
Satu minggu telah berlalu, Devan yang aturan menikah beberapa hari lalu itu tidak jadi karena calon mempelai wanitanya kabur bersama mantan kekasihnya.
Impian Devan untuk melepas masa lajangnya akhirnya gagal, pesta pernikahan yang sudah di siapkan, semuanya yang sudah di siapkan batal begitu saja. Sedih rasanya tapi ini semua takdir dan Devan dengan ikhlas menerima takdir malangnya ini.
Reno berdiri di ambang pintu ruangan kerjanya Devan, ia melihat Devan tampak sedih dan tidak bersemangat seperti biasanya.
Reno melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Devan, ia duduk di kursi yang terhalang meja kerja Devan.
"Devv..."
"Ren, cobaan datang bertubi-tubi, sahabatku pergi meninggalkanku untuk selamanya, dan sekarang calon istriku pergi bersama dengan mantan kekasih, salah aku apa? Kenapa Tuhan memberikan cobaan yang begitu berat padaku?" keluh Devan kepada Reno, suaranya terdengar cukup sendu bahkan buliran air mata menetes kedua pipi Devan. Devan menangis, mungkin ini cobaan yang begitu berat baginya.
"Dev, semua ini takdir, kamu harus sabar!" tutur Reno pada sahabatnya, saat ini Reno hanya bisa memberikan semangat kepada Devan.
Devan hanya mengangguk, entah dia akan kuat atau tidak menghadapi cobaannya ini?
Reno mengajak Devan keluar dari dalam kantor, agar Devan tidak sedih terus, kini mereka pergi ke makam Handi.
Sesampainya di makam Handi. Reno dan Devan melihat Nissa sedang berada di sana, Nissa tampak sedang menangis di atas pusaran Handi.
"Mas, kenapa kamu pergi begitu cepat, lalu bagaimana nasibku dan anakku mas? Kamu yang menanam benih di rahimku, lalu kamu tinggalkan aku bergitu saja, kamu bilang akan bertanggung jawab tapi mana mas buktinya?" isak tangis Nissa terdengar oleh Reno dan Devan yang sudah berada tepat di belakangnya.
Dalam hati Reno, Handi apa kamu sudah membuat Art pujaan hatimu ini hamil?
__ADS_1
Devan malah bengong, saat ini Nissa sedang hamil? Malang sekali nasibnya, dia di tinggalkan untuk selamanya oleh Handi.
"Dua bulan yang lalu kita melakukan hal yang seharusnya tak kita lakukan mas, tapi karena cinta kita hal yang tak diinginkan itu terjadi juga," lanjut Nissa semakin pecah tangisnya.
"Aku bahkan tidak berani mengatakan hal ini kepada semua keluargamu mas, aku tak punya keberanian untuk itu," hanya tangisan yang terus keluar tanpa henti dari kedua matanya.
Nissa ya malang hidupnya hanya sebatang kara ia kerja di rumah Handi sudah cukup lama, hingga akhirnya Handi menyukainya dan mereka menjalin hubungan lebih. Awal-awal pacaran mereka biasa saja, tapi seiring berjalannya waktu entahlah setan apa yang sudah merasuki mereka? Hingga mereka melakukan hubungan terlarang dan sekarang karena hubungan terlarang itu jadilah sebuah benih. Mungkin jika Handi masih ada ia akan bahagia mendengar kabar ini dari Nissa, tapi semua itu tidak mungkin karena Handi sudah pergi untuk selamanya dan tidak akan kembali lagi ke dunia ini.
"Nissa, apakah itu benar anaknya Handi?" tanya Devan tiba-tiba, membuat Nissa menoleh ke belakang dan ternyata sudah ada Reno dan Devan.
"Kalian kapan datang?" tanya Nissa gugup.
Reno dan Devan di sebelah Nissa, Nissa menghapus air matanya.
Pada hari sebelum Handi mengalami kecelakaan sebenarnya Nissa ingin memberitahu akan kehamilannya, tapi saat itu Nissa tidak sempat karena Handi sibuk dan malamnya Handi malam itu pergi ke rumah Devan untuk pesta bujang, jadi Nissa berniat memberitahunya pagi harinya tapi ternyata Tuhan mengambil Handi untuk selama-lamanya.
"Maaf saya permisi," pamit Nissa dan hendak bangun tapi Devan tiba-tiba menarik tangan Nissa dengan kuat.
"Katakan padaku, apa itu sungguh anaknya Handi?" Devan kembali bertanya kepada Nissa.
"Benar, aku pacaran hanya dengan dia saja, berbuat hal seperti ini juga hanya dengan Handi saja," ujar Nissa dengan jujur.
"Maka izinkan aku menjadi Ayah dari anak itu," pinta Devan membuat Nissa terkejut dan tidak percaya.
__ADS_1
Reno langsung tercengang karena kaget, melihat Devan dan Nissa secara bergantian.
"Aku bisa merawat anak ini sendiri," kata Nissa dengan yakin.
"Niss, tapi anak itu butuh sosok seorang Ayah, demi Handi izinkan aku menjadi Ayahnya," pinta Devan dengan serius.
Nissa terdiam, sekilas ia melihat bayangan Handi yang tampak tersenyum dan mengangguk kepalanya pertanda menyuruh Nissa untuk menerima Devan sebagai calon Ayah yang sedang di kandungnya.
"Baiklah, demi Mas Handi," akhirnya Nissa menerima Devan dengan senyum kecil. Ia juga sangat bersyukur akhirnya bayinya kelak akan punya Ayah.
"Aku akan menikahimu hari ini juga," kata Devan tanpa basa-basi.
Nissa lagi-lagi tercengang, Reno malah tersenyum, dasar Devan sudah ngebet kawin.
"Tapi...."
"Aku tidak butuh penolakanmu, aku hanya ingin menggantikan tanggung jawab sahabatku," potong Devan dengan penuh semangat.
Tidak ada yang salah dengan Devan, lagian Nissa juga gadis yang baik, tidak apa-apa jika sudah hamil dan kelak aku akan menyayangi anaknya Handi seperti anakku sendiri.
Tanpa resepsi mewah Devan dan Nissa akhirnya menikah, ia menikah dan di saksikan oleh seluruh keluarga Devan dan para sahabatnya, kedua orang tua Devan juga setuju, apalagi saat mendengar kalau Nissa sedang hamil dengan senang hati keluarga Devan menerima Nissa setulus hati.
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia