
"Din, aku mencintaimu, apa kamu mau menerima cintaku?" tanya Reno, kali ini ia begitu serius.
"Mas aku...." Dinda menghentikan kata-katanya.
Tatapan Dinda begitu dalam pada Reno, ia ingin memastikan apakah benar ada cinta di kedua mata Reno untuk dirinya?
Kini kedua mata mereka saling menatap satu sama lain, Reno merasakan adanya sebuah getaran, entah lah apakah ini yang dinamakan cinta? Tiba-tiba hatinya berdegup kencang, bahkan Reno merasakan sebuah rasa yang ia tidak rasakan saat bersama dengan Vira.
"Din, kenapa kamu diam saja dan kamu malah terus menatapku? Apa kamu sudah mulai jatuh cinta pada suamimu sendiri?" godanya untuk menghilangkan rasa gugup dalam hatinya saat ini.
"Jika aku mulai jatuh cinta pada suamiku sendiri, apakah itu salah?" tanya Dinda, membuat Reno terdiam dan hatinya begitu senang. Bahkan debaran hatinya semakin kencang, Dinda apa kamu mau membuatku terbang? Entahlah terbang kemana? Yang jelas hatiku saat ini berbunga-bunga seperti taman bunga yang sedang bermekaran.
"Tidak ada yang salah, lagian kita sudah halal, saling mencintai apa salahnya?" jawab Reno dan Dinda hanya tersenyum kecil.
"Lalu, di masa lalu kamu sakiti hati istrimu, apakah itu benar?" tanya Dinda, seketika Reno terdiam dan hatinya merasa sangat bersalah mengingat waktu itu, biarpun sudah berlalu, aku yakin Dinda pasti masih merasakan sakit hati yang begitu dalam. Reno dulu kamu memang tidak punya hati, tapi mulai sekarang aku tidak akan menjadi Reno yang a
dulu lagi. Aku akan sepenuhnya mencintai satu wanita yaitu mencintai istriku selamanya.
Reno menggelengkan kepalanya, kini kedua tangannya memegang kedua tangan Dinda dengan erat. "Aku akui di masa lalu salahku begitu banyak, aku minta maaf dan izinkan aku mencintaimu agar aku bisa menebus semua kesalahanku," kata Reno dengan nada lembut dan begitu tegas.
"Baiklah, aku izinkan kamu untuk mencintaiku, tapi untuk saat ini aku belum bisa sepenuhnya membalas cintamu, apakah kamu tidak apa-apa?" tanya Dinda dengan begitu hati-hati.
"Aku tidak marah, mari kita saling belajar mencintai satu sama lain," ujar Reno dengan nada lembut dan Dinda mengangguk pertanda setuju untuk belajar saling mencintai.
Kenapa harus belajar mencintai? Ya karena awal pertemuan mereka yang tak di inginkan, bahkan setelah menikah pun status Dinda hanya sebagai istri yang tak di inginkan. Saat itu Reno lebih mencintai wanita lain, bahkan terang-terangan menunjukkan hubungannya di hadapan Dinda. Mungkin dulu sebagai istri, Dinda merasa sakit hati, namun Dinda tidak pernah mengungkapkan rasa sakit hatinya itu. Dinda hanya menjalani semuanya dengan sabar dan ikhlas ya demi papanya agar tidak sampai masuk penjara karena hutanngnya pada keluarga Reno.
Namun seiring berjalannya waktu hal-hal yang harus Reno tahu bermunculan hingga rahasia besar yang tidak Reno tahu akhirnya terbongkar, dari saat itulah Reno terus memikirkan kesalahannya pada Dinda di masa lalu, dan saat ini seterusnya Reno berjanji hanya akan mencintai Dinda yang kini berstatus sebagai istri sahnya.
****
__ADS_1
Beberapa hari telah berlalu, kedua sejoli itu benar-benar belajar saling mencintai satu sama lain, bahkan Reno tidak segan-segan memperkenalkan ke publik kalau Adinda Putri adalah istri sahnya dan ia juga mengumumkan ke publik kalau dia dan Vira itu sudah tidak ada hubungan apa-apa.
Dinda tersenyum bahagia, akhirnya saat ini dirinya menjadi istri yang diinginkan oleh Reno, bukan seperti dulu lagi istri yang tak diinginkan.
Malam ini Reno akan mengelar acaraa besar-besaran, karena Reno juga akan mengumumkan Dinda secara resmi pada publik dan semua rekan-rekan bisnisnya agar semua orang tahu kalau Reno Bagaskoro sudah bukan bujangan lagi.
Malam ini Dinda begitu cantik dan sangat anggun dengan gaun berwarna putih lengan panjang dan panjangnya selutut, kini membalut tubuh mungilnya saat ini, di tambah riasan yang begitu natural, rambutnya yang terurai dan hiasan manik-manik bunga menghiasi rambutnya, itu sangat membuat Dinda terlihat sangat cantik.
Reno dengan setelan jas warna hitamnya kini terlihat begitu tampan, ia mengandeng tangan Dinda dengan mesra.
"Lihat Reno, benar-benar dia telalu bucin," lirih Devan melihat kearah Handi dan Farhan secara bergantian.
"Akhirnya bujang lapuk itu menemukan cinta sejatinya, mudah-mudahan tidak ada Vira kedua," harapan Han sebagai teman dekat Reno.
"Sepertinya tidak, Reno saja bucinnya kebangetan Han," dengan yakin Devan mengatakan hal ini.
Kedua sejoli itu melambaikan tangan ke arah Devan, Handi dan Farhan. Senyum Reno begitu sumringah dan tentunya penuh ledekan pada para sahabatnya itu yang masih menjadi jomblo karatan.
Mereka menghampiri tiga laki-laki tampan itu, namun Devan malah menyambutnya dengan senyum sengit, Devan tahu pasti Reno akan meledeknya.
Farhan tersenyum pada Dinda dan Reno, dengan senang hati ia mengucapkan selamat pada kedua sejoli itu. Di sambut dengan senang hati juga oleh Reno dan Dinda.
Handi memilih sibuk dengan hidangan yang ada di hadapannya, ia juga tahu pasti Reno ujung-ujungnya akan meledeknya. Sebelum akhirnya kena mental, Handi akhirnya makan dulu yang banyak.
"Mau sampai kapan kalian jadi jomblo, apa kalian tidak takut burung perkutut kalian itu karatan," ledek Reno pada tiga laki-laki tampan yang masih berstatus jomblo itu.
"Mana ada burung perkutut karatan, Ren? Apa mungkin keris pusakamu itu yang sudah tidak tajam, apalagi tidak pernah di asah, haha," tawa Devan begitu amoh seamoh kue apem.
Reno menatap Devan sengit. "Dasar bedebah," cibir Reno dan di tertawakan oleh Handi dan Farhan.
__ADS_1
Dasar mereka kalau sudah bertemu pasti ada saja perdebatan yang di debatkan.
"Sudah sana naik panggung!" titah Handi, sebelum Devan dan Reno benar-benar berdebat panjang.
Kini Reno dan Dinda sudah berada di panggung, Reno dengan senang hati memperkenalkan Dinda pada seluruh tamu yang hadir malam ini sebagai istri sah nya.
Ria tersenyum bahagia, akhirnya anaknya menungumuman pernikahannya. "Mudah-mudahan kalian berdua bahagia selalu," doa Ria dalam hati untuk Reno dan Dinda.
"Din, apa kamu bahagia?" tanya Reno dengan suara lirih dan tatapan penuh cinta.
"Aku bahagia mas," sahut Dinda dengan suara lirih dan membalas tatapan mata Reno dengan lembut.
Reno mendekatkan bibirnya ke kening Dinda, ia mencium kening Dinda dengan hangat dan penuh cinta.
"Sayang," lirihnya, dengan sebutan sayang yang begitu mesra.
"Iya mas," jawab Dinda gugup.
"Aku mau memberikan status baru untukmu," kata Reno membuat Dinda menatapnya bingung.
"Status apa mas?" tanya Dinda agak deg-degan.
"Mulai sekarang kamu akan akan menjadi......"
"Menjadi apa mas?"
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1