
"Untuk apa dia menelponku?" pekik Reno kasar, tapi dia mengangkat telpon itu biarpun rasanya kesal.
"Hallo, ada apa?"
"Sayangku, kenapa suaramu terdengar tidak suka saat aku menelponmu?" tanya Vira dengan nada lembut, namun cukup genit juga.
Reno seketika ingin muntah, dulu mungkin dia begitu senang saat mendengar suara Vira tapi setelah kejadian malam itu, rasanya begitu jijik dan perutnya juga sangat mual.
"Katakan ada apa? Aku sedang bersama dengan istriku, jika tidak ada yang penting maka aku akan menutup telponmu," sahut Reno cukup ketus dan tegas.
"Sebenci itukah kamu padaku Ren? Bisa kita bertemu, ada yang aku ingin bicarakan padamu," terdengar suara Vira begitu sendu.
"Aku akan meminta izin pada istriku dulu," pungkas Reno dan langsung mematikan saluran telponnya begitu saja.
Vira cukup kecewa mendengar jawaban dari Reno, apa Reno sudah mulai mencintai gadis sialan itu. Lalu nasibku bagaimana? ATM yang diberikan Reno sudah di blokir oleh Reno, lalu Om Restu juga sekarang sudah menjadi gembel. Inikah akhir dari pembalasan dendamku pada keluarga Om Restu?
Vira menggenggam kedua tangannya cukup erat, ia masih berpikir untuk tidak menyerah begitu saja dan ingin membuat rencana lain dengan yakin.
***
Di tengah-tengah keheningan, Reno mendekati Dinda yang duduk agak jauh dari dirinya. Saat Reno mendekat Dinda bergeser, hingga kini Dinda sudah mentok di ujung sofa, Reno juga sudah menempelkan tubuhnya dengan senang hati ke tubuh Dinda.
"Kamu mau kemana? Sudah tidak ada ruang lagi," cibir Reno dengan senyum sumringah dan tatapan mautnya.
"Mau apa kamu dekat-dekat padaku?" tanya Dinda, raut wajahnya begitu bringas.
__ADS_1
"Aku mau minta izin bertemu dengan Vira, aku ada yang mau di selesaikan dengannya," ujar Reno dengan nada lembut.
Hahhhh
Dinda menganga kaget, biasanya Reno tidak pernah meminta izin, entah kena angin apa tiba-tiba minta izin dengan begitu manis seperti ini?
"Pergi saja! Biasanya juga tidak izinkan," sahut Dinda tampak cuek, namun dalam hati bertanya-tanya untuk apa bertemu dengan Vira lagi, bukannya kalian sudah putus?
"Ikutlah denganku!" ajak Reno, membuat Dinda semakin terkejut..
"Untuk apa? Apa kamu mau menjadikan aku sebagai obat nyamuk bakar di antara kalian berdua?" tanya Dinda yang diiringi desisan penuh rasa kesal, lagian siapa juga yang mau jadi obat nyamuk bakar di antara kalian?
"Tidak, aku hanya ingin membuktikan kalau aku sudah mulai menyukaimu, aku juga ingin kamu tahu kalau Vira denganku sudah tidak ada hubungan lagi," jelas Reno dengan nada lembut.
Dinda terdiam, tapi Reno beranjak dari tempat duduknya, lalu menarik tangan Dinda dengan lembut.
Sebelum berangkat Reno mengirim pesan pada Vira, untuk bertemu di cafe tempat biasa mereka bertemu. Membaca pesan dari Reno, Vira cukup bahagia, ia berpikir kalau Reno masih mencintai dirinya seperti dulu.
"Reno, aku tahu kamu itu masih sangat mencintaiku, aku tahu itu," kata Vira sambil senyam-senyum sendiri. Mungkin otaknya sudah mulai geser
Tanpa menunggu lama Vira langsung pergi menuju ke cafe tersebut, letak cafenya juga tidak terlalu jauh tempat tinggalnya, jadi tidak butuh waktu lama untuk sampai di cafe itu.
***
Kini Vira sudah sampai di cafe terlebih dahulu, Vira juga langsung memesankan makanan dan minuman kesukaan Reno dengan senang hati.
__ADS_1
Setelah beberapa lama pesanan di antar ke mejanya, Vira senyam-senyum, ia tampak tidak sabar menunggu kedatangan Reno.
"Pasti Reno akan senang, aku sudah pesankan makanan dan minuman kesukaan dia," lirihnya dengan perasaan yang begitu bahagia dalam hatinya.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya Reno sampai di cafe itu. Reno langsung memarkirkan mobilnya, setelah itu ia turun dari mobil lebih dulu, lalu bergegas membukakan pintu mobil untuk Dinda..
"Kamu yakin mau bertemu dengan Vira dengan mengajakku?" tanya Dinda masih tidak percaya.
"Yakin, aku tidak ingin ada rahasia apapun di antara kita, aku ingin jujur dalam hal apapun. Karena aku ingin memulai hubungan yang baru dan hubungan yang sehat," jawab Reno dengan begitu yakin.
Tanpa menunggu jawaban dari Dinda, Reno mengandeng tangan Dinda dengan erat dan penuh ketulusan.
Kini keduanya masuk ke dalam cafe itu, Reno melangkahkan kakinya dengan mantap, Dinda juga mengikuti langkah kaki Reno dengan yakin.
Saat melihat Reno dan Dinda berjalan ke mejanya, Vira cukup terkejut dan tatapan matanya begitu sengit pada Dinda. "Kenapa Reno datang dengan gadis itu?" batinnya dalam hati.
"Hay Vir," sapa Reno cuek.
"Ren, kenapa kamu datang dengan gadis ini?" tanya Vira dengan tatapan tidak suka pada Dinda.
Reno menatap Vira cuek, bahkan ia sebenarnya sangat jijik pada Vira.
"Karena dia istriku, aku datang kesini, hanya ingin menyelesaikan sebuah masalah yang sudah kamu ciptakan," sahut Reno tegas.
Vira terdiam, masalah apa? Apa jangan Reno sudah tahu semuanya?
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia