Istri Yang Tidak Di Inginkan

Istri Yang Tidak Di Inginkan
Gelar Papa Muda


__ADS_3

Dua minggu telah berlalu, hari-hari berlalu begitu cepat dan penuh dengan cerita yang begitu indah. Setiap hari yang lalui itu meninggalkan sebuah kenangan untuk di kenang setiap saat.


Pagi seperti biasa Reno bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, Dinda juga seperti biasa ia menyiapkan baju, sarapan, dan hal lain untuk suaminya sebelum berangkat ke kantor.


Dinda terdiam, kepalanya tiba-tiba rasanya keliyengan tidak jelas, tubuhnya juga tiba-tiba merasa lemas. "Hoek....Hoek.....!!"


Dinda bergegas ke mandi, padahal suaminya sedang mandi untuk saja pintu kamar mandinya tidak di kunci oleh Reno.


""Hoekk.....!!"


"Sayang, kamu kenapa?" Reno memijat tengkuk leher Dinda dengan pelan.


"Hoekk.... hoekkk...."


"Mas kepalanya aku pusing dan aku...." belum sempat Dinda melanjutkan kata-katanya tiba-tiba ia terhuyung dan jatuh ke pelukan Reno.


"Din, kamu kenapa?" Reno langsung mengangkat Dinda ke atas kasur, padahal badannya masih penuh dengan sabun dan telanjang tapi rasa kawatir Reno jauh lebih besar pada istrinya. .


Reno menaruh Dinda di atas kasur, lalu ia kembali ke kamar mandi sebentar untuk membilas tubuhnya dan setelah selesai Reno bergegas memakai pakaian, bahkan ia sampai ragu untuk pergi ke kantor.


Reno kembali ke tepi ranjang, ia melihat istrinya tampak pucat dan sangat lemas.


"Apa kamu sakit?" tanya Reno, Dinda membuka kedua matanya.


"Kepala aku pusing sekali," keluh Dinda lemas.


"Kamu tidak telat makan?" tanya Reno kawatir, melihat istrinya tampak lemas hatinya tidak tenang.


Dinda menggelengkan kepalanya, ia mengingat-ingat dan ia selalu makan teratur setiap hari.

__ADS_1


"Mas panggilkan Dokter," ujar Reno dan langsung menghubungi Dokter Reni yang tidak lain adalah pribadi di keluarganya.


Setelah beberapa lama akhirnya Dokter Reni datang, ia langsung memeriksa Dinda dengan teliti. Setelah selesai memeriksa Dinda, Dokter Reni berbicara dengan Reno.


"Dok istri saya kenapa?" tanya Reno kawatir.


"Istri Tuan Reno sedang hamil," jawab Dokter Reni dengan nada lembut.


"Hamill...!!" Dinda kaget dan ia tersenyum sambil mengelus-elus perutnya.


"Dokter istri saya benaran hamil?" tanya Reno masih belum percaya.


"Benaran Tuan, kehamilan Nyonya sangat lemah jadi harus banyak istirahat dan tidak boleh capek-capek," kata Dokter Reni pada Reno.


"Siap Dok, saya akan menjaga istri saya dengan baik," ujar Reno dengan mantap.


Dokter Reni tersenyum kecil, lalu ia memberikan resep obat pada Reno untuk di tebus di Apotek nanti.


Setelah selesai memeriksa Dinda. Dokter Reni langsung pamit pulang. Reno mengantarkan Dokter Reni sampai depan rumahnya.


Reno kembali ke kamar, ia langsung memeluk Dinda dan memberikan banyak ciuman di wajah cantik Dinda. Ada rasa yang sangat bahagia di dalam hatinya, bersyukur sekali akhirnya akan menjadi seorang Papa.


"Sayang, aku akan mendapatkan gelar baru," kata Reno begitu girang.


Dinda malah melongo bingung, gelar apaan? Kan Mas Reno tidak sedang kuliah, dasar Mas Reno ini ada-ada saja.


"Memangnya gelar apa Mas?" tanya Dinda bingung.


"Gelar menjadi Papa Muda, nanti aku akan katakan pada Devan, Handi dan Farhan, biar mereka cepat-cepat nikah," sahut Reno sambil cengar-cengir dan membuat Dinda menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Dalam hatinya, dulu saja mati-matian nolak aku, giliran ngerasain punya aku enak, langsung di tanam benih. Sekarang bahagiakan, rasanya kalau ingat masa lalu aku begitu geram.


Setelah perjuangannya dalam bercocok tanam, akhirnya Dinda hamil juga.


****


Tiba-tiba bel pintu rumahnya berbunyi, Reno bergegas keluar dan melihat siapa yang datang?


"Tuan, ada undangan," kata satpam rumahnya.


"Dari siapa Pak?" tanya Reno pada satpamnya.


"Tidak tahu Tuan," jawabnya.


Reno membawa undangan itu masuk ke dalam kamar, sesampainya di dalam kamar ia membuka undangan itu dan ternyata undangan pernikahan.


"Undangan pernikahan," kata Reno cukup terkejut membaca nama di undangan itu.


"Mas undangan dari siapa?" tanya Dinda penasaran.


"Sih brengsek ini tidak sedang bercanda kan? Sungguh dia akan menikah lebih dulu?" Reno masih tidak percaya.


Akhirnya Dinda mengambil undangan itu dari tangan suaminya.


"Mas ini undangan dari....."


"Iya itu dari.....".


Dari siapa ya kira-kira undangan yang Reno baca?

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2