


Renita melepaskan dirinya dari pelukan papanya. "Mama dan Kakak sedang di dapur Pa," jawabnya dengan nada lembut.


Reno mengendong Renita ke dapur, kini sesampainya di dapur Reno tertawa kecil. Siapa yang tidak tertawa? Melihat Rey wajahnya penuh dengan tepung terigu, entah apa yang telah di lakukan oleh Rey? Dinda juga sedang menertawai putra pertamanya itu.


"Rey, lagian kamu bandel sih," omel Dinda yang bercampur dengan tawa.


"Mama, lihat wajah tampan Rey sekarang putih semua," dengus Rey kesal.


Rey dari tadi sangat bandel, sudah di bilangin oleh Dinda jangan main tepung nanti tumpah dan Rey tidak mendengarkan itu alhasil tumpah beneran itu tepung buat kue. Bukannya kuenya jadi, ini malah Rey yang menjadi adonan.


"Rey, apa yang kamu lakukan, Nak?" tanya Reno dan Renita di turunkan dari gendongannya.

__ADS_1


"Itu Mas anakmu bandel," aduh Dinda pada Reno.


Kini Renita malah melemparkan tepung ke kakaknya dan akhirnya mereka malah asik perang tepung. Rey tidak mau kalah dan dia langsung membalas kenakalan Renita.


Reno dan Dinda saling melempar senyum bahagia, tatapan mata mereka terlihat sangat penuh cinta.


Rey dan Renita malah asik berlarian di dapur bermain tepung, tepung yang niatnya membuat kue kini malah menjadi bahan perang antara Rey dan Renita. Bahkan saat ini tubuh mereka sudah putih semuanya.


"Sayang, apa kita perlu menambah anak lagi? Biar rumah kita menjadi semakin rame?" tanya Reno pada Dinda, kini Reno sudah berdiri di belakang Dinda dan menempelkan tubuhnya ke tubuh Dinda, ia memeluk pinggang Dinda lembut, di bawa sana Reno dengan nakal menggesek-gesek miliknya ke pantat Dinda. Dasar Reno sudah tahu ada kedua anaknya tapi tetap saja nakal, nanti giliran sudah tidak tahan kalang kabut pasti.


Tapi ini sudah biasa terjadi, terkadang di saat Reno ingin memadu kasih dengan istri tercintanya tiba-tiba kedua anaknya masuk ke dalam kamar meminta tidur bersama, akhirnya rela tidak rela Reno mengalah dan mereka tidur berempat di atas ranjang tempat tidur, Dinda saat itu terjadi hanya bisa tersenyum simpul.


"Maunya mas nambah mulu," sahut Dinda agak manyun.


Reno hanya tersenyum, ia mencium bibir Dinda dengan lembut dan penuh cinta. Setelah beberapa saat Reno melepaskan ciumannya, lalu ia tersenyum kecil.


"Mama, Papa," kedua anaknya berlari kepelukan mereka.


Kini Rey dan Renita di gendong, Dinda dan Reno memeluk kedua anaknya secara bersamaan, Rey di gendongan Reno dan Renita di gendongan Dinda.


Inilah akhir cerita Reno dan Dinda, mereka akhirnya hidup bahagia untuk selamanya bersama keluarga kecilnya.


*


*


Devan dan Nissa


Lalu anak kedua Devan namanya Airin Putri Devan, Devan sengaja memberikan nama anaknya seperti ini, bukan bermaksud membuat iri Nindy, tapi suatu saat jika Nindy sudah dewasa Devan dan Nissa akan mengatakan alasannya kenapa nama belakang mereka itu berbeda?


Kehidupan keluarga kecilnya begitu bahagia, Nissa dan Devan saling mencintai, biarpun dulu awalnya saling canggung tapi akhirnya rasa canggung itu hilang dan menjadi rasa nyaman yang luar biasa.


"Mas Devan, terimakasih kamu sudah selalu mencintaiku selama ini, jika di masa lalu tidak ada mas. Aku yakin hidupku tidak akan sebahagia ini," kata Nissa yang diiringi senyum simpul dan penuh rasa syukur dalam hatinya.


Devan memeluk Nissa lalu mencium keningnya dengan lembut.


"Sama-sama istriku," jawab Devan dengan nada lembut.


Kedua anak mereka juga sangat bahagia dan kini mereka sedang asik bermain dengan boneka-boneka milik mereka.


Devan dan Nissa menatap kedua putrinya dengan tatapan bahagia.


Akhirnya cinta Devan dan Nissa tumbuh dan kini menjadikan cinta yang begitu bahagia.


*

__ADS_1


*


Farhan dan Lista


Setelah bertahun-tahun pacaran dan sempat LDR karena Farhan harus ke luar negeri untuk mengurus perusahaannya yang ada di sana.


Akhirnya kedua sejoli ini menikah dan pernikahan mereka di gelar sangat mewah.


Reno, Dinda dan keduanya anaknya juga sudah datang dengan baju couple keluarga warna putih bersih, Devan, Nissa dan kedua anaknya juga sudah datang dengan baju couple warna putih bersih juga karena malam ini memang temanya warna putih.


Kasian Farhan yang lain sudah menikah dan punya anak, ehh dia baru melepas masa lajangnya di malam ini. Tapi Farhan begitu setia biarpun dia di luar negeri cukup lama, tapi dia selalu menjaga hati dan perasaannya untuk Lista.


Kedua mempelai pengantin sudah sah, anaknya Reno dan Devan asik bermain bersama tapi tenang ada yang menjaga mereka ya itu nenek dan kakek mereka.


Jadi Reni, Dinda, Devan dan Nissa bisa bebas ngobrol dengan mempelai pengantin.


"Akhirnya sah," cetus Reno dan di senyumin oleh Farhan dan Lista.


"Ayo cus buat adonan, biar cepat jadi!" timpal Devan dengan jail.


"Aku bakalan gaspol kak," sahut Farhan penuh semangat.


Farhan sangat bersyukur karena akhirnya dia bisa menikah dengan gadis yang ia cintai, malam unu Farhan sangat tampan dengan setelan jas warna hitamnya dan Lista juga begitu cantik dengan gaun pengantin warna putih bersihnya dan mahkota kecil yang menghiasi rambutnya.


"Lis, jangan kasih kendor, enak rasanya," lirih Nissa membuat Lista tersenyum malu-malu.


"Iya kak siap," lirih Lista malu-malu.


"Lista, sakitnya di awalnya saja," tambah Dinda dengan jail.


Ini mereka bukannya mengucapkan selamat pada kedua mempelai eh malah ngobrol tidak jelas, tapi itulah kisah mereka dan persahabatan mereka.


Kini semuanya berkumpul mengambil foto untuk kenang-kenangan, rasanya sedih tidak ada Handi di tengah-tengah mereka tapi mereka selalu mendoakan Handi agar bahagia di surga sana.


"Akhirnya semuanya bahagia," kata Reno mengakhiri cerita ini.


TAMAT


Terimakasih untuk para pembaca setia novel ini, maaf jika ada kesalahan dan kekurangan dalam cerita ini ya kakak-kakak semuanya.


Ada novel baru punya Author mampir yuk


"Duda Tampan Pujaan Hati"


Mampir juga yuk kakak-kakak ke karya-karya temannya Asti 🤗

__ADS_1




__ADS_2