ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK

ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK
Episode 1


__ADS_3

Tok tok tok


Suara pintu yang diketuk dengan kerasnya, tapi tidak ada pergerakan sama sekali dari dalam ruangan. Tepatnya kamar pribadi Mela. Gadis cantik namun tomboy. Umurnya 23 tahun. Setelah lulus SMA Mela melanjutkan kuliahnya disalah satu universitas di kotanya.


Ceklek


" ya ampun Mela.. jam berapa ini?.. tidak baik anak gadis masih tidur jam segini"


" bangun Mela " ujar Bu Tika, beliau adalah mamanya Mela.


Mama Tika terus saja menggoyang-goyangkan badan mela. " iya ma.. bentar masih ngantuk nih" jawab Mela.


" mama tunggu 15 menit, kamu harus mandi dan turun ke bawah, kalau tidak mama adukan kamu ke papa" tegas Mama Tika. Karena semalam Mela bermain game online dan tidur sebelum shubuh akhirnya Mela kesiangan. Toh sekarang ini weekend, jadi kuliahnya libur.


Setelah selesai mandi Mela turun ke bawah menghampiri mamanya di ruang tv. " pagi ma.." mela menyapa mamanya


" pagi yang kesiangan sayang.." jawab mama sambil menepuk sofa disebelahnya. Mela duduk di sebelah mama sambil mengambil cemilan di meja lalu memakannya.


" sayang kamu ikut mama ya ke rumah temen mama " ujar Mama Tika. " males ah ma.. inikan hari Minggu, Mela pengen seharian rebahan ma" rengek Mela


" kali ini aja sayang, mumpung kamu libur" ujar mama. " emang jam berapa mama perginya?" tanya Mela. " jam 10 aja giman, sekarang kan baru jam 9" jawab mama


" yaudah deh Mela sarapan dulu ya ma " Mela pun pergi ke ruang makan dan sarapan sendirian karena mama dan papanya sudah sarapan dari tadi


Setelah bersiap-siap kini Mela dan mamanya pergi ke rumah teman mama. Setelah masuk perumahan Mela melajukan mobilnya pelan karena baru pertama kali diajak oleh mamanya ke rumah Bu Sinta.


" yang mana ma rumahnya?" tanya Mela. " tuh sayang di depan, rumah warna biru itu" jawab mama


Setelah sampai mela memarkirkan mobilnya dan turun menuju rumah Bu Sinta.


Tok tok tok


Tidak perlu menunggu waktu lama pintupun terbuka. Terlihat Bu Sinta yang membukakan pintu. " assalamualaikum Sinta.." sapa mama. " waalaikumsalam Tika... silahkan masuk.. ini pasti Mela ya anak kamu itu" tanya Bu Sinta.


" iya Sin ini anakku" jawab Mama Tika.


" cantik ya anak kamu" ucap Bu Sinta. Mela pun bersalaman dengan Bu Sinta.


Setelah itu mereka dipersilahkan duduk lalu Bu Sinta mengambilkan minuman dan cemilan. Mereka berbincang - bincang kesana kemari karena sudah lama tidak bertemu.


" oh ya mela ngomong - ngomong kamu sudah punya pacar belum nak? " tanya Bu Sinta. " belum tante.. males aja pacaran. "


jawab Mela. " gimana mau punya pacar Sin.. Mela ini orangnya tomboy gitu, sukanya main game mulu, sedih aku rasanya." curhat Mama Tika yang hanya ditanggapi senyuman oleh Mela. " tapi cantik anak kamu ini, pintar pula." ujar Bu Sinta. " iya sih, tapi aku suka pusing sama hobinya itu." jawab Mama Tika.

__ADS_1


"assalamualaikum ma." Fino masuk sambil mengucapkan salam. Fino adalah putra tunggal dari Bu Sinta.


" waalaikumsalam." jawab ketiga orang itu dengan kompak. " sayang kenalin ini Tante Tika dan ini Mela anaknya." ujar Bu Sinta saat mengenalkan sahabatnya itu.


Fino pun bersalam dan tersenyum kepada Mama Tika dan juga Mela. Fino memang anak yang sopan, ganteng, pintar tentunya. Diusianya yang ke 25 tahun ini dia sudah selesai kuliah dan memegang salah satu perusahaan papanya sebagai CEO. Karena Fino adalah pewaris tunggal di keluarganya itu.


Tiba - tiba Mela ingin ke kamar mandi karena kebelet pipis dari tadi. " tante Mela numpang ke kamar mandi ya.. kebelet pipis." ujar Mela. " iya silahkan, Fino kamu antar Mela ya."


" iya ma, ayo Mel" ajak Fino


Fino pun mengantar Mela sampai ke depan pintu kamar mandi yang ada di sebelah dapur.


" ini kamar mandinya, gue tinggal dulu ya." ujar Fino santai. " oke makasih. " jawab Mela.


Diruang tamu Mama Sinta dan Mama Tika masih mengobrol tentang anak mereka.


" Tika gimana kalau kita jodohkan saja Mela sama Fino, pasti cocok deh, Fino itu sampai sekarang belum juga mengenalkan cewek satu pun sama aku, padahal aku sudah pengen punya cucu." ujar Mama Sinta.


" boleh juga, memang Fino mau sama Mela, sifatnya itu lho, pemalas, manja, tomboy lagi." ujar Mama Tika.


" tenang aja, aku akan membujuk Fino terlebih dahulu, baru kita dekatkan mereka."


" soal sifat pasti nanti bisa berubah Tik seiring berjalannya waktu." jelas Mama Sinta


" udah sayang. " tanya Mama Sinta.


" udah tante, makasih ya. " jawab Mela


" Mela Fino ganteng enggak. " tanya Tante Sinta yang tiba - tiba menjalankan rencana perjodohan itu. " i iya tante." jawab Mela dengan malu - malu. Mereka tersenyum mendengar jawaban mela


" kamu mau enggak sayang jadi istrinya Fino?. " tanya Tante Sinta lagi.


" nggak tau tante Mela belum punya fikiran kearah situ untuk saat ini. " jawab Mela.


" Fino itu memang orangnya cuek sayang, setau tante dia belum pernah pacaran, kalau yang ngejar - ngejar dia sih banyak, pasti ditolak sama Fino. " ujar Mama Sinta " maunya tante sih kalau Fino deket sama cewek itu langsung cari yang serius aja, supaya cepet nikah, biar cepet punya cucu tante. " ujar Mama Sinta kepada Mela. Sementara Mela hanya tersenyum canggung.


Karena sudah siang Mama Tika dan Mela diajak makan siang bersama. " oh ya kita makan siang bareng yuk, aku sudah masak banyak lho Tik tadi pagi. " ujar Mama Sinta


" boleh deh, ayo mel. " ajak Mama


" bentar ya aku panggil Fino dulu. " ujar Mama Sinta meninggalkan Mama Tika dan Mela di meja makan.


tok tok

__ADS_1


ceklek


" Fino kita makan siang bareng yuk sama Tante Tika dan Mela. " ajak Mama Sinta


" ayo ma..." jawab Fino.


Mereka pun turun ke bawah menuju ruang makan. Akhirnya mereka makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara, hanya ada suara sendok dan garpu. Setelah selesai makan Mela yang mencuci piring dan gelas bekas mereka makan tadi.


" katanya Mela itu pemalas, nyatanya dia sendiri yang berinisiatif mau mencuci piring di sini. " batin Mama Sinta.


Mela memang diajari oleh mamanya, setelah makan langsung mencuci alat makan yang habis digunakan, meskipun di rumah orang saat kita bertamu.


Mereka lanjut sholat dzuhur berjamaah yang diimami oleh Fino.


" ganteng juga kalau pake peci " gumam Mela.


" bisa berubah gitu ya saat pakai mukena kelihatan cantik dan dewasa. " batin Fino


Tak sengaja tatapan mata mereka bertemu untuk beberapa detik. " ayo sayang kita sudah siap. " ujar Mama Sinta yang membuat Mela dan Fino terkejut dan sadar dari lamunan masing - masing.


" i iya ma. " jawab Fino terbata.


Setelah selesai sholat Mama Tika dan Mela pamit untuk pulang kerumah.


" Sinta kita pamit dulu ya, makasih jamuannya tadi jadi ngerepotin kita. " ujar Mama Tika


" santai aja Tik, aku malah seneng, kamu sama Mela main kesini, apalagi kita bisa jadi besan. " ujar Mama Sinta saat membayangkan mereka jadi besan.


" pasti tambah deket ya pertemanan kita." ujar Mama Tika.


" ya ampun orang tua mah selalu aja begitu. " batin Mela sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.


" yaudah Sin kami pamit pulang dulu ya assalamualaikum. " pamit Mama Tika.


" iya hati - hati dijalan waalaikumsalam. " jawab Mama Sinta.


Mela dan mamanya masuk kedalam mobilnya untuk pulang ke rumah.


Di dalam mobil mama bertanya kepada Mela tentang Fino " sayang menurut kamu Fino itu gimana orangnya. " tanya mama


" mana mela tau ma baru juga kenal, Mela kan bukan mamanya. " jawab mela apa adanya.


" ih kamu ini enggak asik ah. " ujar mama dengan wajah btnya karena jawaban Mela tidak sesuai dengan apa yang diharapkan mamanya.

__ADS_1


__ADS_2